my apartment · Zilko's Life

#1926 – A Month(-Ish) in Amsterdam

ENGLISH

So it has been about one month since I started to live in Amsterdam. So how is everything? Well, everything is generally fine. Here are a couple of them.

Much Shorter Commute!!

One aspect which I totally do not miss from living in Delft while working in Amsterdam is the commute! Well, of course I still have to commute now but instead of spending three hours every day, I only need to spend about one hour in total! Yeay!! So suddenly I have two hours extra in my everyday life which I can do whatever I want with! Hahaha…

So what do I do with it? Well, even though in March I said my body had adapted to the three-hour commute, I knew it was not ideal at all especially in the longer-run. And so I used about one hour of that for: extra sleep! Hahaha 😆 . Trust me, it is much nicer now that I can get up basically at the ideal time my body would like to get up! I feel much fresher everyday, which translates to generally better mood and sharper mind!

And the other one hour? Well, I keep it as a “flexible hour” which I can do whatever I want with. If needed, possibly a longer hour during busy days at work, or just to do something fun, haha 🙂 .

The bottom line is, I am super happy that I don’t have to spend three hours of my life every day just to commute!

So Many Expenses!

This is actually one consequence of buying an apartment, so I just need to accept it. And I do, by the way. It is just that I feel like there is a never-ending stream of things I need to buy/pay/subscribe to, haha.

Obviously it started with the basic furnitures, then the many smaller furnitures, then even more of smaller furnitures, then a smart TV, then a robot (lol 😆 ). Beside those stuffs were also the subscriptions: from the extremely important internet connection, then a cable TV subscription, then the gym membership, then the public transportation package (more on this, possibly, in a later post). And not to mention the service I decided to use to help me install a lot of those stuffs. And I feel like this is not done yet! Haha 😆

So, to you who have been through a similar situation, do you have any tips for me on this department? I am, happily, all ears! 😂

Though, possibly the good side of that was that I had an excuse to go to IKEA and so had their meatballs while I was there 😛

BAHASA INDONESIA

Jadi ceritanya sudah sebulanan semenjak aku mulai tinggal di Amsterdam. Bagaimanakah semuanya? Hmm, secara umum baik-baik saja sih. Berikut ini dua buah cerita tentangnya.

Nglaju yang jauh lebih singkat!!

Satu aspek yang sama sekali tidak aku kangeni dari tinggal di Delft sementara bekerja di Amsterdam adalah nglaju-nya! Ya, tentu saja aku masih harus nglaju sih sekarang tetapi tidak tiga jam setiap hari kayak dulu, cukup sekitar satu jam kurang aja sekarang! Jadi tiba-tiba dong setiap hari aku mendapatkan waktu ekstra dua jam yang bisa bebas aku gunakan untuk apa pun! Hahaha…

Nah, trus waktu ekstranya itu untuk apa saja? Hmm, walaupun di bulan Maret aku bilang tubuhku mulai beradaptasi dengan tiga jam cuma di jalan itu, sebenarnya aku tahu itu bukanlah situasi yang ideal terutama untuk jangka panjang. Dan jadilah satu jam waktu ekstranya kugunakan untuk: tidur lebih lama! Hahaha 😆 . Beneran loh, rasanya enak dan damai banget sekarang aku bisa bangun di waktu ideal bangun bagi tubuhku! Aku merasa lebih segar setiap hari, yang mana berefek ke mood dan pikiran yang jauh lebih segar pula!

Dan satu jam lainnya? Yah, satu jam ini aku pergunakan sebagai “jam fleksibel” yang mana bisa aku pakai untuk apa pun. Jika dibutuhkan, bisa saja bekerja sejam lebih lama di hari-hari sibuk di kantor, atau aku gunakan untuk kegiatan apa kek yang seru gitu, haha 🙂 .

Tetapi intinya adalah, aku senang banget sekarang tidak lagi harus menghabiskan tiga jam hidupku setiap hari di jalan aja!

Kok banyak pengeluaran ya!

Sebenarnya sih ini adalah satu konsekuensi dari membeli sebuah apartemen, jadi ya memang seharusnya aku terima. Dan sebenarnya sih memang aku terima sih, haha. Cuma rasanya kok ini ada arus pengeluaran tak berujung untuk membeli/membayar/mendaftarkan-diri ke sesuatu ya, haha.

Jelas dong semuanya dimulai dari mebel-mebel dasar, lalu barang-barang printilan, lalu lebih banyak barang-barang printilan lagi, lalu sebuah smart TV, lalu sebuah robot (huahaha 😆 ). Di samping itu semua, ada juga keanggotaan-keanggotaan yang aku daftar, misalnya: koneksi internet yang jelas sangat amat penting banget, lalu langganan TV kabel, lalu keanggotaan di gym, lalu abonemen transportasi umum (ini akan kutulis di sebuah posting yang terpisah, mungkin). Dan belum lagi biaya layanan yang aku gunakan untuk membantuku memasang banyak dari barang-barang tersebut. Dan rasanya masih belum habis aja ini! Hahaha 😆

Jadi, bagi yang sudah pernah melewati fase serupa nih, apakah ada tips untukku di bidang ini? Aku pengen mendengar semuanya nih! 😂

Walaupun, mungkin sisi positif dari itu semua adalah aku jadi ada alasan untuk pergi ke IKEA sehingga bisa sekalian makan baksonya, hahaha 😛
Advertisements

33 thoughts on “#1926 – A Month(-Ish) in Amsterdam

      1. hehehe kalau yang di ikea dan resto pada umumnya ga mungkin pake rusa. Mihilll. Biasanya rusa hanya dipake resto resto kaya hotel atau buat finedining gt ko

  1. iya bener baru pindahan itu memang bikin banyak pengeluaran, aku sampai bokek..
    terpaksa nunggu gajian dulu baru beli kulkas he.. he…
    beli yang terpenting untukmu aja dulu, barulah sisanya belakangan

  2. Jadi fokus ke basonya ._.
    itu pake kentang?
    Lihatnya sih agak aneh…..
    tapi di Jawa sendiri biasanya makan baso pake nasi xD
    apa jangan” sama” aneh wkwkwkwk.

    Nah nambah kenyamanan berarti harus ada yg dikorbankan wkwkw xD
    semoga pekerjaannya makin sukses biar bisa nutupin semua /?

  3. Ini komen ngga penting Ko, tapi pas baca post ini sampai bawah (biasanya baca bahasa Inggrisnya aja hehe), aku baru tau kalo commute = nglaju! 😀 *kemana aja yah*

    1. Huahaha, sebenernya nglaju pun kayaknya bahasa Jawa ya Chris? Apa ya padanannya dalam bahasa Indonesia?

      Nglaju pun kayaknya kurang pas karena kan asosiaainya dengan commuting dari/ke luar kota trus jauh gitu. Sementara commute kan juga bisa jarak dekat, hmm 🤔.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s