#1860 – PhD Movies

ENGLISH

Just recently, I watched both of the PhD Movies. In case you are unfamiliar, these are based on the popular PhD Comics. If you are still unfamiliar, well, PhD Comics is webcomic strip focusing on the lives of several PhD students/candidates.

As a (former?) PhD candidate (Well, I am kinda in a limbo now where technically my PhD contract has ended but I still do not yet have my defense, though I am in the process of getting one 😛 ), I relate to a lot of the topics in it! They are brought up in short and humorous way, yet still very relevant and, in most cases, represent how I feel over some topics which I happen to face as well. So if you are a PhD student yourself, or if you even just want to know a little bit of the lives of a PhD student, I do recommend this channel! They also have their own Facebook page (Piled Higher and Deeper (so abbreviated as “PhD” 😛 )) which you can follow 😉 .

Anyway, back to the movies. Due to the popularity of the comic strip (which had been run since 1997), in 2011 the first movie adaptation was made which was followed by the second one in 2015. And, yes, I have decided to watch it just recently (>.<), haha 😆 .

The first movie focused more on the life of PhD students in the university. The unnamed grad student (whose name was revealed to be “Winston” later) just started working at Prof. Smith’s lab and realized the harsh truth of a research work, where nothing was easy and sometimes it appeared to be “mundane” (I experienced this phase in my PhD as well, btw). Meanwhile, Cecilia, a more senior grad student, had to deal with (lazy) undergrad students (I also had similar-ish experience too about this, lol 😆 ) and the difficulty to find the work-life balance, as it was very tempting to leave out the “life” part.

This is so true in real life. Source: http://www.phdcomics.com/comics/archive.php?comicid=1082

This is so true in real life. Source: http://www.phdcomics.com/comics/archive.php?comicid=1082

The second movie took place a few years later, where all characters were still in grad-school, and faced some latter challenges in PhD years. Winston went to his first ever international conference where, in his naivity, he was involved in a funding and rivalry war between his group and his professor’s nemesis. Cecilia, on the other hand, had almost completed her PhD and she was struggling with writing up the dissertation. (Trust me, writing up a dissertation is NOT as easy as it sounds, lol. Luckily, my supervisor warned me about this many times 😛 ).

In my opinion, both movies were awesome! I could totally relate some parts of the four years of my life to both movies! The first movie was an appropriate introduction of the life as a PhD student in university. Winston’s story reflects the life of a newbie, while Cecilia’s represents the more experienced ones, like in the second or third year.

The second movie was even more interesting, especially because a “villain” was introduced, i.e. Dr. Sangeeta Singh, the rival of Prof. Smith. The conflict between the characters due to this rivalry was heated; and I can tell you that this kind of conflict is not uncommon in real-life 😛 . Cecilia’s struggle to finish writing her dissertation was also very real. And I especially could relate to this because this was the main theme of my last eight to nine months of PhD years, lol 😆 .

One story in the second movie was Cecilia’s struggle to fix a defense date with her committee members. This one:

Lol, I actually had to face a similar conflict this October. Even though, obviously, not to the same degree, I had an extra constraint in my case, which was the room availability in TU Delft. So of all the rooms in TU Delft, there was only one room that could be used for a PhD defense. And with thousands of PhD students, let’s say reserving this room was not always easy. So you could imagine, I had to find an exact date AND time where all of my seven committee members (one was even from abroad) could come to Delft AND the one room was also available! I had to go through a few iterations of date and time before I managed to find one solution! Haha 😆 .

Anyway, so, yeah, I truly did enjoy both movies. And I do recommend them to you!! 😉 Both portray the lives of PhD students well in humorous way. Here is the trailer of the second movie.

BAHASA INDONESIA

Baru-baru ini, aku menonton kedua film PhD Movies. Andaikata ada yang kurang familier, kedua film ini berdasarkan PhD Comics yang populer itu. Eh, jika masih kurang familier, ini adalah komik pendek dengan fokus pada kehidupan dari beberapa kandidat/mahasiswa PhD/S3.

Sebagai (mantan?) kandidat PhD (Hmm, sekarang ini statusku rada geje nih dimana secara teknis kontrak PhDku sudah selesai tetapi aku masih belum sidang dan wisuda, walaupun aku sedang di tengah proses untuk mendapatkannya 😛 ), aku merasa nyambung banget dengan banyak topik yang diangkat di sana! Topik-topik ini diangkat secara singkat dengan humor, tetapi amat relevan dan, di kebanyakan kasus, mewakili perasaanku akan beberapa topik yang kebetulan juga mesti kuhadapi. Jadi jika kamu adalah seorang mahasiswa PhD, atau sekedar ingin tahu saja bagaimana sih kehidupan mahasiswa PhD itu, aku sungguh menyarankan komik ini deh! Mereka juga memiliki laman Facebook sendiri (Piled Higher and Deeper (makanya disingkat “PhD” 😛 )) yang bisa di-follow 😉 .

