Asia Trip · Indonesia Trip · Southeast Asia · Vacation

#1868 – 2016 Year End Trip (Part IV: Yogyakarta)

ENGLISH

Posts in the 2016 Year End Trip series:
1. Introduction
2. Part I: Amsterdam to Rome to Shanghai
3. Part II: Shanghai to Bali
4. Part III: Bali
5. Part IV: Yogyakarta
6. Part V: The Food in Yogyakarta
7. Part VI: Yogyakarta to Bali to Shanghai
8. Part VII: Shanghai to Paris to Amsterdam
9. Part VIII: A Weekend in Amsterdam

NAM Air IN 275 (Denpasar/Bali – Yogyakarta)

Nam Air
Flight: Nam Air IN 275
Equipment: Boeing 737-500 reg PK-NAO
ATD: 18:15 WITA
ATA: 18:30 WIB

Of all airlines that serve Denpasar/Bali – Yogyakarta route, IΒ was only interested in flyingΒ NAM Air this time. The reason was simple, I had never tried them before and thought this was the perfect opportunity to do so πŸ˜› .

Ngurah Rai International Airport
Ngurah Rai International Airport

As the flight was scheduled to depart at 18:15, we had half a day to spend in Bali in the morning. We arrived at Ngurah Rai International Airport at around 15:30.Β After checking-in and passing security check, we arrived at the new departure area of the airport. And I have to say, it was really cool especially if I compared it with a few years back! πŸ˜€ The investment made byΒ PT. Angkasa Pura I was certainly visible. I especially loved the (almost) undisruptedΒ view towards the runway!!

NAM Air's PK-NAO Boeing 737-500 with winglets
NAM Air’s Boeing 737-500 with winglets reg PK-NAO

Anyway, at around 17:30, boarding call was made. All passengers were taken by a bus to NAM Air’s PK-NAO, a 22 year-old Boeing 737-500 with winglets. I boarded the plane and settled onto my 15F seat.

I have to say that the interior of the plane made itΒ really obvious that the plane was aging. I don’t know, for some reason that was the impression of the atmosphere that I got.

An old seat on board NAM Air's PK-NAO
This back of the seat in front of meΒ definitely played a role in the “aging atmosphere” of the cabin.

Anyway, at 18:15, we departed and minutes later took off from runway 27 of Ngurah Rai International Airport. We were headed to the north west direction before turning south west somewhere above East Java towards Yogyakarta. The weather in the first half of the flight was fine, but it was really cloudy with mild turbulences closer to Yogyakarta. A snack service consisting of a bread and mineral water was provided by the flight attendants, who did not need to work super hard today as the load factor was less than 50%, I estimate.

Hello, Yogyakarta!!
Hello, Yogyakarta!!

At 18:30 WIB, we were already flying above the city of Yogyakarta, and then landed at runway 27 of Adisutjipto International Airport.

Yogyakarta

Now that I think about this, despite this trip being the shortest trip to Indonesia (and the surrounding) I have done since I moved to the Netherlands, I actually had the longest consecutive days stay in Yogyakarta in this trip!

This allowed me to spent more time with my close friends and family, which was of course really fun! Though at times it was quite tricky as well to split the time for the two parties, though, haha πŸ˜† .

The new Hartono Mall in Yogyakarta
The new Hartono Mall in Yogyakarta

Anyway, what strikes me the most is how fast Yogyakarta is growing. There are a lot of new buildings standing in the city, now; with most of them appear to cater the leisure market (hotels and malls).

Which isn’t that big of a surprise. Yogyakarta is still a tourist magnet, especially in holiday season. This was visible from the traffic jam I encountered in the main roads in the city, especially in the area surrounding Malioboro (for this reason I literally was avoiding Jalan Malioboro, at all, this time).

Fireworks
Fireworks

I didn’t do anything special on New Year’s Eve. I just stayed at my parents’, which the last time I did that was eight years ago. For some reason I still remember that evening from eight years ago, and how fast time flies indeed!! Anyway,Β it was so different from last year and two years ago when I went partying in Huatulco (Mexico) and Goa (India), haha.

