Posted in EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1835 – A Short Weekend in Vienna

ENGLISH

I went to Vienna for a short weekend trip earlier this month. Without further ado, let the story begin…

***

After arriving at Vienna Airport (story from the return flights will be shared in a dedicated post😛 , surprise surprise), I took the S7 regional train to downtown Vienna. From Wien Mitte, I took the metro to the Westbahnhof (West Railway station), the area of my hotel.

It was about 1:30 PM at the time so naturally I felt quite hungry. So I decided to have lunch first before checking-in at the hotel, especially that I saw a nice-looking Viennese bar/restaurant on the way. Obviously I ordered the wienerschnitzel! I actually did not even need the menu for that! Lol.

It has been more than four years since the last time I was in Vienna. All I remembered was that I really liked the Austrian schnitzel; but it turned out that I forgot another aspect of an Austrian dish: the size!! When the waiter walked to my table with my order, I was so shocked with what he was bringing:

While in Vienna, obviously a wienerschnitzel!
While in Vienna, obviously a wienerschnitzel!

😮It. Was. Gigantic!! I immediately thought I should have ordered the kids menu, just like in Germany the other day😆 . But well oh well, it was done now and I had this huge schnitzel that, somehow, I needed to finish, lol😆 . Long story short, I was able to finish it; by not really touching the potato salad and felt super, super full afterwards.

I checked-in at my hotel and decided to rest a little bit; it has quite been a long day anyway where I had to get up a bit early in the morning.

At almost 6 PM, I decided to go out. I did not have any must-visit place in Vienna this time so I just went to wherever. I knew that the hotel was quite close to one end of the famous Mariahilferstrasse street so I decided to go there first and just saw what happened. I walked along the street, and at some point I reached the Museumsquartier. The Museumsquartier area was one of my favorite place in Vienna, especially with the grandeur architecture of the museum buildings there. I reached the Hofburg and I realized that it started to get really cold in the evening; so I decided to go back.

Hofburg, Vienna
Hofburg, Vienna

Btw, I observed that, at the time, the preparation of a Christmas Market was already underway. It was quite nice as it started to feel quite Christmas-y!

It was really cold (the real feel was down to -5°C) so I decided to stop by at a cafe for a nice warm tea (it was way past my coffee time). I was still really full from my gigantic lunch, but I knew that I should at least eat something to prevent myself getting super hungry in the middle of the night.

While in Vienna, obviously a piece of Sachertorte too!
While in Vienna, obviously a piece of Sachertorte too!

So I decided to order the famous Viennese sachertorte above for my dinner. Okay, that was not completely true, lol😆 . Actually I also ordered another side-dish that was called a “tortilla”; but it did not look like any tortilla I had ever seen before😛 .

The next day, my flight was scheduled to depart at 3 PM, so I had time in the morning to walk around Vienna. I checked-out from the hotel at around 10 AM. I went to a nice-looking cafe/restaurant at the end of Mariahilferstrasse for breakfast. I decided to have a cappuccino and a veal wienerschnitzel (because why not), haha😆 . It was quite nice.

The Naturhistorische Museum in Vienna
The Naturhistorisches Museum in Vienna

Then, as I still had the time, I decided to walk around randomly again; and by that, I mean I was back at the Museumsquartier again, haha😆 . From there, I took the metro to Wien Mitte; and then the S7 regional train to Vienna Airport to go back to the Netherlands.

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Vienna untuk sebuah perjalanan akhir pekan singkat awal bulan ini. Nah, langsung saja ceritanya kita mulai ya…

***

Setelah tiba di Bandara Vienna (cerita dari penerbangan pp-ku akan kujadikan posting tesendiri ah😛 ), aku menaiki kereta regional S7 menuju pusat kota Vienna. Dari Stasiun Wien Mitte, aku menaiki metro ke Westbahnhof (Stasiun Kereta Api Barat), area dimana hotelku berada.

