Posted in Miscellaneous, Photo Tales

#1833 – Side Stories From My September 2016 Sabbatical Trip: The Caribbean

ENGLISH

Posts in the September 2016 Sabbatical Trip: The Caribbean series:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Sint Maarten
3. Part II: Sint Maarten
4. Part III: The Maho Beach
5. Part IV: Saint Martin
6. Part V: Back to the Netherlands

***

This following are two side stories from the Caribbean Part of my September 2016 Sabbatical Month Trip :) .

Exchange Rate

Being part of France, the official currency of the French-side of Saint Martin was Euro. However, throughout the island, US Dollar was widely used. I would go as further as the US Dollar appeared to be the unofficial currency of the entire island, both in the Dutch- and French-side (The Dutch-side had their own official currency, though, which was the “Netherlands Antillean Guilder”).

Consequently, obviously business in the French-side should also be willing to accept US Dollar. What they needed to calculate was just the exchange rate between the currencies. And I noticed a lot of businesses in the French-side used this very simplistic exchange formula:

€1 = $1 in Marigot
€1 = $1 in Marigot

Yes people, €1 = $1!

It was not difficult to immediately see that Euro was being undervalued here, or US Dollar was being overvalued, depending on your point of view. But whichever it was, the bottom line was that paying with US Dollar was much profitable for the consumers! So that was what we did throughout our entire stay in the island.

However, what surprised me was that I noticed a lot of people using Euro to pay for their stuffs 😅.

Food-Poisoned

For dinner in Marigot, once I ordered this lamb dish from a French restaurant:

The troublesome lamb dish
The troublesome lamb dish

Later on that evening, I had quite a bad stomachace and I felt so weak. At one point, my tummy could not take it anymore and decided that it would be necessary to get rid of the poisonous stuff asap. Read: I threw it out, lol😆 , and what came out was this piece of already half-digested lamb. I felt a little bit better afterwards; and luckily it was already late into the day anyway so I could just immediately go to bed to recover. The next day, I was completely healed already, haha😆 .

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri September 2016 Sabbatical Trip: The Caribbean:
1. Introduction
2. Part I: Getting to Sint Maarten
3. Part II: Sint Maarten
4. Part III: The Maho Beach
5. Part IV: Saint Martin
6. Part V: Back to the Netherlands

***

Berikut ini dua cerita sampingan dari bagian Karibia dari perjalanan di bulan sabatikal September 2016ku🙂 .

Nilai Tukar Mata Uang

Sebagai bagian dari Prancis, mata uang resmi di sisi Prancis Saint Martin adalah Euro. Namun, di seluruh pulau, Dollar Amerika juga banyak digunakan. Bahkan aku bilang sepertinya Dollar Amerika adalah mata uang tidak resmi di pulau ini deh, baik itu di sisi Belanda maupun Prancis (Sisi Belanda memiliki mata uangnya sendiri sih, btw, yang bernama “Netherlands Antillean Guilder”).

Sebagai konsekuensinya, jelas dong bisnis-bisnis di sisi Prancis mesti mau menerima Dollar Amerika juga. Yang perlu mereka perhitungkan hanyalah nilai tukar mata uangnya saja. Dan kuperhatikan, banyak bisnis di sisi Prancis yang menggunakan rumus yang super sederhana ini:

€1 = $1 in Marigot
€1 = $1 di Marigot

Iya dong, €1 = $1!

Tidak sulit untuk langsung melihat bahwa Euro dinilai terlalu mahal dengan ini, atau Dollar Amerika yang dinilai terlalu murah, tergantung dari sudut pandang kita. Intinya, jauh lebih menguntungkan untuk melakukan transaksi dengan Dollar Amerika kan ya bagi pengunjung! Jadilah itu yang kami lakukan sepanjang masa tinggal kami di sana.

Tapiiii, yang mengherankan aku adalah aku perhatikan banyak lho orang-orang yang masih membayar dengan menggunakan Euro 😅.

Keracunan makanan

Untuk makan malam di Marigot, aku memesan menu domba berikut ini dari sebuah restoran Prancis:

The troublesome lamb dish
Masakan domba yang bermasalah

Malamnya, aku sakit perut luar biasa dan aku merasa amat lemah. Di satu waktu, badanku tidak mampu lagi menahannya dan memutuskan bahwa penting baginya untuk mengenyahkan sesuatu yang beracun itu segera. Baca: aku muntahkan semuanya, haha😆 , dan yang keluar adalah potongan daging domba yang telah separuh tercerna itu. Aku merasa lebih baik setelahnya; dan untungnya waktu itu sudah malam juga sehingga aku bisa langsung tidur untuk memulihkan-diri. Keesokan harinya, kesehatanku sudah kembali seperti biasa, haha😆 .

13 thoughts on “#1833 – Side Stories From My September 2016 Sabbatical Trip: The Caribbean

    1. Haha, ini baru pertama kalinya bermasalah ketika makan masakan Prancis nih🙂 . Setiap kali makan di waktu lain nggak pernah bermasalah😛 . Tapi memang sih, jenis masakan domba ini agak unik dan berbeda dari masakan Prancis biasanya.

  1. Duh pake keracunan makanan….katanya minum air kelapa bisa bantu keracunan makanan yah, gw bayanginnya di sana pasti banyak air kelapa (iya gak siiih huahaha). Well, it’s not travelling without some drama😉

    1. Ah, aku nggak ingat nih pas di sana kemarin banyak air kelapa nggak ya? Nggak begitu perhatian soalnya, haha. Iyaa, travelling kalo adem ayem doang mah kurang seru ya😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s