Posted in Aviation

#1775 – Three Business Class First World Problems

ENGLISH

I flew the business class of a LATAM Chile’s Boeing 787-8 Dreamliner at the end of June (the trip report can be found here and the full story here) upon which I experienced three business class first world problems, lol😆 . Coincidentally, the three problems correspond to before, during, and after the flight. And here they are:

1. Unlimited supply of free Haagen-Dazs ice cream

I have forced myself to live an even healthier life in the past year or so. This includes significantly reducing my consumption of one of my biggest weaknesses: ice cream.

While waiting for my LA 704 flight at the Iberia Executive Lounge at Madrid-Barajas Airport, however, the lounge provided this:

 

😱😱😱😱😱

Damn, they knew my weakness!!

You see, sometimes having some constraints actually helps in achieveing some goals. For instance, thinking that I would need to splurge some extra money to buy some ice cream could help me make the decision not to. Even if I decided to, it was not like that I would buy 10 kg of ice cream. So nonetheless there would be some supply constraint as well.

In this case, however, all those constraints were irrelevant. First of all, the ice cream was Haagen-Dazs so it was the good one. Second of all, it was complimentary. And third of all, there was basically an unlimited supply of it at the lounge! Damn! If I wanted I could consume like 10 cups without having to worry about splurging some money. So in this situation, to make sure that I stayed on track with my healthy life goal, I would need to have strong mind and self control, lol😆 . And it was difficult. But tahnkfully I was able to refrain myself and only had two cups of it during my four hours stay at the lounge. Not bad, was it? 😎

2. Seat pitch too big, could not reach the screen

With 74 inch seat pitch, obviously the seat was extremely roomy and, like, a million times better than a seat in economy class, haha😆 . But it came with a little bit of problem though:

I couldn't reach the screen
I couldn’t reach the screen

Yes, the seat pitch was so big that my extended arm could not even reach the AVOD screen!! Hahahaha😆 .

But of course there was a solution for this though; and an old-fashioned one:

AVOD and the remote control
A remote control

😛

3. Complimentary snack too substantial and good, no appetite for dinner

Being a 2 hours flight between 3 and 6 PM in the afternoon, only a complimentary snack service was provided on board flight LA 704. In business class, however, the complimentary snack was like this:

The complimentary snack service in business class
The complimentary snack service in business class

While it was not really a big meal, it was already enough to make me feel full actually! Haha😆 .

As a result, later on that evening I had no appetite for some real dinner in Frankfurt!! This was, of course, bad because one aspect I enjoyed while travelling was the local food! Hahaha😆 . But hey, a good food in a plane was an experience of its own as well, toch?😉

BAHASA INDONESIA

Aku terbang di kelas bisnisnya maskapai LATAM Chile di pesawat Boeing 787-8 Dreamliner-nya mereka akhir Juni lalu (trip report bisa dibaca di sini dan cerita selengkapnya di sini) dimana ketika itu aku menghadapi tiga first world problems di kelas bisnis, huahaha😆 . Kebetulan pula tiga masalah itu berkorespondensi dengan sebelum, ketika, dan sesudah penerbangannya. Berikut ini deh ketiganya:

1. Suplai tak terbatas dari es krim Haagen-Dazs gratis

Ceritanya setahun terakhir aku sudah berupaya untuk menerapkan gaya hidup sehat kan. Nah, tentu saja ini termasuk pengurangan secara signifikan konsumsi satu kelemahan besarku: es krim.

Nah, ketika menunggu penerbangan LA 704ku di lounge eksekutif-nya Iberia di Bandara Madrid-Barajas, lounge-nya malah menyediakan ini dong:

 

😱😱😱😱😱

Gyaaaa, mereka tahu kelemahanku!!

Terkadang, memiliki batasan itu justru membantu loh untuk mencapai beberapa target. Misalnya saja, berpikir bahwa aku harus membuang-buang uang ekstra untuk membeli beberapa es krim membantuku untuk membuat keputusan untuk tidak membelinya. Toh jika aku membeli, nggak mungkin juga kan aku membeli 10 kg es krim gitu. Jadi bagaimana pun juga toh pasti akan ada batasan dari segi jumlah yang tersedia juga.

