my apartment · Zilko's Life

#1905 – Two Moving Stuffs

ENGLISH

I am moving to my own apartment in Amsterdam this month.Β Here are a couple of things about that.

Moving = opportunity to throw away stuffs

This one is a little bit different than the ones before (since I moved to the Netherlands, obviously; where I only had to move within Delft). Because I am moving to another city, I would like to move as little stuffs as possible. I mean, I don’t want to spend a lot of time and energy in moving stuffs I do not use nor need anymore. In other words, this is a perfect opportunity to throw away “my garbage stuffs”!

So in someΒ weekends of February and March, I sortedΒ all my stuffs. It was not that surprising (to me) that I was able to gather a lot of stuffs which I did not use nor need anymore; including old clothes, sweaters, jackets, coats, documents, and many other random stuffs, haha. It certainly looked like a lot and would have filled about two big suitcases. So I am super glad that now I don’t have to move two big suitcases of stuffs I won’t even use nor need! πŸ™‚

Moving = a time optimization problem

Now, I still live in Delft. While this weekend I worked hard to make my apartment “livable”, at the moment it is still not ready (even though, the bed, sofa, curtains, essential lamps, fridge, washing machine, etc are already installed). One crucial basic thing is still not installed yet, that is:

the internet connection

Huahaha πŸ˜†

I mean, I just can’t live in a place with no internet connection! Haha πŸ˜† . You see, as shown in the (modified) Maslow’s pyramid of need as follows:

Maslow’s pyramid of needs. Source: http://boingboing.net/2013/04/19/mazlow-xxi-c.html

internetΒ is the most basic need of all these days πŸ˜› .

I have made an appointment with a mechanic from an internet provider later on this week. So basically after that, I can start living in Amsterdam.

BAHASA INDONESIA

Aku pindah keΒ apartemen milikku di AmsterdamΒ bulan ini. Berikut ini dua hal yang berkaitan dengannya.

Pindahan = kesempatan untuk membuang barang

Pindahan kali ini agak berbeda daripada yang sebelum-sebelumnya (semenjak aku pindah ke Belanda, tentunya; dimana aku hanya pindah di dalam Delft saja). Karena aku pindah ke kota lain, aku ingin memindahkan sesedikit mungkin barang. Maksudnya, ogah kan menghabiskan banyak waktu dan energi memindahkan barang-barang yang toh tidak lagi aku gunakan atau butuhkan. Dengan kata lain, pindahan adalah kesempatan emas untuk membuang “barang-barang sampahku”!

Jadilah di beberapa akhir pekan di Februari dan Maret, aku menyortir barang-barangku. Tidak mengherankan (untukku) ada banyak barang yang aku anggap tidak akan lagi aku pakai atau butuhkan; termasuk pakaian-pakaian tua, sweater, jaket, mantel, dokumen-dokumen, dan barang-barang random lainnya, haha. Nampak banyak banget loh dan barang-barang itu akan mengisi setidaknya dua koper besar lah. Jadi aku merasa senang aku tidak harus memindahkan dua koper besar yang berisi barang-barang yang bahkan tidak aku perlukan atau gunakan lagi! πŸ™‚

Pindahan = masalah optimasi waktu

Sekarang ini, aku masih tinggal di Delft. WalaupunΒ akhir pekan kemarin ini aku bekerja keras untuk membuatnya “bisa dihuni”, saat ini sayangnya apartemennya masih belum siap (walaupun ranjang, sofa, gorden, lampu-lampu penting, kulkas, mesin cuci, dll sudah dipasang). Ini dikarenakan ada satu hal penting dan mendasar yang masih belum terpasang, yaitu:

koneksi internet

Huahaha πŸ˜†

Maksudku, aku ogah dong tinggal di tempat yang nggak ada koneksi internetnya! Haha πŸ˜† . Yah, kan sesuai dengan yang ditunjukkan piramida kebutuhan dasarnya Maslow (yang dimodifikasi) berikut ini:

Piramida kebutuhan dasarnya Maslow. Sumber: http://boingboing.net/2013/04/19/mazlow-xxi-c.html

internet adalah kebutuhan dasar banget sekarang-sekarang ini πŸ˜› .

Aku sudah membuat janji dengan mekanik dari sebuah perusahaan penyedia layanan internet minggu ini. Jadi pada dasarnya setelah itu sih aku sudah bisa tinggal di Amsterdam.

Advertisements