Photo Tales

#1899 – Photo Tales (39)

ENGLISH

Photo #86

A delicious Southern Italian dinner

Some weeks ago a friend of mine told me about this Italian restaurant ran by an Italian family in Rotterdam that was so good but only opened during the weekday. Quite strange, indeed. We joked that they had enough customers already that they did not feel the need to open their restaurants in the most popular time for people to go out and dine: the weekend, haha.

Finally, last Tuesday I got the chance to try it. And indeed it was good!! My friend and I decided to share a carpaccio as an appetizer to share, while for the main course I ordered a very delicious beef steak that was served with salad and, well, pasta!

Photo #87

Yeay it is Spring finally!

Finally, the past two weeks or so, Spring has come to full effect in the Netherlands!! Yeay for less layers of clothes to wear!! 😛

BAHASA INDONESIA

Foto #86

Makan malam ala Italia Selatan yang enak banget!

Beberapa minggu yang lalu seorang temanku memberi-tahuku mengenai restoran Italia yang dikelola oleh satu keluarga asal Italia di Rotterdam yang enak banget tetapi cuma buka di hari biasa (hari kerja/weekday) saja. Aneh ya. Kami sih bercanda sepertinya mereka sudah memiliki cukup pengunjung saking ramainya sehingga mereka merasa tidak perlu membuka restoran mereka di waktu populer orang-orang untuk keluar makan: akhir pekan, haha.

Nah, akhirnya hari Selasa minggu lalu aku berkesempatan mencobanya. Dan ternyata memang enak lho!! Aku dan temanku memesan carpaccio sebagai menu pembuka untuk dibagi dua. Untuk makanan utama, aku memesan steak yang memang enak dan disajikan dengan salad dan, tentu saja, pasta!

Foto #87

Hore akhirnya musim semi!

Akhirnya, dua minggu terakhir ini, musim semi sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya di Belanda!! Horee nggak harus memakai berlapis-lapis pakaian lagi!! 😛

 

Advertisements
About Myself · Thoughts

#1898 – Human and Adaptation

ENGLISH

Adaptation is a trait of living organism (and, thus, also of human). Yes, that is a cheesy and geeky opening sentence of a post, lol 😆 . Anyway, in the last a few weekends or so, I have noticed how my body has adapted to the “new” routine I must develop since I started working in Amsterdam while still living in Delft.

Commuting is part of my current life

After six years of living and working (and studying) in Delft, obviously I had developed my own daily rhythm. Most of the time I did not have to worry to oversleep. I also had two big (warm) meals everyday, and for this I chose breakfast and dinner; arguing that a breakfast would be crucial to start the day while I would still be full anyway for lunch. Btw, two big meals a day is a habit I have developed since moving to Bandung in 2006, though.

The contrast change from working in Delft to working in Amsterdam while still living in Delft meant that I would need to adapt. First of all, I would need to get up much earlier, given the on average three hours of commute I would have to do everyday, haha 😆 . Secondly, while still maintaining my two big meals a day habit, I had to shift my first big meal to lunch and had lighter meal (mostly smoothie bowls) for breakfast.

I like to have smoothie bowls for breakfast nowadays

While it was difficult at first, now I have started to get used to getting up early in the morning. Even in most cases I am already able to beat the alarm clock! Though, just to be safe, I still set my alarm clock every night, haha 😛 .

And it is quite “funny” how human brain works. It appears to have adapted this daily weekday rhythm that quite often in weekends, I get up at approximately the same time! (Obviously I don’t set my alarm clock for weekends). Once I felt like this was ridiculous and I thought my body had not got enough sleep. So I forced myself to go back to sleep. And guess what? When I woke up eventually, I did not feel good at all and actually had a headache from, I think, too much sleep! Haha 😆 .

Apparently too much sleep is not good as well 😛 .

To be honest I wondered how I would perform at work in the morning given that now I consumed much smaller breakfast than before. It turned out to be fine, actually, which surprised me a lot! 😮 I just needed to make sure that I would not have late lunch, though. Once, it happened that I started to “see stars” when I had late lunch (though it was right when I just started, so that might also play a big role).

So, yeah, human and adaptation. I guess we should never underestimate what our brain and body can adapt to, because it might surprise us!

BAHASA INDONESIA

Adaptasi adalah salah satu sifat dari organisme (yang mana artinya juga termasuk manusia). Iya, kalimat sebelum ini adalah kalimat yang norak dan geeky banget untuk membuka suatu posting ya, haha 😆 . Anyway, beberapa akhir pekan belakangan ini, aku mulai mengamati bahwa badanku juga mulai beradaptasi terhadap rutinitas “baru”-ku loh semenjak aku bekerja di Amsterdam sementara masih tinggal di Delft.

Nglaju adalah bagian kehidupanku saat ini

Setelah enam tahun tinggal dan bekerja (dan belajar) di Delft, jelas sebuah ritme harianku telah terbentuk. Kebanyakan sih aku tidak perlu takut akan bangun kesiangan. Aku juga hanya makan besar dua kali sehari, dan untuk ini aku memilih sarapan dan makan malam; dengan alasan sarapan itu penting untuk memulai suatu hari dan akibatnya aku masih akan kenyang di waktu makan siang, haha. Btw, makan besar dua kali sehari ini adalah kebiasaan yang sudah aku lakukan semenjak aku pindah ke Bandung di tahun 2006.

