General Life · Zilko's Life

#1940 – My Transport Card

ENGLISH

With me moving to Amsterdam, you would probably think my commuting cost would also be cheaper now given that I live in the same city as where I work. Actually it is the contrary, I pay more for transportation now than when I still lived in Delft! Haha 😆 .

You see, obviously my office also provided commuting allowance and so I got the super amazing NS-Business Card for “free” from my office because Delft was so far away. The card granted me free public transportation rides (2nd class travel in trains, though) in the entire Netherlands at any time. This was super cool because this meant I could also use it for my personal matters, including making my frequent travels (mainly between Delft and Schiphol 😛 ) significantly cheaper (i.e. from having to pay myself to not having to pay at all, a.k.a a 100% discount, lol 😆 ).

My amazing NS-Business Card

For the NS-Business Card, I needed to pay (deducted from my nett monthly salary) €200 every month. However, because Delft was very far away and the commuting allowance was based on distance, I was entitled to the maximum allowance: also €200 every month. And so the €200 cancelled each other and so I got it for free.

Now that I live closer to my office, my commuting allowance is much less than €200 per month. If I want to keep my NS-Business Card, though, I would still need to pay the monthly €200 fee. In short, the card is not worth it anymore and I immediately cancelled it once I moved to Amsterdam, haha.

And so now I am back with my common regular OV-Chipkaart, haha. Obviously, I also subscribe myself to two transportation deals: a subscription with NS for 40% discount on train travels outside of the rush-hour periods and a subscription with the municipal public transprotation of Amsterdam (GVB) for my daily commute within the city. The cost? Well, my monthly commuting allowance unfortunately does not cover all of it, haha 😆 .

You see? Now I actually pay more for transport than when I actually lived in Delft. However, I still prefer this (hands down) than a free NS-Business Card but having to commute three hours everyday between Delft and Amsterdam!! Hahaha 😆

I certainly do not miss having to “fight” for an empty seat every day while commuting.

BAHASA INDONESIA

Dengan kepindahanku ke Amsterdam, mungkin pada mengira biaya nglaju-ku sekarang juga lebih rendah karena aku kan tinggal di kota yang sama dengan tempatku bekerja. Kenyataannya justru sebaliknya loh, sekarang ini aku membayar lebih banyak untuk transportasi daripada ketika aku tinggal di Delft! Haha 😆 .

Jelas kantorku memberikan commuting allowance (“tunjangan transportasi” kah bahasa Indonesianya? 🤔) dan jadilah aku mendapatkan kartu NS-Business Card yang super keren banget “gratis” dari kantor karena Delft berlokasi amat jauh. Kartunya memberikanku akses gratis ke semua alat transportasi umum (untuk kereta sih di kelas 2) di seluruh negara Belanda di waktu kapan pun. Ini asyik banget karena artinya kartunya juga bisa kugunakan untuk keperluan pribadi, termasuk untuk acara jalan-jalanku yang sering banget itu kan (seringnya mah antara Delft dan Schiphol, haha 😛 ) yang menjadi jauh lebih murah (baca: dari harus membayar sendiri menjadi jadi tidak harus membayar sama sekali, alias diskon 100%, huahaha 😆 ).

Kartu NS-Business Card-ku yang sakti banget

Nah untuk NS-Business Card itu, aku perlu membayar (otomatis diambil dari gaji bersih bulananku) €200 setiap bulan. Namun, karena Delft itu jauh sekali dan commuting allowance-nya adalah fungsi dari jarak, aku berhak mendapatkan jatah maksimumnya: yang mana juga lah €200 per bulan. Jadi mah praktis kartunya aku dapatkan gratis lah ya kalau begitu.

Nah karena sekarang aku tinggal lebih dekat ke kantor, commuting allowance-ku menjadi jauh lebih kecil daripada €200 per bulan deh. Sementara jika aku masih ingin mempertahankan NS-Business Card-ku, aku masih harus membayar biaya bulanannya yang sebesar €200. Singkatnya, kartunya tidak lagi worth it dan aku berhentikan tak lama setelah aku pindah ke Amsterdam, haha.

