Zilko's Life

#1951 – A Nutrition App

ENGLISH

In June I decided, for fun, to download an app, called MyFitnessPal, to help me track my daily nutritional intake.

For a few months now, I already have an app linked to my gym that records my trainings there. However, it does not record what I consume, while this aspect plays a big role in achieving my goal of living a healthy life. I mean, it is not that I have not watched what I consumed. In fact, I have been doing so since moving to the Netherlands; and I have enjoyed the great benefit of this where I can say that I feel much healthier now than I was, say, 10 years ago. But again, this was not really quantified and I just basically followed my “common sense”, haha πŸ˜† .

One day I burned about 2000 more calories than what I consumed according to the app. This was not a good idea, though πŸ˜› .

Anyway, I find the app so much fun. Overall, it really helps me track how much calories I consume everyday and, more importantly, the nutrition breakdown. The breakdown helps me evaluate my eating habit and puts some food to perspective. For instance, do you know that one half of a small cup of peanuts contains about 400 calories? The calories come mostly from fat, haha. Speaking of fat, this is one aspect I am trying to bring down from my plates. So this app has played a big role in guiding me in the supermarket. Now, I prefer to buy low fat products (lean red meat, chicken breast, etc), and it appears to me that the more fat there is in meat, the cheaper it is! So there is indeed a price to pay when trying to “save” some money in this department. Lol πŸ˜† . You see, not that I was not aware of all of this before, but the app has helped me focus on my healthy life goal.

Obviously the big downside of the app is the rigorous amount of data feeding. Sure, it helps that the app can scan barcode so I do not need to enter the information manually every time I consume new products and it has a rich database with millions of food already pre-recorded in it anyway. What I mean is, I must record every single thing, sometimes down to the ingredient level,Β every time I cook/eat something. Certainly, this is tedious. So to be honest, I have doubts on my usage of this app in the longer run.

I need to measure every single ingredient that I use.

Having said that, actually I do not need to record the data every single day. What I really need from the app is an overview of how I have been consuming and use the data to make adjustment(s), also guided by the app, if necessary. Therefore, a few days of data would have actually been enough, then some controls here and then.

It has been about two weeks since I used the app. As of now, I am still dilligent enough to use it everyday, haha. Call it an obsession, maybe, but so far I have been happy with my own progress. So let’s see how it goes!! πŸ™‚

BAHASA INDONESIA

Di bulan Juni aku memutuskan, just for fun aja, untuk mengunduh sebuah app bernama MyFitnessPal yang berfungsi merekam nutrisi yang kukonsumsi setiap hari.

Jadi ceritanya semenjak lama aku sudah memiliki app yang terhubung dengan gym-ku yang merekam semua latihanku di sana. Namun, app itu tidak merekam apa yang kumakan, padahal ini kan satu aspek penting dari salah satu tujuanku yaitu hidup sehat. Maksudku, bukan berarti selama ini aku tidak memperhatikan apa yang kumakan sih. Malahan, semenjak pindah ke Belanda, aku sangat memperhatikan ini kok; dan aku sudah memanen hasilnya dimana sekarang aku bisa bilang bahwa aku merasa lebih sehat daripada, katakanlah, 10 tahun yang lalu. Hanya saja, memang selama ini apa yang kukonsumsi tidak kukuantifikasi sehingga aku cuma mengikuti “akal sehat” saja, haha πŸ˜† .

Suatu ketika, aku membakar sekitar 2000 kalori lebih banyak daripada yang kukonsumsi menurut app ini. Ini bukan lah ide yang baik sebenarnya πŸ˜› .

Anyway, app-nya seru banget. Secara umum membantuku banget untuk mengukur berapa banyak kalori yang kumakan setiap hari dan, yang lebih penting lagi, perincian nutrisinya. Perincian ini membantuku mengevaluasi kebiasaan makanku dan membuatku lebih sadar akan beberapa makanan. Misalnya, tahu kah kamu bahwa setengah mangkok kecil kacang itu mengandung sekitar 400 kalori loh? Dan kalorinya kebanyakan datang dari lemak, haha. Ngomongin lemak, memang ini adalah satu aspek yang sedang aku kejar untuk aku kurangi dari santapanku; dan ini telah menuntunku di supermarket juga. Sekarang, aku lebih suka membeli produk-produk rendah lemak (misalnya daging merah rendah lemak, dada ayam, dll), dan aku amati ternyata semakin banyak komposisi lemak di dalam daging merah, semakin murah juga harganya! Jadi memang ada harga yang dibayar dengan “berhemat” dalam hal ini. Haha πŸ˜† .Yah, bukannya aku tidak tahu semua ini sebelum ini sih, tetapi app-nya sudah membantuku untuk fokus mencapai tujuan hidup sehatku.

Jelas satu kelemahan app ini adalah diperlukannya input data yang terus-menerus. Memang sih app-nya bisa meng-scan barcode sehingga aku tidak perlu repot-repot memasukkan informasi secara manual setiap kali mengkonsumsi produk baru dan toh app-nya juga dilengkapi dengan perpustakaan data dari jutaan jenis makanan di dalamnya. Maksudku adalah, aku harus memasukkan semua datanya, kadang bahkan sampai ke level bahan-bahan masakan, setiap kali aku memasak/makan sesuatu. Jelas, ini ribet banget. Jadi sejujurnya, aku sendiri ragu akan penggunaan app ini dalam jangka panjang.

Aku harus mengukur semua bahan yang aku gunakan.

Walaupun begitu, sebenarnya mah aku tidak perlu juga merekam semua datanya setiap hari kan. Yang kubutuhkan dari app-nya adalah rangkuman mengenai bagaimana kebiasaan makanku dan menggunakan datanya untuk membuat penyesuaian, yang juga dipandu dengan app-nya, jika perlu. Jadi, sebenarnya data dari beberapa hari saja sudah cukup sih ya, dan juga sesekali untuk kontrol.

Sudah dua mingguan semenjak aku menggunakan app ini. Dan sejauh ini sih, aku masih rajin menggunakannya setiap hari, haha. Mungkin masih terobsesi ini ya, haha, tetapi sejauh ini aku senang kok dengan progress-ku sendiri. Jadi kita lihat saja ke depannya gimana!! πŸ™‚