Nah, perubahan kontras dari bekerja di Delft ke bekerja di Amsterdam sementara masih tinggal di Delft berarti aku harus menyesuaikan diri. Pertama-tama, aku harus bangun lebih pagi, berkat nglaju selama sekitar, rata-rata, tiga jam setiap hari, haha 😆 . Yang kedua, walaupun aku masih mempertahankan kebiasaanku makan besar dua kali sehari, aku harus menggeser makan besar pertamaku ke makan siang dan sarapan lebih ringan (seringnya sih smoothie bowls).

Sekarang-sekarang ini aku suka makan smoothie bowls untuk sarapan.

Walaupun awalnya memang sulit, sekarang aku sudah mulai terbiasa untuk bangun lebih pagi di pagi hari. Bahkan cukup sering aku berhasil bangun sebelum alarmku berbunyi loh! Walaupun, untuk amannya sih, aku masih mengeset jam alarm-ku setiap malam, haha 😛 .

Dan “lucu” juga bagaimana otak manusia bekerja. Nampaknya aku sudah beradaptasi dengan ritme hari kerja harian ini sampai-sampai sering di akhir pekan, aku juga bangun di waktu yang kurang lebih sama loh! (Jelas di akhir pekan alarm tidak aku nyalakan). Sekali waktu aku merasa ini bodoh sekali karena aku kira badanku pasti masih kekurangan tidur sehingga aku memaksa diriku untuk tidur lagi. Dan apa yang terjadi? Ketika aku akhirnya bangun, aku malah merasa tidak enak sama sekali dong dan bahkan sampai sakit kepala juga akibat, aku duga, kelamaan tidur! Haha 😆 .

Ternyata kelamaan tidur itu juga kurang baik 😛 .

Sejujurnya aku sedikit khawatir performaku di kantor di pagi hari akan terimbas sarapanku yang lebih kecil ini. Tetapi ternyata baik-baik saja kok, yang mana sungguh mengagetkanku! 😮 Aku hanya perlu memastikan aku tidak terlambat makan siang sih. Sekali waktu, ini pernah kejadian dan mataku mulai “berkunang-kunang” gitu deh (walaupun kejadiannya adalah sewaktu aku baru mulai sih, jadi mungkin aku masih belum terbiasa aja).

Jadi, ya, manusia dan adaptasi. Aku kira jangan pernah kita meremehkan kemampuan otak dan badan kita untuk menyesuaikan diri, karena ini mungkin akan mengagetkan kita!

General Life · Zilko's Life

#1897 – A DST Weekend

ENGLISH

Spring DST

Today the Spring DST (Daylight Saving Time) takes place in the Netherlands, meaning today only consists of 23 hours instead of 24. Of the two DSTs within a year, this one is my less favorite. But well, I just have to suck it up and deal with it, haha 😆 .

Spring DST. Source: http://guardianlv.com/2014/03/spring-forward-to-daylight-saving-time-and-longer-days-video/

A Saturday Story

Anyway, so how was Saturday? Well, it went quite well where I was actually quite productive (i.e. some things I needed to take care of were taken care of).

I spent a good part of it in Den Haag where I (finally) got a haircut. “Finally” because the last time I got a haircut was back in mid-January, two weeks before my PhD defense, haha. So I felt like my hair has been a little bit too long lately but I could not find the right time yet in previous weekends to get a haircut 😦 (I had other more urgent stuffs to take care of and, of course, my AvGeek Weekend Trip this month 🙈).

From the barbershop, I went to Gamma to buy:

A hammer drill

Yep, a hammer drill, lol 😆 .

So it turned out that for a big plan of mine (I promise I will share the story here when the right time comes, which is actually quite soon 😛 , and it is related to the “more urgent stuffs” I mentioned above), I would need to have a hammer drill, lol 😆 . So, I got one! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

DST Musim Semi

Hari ini, DST (Daylight Saving Time) musim semi berlangsung di Belanda, artinya hari ini hanya terdiri atas 23 jam saja bukannya 24. Dari dua DST dalam satu tahun, DST yang ini adalah yang tidak aku sukai. Ah, tapi ya mau bagaimana lagi ya, mesti dijalani aja! Haha 😆

DST musim semi. Sumber: http://guardianlv.com/2014/03/spring-forward-to-daylight-saving-time-and-longer-days-video/

Cerita Sabtu

Anyway, bagaimanakah Sabtu kemarin? Yah, berlangsung cukup baik kok dimana aku cukup produktif (baca: beberapa hal yang memang mesti aku urus beneran aku urus).

Hari itu aku habiskan di Den Haag dimana (akhirnya) aku potong rambut. “Akhirnya” karena terakhir kali aku potong rambut adalah pertengahan Januari lalu, dua minggu sebelum sidang PhDku, haha. Jadi memang rasanya rambutku sudah agak kepanjangan gitu deh akhir-akhir ini. Masalahnya, sebelum ini aku tidak memiliki waktu senggang di akhir pekan yang lalu untuk potong rambut 😦 (Ada beberapa urusan lebih penting dan, tentu saja, AvGeek Weekend Trip-ku bulan ini 🙈).

Dari salon, aku pergi ke Gamma untuk membeli:

Sebuah bor

Iya, aku membeli sebuah bor perkusi (hammer drill), huahaha 😆 .

Jadi ternyata untuk sebuah rencana besarku (aku janji ceritanya akan kubagikan di sini ketika waktunya tepat, yang mana sebenarnya tidak terlalu lama lagi kok 😛 ), aku akan membutuhkan bor perkusi gitu deh, haha 😆 .

EuroTrip · Tennis · Vacation · Weekend Trip

#1896 – My 2017 Annual Trip to Paris

ENGLISH

Every year since 2012, I always go to Paris to watch the French Open (Roland Garros). It turns out that this year, it will be no difference 🙂 .

