Posted in Aviation

#1785 – Staying Gold

ENGLISH

In the Fall last year, my Flying Blue frequent flyer account qualified for a level upgrade to Gold. As you have read a lot in this blog, I have been enjoying the Gold benefit since then.

Flying Blue Gold, SkyTeam Elite Plus
Flying Blue Gold, SkyTeam Elite Plus

Coming into this year, my goal was to maintain this Gold level. Indeed, Gold is not the highest level in Flying Blue, Platinum that is. However, I felt like it would be difficult for me to satisfy the requirement for Platinum (either to collect 70,000 miles or to fly 60 qualifying flights in 2016). So I thought the target of maintaining Gold, which requirement was the same as to achieve the level (that was to either collect 40,000 level miles or to fly 30 qualifying flights in 2016), was good and reasonable enough😛 .

It turned out that this year I fulfilled the requirement sooner than last year. If I oficially became a Gold member in late October last year, this year my weekend trip to Geneva officially sealed the deal. My AF 1443 flight from Geneva to Paris – CDG was my 30th qualifying flight this year (Actually it was my 28th but I got 2 extra qualifying flights as a bonus this year😉 . Maybe more on this in a later post if I feel like it).

Staying Gold!
Staying Gold!

Even though I reached my goal sooner, at the moment I have no plan to set the bar higher by aiming for Platinum. Why? Well, I do feel like it is still difficult to do, given that I needed seven months this year to get 30 qualifying flights, and I still need 29 more for Platinum. While there are, certainly, more benefits for Platinum members, I feel like at the moment I can live without them. Moreover, now, I don’t have the SkyTeam constraint anymore until the end of the year. I am free to try other airlines outside of SkyTeam, and probably rack up some miles over there too as a “leveraging” strategy😉 . This is certainly a nice freedom to have as an AvGeek😛 .

For the record, though, I still have quite some SkyTeam flights scheduled until the end of this year. However, the quantities will not be enough to qualify me for Platinum, haha.

Anyway, cheers to another year of Gold!🙂

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu
Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu

BAHASA INDONESIA

Di musim gugur tahun lalu, aku berhasil naik level ke tingkat Gold di keanggotaan frequent flyer Flying Blue. Nah, seperti yang bisa banyak dibaca di blog ini, aku sudah menikmati fasilitas-fasilitas yang diberikan dengan keanggotaan Gold ini semenjak itu.

Flying Blue Gold, SkyTeam Elite Plus
Flying Blue Gold, SkyTeam Elite Plus

Masuk ke tahun ini, salah satu resolusiku adalah untuk mempertahankan level Gold ini. Memang sih, Gold bukan lah level tertinggi di Flying Blue, level tertingginya adalah Platinum. Hanya saja, menurutku sulit untukkku memenuhi persyaratan Platinum (antara mengumpulkan 70.000 level miles atau terbang dengan qualifying flights sebanyak 60 kali di tahun 2016). Jadilah aku merasa target mempertahankan Gold, yang mana persyaratannya sama seperti untuk mencapai levelnya (yaitu antara mengumpulkan 40.000 level miles atau terbang dengan qualifying flights sebanyak 30 kali di tahun 2016) cukup oke dan masuk akal😛 .

Ternyata tahun ini targetnya kupenuhi lebih cepat daripada tahun lalu. Jika tahun lalu aku resmi menjadi Gold di akhir Oktober, tahun ini perjalanan akhir pekanku ke Jenewa resmi membuatku memenuhi persyaratan ini. Penerbangan AF 1443-ku dari Jenewa ke Paris – CDG adalah qualifying flight-ku yang ke 30 tahun ini (Sebenarnya yang ke-28 sih tetapi aku mendapatkan bonus dua buah qualifying flight tahun ini😉 . Kapan-kapan kutulis deh kalau tidak malas).

Staying Gold!
Level Gold terpertahankan!

Walaupun target tercapai lebih cepat, saat ini aku tidak memiliki untuk meningkatkan target ke level Platinum. Mengapa? Yah, aku rasa target ini toh masih sangat sulit dicapai. Bayangkan, aku membutuhkan waktu tujuh bulan tahun ini untuk mendapatkan 30 qualifying flights, dan saat ini aku masih membutuhkan 29 lagi untuk naik ke Platinum. Walaupun, jelas, ada lebih banyak keuntungan dan fasilitas di level Platinum, saat ini aku masih oke lah tanpanya. Lebih jauh lagi, sekarang ini aku tidak memiliki batasan untuk terbang dengan SkyTeam lagi sampai akhir tahun ini. Aku bebas untuk mencoba maskapai-maskapai lain di luar SkyTeam, dan mungkin juga membangun pondasi miles-ku disana sebagai bentuk strategi “leveraging”😉 . Dan ini jelas mengasyikkan pula dari sudut pandang seorang AvGeek😛 .

Untuk catatan sih, sebenarnya aku ada beberapa rencana perjalanan sampai akhir tahun ini dengan SkyTeam sih. Namun, jumlahnya tak akan cukup deh untuk naik ke level Platinum, haha.