Waktu saat itu sudah sekitar jam 1:30 siang sehingga aku mulai merasa lapar. Jadilah aku memutuskan untuk makan dulu sebelum check-in di hotel, apalagi aku kebetulan melihat sebuah bar/restoran ala Vienna yang nampaknya menarik. Dan tentu saja dong ya aku memesan wienerschnitzel! Nggak perlu buku menunya deh untuk aku tahu apa yang ingin kupesan! Haha.

Sudah lebih dari empat tahun semenjak terakhir kali aku ke Vienna. Yang kuingat adalah aku suka schnitzel ala Austria; tetapi ternyata aku melupakan satu aspek lain makanan Austria: ukurannya!! Ketika pelayannya membawa pesananku ke mejaku, mataku terbelalak melihat apa yang ia bawa:

While in Vienna, obviously a wienerschnitzel!
Ketika di Vienna, jelas dong aku memesan wienerschnitzel!

😮Ukurannya. Gede. Banget!! Langsung deh aku berpikir seharusnya aku memesan menu anak-anak, seperti di Jerman kapan hari kan, haha😆 . Ah, tapi sudah terlanjur kan ya dan sekarang aku memandang sebuah schnitzel raksasa yang, entah bagaimana, harus kuhabiskan, haha😆 . Singkat cerita, dagingnya habis kumakan sih; tetapi salad kentangnya tidak begitu aku makan dan itu pun akhirnya aku merasa kekenyangan sekali.

Aku kemudian check-in di hotel dan memutuskan untuk beristirahat sejenak; hari ini sudah menjadi hari yang cukup panjang dimana aku harus bangun agak pagian paginya.

Sekitar jam 6 sore, aku memutuskan untuk keluar. Kali ini aku tidak memiliki agenda tempat tujuan yang ingin kukunjungi di Vienna sehingga aku berjalan kaki asal aja deh. Aku tahu hotelku berlokasi dekat dengan jalan Mariahilferstrasse yang terkenal itu, sehingga aku memutuskan untuk kesana dulu. Aku berjalan menyusuri jalannya, hingga akhirnya aku mencapai area Museumsquartier. Area Museumsquartier adalah area favoritku di Vienna, terutama karena arsitektur gedung-gedung disana yang megah sekali. Aku berjalan terus dan tiba di Hofburg, dimana aku merasa cuaca mulai semakin dingin malam itu; sehingga aku memutuskan untuk kembali.

Hofburg, Vienna
Hofburg, Vienna

Btw, aku perhatikan waktu itu persiapan untuk Pasar Natal (Christmas Market) sudah mulai dilakukan. Rasanya asyik juga dimana suasana Natal sudah mulai kurasakan!

Malam itu sungguh dingin (real feel suhunya mencapai -5°C) sehingga aku memutuskan untuk mampir di sebuah kafe untuk minum teh hangat (sudah lewat waktu kopiku). Aku masih kenyang dari makan siang raksasaku, tetapi aku tahu aku sebaiknya makan apa gitu supaya malam nanti tidak kelaparan.

While in Vienna, obviously a piece of Sachertorte too!
Ketika di Vienna, jelas dong aku harus makan Sachertorte!

Jadilah aku memutuskan untuk sekalian memesan sachertorte ala Vienna yang terkenal itu untuk makan malam. Oke, kalimat sebelumnya tidak sepenuhnya benar sih, haha😆 . Sebenarnya, aku juga memesan satu menu sampingan lain yang disebut “tortilla”; tetapi penampakannya tidak seperti tortilla-tortilla lain yang pernah kulihat sebelumnya😛 .

Keesokan harinya, penerbanganku dijadwalkan berangkat jam 3 sore, jadilah aku memiliki waktu di pagi hari untuk berjalan-jalan di Vienna. Aku check-out dari hotel sekitar jam 10 pagi. Aku memutuskan untuk mampir di sebuah cafe/restoran yang nampak oke di ujung jalan Mariahilferstrasse untuk sarapan. Aku memutuskan untuk memesan secangkir cappuccino dan wienerschnitzel dari daging sapi muda (mengapa tidak kan), haha😆 . Rasanya lumayan juga.