Last week I got a reminder that the regular tickets would be sold to public this Wednesday. So I marked my calendar around the time of the sales opening and scheduled no meeting during the day, haha 😛 (While waiting for my turn, obviously I could work).

How was it? Well, in short, it did not go as smooth as last year, haha 😆 . I was already ready with everything since minutes before the opening. When the sales website went open, however, it crashed! 😣

I could not access it for minutes and I tried to open it via a few different sources. Only in my last trial, from a link they provided in their official Facebook account, worked. But I did this about five minutes since the official opening time. As a result, I was already number 35,000-ish in the queue 😣.

This year I was the 35K-something-th person in the queue 😣

Understandably, I felt super annoyed by this. Number-wise, this was indeed not as bad as two years ago, when I was at 50,000 something in the queue. However, it turned out to be “worse” than two years ago as I only finally got my access to the sales page after 135 minutes, or 30 minutes longer than two years ago WHILE my position in the queue was about 15,000 more to the front.

The situation inside the sales page was, therefore, quite similar to two years ago. There was no ticket left for the men’s singles semifinals and final on Friday and Sunday. Luckily, I was able to snatch a ring 1 ticket for the women’s singles final on Saturday! Haha 😆 . The seat was located at different tribune of Court Philippe Chatrier in comparison to last year and two years ago, so it would be interesting, I guess!

At Court Philippe Chatrier last year

Anyway, yeah, my amazing experience last year and two years ago made me want to go to the final again this year! Haha 😆 . Only getting the women’s singles final ticket was not all bad, though, as this meant I could go back to the Netherlands on Sunday; meaning I would not need to take any of my holiday allowances for this trip! Haha 😆 .

Btw, in 2014, 2015, and 2016, I flew to go to Paris for this annual trip. I actually was thinking to do the same this year, given my well-documented love for flying. However, after some consideration (mainly involving the time I would need to leave my office on Friday afternoon, haha, and a quick research), I decided to take Thalys’ high-speed train service this year. Yep, the last time I took Thalys was for the Roland Garros 2013 trip. That was four years ago! 😲

The last time I caught a Thalys train was in 2013.

This year, however, it will still slightly be different, though; because my return Thalys rides will be in FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, I found a good deal for Thalys’ first class with the schedule that I preferred. In fact, for my return trip, my first class ticket was €18 cheaper than the second class ticket! Lol!

So, yeah, I am excited to be back in Paris, again!! 🙂

BAHASA INDONESIA

Setiap tahun semenjak 2012, aku selalu pergi ke Paris untuk menonton French Open. Ternyata, tahun ini tradisi ini masih akan berlangsung 🙂 .

Minggu lalu aku mendapatkan reminder mengenai tiket reguler yang akan mulai dijual untuk umum hari Rabu ini. Jadilah kalenderku kutandai di sekitar waktu pembukaan penjualannya dan aku tidak merencanakan meeting apa pun sepanjang hari, haha 😛 (Sembari menunggu giliranku, jelas aku masih bisa bekerja).

Bagaimanakah perburuan tiketnya? Secara singkat, tidak semulus tahun lalu, haha 😆 . Ceritanya aku sudah siap semenjak beberapa menit sebelum penjualan tiket di website resminya dimulai. Ketika jam penjualannya dimulai, website-nya crash dong!! 😣

Aku tidak bisa membukanya selama beberapa menit dan aku mencoba mengaksesnya melalui beberapa sumber. Baru di usaha terakhirku, melalui link yang diberikan di laman Facebook resminya, aku bisa masuk. Sebagai akibatnya, aku sudah berada di urutan ke 35.000an deh di antriannya 😣.

Tahun ini aku adalah orang ke-35000-sekian di antriannya 😣

Jelas, aku merasa sebal karena ini. Memang sih secara angka, tidak seburuk dua tahun yang lalu kok, dimana waktu itu aku berada di urutan ke-50.000an. Namun, ternyata tahun ini toh masih “lebih buruk” daripada dua tahun yang lalu karena aku baru bisa beneran masuk ke halaman penjualan tiketnya setelah mengantri 135 menit, alias 30 menit lebih lama dari dua tahun yang lalu PADAHAL posisiku di antrian adalah lebih di depan sebanyak 15.000an posisi.

Situasi di halaman penjualan tiketnya, akibatnya, juga mirip-mirip lah seperti dua tahun yang lalu. Tiket untuk babak semifinal dan final tunggal putra di hari Jumat dan Minggu sudah ludes. Untungnya, aku masih bisa mendapatkan tiket ring 1 untuk final tunggal putri di hari Sabtu. Haha 😆 . Kursinya berada di tribun yang berbeda di Lapangan Philippe Chatrier dibandingkan tahun lalu dan dua tahun yang lalu, sehingga bakal menarik, sepertinya!

Di Lapangan Philippe Chatrier tahun lalu.

Anyway, iya kok, pengalaman seruku tahun lalu dan dua tahun lalu membuatku ingin menonton finalnya lagi tahun ini! Haha 😆 . Hanya mendapatkan tiket final tunggal putri juga nggak jelek-jelek amat kok sebenarnya, karena artinya aku bisa pulang ke Belanda di hari Minggu; artinya aku tidak harus menggunakan jatah cutiku untuk perjalanan ini! Hore! Haha 😆 .

