Posted in working life, Zilko's Life

#1814 – The First Week

ENGLISH

I started my new job in Amsterdam this Monday, which means it has been one week of normal working-life, haha😆 . So what do I take from this week?

The Commute

First of all, so far the commute has been “more” than what I expected. “More” in two ways:

  1. I mention last week that I expected the door-to-door travel time to be 1.5 hour one hour, max. Based on my experience this week though, well, 1.5 hour was more like the expected door-to-door travel time!😦 This implies that now I expect to spend three hours every day just to commute, hmm. On top of that, one aspect I forgot to factor in was that I would be travelling during the rush hours!
  2. Consequently, it has also been more tiring than I thought it would be. For this, though, I am still not sure whether it was actually tiring or that I was just still not used to it.
Commuting during rush hour
Commuting during rush hour

So we will see, I guess. The consequence is, I might need to change my decision again regarding what I live, depending on how I feel in the coming weeks/months, haha😆 .

Team Work

One aspect I learned from the first week was that I needed to shift my working paradigm in the independence-teamwork scale. During my PhD years, it lied more in the independence spectrum. Here in the company, I need to shift it to more in the teamwork spectrum. And I can tell you that shifting this paradigm is not a super easy manner. This is because the independence spectrum has been “my comfort zone”. However, I believe it is important for me to adjust, and I am sure I will, but I understand that it will take some time too. Just hopefully not too long, haha😆 .

Adapting and Exciting

The theme of my first week was to adapt to the new company and environment. One key aspect was to get to know the system and, more pragmatically, to get used to work with Mac, haha😆 . Btw, I finally got RStudio in my office laptop two days after I started! Haha😆 .

Another aspect was the excitement. I really, really like my new office in Amsterdam (Seriously, it is awesome!), one of the many reasons would be the awesome canteen where lunch was all-you-can-eat buffet with lots of options, including healthy options! Haha😆 . About the work, I have not done anything significant, yet, but based on what my team shared to me, what await me sound super interesting. It also happened that they stationed me in an area which I have a lot of curiosity about! Yeah, super exciting!

Flat tummy smoothie
Earlier this week, one healthy drink option was this “flat tummy smoothie”. It was not sweet at all, though that was probably implied by the name, lol😆

BAHASA INDONESIA

Aku memulai pekerjaan baruku di Amsterdam hari Senin yang lalu, yang mana artinya kehidupan normalku sudah berlangsung selama satu minggu dong ya ini. Nah, apa saja yang kupelajari seminggu ini?

Nglaju

Pertama-tama, acara nglaju-nya sejauh ini “lebih” daripada apa yang kusangka-sangka deh. “Lebih” dalam dua hal:

  1. Kusebutkan minggu lalu bahwa aku menjangka bahwa waktu perjalanan dari pintu ke pintu adalah 1,5 jam satu arah, maksimal. Nah, berdasarkan pengalamanku minggu ini, 1,5 jam itu ternyata adalah ekspektasi lama waktunya loh!😦 Ini artinya, sekarang aku bisa berharap aku menghabiskan waktu sekitar tiga jam deh setiap hari untuk nglaju saja, hmm. Selain itu, satu aspek yang lupa kufaktorkan sebelumnya adalah aku akan bepergian di jam-jam padat alias rush hour!
  2. Sebagai akibatnya, rasanya juga lebih melelahkan daripada yang kukira sebelumnya. Untuk ini sih, aku masih belum benar-benar yakin apakah memang sebenarnya melelahkan atau semata-mata hanya karena aku masih belum terbiasa saja.
Commuting during rush hour
Nglaju di jam-jam rush hour

Jadi kita lihat saja deh. Hanya saja sebagai konsekuensinya, ada kemungkinan aku harus mengubah lagi keputusanku mengenai dimana aku tinggal, tergantung dari pengalamanku beberapa minggu/bulan ke depan, haha😆

Kerjasama Tim

Satu aspek yang kupelajari dari minggu pertamaku adalah aku perlu menggeser paradigma kerjaku di skala independen-kerjasama. Di masa-masa PhD (S3)-ku, paradigmanya lebih berada di dalam spektrum independen. Di perusahaan ini, aku perlu menggesernya untuk lebih masuk di spektrum kerjasama. Dan bisa kubilang bahwa menggeser paradigma kerja ini tidak lah mudah loh. Ini karena ternyata spektrum independen telah menjadi “zona nyaman”-ku. Namun, aku sadari bahwa penting bagi diriku untuk menyesuaikan diri dengannya, dan aku yakin aku akan terbiasa juga, hanya saja mungkin memang aku membutuhkan waktu untuk itu. Ya, mudah-mudahan saja waktunya tidak terlalu lama ya, haha😆 .

