Contemplation · Thoughts

#1907 – Suddenly Nostalgic

ENGLISH

Earlier this week, I saw a post on LinkedIn by an ex-colleague of mine (from my PhD years) about a conference he was attending. It was an edition of a biennial conference series which previous edition two years ago I attended. Back then, it was held in Tokyo, Japan; and it was also during Spring season, arguably the best time to visit Japan!

Ueno Park, two years ago.
Wow, for whatever reason, I got really nostalgic just by reading that post. I immediately remembered my almost three weeks adventure in Japan (the first week was for the conference and the rest was for a personal trip circling Japan (Tokyo, Hakodate, Sapporo, Osaka, and Kyoto), lol πŸ˜† ).

Here are the main posts of that 2015 Spring Trip to Japan series:
1. Getting to Japan
2. Part I: Tokyo (1)
3. Part II: Tokyo (2)
4. Part III: Tokyo (3)
5. Part IV: Hakodate
6. Part V: Sapporo
7. Part VI: Osaka
8. Part VII: Kyoto
9. Back to the Netherlands

Okay, the conference location was actually in Chiba
As with other conference series, the conference location always changes between editions (but always at a location with a university host that does relevant research). And because it is a railway conference series, unsurprisingly most of the time it is held in Europe, a region where the railway industry is already mature. However, there is a non-European country that is also famous for its ultra modern railway industry: Japan.

I was really lucky with the 2015 edition. The one time I had something to present, and it was also during a convenient time of my PhD years (my third year), it was held in Japan! Lol πŸ˜† . To be honest this was one of the reasons for me to submit an abstract in 2014, despite not being at the best state of mind regarding my PhD project at the time, haha πŸ˜† .

Me presenting in the conference in 2015
As a comparison, in 2005 it was held in Delft (lol), in 2007 in Hannover, in 2009 in Zurich, in 2011 in Rome, in 2013 in Copenhagen, and this year (2017) in Lille. Even in 2019, I heard it will be held in LinkΓΆping, haha. You see how lucky I felt? Haha πŸ˜† .

Anyway, I enjoyed that trip so much that, I guess, it left a special mark in my brain. Now that I think about it, the conference also acted as a “turning point” in the direction of my PhD research, after a (mentally) rough 2014. The research ended well, obviously, where, eventually, earlier this year I got my PhD degree. So maybe this also played a role…

BAHASA INDONESIA

Awal minggu ini, aku melihat sebuah posting di LinkedIn yang ditulis seorang mantan kolegaku (dari tahun-tahun PhD/studi S3ku dulu) mengenai sebuah konferensi yang akan ia datangi. Konferensi itu adalah edisi terbaru dari seri konferensi dua tahunan sekali yang mana edisi sebelumnya dua tahun yang lalu aku ikuti. Waktu itu konferensinya diadakan di Tokyo, Jepang; dan sewaktu musim semi pula yang merupakan waktu terkece untuk mengunjungi Jepang!

Taman Ueno, dua tahun lalu.
Wow, entah mengapa, tiba-tiba aku merasa nostalgia banget hanya akibat membaca posting itu. Aku langsung teringat petualanganku selama hampir tiga minggu di Jepang (minggu pertama untuk konferensinya dan sisanya untuk jalan-jalan keliling Jepang doong (Tokyo, Hakodate, Sapporo, Osaka, dan Kyoto), haha πŸ˜† ).

Berikut ini posting-posting utama di seri perjalanan musim semi 2015 ke Jepang waktu itu:
1. Getting to Japan
2. Part I: Tokyo (1)
3. Part II: Tokyo (2)
4. Part III: Tokyo (3)
5. Part IV: Hakodate
6. Part V: Sapporo
7. Part VI: Osaka
8. Part VII: Kyoto
9. Back to the Netherlands

Oke, lokasi konferensinya sebenarnya di Chiba sih.
Seperti layaknya seri konferensi, lokasi konferensinya selalu berganti-ganti di setiap edisi (tetapi selalu di lokasinya sebuah universitas tuan rumah yang juga melakukan riset yang relevan). Dan karena merupakan seri konferensi perkereta-apian, tak mengherankan seringnya konferensinya diadakan di Eropa, sebuah area dimana industri kereta api bisa dikatakan sudah dewasa. Namun, ada satu negara non-Eropa yang juga terkenal dengan teknologi kereta apinya yang mutakhir kan: Jepang.

Aku beruntung banget dengan edisi konferensi tahun 2015 itu. Kebetulan banget di waktu dimana aku memiliki bahan untuk dipresentasikan, dan di waktu yang pas pula dengan timeline riset PhDku (di tahun ketiga), konferensinya diadakan di Jepang! Huahaha πŸ˜† . Sejujurnya, memang ini adalah salah satu alasan mengapa aku memasukkan abstrak ke konferensi ini di tahun 2014. Padahal sebenarnya waktu itu aku sedang tidak dalam mindset yang terbaik/positif dengan riset PhDku sendiri, haha πŸ˜† .

Presentasiku di konferensi tahun 2015 itu.
Sebagai perbandingan, di tahun 2005 konferensinya diadakan di Delft (lol), tahun 2007 di Hannover, tahun 2009 di Zurich, tahun 2011 di Roma, tahun 2013 di Kopenhagen, dan tahun ini (2017) di Lille. Bahkan aku dengar di tahun 2019 konferensinya akan diadakan di LinkΓΆping, haha. Nah kan, jelas kan mengapa aku merasa beruntung banget? Haha πŸ˜† .

Anyway, aku sungguh menikmati perjalanan itu sehingga, aku duga sih, tertinggal kesan yang spesial di otakku. Kalau kupikir-pikir lagi sekarang, konferensi ini bisa dikatakan sebuah “titik balik” dalam pengarahan riset PhDku, setelah tahun 2014 yang sulit (secara mental bagiku). Risetnya sendiri akhirnya berakhir dengan baik, dimana awal tahun ini aku mendapatkan gelar PhDku. Jadi mungkin ini ada kaitannya juga ya…

Advertisements