Btw, di tahun 2014, 2015, dan 2016, aku pergi ke Paris dengan pesawat untuk perjalanan tahunan ini. Sebenarnya, tahun ini aku sempat berpikir untuk terbang lagi, nggak mengherankan lah jika mempertimbangkan kecintaanku untuk naik pesawat yang sudah banyak banget ceritanya di sini, haha. Namun, setelah beberapa pertimbangan (utamanya sih waktu dimana aku harus meninggalkan kantor di hari Jumat sore, haha, dan riset kilat), aku memutuskan untuk menaiki kereta super cepat Thalys tahun ini. Yep, terakhir kali aku naik Thalys adalah untuk perjalanan Roland Garros tahun 2013ku. Dan itu kan empat tahun yang lalu! 😲

Terakhir kali aku naik Thalys adalah di tahun 2013.

Tahun ini, tapinya, akan sedikit berbeda loh; karena perjalananku pulang pergi dengan Thalys kali ini adalah di FIRST CLASS!! Hahaha 😆 . Yep, aku menemukan promo oke first class-nya Thalys dengan jadwal yang aku suka. Malahan, tiket first class kepulanganku itu lebih murah €18 (sekitar Rp 270 ribu) daripada tiket second class-nya loh! Haha!

Anyway, iyaa, senang rasanya aku akan kembali ke Paris lagi!! 🙂

Celebration · Miscellaneous

#1895 – My 1000th WordPress Post

ENGLISH

A few weeks ago, I saw that I was already getting close to publishing 1000 posts here in this WordPress blog. I think this is quite an achievement so I would want to write a dedicated post for it, haha. And what post would be more appropriate than the actual 1000th post itself for this topic? Nothing, right? Haha 😛 . And this is the post.

Btw, the number you see in the title of every post here represents the post’s number in chronological order. This 1000th post is number 1895 because I wrote the first 895 posts in my Blogspot blog which has been closed since 2011. Almost six years ago, when I moved to this WordPress domain (notice that that post, which was my first post here, was number 896), I decided that I would keep the numbering.

These numbers mean that I have been way more active in this WordPress blog than I ever was in my Blogspot blog. It took me exactly six years to write 895 posts there, while in just under six years here, I have written 1000!

But this is not surprising, though. To be honest, I enjoy blogging even more now than I was during my time in Blogspot. This, obviously, manifests itself in the “outcome”, i.e. the posts.

Yeah, at this point, we will see when I will reach my 2000th post here! Haha 😆

BAHASA INDONESIA

Beberapa minggu yang lalu, kulihat bahwa aku semakin mendekati angka 1000 posting terpublikasi di blog WordPress ini. Aku rasa ini adalah sebuah bentuk pencapaian sehingga aku ingin menuliskan sesuatu tentangnya, haha. Dan posting apa yang lebih sesuai untuk topik ini daripada posting ke-1000 itu sendiri? Nggak ada kan? Haha 😛 . Dan posting ini adalah posting itu.

Btw, angka yang menjadi bagian dari setiap judul posting di blog ini menunjukkan nomor urut posting tersebut. Posting ke-1000 ini bernomor 1895 karena aku menulis 895 posting pertama di blog Blogspotku yang sudah kututup di tahun 2011. Hampir enam tahun yang lalu, ketika aku pindahan ke WordPress (perhatikan bahwa posting itu, yang merupakan posting pertama di sini, bernomor 896), aku memutuskan untuk meneruskan penomorannya.

Angka-angka ini berarti aku lebih aktif di WordPress ini daripada dulu ketika di Blogspot. Aku membutuhkan tepat enam tahun untuk menulis 895 posting di sana, sementara dalam kurang dari enam tahun di sini, aku sudah menulis 1000!

Ini nggak mengejutkan sih. Sejujurnya, aku lebih menikmati ngeblog sekarang ini loh daripada dulu ketika di Blogspot. Ini, jelas, kemudian nampak di “hasil”-nya, yaitu posting-posting tersebut.

Ya, sekarang sih, kita lihat saja deh kapan aku akan mencapai posting ke-2000ku di sini! Haha 😆

Aviation · Trip Report · Weekend Trip

#1894 – AvGeek Weekend Trip #6 (AMS – CDG, ORY – MRS – BOD – AMS)

ENGLISH

In mid-February, I did my first Avgeek Weekend Trip of 2017 to Marseille (via Paris on the outbound and via Bordeaux in the inbound 😛 ). At the time I wasn’t sure whether I would write the story or not. Well, as it turned out, I have decided that I would 😀 .

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com
The routing this time 😛 . Created with gcmap.com

***

Posts in the AvGeek Weekend Trip series:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)

AF 1341 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Flight: Air France AF1341
Equipment: Airbus A321-200 reg F-GTAM
ATD: 11:42 CET (Runway 09 of AMS)
ATA: 12:30 CET (Runway 09L of CDG)

The weather in Amsterdam was not quite cooperative this morning. The fog was quite thick which limited Schiphol’s runways use for safety reason. Consequently, my 10:40 flight was delayed to 11:30. Luckily I spared quite a lot of transit time in Paris so I wasn’t worried at all. I just enjoyed my now extra time at KLM Crown Lounge, haha.

Air France's Airbus A321-200 reg F-GTAM
A foggy morning at Schiphol and an Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAM

Anyway, today’s flight was operated with Air France’s Airbus A321-200 reg F-GTAM. It was a regular Air France’s Amsterdam-Paris flight so I wouldn’t get to too much details here. However, I did feel that the quality of the complimentary snack they served on the flight had been reduced, though.

Landing at runway 09L of Paris - Charles De Gaulle Airport
Landing at runway 09L of Paris – Charles De Gaulle Airport

Paris – Orly

Just like in my 4th AvGeek Weekend Trip, I had to change airports in Paris, haha. Thank to my Flying Blue Gold membership, I was entitled for free transfer between the two airports with Le Bus Direct (one way journey would have cost €21).

