EuroTrip · Vacation · Weekend Trip

#1943 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part II: Bremen)

ENGLISH

Posts in theΒ Early Summer 2017 Weekend TripS series:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Getting to/from Bremen

The routing this long weekend to Bremen. Created with: gcmap.com

To get to Bremen, I transitted in Paris, haha πŸ˜† . Even, I actually spent a night there where I arrived late in the afternoon and my flight to Bremen was scheduled on Sunday morning. I flew KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXY to get to Paris. It was a regular short-haul KLM flight so I wouldn’t get to too much details. Only that it was delayed but this, obviously, did not bother me that much.

Air France’s new lounge at Terminal 2G of Paris-CDG

Another reason I chose this routing was that my flight to Bremen would depart from Terminal 2G. A few months back, I read that Air France had just opened a new lounge in this terminal. Their old lounge there was very small and felt cramped; so I was curious how the new lounge was. And, wow, I was actually impressed!

The lounge was much more spacious than the old one!

For once, it was much more spacious than the old one. The food, drinks, etc were pretty much as per the standard of their other lounges at Paris-CDG, though. However, one feature made this lounge my favorite one at the airport: the unobstructed view towards runway 26L and 26R, making it a perfect (and comfortable) planespotting spot! 😍

Spotting a Vietnam Airlines’ Airbus A350-900 landing at runway 26L

Anyway, my AF1324 flight to Bremen was operated by HOP! Regional’s Embraer ERJ170 reg F-HBXN today. The flight was not busy at all, with load factor I estimated to be at around 25-30% only.

From Bremen, I went straight to Amsterdam. And as I mentioned, one factor I chose this flight was because KLM Cityhopper deployed one of their remaining Fokker 70s, which was PH-KZL today! KLM Cityhopper is retiring this type this Fall, and so I get to catch them while I can!! πŸ˜€ Btw, I arrived at the airport too early today and so when I went to the lounge, I was the only passenger there! Yes, the entire lounge was for myself! Haha πŸ˜›

I will definitely miss this Fokker 70’s unique 2-3 layout AND spacious legroom (an expensive commodity when flying in economy these days)!!

Bremen

The first thing I noticed about Bremen was that, apparently it was a city of tram! How did I notice? Well, it was literally stated at the tram stop at the airport, haha πŸ˜†

Bremen – City of Trams

Anyway, overall I found Bremen to be a nice little town. So actually, as a tourist, I don’t think you would need trams to go around the city center, where most of the city attractions are located. Well, probably unless you stay somewhere quite far away.

The Altstadt of Bremen

Bremen was the setting (sort of) of a popular German fairy tale, Die Bremer StadtmusikantenΒ (The Town Musicians of Bremen). I was introduced to this story when I was in elementary school, through one of my good friends back then who was really good at drawing (Once he made some comic strips based on this story). The story was so popular that it became the “symbol” of the city. And even there was a famous bronze statue there by the Rathaus, which I obviously took a selfie with πŸ˜› . I was really happy that I could visit it, especially that it reminisced me about my childhood as well πŸ™‚ . Btw there isΒ a statue based on the same story in Riga, Latvia. So I guess the story is indeed famous in Eastern Europe as well.

The mandatory Bremen selfie with Die Bremer Stadtmusikanten

In my opinion, the most interesting part of Bremen was the Altstadt (Old Town) with all the beautiful old German buildings. Probably because I was there during a national holiday, I only saw people (possibly tourists) in the Altstadt. Everywhere else I went to, I saw no people and most shops appeared to be closed! Haha…

It was not a busy day in Bremen

As for the food, unfortunately I did not have a lot of opportunity to explore, haha. I had steak as my first lunch there. Then, I went to a tapas bar for dinner because thick cloud was hanging low appearing like it was going to rain so that I would not have the privilege to choose my restaurant, lol πŸ˜† . Well, at least the bar was still having its happy hour for their cocktails (40% discount! πŸ˜› ), which I ordered a good glass of long island ice tea, and the paella was good! And as my last brunch there, I had a Viennese schnitzel, haha πŸ˜† .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri Early Summer 2017 Weekend TripS:
1. Introduction
2. Part I: Lyon
3. Part II: Bremen
4. Part III: Thalys and Paris
5. Part IV: Roland Garros 2017

Pergi ke/dari Bremen

Ruteku long weekend ini ke Bremen. Dibuat dengan: gcmap.com

Untuk berangkat ke Bremen, aku transit dulu di Paris, haha πŸ˜† . Bahkan, aku menginap semalam loh di sana dimana aku tiba di malam hari dan penerbanganku ke Bremen dijadwalkan berangkat Minggu pagi. Aku terbang dengan Boeing 737-800nya KLM dengan rego PH-BXY ke Paris. Ini adalah penerbangan standar jarak dekatnya KLM sehingga aku nggak akan bercerita tentangnya. Hanya saja penerbangannya sedikit terlambat sih tetapi jelas ini tidak mempengaruhiku.

