Thoughts

#1929 – Food Wasting

ENGLISH

A few weeks ago, a friend of mine shared the following video parodying Ed Sheeran’s “Shape of You”Β (a song I am currently obsessed with) to tell a message about food wasting:

Food wasting is a problem which, I think, needs to be addressed. It is also one of my pet-peeves! Yeah, I don’t like it (I even get a little bit bothered) when some people throw their food away. Even I actually don’t like it when I have to throw some raw ingredients away because they have become bad for consumption. This is why I always plan my grocery precisely πŸ˜‰ .

Here, I am not gonna talk about famine problem in some parts of the world as that is out of the scope of this post (that is a huge problem, btw); as you might have expected from a food wasting post. Nah, I am sure you are capable enough to think why food wasting is bad.

If you have leftovers you can’t finish, just give it to other people!

Does this imply that people should eat more than they need? Obviously not!! This actually implies people should KNOW their own limit! If you know you can only eat certain amount of food, then take that amount, not more (just because you can) and waste the rest. How about if you go to a restaurant and it turns out that the portion is way bigger than you expect? Well, this is certainly an exceptional situation; and in this case food wasting might be the only solution. ButΒ to be honest, how often do you encounter a situation like this?

This reminds me of my childhood, though. Back then, my dad taught my brother and I to never, ever let a single piece of rice grain left on our plates. We had to be responsible for what we took (the amount of rice) and finished it. Now that I think about it, this might be the start of my dislike of food-wasting, haha πŸ˜† .

I couldn’t finish a small portion of this super spicy yangnyeom chicken in SeoulΒ so I gave them all to my brother πŸ˜€ .

Having said that, I am still not perfect myself. Sometimes (not often, though), I still find myself throwing someΒ food away; but mostly that is because the food is extremely inedible (for instance: because it might be too spicy for me (I can’t eatΒ spicy food, at all; even low level of spiciness would trigger my body to start sweating)) or that there is a special circumstances (for instance when I am not feeling well).

So, yeah, this post is more of a reminder to myself, actually. Btw, what is your stand on food wasting?

BAHASA INDONESIA

Beberapa minggu yang lalu, seorang teman membagikan video ini yang memarodikan lagu “Shape of You”-nya Ed SheeranΒ (lagu yang sedang aku sukai banget sekarang) untuk membawakan pesan mengenai pembuang-buangan makanan:

Pembuang-buangan makanan adalah sebuah masalah yang, menurutku, perlu diperhatikan. Ini juga adalah salah satu pet-peeves-ku btw! Iya, aku memang kurang suka (dan bahkan merasa agak terganggu) ketika melihat seseorang membuang makanan mereka. Bahkan aku sendiri merasa tidak suka ketika harus membuang bahan-bahan masakan mentah karena sudah kadaluarsa untuk dikonsumsi. Inilah alasan mengapa aku selalu merencanakan belanjaku secara mendetail πŸ˜‰ .

Di sini, aku tidak akan membicarakan mengenai perihal kelaparan yang melanda beberapa bagian dunia ini karena hal ini diluar lingkup posting ini (itu adalah masalah besar bangetΒ sih); seperti yang mungkin sebagian kira akan ada di dalam posting mengenai pembuangan makanan. Nggak kok, aku sih yakin semua juga bisa berpikir sendiri mengapa pembuangan makanan itu buruk.

Kalau memang ada sisa makanan, mending diberikan ke orang lain saja!

Apakah ini berarti semua orang harus makan lebih dari yang mereka butuhkan? Jelas tidak!! Ini sebenarnya berarti setiap orang harus TAHU batas mereka sendiri! Jika tahu batas diri kita hanya sekian, ya ambil saja sekian, jangan lebih (hanya karena bisa) dan membuang-buang sisanya. Bagaimana jika kebetulan kita pergi ke restoran dan ternyata porsinya lebih besar dari sangkaan kita? Hmm, ini jelas adalah situasi pengecualian; dan di kasus ini mungkin makanannya memang harus dibuang/disisakan. Tetapi sejujurnya nih, seberapa sering sih situasi itu kita hadapi? Ya kan?