Anyway, tos untuk satu tahun lagi dengan level Gold!🙂

Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu
Source: http://giphy.com/gifs/leonardo-dicaprio-drinking-fireworks-GCLlQnV7wzKLu

11 thoughts on “#1785 – Staying Gold

  1. Yaay cheers for the gold! Udah dapet lounge access udah seneng deh saya mah :))

    Btw qualifying flights-nya FB susah nggak sih dapetinnya? Apakah harga promo (semacem economy saver atau Mini fare-nya AF) qualified? Dari screenshotnya, QF kamu 31 tapi level miles-nya 6K aja, either susah dapetnya atau abis dipake ke Mexico😛 — which one is it?

    1. Untuk kebanyakan flights sih menurutku nggak susah untuk dapat qualifying flight-nya, terutama di flight yang flight number-nya KL atau AF. Untuk SkyTeam juga relatif gampang hanya saja mesti teliti mengecek subclass tiketnya karena ada beberapa subclass yang 0% (misalnya subclass promonya Garuda). Mulai tahun ini, mini-fare-nya AF juga masuk hitungan kok, lumayaaaan, hehehe😀 .

      Hahaha, itu level miles-nya Ky, alias miles murni yg kukumpulin tahun ini yang bisa digunakan untuk rujukan level; bukan award miles yang bisa kutukerin upgrade/free flight😛 . Kalau award miles kan aku dapatkan juga dari bonus dan dari partner-partnernya Flying Blue (credit card, hotel, sewa mobil, online shop, dll). Nah, ekstra-ekstranya ini nggak dihitung di level miles😛 .

      Tapi iyaa, ketahuan kan strategiku tahun ini: frekuensi terbang jarak dekat tinggi, hahaha😆 . Soalnya level miles ini tergantung harga tiket yang kita bayarkan nih jadi (untukku) lebih sulit dikumpulkan. Untuk dapat level miles yang tinggi, kita mesti beli tiket ekonomi yang nggak promo. Kalau segitu mah kalao long-haul mending beli tiket bisnis sekalian ya. Tiket bisnis yang promo kan miles-nya juga lebih banyak daripada ekonomi yang nggak promo, ahahah😆 .

      1. Wah enak banget kalo Mini fare aja udah masuk qualifying flights! Garuda saya cek beberapa flightnya tapi tinggi banget subclass yang miles-nya nggak 0%, alias pelit banget. Flight CGK-KUL yang udah 1.3 juta one-way aja masih belum dapet miles.

        Ahh enaknya kamu di Eropa jadi short haul-nya bisa banyak jadi lebih mudah kumpulin QF-nya. Makin enak pula buat avgeek yang punya prinsip kalo bisa transit kenapa direct, jadi direct flight yang dihitung 1 QF bisa dihitung at least 2 QF.

        Saya sendiri untung aja jadi membernya Qatar yang sistem point (mirip British Airways) jadi lebih mudah naik levelnya. Kalo pake sistem miles pasti susah naik karena tiketnya diskonan terus jadi milesnya gak pernah 100%. Sementara itu kalo sistem qualifying flights juga susah berhubung frekuensi terbangnya nggak tinggi. Serba salah ya :))

        1. Iyaa, tahun lalu Mini Fare gak dihitung dan gara-gara ini temanku missed 1 flight untuk naik ke Gold, haha😆 .

          Frequent flyer-nya Garuda memang (menurutku) kurang menarik. Pelit (baca: apa-apanya “mahal” :P). Untuk mencapai level SkyTeam Elite Plus, di Garuda harus mencapai level Platinum kan. Padahal dengan Flying Blue SkyTeam Elite Plus bisa dicapai dengan level Gold saja, hehehe😀 . Selain itu, memang di Garuda mesti minimal subclass T untuk dapat miles. Yang promo sih nggak dapat, haha😆 . Tapii, ada pengecualian kok. Kalau frequent flyer kita Garuda Miles, yang 0% di GA ini masih terhitung qualifying flight walaupun kita nggak dapat award miles.

          Iyaa, kalau transit bisa makin cepet ngumpulin poinnya, ahahahah😆 .

          Hahaha, masih PR untukku nih untuk mencari frequent flyer-nya OneWorld yang paling menarik😛 . Itu kalau sistem poin, untuk redeem/upgrade-nya juga pakai poin itu kah? Jadi tertarik nih dengan QR/BA, haha😆 .

          1. Ahh always good to hear new insights re: GFF!

            Untuk oneworld kayaknya kebanyakan pilih BA/CX/QR. Apalagi setelah AA ubah scheme-nya gila-gilaan, jadi banyak yang jump ship ke FF lain😀

            Untuk QR, redeem/upgrade masih pake miles kok. Tapi kalo Gold/Platinum dapet one-time 40 (Gold) atau 80 (Plat) credit gitu yang bisa dipake untuk upgrade 2 leg (e.g. CGK-DOH-AMS). Upgrade 1 class (Y ke J, J ke F) butuh 40 credit, upgrade 2 class (Y ke F) butuh 80 credit.

            1. Iya, yang AA itu aku tahu dari blognya Ben Schlappig itu. Dia ngomel banget soalnya, hahaha😆 . Hmm, aku sering baca memang FFnya BA dan CX, jadi mungkin dua ini memang yang paling menarik ya. Tapi kalau nggak salah waktu kadaluarsa miles-nya cukup pendek pula. Kalau nggak salah (juga), Iberia yang paling lama deh masa berlaku poinnya. Tapi aku belum riset juga redeeming power-nya gimana, hahaha😆 .

              Wuih, asyik juga ya dapat bonus yang langsung bisa dipake untuk upgrade gitu! Hmmm…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s