Salon Air France at Orly Airport
Salon Air France at Orly Airport

Unlike in my 4th AvGeek Weekend Trip, this time my flight was scheduled to depart from Hall 20 of Orly Airport. And there was an Air France lounge in this hall, yeay! Haha 😆 . Anyway, the lounge was descent, though the food selection could have been more substantial especially given that it was the after lunch-time period, in my opinion.

AF 6016 (Paris ORY – Marseille)

AF Logo
Flight: Air France AF6016
Equipment: Airbus A319-100 reg F-GPMF
ATD: 16:18 CET (Runway 08 of ORY)
ATA: 17:19 CET (Runway 31L of MRS)

My flight AF6016 departed on time today. It was operated with an Air France’s Airbus A319-100 reg F-GPMF. After boarding, I settled onto my 1F seat. It wasn’t a full flight today. In fact, the two seats next to me were empty, so it was really nice! Haha 😛

Taking off from runway 08 of Paris - Orly Airport
Taking off from runway 08 of Paris – Orly Airport

We took off from runway 08 of Paris – Orly Airport, and then made a southward turn towards Marseille. Again, it was a pleasant uneventful flight with Air France. A mini snack and drink service was provided about halfway through to Marseille. About an hour later, we landed at runway 31L of Marseille Provence Airport.

Marseille

As you know, just a week before, I also spent my weekend in Marseille. So it indeed felt quite “weird” for me to be back there this weekend, haha 😆 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!
A beautiful sunny day in Marseille!!

Obviously there was not much difference; but the weather was much better this weekend. There was almost no cloud and on Sunday, the sun was shining and it was about 16°C!!

AF 7017 (Marseille – Bordeaux)

AF Logo
Flight: Air France AF7017
Equipment: Airbus A320-200 reg F-GXG
ATD: 15:15 CET (Runway 31R of MRS)
ATA: 16:04 CET (Runway 23 of BOD)

The lounge at Marseille Provence Airport was small but, in my opinion, provided really good service. I really loved it! 🙂

Air France's Airbus A320-200 reg F-GKXG
Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXG

Anyway, the flight today was operated by Air France’s Airbus A320-200 reg F-GKXG. Luckily, it departed on time (I had quite a tight connection time in Bordeaux). I settled onto my bulkhead 2A seat after boarding. Again, the domestic flight was not full this afternoon.

As before, this as another pleasant and uneventful flight with Air France. At 16:04, we landed at runway 23 of Bordeaux–Mérignac Airport. Here is the landing video:

Quick Transit in Bordeaux

My domestic flight from Marseille parked at Terminal B while my connecting international flight to Amsterdam was scheduled to depart from Terminal A at 17:00. So I was quite in a rush to move between the two terminals given my quite tight transit time. Having said that, I found our gate in Terminal B to be super convenient as it was basically next to the airport exit door! Lol 😆

KL 1318 (Bordeaux – Amsterdam)

KLM Cityhopper logo

Flight: KLM KL1318 operated by KLM Cityhopper
Equipment: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 17:07 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:46 CET (Runway 36C of AMS)

This flight to Amsterdam was quite a full flight with a lot of connecting passengers (out of Amsterdam). So no wonder the crew tried to leave Bordeaux as soon as possible given the headwind to Amsterdam we would face today.

KLM Cityhopper's Embraer 190 reg PH-EZF
KLM Cityhopper’s Embraer 190 reg PH-EZF at Bordeaux Airport

Anyway, the flight would be operated with KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZF. Not long after settling in my seat 9A, we departed and took off from runway 23.

At around 17:30, the complimentary snack service (a wrap, which was quite nice) was distributed. Overall it was a pleasant flight with KLM, as usual. Btw, this flight also highlighted the noisiness of an Embraer ERJ190, hence enhancing further my take on ERJ190 vs CRJ1000, haha.

Sunset on board flight KL1318
Sunset on board flight KL1318

At 18:46, we landed at Schiphol Airport. The taxiing was quite long today, despite we were not landing in the Polderbaan, haha. We parked at the famous Fokker Farm and were taken by a bus to the airport terminal. I had my dinner at a restaurant at the airport before heading back to Delft with train.

BAHASA INDONESIA

Di pertengahan Februari, aku pergi dalam rangka Avgeek Weekend Trip pertama tahun 2017 ke Marseille (via Paris sewaktu berangkat dan via Bordeaux pulangnya, haha 😛 ). Waktu itu aku tidak yakin apakah aku akan menulis ceritanya atau tidak. Nah, ternyata, aku sudah memutuskan aku akan menuliskannya 😀 .

The routing this weekend :P . Created with gcmap.com
Rute kali ini 😛 . Dibuat dengan gcmap.com

***

Posting-posting dalam seri AvGeek Weekend Trip:
1. AvGeek Weekend Trip #1 (AMS-CDG-STR-AMS)
2. AvGeek Weekend Trip #2 (AMS-MAD-FRA-AMS)
3. AvGeek Weekend Trip #3 (AMS-LYS-NCE-AMS)
4. AvGeek Weekend Trip #4 (AMS–CDG, ORY–LYS–AMS)
5. AvGeek Weekend Trip #5 (AMS-CPH-ARN-AMS)
6. AvGeek Weekend Trip #6 (AMS-CDG, ORY-MRS-BOD-AMS)

AF 1341 (Amsterdam – Paris CDG)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF1341
Pesawat: Airbus A321-200 reg F-GTAM
ATD: 11:42 CET (Runway 09 of AMS)
ATA: 12:30 CET (Runway 09L of CDG)

Cuaca di Amsterdam sedang kurang bersahabat pagi ini. Kabutnya cukup tebal sehingga penggunaan landasan pacunya Schiphol jadi terbatas untuk alasan keamanan. Akibatnya, penerbangan jam 10:40ku jadi ditunda hingga jam 11:30. Untungnya, aku memiliki waktu transit yang lumayan lama sih di Paris sehingga aku tidak khawatir. Jadilah aku menikmati waktu ekstraku di KLM Crown Lounge ini, haha.

