Posted in Aviation

#1796 – Around The World in 8 Days (and LCCs)

ENGLISH

Okay, this is not really new so some of you might have heard about it🙂 . Btw, this is a post about aviation😉 .

In March this year, a CNN journalist who was also an avid avgeek, Richard Quest, decided to go around the world to test some airlines. In a way it was similar to my Avgeek Weekend Trip but in a much larger (and more awesome) scale😛 *jealousy detected😛 *. And obviously he could not do it over the weekend and so in total the trip took eight days to complete.

Here is his routing:

Around the world. Map created with gcmap.com
Around the world with Richard Quest. Map created with gcmap.com

Yes, he was flying London – Brussels – Prague – Dubai – Colombo – Kuala Lumpur – Singapore – Sydney – Honolulu – Los Angeles – New York – London.

Oh, wow, it sounds fun, doesn’t it?

Yeah, probably. But as a twist to make it more fun, Quest imposed one big rule on his trip: He (and his team) could only fly on:

LCC

😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱

Yes folks, Quest was going around the world in one go and all flights he took would be in LCC[1]. Moreover, he imposed one extra rule on top of that: NO PREMIUM SEATING EVEN IF A SEAT WAS AVAILABLE!!

Richard Quest, Around the World in 8 Days (in LCCs)
Richard Quest, Around the World in 8 Days (in LCCs)

Here is the complete list of his trip:

  1. London Gatwick – Brussels Zaventem (easyJet)
  2. Brussels Charleroi – Prague (RyanAir)
  3. Prague – Dubai International (FlyDubai)
  4. Dubai Sharjah – Colombo (Air Arabia)
  5. Colombo – Kuala Lumpur (AirAsia)
  6. Kuala Lumpur – Singapore (AirAsia)
  7. Singapore – Sydney (Scoot)
  8. Sydney – Honolulu (Jetstar)
  9. Honolulu – Los Angeles (Allegiant)
  10. Los Angeles – New York JFK (JetBlue)
  11. New York JFK – London Gatwick (Norwegian)

Oh wow. That sounds, indeed, antimainstream but very interesting at the same time. I am not sure if I will have the same curiosity in the near future to try this kind of trip, haha😆 . But this makes me think a little bit though.

I am thinking about my longest flight with an LCC so far; and it was an AirAsia X’s flight D7 504 from Kuala Lumpur to Seoul Incheon in 2013 in a wide-body Airbus A330-300. Aside from me not feeling really well throughout the flight (and had to make a few toilet visits for reasons you would rather not read), actually I thought it was an okay flight. HOWEVER, it was a day flight (so I did not have to force myself to sleep) AND I actually bought a seat at the front of the plane in the Quiet Zone (not sure if this was categorized “premium” or not). I still remember my parents and brother who did not want to pay extra for the flight were seated at the back of the plane. They said it was horrible because of all the screaming babies, super chatty with loud voice tourists, etc.

AirAsia X's Airbus A330-343X reg 9M-XXI which brought me to Seoul-Incheon as D7 504.
My longest LCC flight so far was with this AirAsia X’s Airbus A330-343X reg 9M-XXI which brought me to Seoul-Incheon as D7 504 in 2013.

My longest LCC flight in not in a wide-body was AirAsia’s flight AK 1320 from Kuala Lumpur to Yogyakarta. Again, it was a day flight (well, not like there was any overnight flight to/out of Yogyakarta anyway) and was only abour 2.5 hours in duration; so it was still bearable.

***

It is a reality that LCC has changed the airline industry in the last 15 years. LCCs have grown rapidly around the world (AirAsia in Southeast Asia, EasyJet and RyanAir in Europe, Southwest in the US, etc) and have actually challenged a lot of established legacy airlines. Big Time.

And this is one reason of Richard Quest’s trip. To show how far LCCs have become. And, more pragmatically, to compare the service between these LCCs as well (yes obviously there is difference in the level of service even when flying LCCs😉 ). For instance, the difference between FlyDubai and “conventional” LCCs is glaring. FlyDubai serves free personal IFE in every seat, free meals, a Boeing 737 with Sky Interior, and even has business class cabin. Not a typical LCC I must say.

Amazing seat pitch on board an Interjet's flight
In my experience, Interjet, a Mexican LCC, provides the best facilities of all the LCCs that I have ever tried (free 50 kg of luggage, very spacious seats (much roomier than Garuda Indonesia’s economy class seats), and free snack and drink).