Dan sekarang aku kembali menggunakan kartu OV-Chipkaart regulerku deh, haha. Jelas, aku juga mendaftarkan diri ke dua abonemen transportasi: abonemen dengan NS untuk diskon 40% untuk perjalanan dengan kereta di luar jam kerja dan abonemen dengan operator transportasi umumnya kota Amsterdam (GVB) untuk perjalananku sehari-hari. Biayanya? Yah, intinya sih commuting allowance-ku dari kantor sekarang nggak cukup deh untuk menanggungnya, haha 😆 .

Nah kan? Jadilah artinya sekarang aku ongkos transportasiku justru lebih mahal daripada ketika aku tinggal di Delft. Namun, toh aku masih lebih memilih situasi ini kok (jelas nggak perlu dipikir-pikir lagi ini mah) daripada sebuah kartu NS-Business Card gratis tetapi harus menghabiskan waktu tiga jam setiap hari di jalan antara Delft dan Amsterdam!! Hahaha 😆 .

Jelas aku tidak kangen harus “rebutan” kursi kosong setiap hari ketika nglaj
Advertisements

12 thoughts on “#1940 – My Transport Card

  1. Naik sepeda ke kantor Ko?

    Emang berapa duit per bulan bayar abonemen transport disana? Bukannya klo dah abonemen gitu kamu ga usah pake chipkaart? Bukannya mereka bisa kerjasama ya? Aku disini bayar abonemen 375 kr per bulan itu berlaku dimana saja, di zone 1-2. Klo mau diluar zone itu ya nambah, kebetulan aku punya rejsekort macam chipkaart gitu klo mau jalan2 di luar itu, itu mah tinggal diisi duit aja.

    1. With Dutch weather? Hahaha 😆 . Naik sepeda cuma doable beberapa hari aja soalnya jaraknya lumayan juga, haha 😛 .

      Nah, ini sistemnya sebetulnya sama kok. Aku ada abonemen buat sebagian zona kota Amsterdamnya dimana dengan abonemen ini bisa naik sepuasnya (biayanya €84 sebulan, tapi aku ambil abonemen jangka panjang (1 tahun) jadi cuma bayar 10 bulan aja). Nah, untuk ke luar Amsterdamnya itu (naik kereta) ada abonemen lain yang terpisah. Yang ini biayanya €50 per tahun tapi selama setahun itu kalau naik kereta didiskon 40%. Lumayan banget secara tiket kereta di Belanda kan mahal, hahaha 😛 . Dan dua abonemen ini bisa dimasukin di kartu yang sama, walaupun dua abonemen ini dari dua perusahaan yang berbeda.

        1. Di sini juga banyak sih yang naik sepeda; tapi jarak tempatku memang agak tanggung ke kantornya, haha 😆 . Belum lagi kalau cuacanya malesin 😛 .

  2. Kalo kita adanya allowance kalo do ridesharing. Jd kalo kita gak nyetir sendiri kita bisa give up tempat parkir di kantor dan untuk itu dikasih $190 per bulan. Lumayan Hehe. Trus kalo ridesharing more than 10 times a month dikasih lagi $50.

    1. Hahaha, secara di sana memang banyak yang nyetir sih ya. Di sini juga ada tempat parkir mobil sih tapi nggak tahu juga gimana sistemnya kalau naik mobil sendiri dan nggak tahu seberapa banyak yang pakai. Di Belanda mah kebanyakan naik public transport atau sepeda (atau malah jalan kaki).

      Lumayan banget itu total bisa $240 per bulan regardless of distance! Di sini dihitungnya berdasarkan jarak nih! Dan sejauh ini dari kantor kayaknya nggak ada insentif apa gitu untuk commuting, haha. Tapi temanku (kerja di perusahaan lain) ada yang bilang kantornya ngasi extra commuting allowance kalau naik sepeda. Per hari kalau naik sepeda €2 kalau nggak salah.

        1. Wah asyik banget itu allowance-nya lebih banyak daripada biaya sebenarnya, hahaha 😆 .

          Btw aku penasaran kenapa istilahnya “ride-sharing” ya? Apa kalau misalnya berangkat naik mobil sendiri tapi rame-rame gitu juga termasuk ridesharing? 🤔

  3. kalau pemerintahan namanya uang transport ko 😆

    dibeberapa instansi udah ada yang ngasih sekarang. kayak pns propinsi di sini. tapi di pns kotanya belum dapet. lumayan tuh klo dapet. buat isi bensin mobil 😆😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s