Air France's Airbus A321-200 reg F-GTAM
Pagi yang berkabut di Schiphol dan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAM

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A321-200nya Air France dengan rego F-GTAM. Ini adalah penerbangan regulernya Air France di rute Amsterdam-Paris sehingga aku tidak akan menuliskan banyak detail. Hanya saja, aku merasa bahwa kualitas snack yang dibagikan di penerbangan ini kok agak menurun yah, hmm.

Landing at runway 09L of Paris - Charles De Gaulle Airport
Mendarat di landasan pacu 09L Bandara Paris – Charles De Gaulle

Paris – Orly

Seperti di AvGeek Weekend Trip ke-4ku, aku harus berganti bandara di Paris, haha. Berkat keanggotaan Flying Blue Gold-ku, aku bisa mendapatkan transfer gratis di antara dua bandara ini dengan Le Bus Direct (tiket satu arahhnya dijual normal dengan harga €21).

Salon Air France at Orly Airport
Salon Air France di Bandara Orly

Tidak seperti di AvGeek Weekend Trip ke-4ku, kali ini penerbanganku dijadwalkan di Hall 20 Bandara Orly. Dan di sana ada lounge-nya Air France loh, hore! Haha 😆 . Lounge-nya cukup nyaman, walaupun pilihan makanannya terlalu ringan sih apalagi waktu itu kan setelah jam makan siang ya, menurutku loh.

AF 6016 (Paris ORY – Marseille)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF6016
Pesawat: Airbus A319-100 reg F-GPMF
ATD: 16:18 CET (Runway 08 of ORY)
ATA: 17:19 CET (Runway 31L of MRS)

Penerbangan AF6016ku berangkat tepat waktu. Airbus A319-100nya Air France dengan rego F-GPMF digunakan hari ini. Setelah naik pesawat, aku duduk di kursi 1F-ku. Penerbangan hari ini tidak penuh. Malahan, dua kursi di sebelahku kosong dong. Asyik ya! Haha 😛 .

Taking off from runway 08 of Paris - Orly Airport
Lepas landas dari landasan pacu 08 Bandara Paris – Orly

Kami lepas landas dari landasan pacu 08 Bandara Paris – Orly, dan kemudian berbelok ke arah selatan menuju Marseille. Lagi, ini adalah penerbangan yang nyaman dan uneventful dengan Air France. Layanan snack mini dan minuman juga dibagikan di tengah perjalanan. Sekitar satu jam kemudian, kami mendarat di landasan pacu 31L Bandara Marseille Provence.

Marseille

Seperti yang sudah pada tahu, seminggu sebelumnya juga aku menghabiskan akhir pekan di Marseille. Jadi memang “aneh” rasanya aku kembali lagi ke sana akhir pekan ini, haha 😆 .

Today was a super beautiful day in Marseille as well!!
Hari yang indah dan cerah di Marseille!!

Jelas tidak ada banyak perbedaan; tetapi cuaca kali ini jauh lebih enak nih. Hampir tidak ada awan dan di hari Minggu, matahari bersinar cerah dengan suhu udara 16°C!!

AF 7017 (Marseille – Bordeaux)

AF Logo
Penerbangan: Air France AF7017
Pesawat: Airbus A320-200 reg F-GXG
ATD: 15:15 CET (Runway 31R of MRS)
ATA: 16:04 CET (Runway 23 of BOD)

Lounge di Bandara Marseille Provence kecil tetapi, menurutku, layanannya oke banget loh. Aku sukaa! 🙂

Air France's Airbus A320-200 reg F-GKXG
Sebuah Airbus A320-200nya Air France dengan rego F-GKXG

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Airbus A320-200 reg F-GKXG milik Air France. Untungnya, penerbangannya tepat waktu (waktu transitku cukup ketat di Bordeaux). Aku duduk di kursi 2Aku setelah naik pesawat. Lagi, penerbangan domestik ini tidaklah penuh.

Seperti yang lalu, ini adalah penerbangan nyaman dan uneventful dengan Air France. Jam 16:04, kami mendarat di landasan pacu 23 Bandara Bordeaux–Mérignac. Berikut ini video pendaratannya:

Transit Kilat di Bordeaux

Penerbangan domestikku dari Marseille diparkir di Terminal B sementara penerbangan koneksi internasionalku dijadwalkan di Terminal A jam 5 sore. Jadilah aku agak terburu-buru untuk pindah terminal akibat waktu transitku yang mepet. Eh, walaupun begitu, aku merasa gerbangku di Terminal B itu nyaman banget loh karena pada dasarnya berada tepat di sebelahnya pintu keluar bandara! Haha 😆 .

KL 1318 (Bordeaux – Amsterdam)

KLM Cityhopper logo

Penerbangan: KLM KL1318 dioperasikan oleh KLM Cityhopper
Pesawat: Embraer ERJ190 reg PH-EZF
ATD: 17:07 CET (Runway 23 of BOD)
ATA: 18:46 CET (Runway 36C of AMS)

Penerbangan ke Amsterdam ini cukup penuh dan ada banyak penumpang transitnya (via Amsterdam). Jadi tidak heran krunya berusaha untuk berangkat dari Bordeaux secepat mungkin akibat headwind yang akan kami hadapi di perjalanan ke Amsterdam hari ini.