***

However, here is one Richard Quest’s quote from the Part VI video, which I think is very important to bear in mind while shopping for plane tickets😉

Remember, “Low Cost” refers to an airline’s operating cost, NOT its fare

***

If you have the time, I recommend you to watch the videos (available at CNN and Youtube):

Part I: London – Brussels – Prague (The European LCCs)

Part II: Prague – Dubai – Colombo (The Gulf LCCs)

Part III: Colombo – Kuala Lumpur – Singapore (The Southeast Asian LCCs (AirAsia))

Part IV: Singapore – Sydney (The Asian Long-Haul LCC (Scoot))

Part V: Sydney – Honolulu – Los Angeles (The Trans-Pacific LCC)

Part VI: Los Angeles – New York – London (The Evolution of LCC)

BAHASA INDONESIA

Oke, ini bukanlah berita baru sih jadi mungkin sudah ada yang pernah mendengarnya sebelumnya🙂 . Btw, posting ini akan berisi tentang dunia penerbangan😉 .

Di bulan Maret tahun ini, seorang wartawannya CNN yang juga lah seorang avgeek kelas berat, Richard Quest, memutuskan untuk pergi keliling dunia untuk mengetes beberapa maskapai. Yaa, sedikit banyak perjalanannya mirip seperti konsep Avgeek Weekend Trip-ku tetapi dalam skala yang lebih besar (dan jauh lebih keren)😛 #iri . Dan jelas lah ia tidak mungkin bisa menyelesaikan perjalanan semacam ini dalam satu akhir pekan aja kan ya. Totalnya ia berkeliling dunia dalam waktu delapan hari.

Berikut ini rute yang ia ambil:

Around the world. Map created with gcmap.com
Keliling dunia dengan Richard Quest. Peta dibuat dengan gcmap.com

Iya, ia terbang dengan rute London – Brussels – Praha – Dubai – Kolombo – Kuala Lumpur – Singapura – Sydney – Honolulu – Los Angeles – New York – London.

Oh, wow, kedengerannya seru kan ya?

Iya sih, mungkin. Tetapi ada satu twist untuk membuat perjalanan ini menjadi lebih seru lagi. Quest membuat satu aturan baku khusus untuk perjalanan ini: Ia (dan timnya) hanya akan terbang dengan:

LCC

😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱

Iya loh, Quest akan terbang keliling dunia dalam sekali pergi dan semua penerbangan yang ia naiki adalah dengan maskapai LCC[1]. Lebih jauh lagi, ia menambahkan aturan ekstra di atasnya: TIDAK BOLEH TERBANG DI KURSI PREMIUM BAHKAN ANDAIKATA ADA KURSI PREMIUM YANG TERSEDIA!!

Richard Quest, Around the World in 8 Days (in LCCs)
Richard Quest, Around the World in 8 Days (dengan maskapai LCC)

Jadi perjalanan lengkapnya kayak gini deh:

  1. London Gatwick – Brussels Zaventem (easyJet)
  2. Brussels Charleroi – Prague (RyanAir)
  3. Prague – Dubai International (FlyDubai)
  4. Dubai Sharjah – Colombo (Air Arabia)
  5. Colombo – Kuala Lumpur (AirAsia)
  6. Kuala Lumpur – Singapore (AirAsia)
  7. Singapore – Sydney (Scoot)
  8. Sydney – Honolulu (Jetstar)
  9. Honolulu – Los Angeles (Allegiant)
  10. Los Angeles – New York JFK (JetBlue)
  11. New York JFK – London Gatwick (Norwegian)

Oh wow. Perjalanannya terdengar antimainstream banget ya tetapi juga menarik. Aku nggak tahu sih apakah aku akan memiliki rasa keingin-tahuan yang sama dalam waktu dekat untuk mencoba perjalanan kayak gini, haha😆 . Tetapi ini membuatku sedikit berpikir.

Aku kemudian mengingat-ingat penerbangan terpanjangku dengan LCC yang pernah kulakukan hingga saat ini; dan ini adalah bersama AirAsia X penerbangan D7 504 dari Kuala Lumpur ke Seoul Incheon di tahun 2013 dengan sebuah pesawat berbadan lebar Airbus A330-300. Mengesampingkan bahwa waktu itu aku sedang nggak enak badan di sepanjang penerbangan (dan harus beberapa kali bolak-balik ke toilet untuk alasan yang tidak akan mau pada baca disini), sebenarnya aku merasa penerbangannya oke-oke saja sih. NAMUN, penerbangannya berlangsung di siang hari (sehingga aku tidak perlu memaksakan diri untuk tidur) DAN aku membeli sebuah kursi di bagian depan pesawatnya di Quiet Zone (nah aku nggak tahu deh ini terhitung “premium” atau tidak). Aku masih ingat waktu itu orangtua dan adikku nggak mau membayar ekstra sehingga mereka mendapatkan kursi di bagian belakang pesawatnya. Katanya di belakang sana nggak enak banget karena ada banyak bayi-bayi yang menangis kencang dan juga beberapa turis yang cerewet banget padahal kalau ngomong seperti menggunakan toa (pengeras suara), dll.