Being a raining season, it also rained for quite a bit during the last two days of my stay in Yogyakarta.Β And it had really been awhile since I experienced a real tropical rain! Lol πŸ˜† . Though this also made me realize that many parts of Yogyakarta still did not have a proper drainage system yet, unfortunately.

Weather in Yogyakarta
Weather in Yogyakarta,Β minutes before it started to pour

Overall, yeah, it was really nice that I got the chance to stay in Yogyakarta for the most part of this year end trip! πŸ™‚ I really, really enjoyed my time there!! πŸ™‚

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri 2016 Year End Trip:
1. Introduction
2. Part I: Amsterdam to Rome to Shanghai
3. Part II: Shanghai to Bali
4. Part III: Bali
5. Part IV: Yogyakarta
6. Part V: The Food in Yogyakarta
7. Part VI: Yogyakarta to Bali to Shanghai
8. Part VII: Shanghai to Paris to Amsterdam
9. Part VIII: A Weekend in Amsterdam

NAM Air IN 275 (Denpasar/Bali – Yogyakarta)

Nam Air
Penerbangan: Nam Air IN 275
Pesawat: Boeing 737-500 reg PK-NAO
ATD: 18:15 WITA
ATA: 18:30 WIB

Dari semua maskapai penerbangan yang melayani rute Denpasar/Bali – Yogyakarta, kali ini aku hanya tertarik untuk terbang dengan NAM Air. Alasannya sih sederhana, aku belum pernah terbang bersamaΒ mereka sebelumnya dan aku merasa ini adalah kesempatan yang sempurna untuk mencobanya πŸ˜› .

Ngurah Rai International Airport
Bandar Udara Internasional Ngurah Rai

Karena penerbangannya dijadwalkan berangkat jam 6:15 sore, kami memiliki setengah hari untuk dihabiskan di Bali di pagi harinya. Kami tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai sekitar jam 3:30 sore. Setelah check-in dan pemeriksaan sekuriti, kami tiba di area keberangkatan barunya bandara ini. Dan harus kubilang bahwa areanya keren banget sekarang terutama jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu! πŸ˜€ Investasi yang telah dikeluarkan PT. Angkasa Pura I benar-benar terlihat dan terasa deh. Aku terutama suka sekali dengan pandangan (nyaris) tak terhalang ke arah landasan pacu bandaranya!!

NAM Air's PK-NAO Boeing 737-500 with winglets
Pesawat Boeing 737-500 dengan winglets-nya NAM Air dengan registrasi PK-NAO

Anyway, sekitar jam 5:30 sore, penumpang diminta naik pesawat. Semua penumpang diantarkan dengan sebuah bus ke pesawat PK-NAOnya NAM Air, sebuah Boeing 737-500 yang dilengkapi dengan winglets dan berusia 22 tahun. Aku menaiki pesawatnya dan duduk di kursi 15F.

Harus aku bilang bahwa interior di pesawatnya sungguh menampakkan usia pesawatnya yang sudah tergolong tua. Nggak tahu sih, entah mengapa ini adalah impresi yang kudapatkan dari atmosfer di dalam pesawatnya.

An old seat on board NAM Air's PK-NAO
Bagian belakang kursi di depanku ini jelas berpartisipasi di dalam “atmosfer menua” kabin pesawatnya.

Anyway, jam 6:15 sore, kami berangkat dan beberapa menit kemudian lepas landas dari landasan pacu 27 Bandara Internasional Ngurah Rai. Kami berbelok mengarah barat laut sebelum kemudian berbelok lagi ke barat daya di atas Jawa Timur untuk menuju Yogyakarta. Cuaca di separuh pertama perjalanan baik-baik saja, tetapi di separuh kedua terdapat banyak awan dengan turbulensi-turbulensi kecil di dekat Yogyakarta. Layanan snack yang terdiri dari sepotong roti dan air mineral dibagikan oleh para pramugarinya, yang di penerbangan ini tidak harus bekerja super keras karena load factor yang berada di bawah 50%, aku perkirakan.