Anyway, kembali ke filmnya. Karena kepopuleran komiknya (yang sudah jalan semenjak tahun 1997), di tahun 2011 sebuah adaptasi filmnya dibuat yang diikuti dengan film kedua di tahun 2015. Dan iya, aku baru aja menontonnya sekarang dong (>.<), haha 😆 .

Film pertama fokus pada kehidupan mahasiswa PhD di universitas. Seorang mahasiswa tak bernama (yang namanya kemudian diketahui sebagai “Winston”) baru saja mulai bekerja di labnya Prof. Smith dan menghadapi yang namanya kenyataan pahit dari pekerjaan riset, dimana tidak ada yang mudah dan kadang bisa terasa “tidak berarti” (Aku sendiri juga mengalami fase ini, btw). Sementara itu, Cecilia, yang sudah lebih senior, harus berhadapan dengan mahasiswa S1 (yang malas-malas; yang mana aku juga memiliki pengalaman mirip-mirip juga tentang ini, haha 😆 ) dan sulitnya menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan, dimana membuang bagian “kehidupan”-nya nampak menggoda sekali untuk dilakukan.

Film kedua mengambil waktu beberapa tahun kemudian, dimana semua karakternya masih berada di universitas, dan menghadapi masalah-masalah lain di tahun-tahun PhD yang selanjutnya. Winston berkunjung ke konferensi internasional pertamanya, dimana akibat keluguannya, ia terlibat di dalam perang antara rival untuk merebutkan funding (pendanaan) antara grupnya dan grup musuh besar profesornya. Cecilia, di sisi lain, sudah hampir selesai dengan risetnya dan ia kesulitan untuk menulis disertasinya (Percaya deh, menulis disertasi itu TIDAK semudah kedengarannya loh, haha. Untungnya, supervisor-ku sudah memperingatkan aku berkali-kali sih dulu 😛 ).

Menurutku, kedua filmnya keren banget! Aku benar-benar bisa mengaitkan beberapa bagian dari empat tahun kehidupanku dengan kedua film ini! Film yang pertama cocok sebagai pengenalan ke dalam kehidupan mahasiswa PhD di sebuah universitas. Cerita Winston mencerminkan kehidupan anak baru, sementara cerita Cecilia mewakili yang sudah lebih berpengalaman, ya mereka-mereka yang di tahun kedua atau ketiga gitu deh.

Film yang kedua lebih menarik lagi, terutama karena satu tokoh “antagonis” diperkenalkan, Dr. Sangeeta Singh, rivalnya Prof. Smith. Konflik antara karakter akibat persaingan di antara mereka berdua juga semakin memanas; dan bisa kubilang bahwa konflik semacam ini nggak jarang loh di kehidupan nyata 😛 . Kesulitannya Cecilia dalam menyelesaikan penulisan disertasinya juga nyata banget. Dan terutama aku memahaminya benar karena ini lah tema kehidupanku dalam delapan sampai sembilan bulan terakhir tahun-tahun PhDku, haha 😆 .

Satu cerita di film kedua adalah kesulitannya Cecilia untuk menentukan tanggal sidang dengan anggota komitenya. Yang ini nih:

Huahaha, aku sendiri menghadapi konflik serupa nih bulan Oktober lalu. Walaupun jelas tidak separah itu sih, tetapi aku memiliki satu halangan ekstra, yaitu ketersediaan ruangan di TU Delft. Jadi ya, dari semua ruangan di kampus TU Delft, cuma satu saja yang bisa digunakan untuk sidang PhD. Dan karena ada ribuan mahasiswa PhD di kampus, bisa dibilang memesan ruangan ini tidaklah mudah. Jadi bisa dibayangkan lah ya, aku harus memilih satu tanggal DAN jam dimana kesemua tujuh orang anggota komiteku (satu bahkan dari luar negeri) bisa datang ke Delft DAN di saat yang sama, ruangannya juga masih tersedia! Aku harus melakukan ini dalam beberapa iterasi sebelum akhirnya aku menemukan satu solusi! Haha 😆 .

Anyway, jadi ya gitu deh, aku sungguh menikmati kedua filmnya. Dan aku menyarankan keduanya untuk ditonton!! 😉 Keduanya menggambarkan kehidupan mahasiswa PhD dengan baik dalam penuh humor.

Advertisements

12 thoughts on “#1860 – PhD Movies

  1. jadi penasaran deh sama film nyaaa 😄 berhubung masih S1 jadi masih belum tau apa-apa tentang kehidupan Phd hahaha bisa jadi referensi mungkin kalau suatu saat nanti aku mau ambil Phd 😀

    1. Hahaha, nggak sekocak Big Bang untuk orang umum karena humornya lebih spesifik gitu untuk yang ambil grad school 😄. Tapi menurutku masih bisa dinikmati banget kok!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s