Ini mengingatkanku akan masa kecilku. Dulu, papaku mengajari adikku dan aku untuk tidak pernah menyisakan satu butir nasi pun di piring kami. Kami harus bertanggung-jawab dengan apa yang kami ambil (banyaknya nasi) dan menghabiskannya. Kalau dipikir-pikir sekarang, mungkin ini salah satu penyebab ketidak-sukaanku akan pembuangan makanan ya, haha πŸ˜† .

Aku tidak bisa menghabiskan seporsi kecil ayam yangnyeom yang super pedas ini di Seoul sehingga aku memberikannya ke adikku πŸ˜€ .

Toh walaupun begitu, bukannya aku “sempurna” juga sih. Beberapa kali (nggak sering sih), aku juga berada di situasi dimana aku mesti membuang makanan; tetapi kebanyakan sih karena makanannya memang tidak bisa dimakan (misalnya: makanannya terlalu pedas untukku (Aku tidak bisa makan makanan pedas; bahkan pedas sedikit saja sudah akan membuatku berkeringat)) atau pada situasi tertentu (misalnya ketika aku sedang tidak enak badan).

Jadi, ya, posting ini sebenarnya juga adalah pengingat untuk diriku sendiri sih. Btw, apa pendapatmu mengenai pembuangan makanan?

Advertisements

27 thoughts on “#1929 – Food Wasting

  1. Sebisa mungkin aku menghindari buang makanan, biasanya di kasih ke satpam komplek kalo ada sisa πŸ˜€ atau di kasih ke kucing.

  2. Ga suka jugaa.. Kalau sama pembantu dirumah dulu selalu ngomong, 1 butir nasi ada 99 mata, kebayang dia sedih kalau dibuang. Dan kebawa sih sampai skrg. Sebisa mungkiiinnn meminimalisir buang makanan.

  3. paling senep deh kalau lagi breakfast di hotel di Indonesia, sering bgt liat orang ngambil makanan sampai menggunung terus ga abis udah ambil lagi menu yg lain, mentang2 buffet…

    1. Hahaha, iya banget! Mentang-mentang buffet all you can eat terus bisa ambil seenaknya (padahal gak akan dimakan juga) trus dibuang ya!!

  4. suka sebel tuh kalau di undangan orang Indonesia Zilko….ngambil banyak2 udah gitu dibuang. sama kayak kalo liat breakfast di hotel. Ambil banyak dan beragam, tapi cuma dicicipin semua -___-

    1. Iya, sayang banget ya!! Padahal kalau cuma mau nyicip doang kan bisa ambilnya sedikit-sedikit. Trus yang benar-benar disuka baru deh ambil lagi agak banyakan (tapi tetep mesti dihabisin), haha…

    1. Yaaa, kalau bungkus dan tulang mah memang limbah yang mesti ada lah ya πŸ˜› . Makanya biasanya sedapat mungkin aku juga mengurangi banyaknya bungkus yang dibutuhkan, hehe πŸ˜€ .

  5. Sering banget liat ada orang buang makanan di restoran atau ditinggalin begitu aja engga dibahabiskan makananya…aku biasanya kalau tidak habis makanan ketika makan di resto pasti aku minta bungkus buat dimakan di rumah hahahaha XD

  6. Hai salam kenal ya 😊
    Iya gw jg setuju bgt dengan prinsip jangan buang makanan, kepikiran betapa beruntungnya kita bisa makan dengan kenyang sementara orang lain belum tentu bisa makan.
    Sayang banget klo dibuang, gw juga selalu usahain belanja dan makan sesuai porsi, klo kebetulan dapat makanan yg ga sesuai atau ga cocok biasa suka gw kasih ke kucing atau tuna wisma.
    Lebih baik berbagi kan ya daripada makanan tsb dibuang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s