Hello, Yogyakarta!!
Halo, Yogyakarta!!

Jam 6:30 WIB, kami telah berada di atas kota Yogyakarta, dan kemudian mendarat di landasan pacu 27 Bandara Internasional Adisutjipto.

Yogyakarta

Kalau dipikir-pikir lagi sekarang, walaupun perjalanan ini adalah perjalanan tersingkatku ke IndonesiaΒ (dan sekitarnya) yang kulakukan semenjak pindah ke Belanda, sebenarnya aku malah menghabiskan hari-hari berturutan terpanjang di Yogyakarta loh di perjalanan ini!

Ini memungkinkanku untuk menghabiskan banyak waktu dengan teman dekat dan keluargaku, yang mana jelas asyik banget! Walaupun terkadang tricky juga sih untuk membagi waktu untuk dua grup ini, haha πŸ˜† .

The new Hartono Mall in Yogyakarta
Hartono Mall yang baru itu di Yogyakarta

Anyway, yang mencolok di mataku adalah cepatnya pertumbuhan kota Yogyakarta. Ada banyak sekali gedung-gedung baru yang didirikan di sana; yang mana kebanyakan berhubungan dengan industri pariwisata (misalnya hotel dan mall).

Yang mana nggak mengherankan juga sih. Yogyakarta masih merupakanΒ magnet turis, terutama di musim liburan. Ini nampak jelas dari kemacetan jalan yang aku hadapi di banyak poros jalan utama, terutama di area sekitarnya Malioboro (oleh karena ini lah aku sengaja menghindari Jalan Malioboro kali ini).

Fireworks
Kembang api

Aku tidak mengadakan acara spesial apa pun di Malam Tahun Baru. Aku cuma di rumahnya orangtuaku saja, yang mana terakhir kali aku lakukan delapan tahun yang lalu. Entah mengapa aku masih ingat banget deh malam dari delapan tahun yang lalu itu, dan waktu beneran cepat banget berlalu ya!! Anyway, iya sih berbeda banget dengan satu dan dua tahun sebelumnya dimana aku pergi partyingΒ di Huatulco (Meksiko)Β danΒ Goa (India), haha.

Karena musim hujan, di Yogyakarta hujan deras di dua hari terakhirku di sana. Dan ternyata sudah lama banget juga ya semenjak terakhir kali aku menghadapi yang namanya hujan tropis deras semacam itu! Haha πŸ˜† . Walaupun ini membuatku menyadari bahwa banyak tempat di Yogyakarta masih tidak dilengkapi dengan sistem saluran drainaise yang baik, sayangnya.

Weather in Yogyakarta
Cuaca di Yogyakarta, bebrapa menit sebelum hujan deras turun.

Secara keseluruhan, ya, aku senang dapat menghabiskan banyak waktu di Yogyakarta di perjalanan kali ini! πŸ™‚ Aku benar-benar menikmati waktuku di sana!! πŸ™‚

BERSAMBUNG…

Advertisements

22 thoughts on “#1868 – 2016 Year End Trip (Part IV: Yogyakarta)

  1. Pas baca nama NAM Air, langsung mikir dan searching ini maskapai dari negara mana ya karena belum pernah dengar πŸ™‚ Eh, pas di googling, ternyata anak perusahaannya Sriwijaya Air ya #barutahu

    1. Iyaa, makin kesini makin banyak mall-nya dan laju pertambahannya cepet banget! Hahaha πŸ˜† . Dulu yang dua pertama (Malioboro Mall dan Galeria Mall) bertahan berdua aja lumayan lama padahal, haha. Trus 2006 Ambarrukmo (dan Saphir Square, tapi ini mah bukan mall sih ya πŸ˜› ) buka πŸ˜› .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s