Beradaptasi dan memang seru banget!

Tema minggu pertamaku adalah beradaptasi dan membiasakan-diri dengan perusahaan dan lingkungan baruku. Satu aspek penting adalah membiasakan-diri dengan sistemnya dan, lebih pragmatis lagi nih, membiasakan-diri untuk bekerja dengan Mac, haha😆 . Btw, akhirnya aku berhasil mendapatkan RStudio di laptop kantorku setelah dua hari loh! Haha😆 .

Satu aspek lain adalah excitement. Aku benar-benar suka banget kantor baruku di Amsterdam (Beneran deh, kantornya keren banget!), salah satu dari banyak alasannya adalah kantinnya dimana makan siangnya bermodel buffet all-you-can-eat dengan banyak pilihan gitu, termasuk pilihan makanan sehat! Haha😆 . Mengenai pekerjaan, belum banyak pekerjaan penting yang kukerjakan minggu ini, tetapi berdasarkan cerita-cerita kolegaku, apa yang menungguku terdengar seru banget. Kebetulan, mereka juga menempatkanku di bagian bisnisnya dimana aku memang memiliki banyak sekali rasa penasaran di dalamnya! Iyaa, seruu!

Flat tummy smoothie
Awal minggu ini, satu pilihan minuman sehat adalah “smoothie perut rata” ini. Dan ternyata rasanya gak ada manis-manisnya sama sekali dong, ya iya lah ya, hahaha😆

16 thoughts on “#1814 – The First Week

    1. Thanks!! Iya, lunch-nya mantab banget pula! Mana disubsidi gede-gedean pula sama kantor jadi muraah. Lebih murah daripada lunch di Jakarta, ahahahah😆 .

  1. 3 jam di jalan kayak kebanyakan orang Jakarta Ko… *curcol* tapi aku harus akui itu ngga ideal sama sekali, sering cape dijalan dan pulang2 merasa gak ada energi buat ngapa2in. Tapi lain Jakarta lain Belanda, siapa tau ini cuma adaptasi aja buat kamu yah hehehe

    1. Iya Chris, ini juga lagi kupikir-pikir lagi ke depannya enak gimana, hihi. Bagus kan ngerasain langsung gini jadi lebih mudah bikin keputusannya 😄. Untungnya ini di jalannya naik public transport sih jadi bisa sambil ngerjain apa gitu, hehehe

  2. Capek Ko! Cari apartemen di Amsterdam aja, udah loyo duluan. Aku dulu sempet commute 1 jam one way, total 2 jam aja capek, sekarang pindah kerja cm 20 menit dari rumah… rasanya punya energi baru

    1. Iya sih. Semua kolegaku juga bilang gitu, mendingan pindah, hahaha. Masalahnya ga gampang juga nih cari tempat di Amsterdam, hmm. Tapi bener kok, energinya dipake buat kerja dan yg lain ya daripada untuk commute, hahaha.

  3. Wah itu lumayan klo tiap hari pp selama 3 jam. Selain banyak kehilangan waktu, badan juga bakalan capek (bukan faktor kebiasaan sih nurutku). Mungkin benar klo zilko udaj merencanakan buat pindah seperti postingan sebelumnya.

    1. Iya, bisa jadi memang melelahkan sih ya, hmm 🤔. Iya, semua kolegaku juga bilang mendingan pindah aja. Masalahnya nyari tempat di Amsterdamnya yang nggak gampang, hahaha 😂

    1. Iya Niee, tapi ada enaknya juga kok. Kerja independen juga ada nggak enaknya😛 . Yang agak susah itu mengubah style kita kan, setelah sekian lama di satu style dan kemudian mau pindah ke style lainnya, hehehe😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s