Lounge barunya Air France di Terminal 2G Bandara Paris-CDG

Satu alasan lain aku memilih rute ini adalah karena penerbanganku ke Bremen akan berangkat dari Terminal 2G. Beberapa bulan sebelumnya, aku membaca bahwa Air France baru saja membuka lounge baru di terminal ini. Lounge lamanya mereka di sana berukuran kecil banget dan, karenanya, terasa amat sesak; jadi jelas lah ya aku penasaran dengan yang baru ini. Dan, wow, aku sungguh terkesan lho!

Lounge barunya jauh lebih luas dan lapang daripada yang lama!

Pertama-tama, ukurannya jauh lebih luas dan lapang daripada yang lama. Makanan dan minumannya sih berstandar kurang lebih sama lah dengan lounge-lounge lain mereka di Paris-CDG. Namun, ada satu fitur yang membuat lounge ini menjadi favoritku di bandara ini: pandangan tak terhalang ke landasan pacu 26L dan 26R, sehingga tempat ini menjadi tempat yang sempurna (dan nyaman) untuk planespotting! 😍

Spotting sebuah Airbus A350-900nya Vietnam Airlines mendarat di landasan pacu 26L

Anyway, penerbanganku ke Bremen dioperasikan oleh Embraer ERJ170nya HOP! Regional dengan rego F-HBXN. Penerbangan hari ini sama sekali tidak penuh, aku perkirakan kursinya hanya terisi sekitar 25-30% saja.

Dari Bremen, aku langsung kembali ke Amsterdam. Seperti yang kusebutkan, satu alasan aku memilih penerbangan ini adalah karena KLM Cityhopper menggunakan salah satu Fokker 70nya, yang mana hari ini adalah PH-KZL! KLM Cityhopper akan memensiunkan tipe ini musim gugur ini sehingga aku harus sebisa mungkin terbang dengannya dulu dong ya! πŸ˜€ Btw, aku tiba di bandara agak awal hari ini sehingga ketika aku pergi ke lounge-nya, aku adalah satu-satunya penumpang di sana loh! Iyaa, satu lounge buat aku sendiri! Haha πŸ˜› .

Aku jelas akan kangen dengan layout 2-3nya Fokker 70 yang unik ini DAN legroom-nya yang lega banget (sebuah komoditas mahal ketika terbang di kelas ekonomi sekarang ini)!!

Bremen

Hal pertama yang aku tangkap dari Bremen adalah, ternyata kota ini adalah kota tram loh! Kok tahu? Yaa, soalnya tertulis begitu sih di halte tram di bandaranya, haha πŸ˜† .

Bremen – Kota Tram

Anyway, secara keseluruhan Bremen adalah kota kecil yang cantik. Jadi sebenarnya, sebagai turis, aku rasa kita tidak membutuhkan tramnya sih untuk berkeliling pusat kotanya, dimana kebanyakan atraksinya berada. Eh, mungkin kecuali kalau kita menginap agak di luar kotanya ya.

Altstadt di Bremen

Bremen adalah setting (kurang lebih) dari sebuah cerita rakyat Jerman yang terkenal, Die Bremer StadtmusikantenΒ (Para Musisi Kota Bremen). Aku mengenal cerita ini ketika masih SD dulu melalui seorang teman baikku waktu itu yang jago menggambar (Sekali waktu ia membuat comic strips gitu berdasarkan cerita ini). Ceritanya populer banget sampai-sampai menjadi “simbol” dari kota ini loh. Bahkan ada sebuah patung perunggu yang terkenal banget yang berlokasi di sebelahnya Rathaus, yang mana jelas aku selfie di situ dong πŸ˜› . Senang sekali rasanya aku bisa mampir di sana, sedikit mengingatkanku akan masa kecil dulu πŸ™‚ .Β Btw ada sebuah patung berdasarkan cerita yang samaΒ juga loh di Riga, Latvia. Jadi sepertinya ceritanya populer juga ya di Eropa Timur.

Selfie wajib di Bremen dengan Die Bremer Stadtmusikanten

Menurutku, bagian paling menarik dari Bremen adalah Altstadt-nya (Kota Tua) dimana terdapat bangunan-bangunan tua ala Jerman. Mungkin karena aku di sana ketika tanggal merah, aku hanya melihat keramaian (mungkin oleh turis) di Altstadt. Selebih dari itu, di lokasi-lokasi lain aku nyaris tidak melihat orang loh, bahkan kebanyakan tokonya pun tutup! Haha…

Ini bukanlah hari yang ramai di Bremen

Untuk urusan makanan, sayangnya aku tidak memiliki banyak kesempatan untuk mencoba ini-itu, haha. Aku makan steak sebagai makan siang pertamaku di sana. Lalu, aku pergi ke sebuah bar tapas untuk makan malam karena awan tebal menggantung sehingga nampak seperti akan hujan deras sehingga aku tidak memiliki kebebasan untuk pilih-pilih restoran, haha πŸ˜† . Setidaknya waktu itu masih happy hour sih di barnya untuk cocktail (diskon 40% loh, lumayan!), yang mana aku memesan segelas long island ice tea, dan paellanya juga enak! , Dan untuk brunch keesokan harinya, aku makan schnitzel ala Vienna, haha πŸ˜† .

Advertisements

8 thoughts on “#1943 – Early Summer 2017 Weekend TripS (Part II: Bremen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s