KLM Cityhopper's Embraer 190 reg PH-EZF
Embraer 190nya KLM Cityhopper rego PH-EZF di Bandara Bordeaux

Anyway, penerbangan hari ini dioperasikan dengan Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan rego PH-EZF. Tak lama setelah duduk di kursi 9Aku, kami berangkat dan lepas landas dari landasan pacu 23.

Sekitar jam 5:30 sore, layanan snack dibagikan (berupa sebuah wrap, yang mana cukup enak juga). Secara umum, ini adalah penerbangan yang nyaman dengan KLM, seperti biasanya. Btw, penerbangan ini juga menggaris-bawahi keberisikan Embraer ERJ190, sehingga memang mempertegas pendapatku akan ERJ190 vs CRJ1000, haha.

Sunset on board flight KL1318
Senja di penerbangan KL1318

Jam 18:46, kami mendarat di Bandara Schiphol. Taxiing-nya lumayan lama hari ini, padahal kami tidak mendarat di Polderbaan, haha. Kami parkir di Fokker Farm dan kemudian dibawa bus ke gedung terminal bandara. Aku makan malam di sebuah restoran di sana sebelum kembali ke Delft dengan kereta.

Movie Review · Nostalgia

#1893 – Digimon Adventure Tri (4: Sōshitsu)

ENGLISH

Previous posts in the Digimon Adventure Tri series:
1. Digimon Adventure Tri (1: Saikai)
2. Digimon Adventure Tri (2: Ketsui)
3. Digimon Adventure Tri (3: Kokuhaku)

***

The fourth installment (of six) of Digimon Adventure Tri, Sōshitsu, was released at the end of February. And as a big fan of Digimon Adventure (read: season 1 only), naturally I was not going to miss it!

Well, except that I just watched it this Sunday because for whatever reason I forgot that it was released in February (instead, I thought it would be in Match!) 🙈.

But the most important matter is that now I have watched it! Haha 😆 . Anyway, I was quite excited when seeing the official poster because I saw my favorite Dark Masters there, Machinedramon! Yeay!! :mrgreen: The Dark Masters were my favorite villains in Digimon Adventure 1 (and so the Dark Masters arc was also my favorite of the entire series). So obviously I was curious what role would Machinedramon do here. Or whether or not this Machinedramon was related to the Machinedramon in Digimon Adventure 1 which Wargreymon should have killed (Even though indeed digimons reincarnate).

Digimon Adventure Tri 4 poster. Source: http://www.denofgeek.com/us/movies/digimon/259258/digimon-adventure-tri-movie-4-everything-you-need-to-know

*** Spoiler Alert!!! ***

Continuning from where we left off in Kokuhaku, the movie started with how the eight digi-destined attempted to reconnect with their partners, whom had lost their memory due to the Reboot. It was clear from the beginning that Sora and Biyomon would be the central characters in this movie as they had difficulties in reconnecting. It was understandable, though; as for Biyomon, she did not know Sora at all so it was not surprising that she created some distance.

It was also revealed that Himekawa and Nishijima were part of the original DigiDestined (consisted of five kids, shown as sillhouettes in the last episode of Digimon Adventure season 1). They were battling the Dark Masters at the time and had to sacrifice Megadramon, Himekawa’s partner, to defeat them. Because of this, Megadramon could not reincarnate into a new Digi-Egg. Years later, Himekawa was obsessed with reviving her partner (whose Rookie form was Tapirmon) and had a research on “rebooting” the Digital World. This way, there was a possibility that Tapirmon could be born again. Meanwhile, Nishijima was also warned of the involvement of someone named “Yggdrasil” who seemed to be the brain behind all of this mess.

Dark Gennai and Machinedramon

In the Digital World, the DigiDestined were attacked by Dark Gennai (Gennai that appeared to have been “infected” and now worked for Yggdrasil), who was controlling two members of the Dark Masters: Machinedramon and MetalSeadramon. Agumon and Gabumon were able to evolve to Wargreymon and MetalGarurumon and defeated MetalSeadramon. Meanwhile, Sora and Biyomon had reconnected and Biyomon mega-digivolved to Phoenixmon. Patamon also mega-digivolved to Seraphimon because it wanted to fight ( 😆 ), and so Tentomon to HerculesKabuterimon. The three defeated Machinedramon.

Phoenixmon vs Machinedramon

Meanwhile, Dark Gennai was able to get to Meiko and provoked Meicoomon to get angry to release the evil in it.

*** Spoiler Ends Here ***

I have to say this was my most favorite Tri movies so far! The story line became more clear. The motives and background of Himekawa and Nishijima were told. The mystery surrounding the villain appeared to have been (slowly) revealed as well, but not completely. And the actions were good!

Here is my favorite scene throughout, when Dark Gennai was attacking Joe and Gomamon attacked Dark Gennai with its “Fish Powers”:

Lol 😆

Okay, there were a few parts which I deemed unnecessary, though. For instance the splitting of the eight DigiDestined but literally nothing was happening during the split and an episode later they all reconcilled.