The Naturhistorische Museum in Vienna
Museum Naturhistorisches di Vienna

Lalu, karena toh masih ada waktu, aku memutuskan untuk berjalan-jalan asal lagi; dan dengan itu, maksudku adalah aku kembali diarea Museumsquartier lagi, haha😆 . Dari sana, aku menaiki metro ke Wien Mitte; dan kemudian kereta regional S7 ke arah Bandara Vienna untuk kembali ke Belanda.

41 thoughts on “#1835 – A Short Weekend in Vienna

      1. Nggak semudah di eropa. Ada kereta yg siap sedia dan lain2. Hampir di semua kota transportasi maju. Klo di indonesia akses tranaportasi sulit. Apalagi di kota2 kecil.

        1. Kereta juga nggak sepraktis itu kok, hanya jalur-jalur tertentu saja dimana naik kereta cepat dan mudah🙂 . Di Prancis selatan, misalnya, keretanya pelan banget. Naik pesawat = 1 jam, naik kereta = 14 jam untuk tujuan yang sama, hehehe🙂 .

          Tapi memang secara umum di sini transportasi memang cenderung lebih tersedia🙂 .

  1. Astaga guidi amat yak wienersnitzhel nya! Bisa kumakan berdua Abi, tuh, wkwkwkwk…. sama kayak kebab di Canberra jg gitu. Perporsi ukurannya guedeeee! Bisa buat ber-4!

    1. Cucok banget Bu itu buat dimakan berdua atau bertiga!! Hahahaha😆 . Huahaha. di Belanda kebab ukurannya biasa aja, tapi masih besar sih soalnya disajiin pake french fries gitu jadi bikin kenyang, hahaha😆 . Dan disini toko kebab juga ada yang jualan lumpia loh. Trus lumpianya juga dikasih french fries, hahaha😆 .

        1. Yoi Bu. Di sini sate ayam kan menu yang nge-hits kan. Itu restoran-restoran kalau menyajikan nggak pakai nasi (apalagi lontong), tapi pakai french fries (plus salad), huahaha😆 . Surprisingly lumayan juga rasanya😛 .

    1. Sachertorte is soooo gooooo indeed!!

      Hahaha, true that!😀 It did not look like a tortilla. I sent the photo to my Mexican friend as well and she said she had never seen tortilla like that as well, lol😆 .

    1. Hahaha, itu rencana B kemarin andaikata beneran nggak habis😛 . Eh ternyata kalau dagingnya aja masih bisa dihabisin (walaupun akibatnya jadi kekenyangan banget, hahaha😆 ).

  2. Aku jujur ke Vienna baru cm transit doang haha, sempet ke Salzburg dan waktu itu horrified krn rata2 orang Austria kok rude banget (ini coming from me living in Scandinavia ya yang katanya udah super rude, haha ga ada bandingannya)

    Pengen ke kotanya keliatannya cantik

    1. Hahaha, German-speaking country sih ya, jadi cenderung rude😛 .

      Vienna kotanya cantik memang. Kalau suka art-art gitu surga banget deh, banyak museumnya dan bisa nonton opera disana😀 . Kalau suka alam, menurutku Innsbruck lebih kece, hehehe😀 .

      1. Ya maksudku di Scandinavia orang2nya juga rude, tapi ini rude maximus gitu maksudnya… Pengalaman di Jerman pun baik2 saja, tapi begitu di Salzburg, yatuhan…

        Iya nih, jadinya Austria agak2 masuk list belakangan untuk negara2 yang mau dikunjungi haha

  3. Kadang aku jg order kids menu disini :p
    Btw, nama2 makanannya sounds like alien language but looks yum…
    Udah mulai kerasa ya hawa2 xmas dimana2, disini blom😦

  4. Super gigantic tapi daripada sayang kan ya ko…sikat ajjjjaaaaaa hehehe. Kalau kamu pergi bedua ama siapa kek gitu (mulai usil 😂😂😂) bisa share tuh ko….

    1. Ahahah, iya Niee. Kalo weekend trip mah cuma sedikit aja yang perlu dibawa kan. Pun tiket pesawat sama reservasi hotel sekarang mah cuma perlu versi elektroniknya aja jadi gak ribet, ahahah😆 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s