AirAsia X's Airbus A330-343X reg 9M-XXI which brought me to Seoul-Incheon as D7 504.
Penerbangan LCC terpanjangku adalah dengan Airbus A330-343Xnya Air Asia X yang berregistrasi 9M-XXI ini yang membawaku ke Seoul Incheon sebagai penerbangan D7 504 di tahun 2013.

Nah, penerbangan terpanjang LCCku dengan pesawat yang tidak berbadan-lebar adalah bersama AirAsia di penerbangan AK 1320 dari Kuala Lumpur ke Yogyakarta. Lagi, waktu itu adalah penerbangan di siang hari (Sebenarnya mah nggak ada penerbangan malam juga sih yang terbang ke atau dari Yogyakarta) dan karena hanya berdurasi 2,5 jam, penerbangannya juga oke-oke saja.

***

Kenyataannya, LCC memang telah merevolusi dunia penerbangan selama 15 tahun belakangan. LCC tumbuh dengan amat cepat di seluruh dunia (AirAsia di Asia Tenggara, EasyJet dan RyanAir di Eropa, Southwest di Amerika, dll) dan benar-benar menantang banyak maskapai-maskapai full service besar yang sudah mapan. Dengan kuat.

Dan ini adalah satu alasan di balik perjalannnya Richard Quest ini. Untuk menunjukkan seberapa jauh LCC sudah berkembang. Dan, lebih pragmatis lagi, untuk membandingkan servis di antara maskapai-maskapai LCC ini juga (iya, jelas lah ya perbedaan selalu ada bahkan antara maskapai LCC itu sendiri😉 ). Misalnya, perbedaan antara layanan di maskapai FlyDubai dengan rata-rata pelayanan di maskapai LCC lainnya sungguh nampak amat jelas. Misalnya saja, FlyDubai menyediakan IFE personal gratis di setiap kursi, makanan gratis, sebuah Boeing 737 dengan Sky Interior, dan bahkan menawarkan kabin kelas bisnis. Nggak nampak seperti LCC gitu deh menurutku.

Amazing seat pitch on board an Interjet's flight
Dari pengalamanku, maskapai LCC Interjet di Meksiko memberikan fasilitas yang paling oke dari semua maskapai LCC yang pernah kuterbangi (bagasi 50 kg gratis, semua kursinya lapang (lebih lega daripada kursi ekonominya Garuda Indonesia), dan snack beserta minuman gratis)

***

Berikut ini satu kutipannya Richard Quest dari video Bagian VI di bawah, yang menurutku sangat penting untuk selalu diingat ketika sedang mencari-cari tiket pesawat😉

Ingat, “Low Cost” merujuk kepada biaya operasi maskapai, BUKAN kepada harga tiketnya

***

Jika ada waktu, aku merekomendasikan untuk menonton video-videonya deh (tersedia di website-nya CNN dan juga Youtube):

Bagian I: London – Brussels – Prague (LCC Eropa)

Bagian II: Prague – Dubai – Colombo (LCC Timur Tengah)

Bagian III: Colombo – Kuala Lumpur – Singapore (LCC Asia Tenggara (AirAsia))

Part IV: Singapore – Sydney (LCC Jarak Jauh Asia (Scoot))

Part V: Sydney – Honolulu – Los Angeles (Trans-Pacific LCC)

Part VI: Los Angeles – New York – London (Evolusi LCC)

9 thoughts on “#1796 – Around The World in 8 Days (and LCCs)

  1. Woow, all using LCC! I thought that what does the LC means if the ticket price is still…. So it is from the airline’s side. Haha. I couldn’t even imagine how his body feels after the trip..😀

    1. Yes!! Crazy, isn’t it? 😂😂😂

      Yeah, LCC refers more to the airline. It does allow then to sell lower fares but it does not mean they do; especially if the demand is high enough 😉

  2. 8 hari keiling dunia hebat juga dia ya, btw zilko dosen aku juga pernah jelasin kenapa bisa murah itu low cost karena dia gk pake nunggu lama jd langsung berangkat gitu jd sewanya murah tp cmiiw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s