Another aspect I loved about the movie was the ending! FINALLY, they were using Ai Maeda’s “Keep On”, my favorite Digimon ending song of all time! 😍😍😍

So, overall I really LOVED this movie! And I cannot wait for the fifth one, Kyōsei (Symbiosis), that will be released later on this year!! 😍😍😍

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri Digimon Adventure Tri:
1. Digimon Adventure Tri (1: Saikai)
2. Digimon Adventure Tri (2: Ketsui)
3. Digimon Adventure Tri (3: Kokuhaku)

***

Edisi keempat (dari enam) dari Digimon Adventure Tri, Sōshitsu, dirilis akhir Februari kemarin. Dan sebagai fans-nya Digimon Adventure (baca: cuma musim 1 aja sih), jelas dong aku tidak akan melewatkannya!

Eh, kecuali bahwa aku baru menontonnya hari Minggu kemarin ini sih. Entah mengapa aku bisa-bisanya lupa loh kalau bulan rilisnya adalah Februari (aku kira bulan Maret!). Fans macam apa ini … 🙈.

Eh, tetapi yang penting mah sekarang sudah nonton dong yaa! Haha 😆 . Ngomong-ngomong, aku merasa bersemangat banget ketika melihat poster resminya karena Dark Masters favoritku mejeng di sana, Machinedramon! Horee!! :mrgreen: Jadi ceritanya Dark Masters adalah tokoh jahat favoritku di Digimon Adventure 1 (dan jadilah memang alur cerita Dark Masters adalah bagian favoritku dari keseluruhan seri ini). Nah, jelas lah aku penasaran apa peran Machinedramon di sini. Atau juga apakah ini adalah Machinedramon yang sama dengan Machinedramon di Digimon Adventure 1 yang mana seharusnya sudah dibunuh oleh Wargreymon (Walaupun memang digimon bereinkarnasi sih).

Digimon Adventure Tri 4 poster. Source: http://www.denofgeek.com/us/movies/digimon/259258/digimon-adventure-tri-movie-4-everything-you-need-to-know

*** Spoiler dimulai di sini!!! ***

Melanjutkan dari akhir cerita di Kokuhaku, film ini dimulai dengan usaha kedelapan anak terpilih untuk berkenalan kembali dengan partnernya, yang sudah kehilangan ingatakn akibat “Reboot” di film ketiga. Sudah jelas dari awal bahwa Sora dan Biyomon akan menjadi karakter pusat dari film ini. Masuk akal sih; karena untuk Biyomon yang kehilangan ingatan kan ia sama sekali tidak mengenal Sora sehingga tidak mengherankan ketika ia menjaga jarak.

Juga diungkapkan bahwa ternyata Himekawa dan Nishijima adalah dua dari anak terpilih generasi pertama (terdiri atas lima orang, yang ditampilkan sebagai siluet di episode terakhir Digimon Adventure musim 1). Ketika itu mereka bertarung melawan Dark Masters dan harus mengorbankan Megadramon, pasangannya Himekawa, untuk mengalahkannya. Sebagai akibatnya, Megadramon tidak bisa bereinkarnasi kembali menjadi Digi-Egg. Bertahun-tahun kemudian, Himekawa terobsesi dengan menghidupkan-kembali pasangannya (yang mana bentuk Rookie-nya adalah Tapirmon) dan melakukan riset untuk “me-reboot” Dunia Digital. Dengan begini, ada kemungkinan Tapirmon bisa hidup lagi. Sementara itu, Nishijika diberi-tahu akan keterlibatan seseorang bernama “Yggdrasil” yang sepertinya adalah otak di balik semua kekacauan ini.

Dark Gennai dan Machinedramon

Di Dunia Digital, anak-anak terpilih diserang oleh Dark Gennai (Gennai yang nampaknya sudah “terinfeksi” dan kini bekerja untuk Yggdrasil), yang mengontrol dua anggota Dark Masters: Machinedramon and MetalSeadramon. Agumon dan Gabumon berhasil berevolusi menjadi Wargreymon dan MetalGarurumon untuk mengalahkan MetalSeadramon. Sementara itu, Sora dan Biyomon sudah akrab lagi dan Biyomon berdigivolve ke level meganya, Phoenixmon. Patamon juga berdigivolve ke level meganya, Seraphimon, karena ia pengen (haha 😆 ), dan juga Tentomon ke HerculesKabuterimon. Mereka mengalahkan Machinedramon.

Phoenixmon vs Machinedramon

Sementara itu, Dark Gennai berhasil mencapai Meiko dan memanas-manasi Meicoomon untuk marah untuk melepaskan kejahatan di dalam dirinya.

*** Spoiler Selesai ***

Harus kubilang film ini adalah film Tri favoritku sejuah ini! Jalan ceritanya lebih jelas. Motif dan latar belakangnya Himekawa dan Nishijima juga diceritakan. Misteri yang meliputi tokoh jahat juga (perlahan-lahan) mulai diungkapkan, walaupun belum semuanya. Dan aksinya juga keren lah!

Scene favoritku adalah yang ini, ketika Dark Gennai menyerang Joe dan Gomamon menyerang Dark Gennai dengan jurus “Fish Powers”-nya:

Huahahaha 😆

Memang ada beberapa bagian dari film yang menurutku nggak penting sih. Misalnya ketika anak-anak terpilihnya terpisahkan tetapi tidak ada yang terjadi ketika mereka terpisah itu dan toh satu episode kemudian mereka berkumpul lagi.

Satu aspek lain yang kusuka dari film ini adalah ending-nya! AKHIRNYA, mereka menggunakan “Keep On”-nya Ai Maeda, lagu penutup Digimon favoritku sepanjang masa! 😍😍😍

Yup, jadi secara keseluruhan aku SUKA banget film ini! Dan aku nggak sabar nih menunggu yang kelima, Kyōsei (Simbiosis), yang akan dirilis tahun ini juga!! 😍😍😍