Di kasus ini, tapinya, semua batasan di atas itu tidak lagi relevan. Pertama-tama, ini es krimnya Haagen-Dazs loh jadi kan es krim enak gitu ya. Yang kedua, es krimnya adalah suatu komplimen. Yang ketiga, pada dasarnya suplainya tidak terbatas nih di lounge itu! Sial! Jadi jika aku ingin mengonsumsi, misalnya, 10 buah es krim itu ya bisa-bisa aja tanpa perlu mengkhawatirkan masalah pemborosan. Jadi di situasi ini, untuk memastikan agar aku tetap berada di jalur yang benar dalam gaya hidup sehatku itu, aku harus memiliki daya pikiran dan kontrol diri yang kuat, hahaha😆 . Dan susah loh ini. Tetapi toh untungnya aku bisa menjaga diriku sendiri dan makan dua buah es krim saja di empat jam yang kuhabiskan di lounge-nya. Lumayan lah ya? 😎

2. Seat pitch yang besar banget, nggak bisa menyentuh layar AVOD 

Dengan seat pitch 74 inci (sekitar 187 cm), jelas kursi di pesawatnya sungguh lah lapang dan, setidaknya, satu juta kali lebih enak daripada kursi kelas ekonomi deh, haha😆 . Tetapi ada masalah kecil juga sih:

I couldn't reach the screen
Aku nggak sampai mencapai layarnya

Iya, saking panjangnya seat pitch-nya itu, aku tidak bisa mencapai layar AVODnya itu dengan lenganku!! Hahahaha😆 .

Tetapi tentu saja ini ada solusinya dong ya; dan solusinya bukanlah solusi terbaru kok:

AVOD and the remote control
Sebuah remote control

😛

3. Snack komplimen yang besar dan enak, kekenyangan untuk makan malam 

Sebagai penerbangan 2 jam antara jam 3 dan jam 6 sore, hanya layanan snack komplimen saja lah yang diberikan di penerbangan LA 704 ini. Di kelas bisnis, tapinya, snack komplimennya kayak gini:

The complimentary snack service in business class
Layanan snack komplimen di kelas bisnis

Walaupun bukan lah menu yang besar, tetapi ternyata porsi segitu pun sudah membuatku kenyang loh! Haha😆 .

Sebagai akibatnya, malamnya itu aku jadi tidak nafsu untuk makan malam deh di Frankfurt karena masih kenyang!! Ini, tentu saja, adalah masalah karena satu aspek yang kunikmati ketika jalan-jalan itu adalah makan-makannya! Hahaha😆 . Tetapi, toh makan makanan enak di pesawat itu juga lah sebuah pengalaman tersendiri, bukan? ;)

26 thoughts on “#1775 – Three Business Class First World Problems

  1. Walaupun belum pernah naik business class, tapi di economy pun pernah ngerasain yang namanya males tap tap layar AVOD yang touchscreen kalo lagi posisi nyender banget (maklum orang pendek, jadi tangannya pendek juga). Jadi suka greget kalo flight AVOD-nya touchscreen dan gak nyediain remot *penumpang ekonomi banyak minta*

    Btw bingung judulnya, jadi Business apa First😛

    1. Huahaha, iya ya, sebenarnya walaupun layarnya touch screen, remote pun masih berguna setidaknya untuk back-up andaikata layarnya ngadat kan😛 .

      Huahaha, maksudnya first world problem ketika naik business class😛 .

    1. Huahaha, iya tuh diskon bisa bener-bener bikin kalap bener. Disini rasa-rasa tertentu kadang-kadang gak kira-kira diskonnya (sampe 80%). Kan jadi menggoyahkan iman kalo begitu ceritanya, huahaha😆 .

  2. hahaha first world problem ! aku termasuk yg jarang protes sama makanan pesawat, jadi kebayang deh kalau udah keburu kenyang duluan di pesawat, pas di tujuan malah udah kenyang yaa .. another first world problem jadinya pas sampe tujuan :p

    1. Ah, tidak juga. Tergantung maskapai penerbangannya apa, tidak ada hubungannya apakah maskapai Indonesia atau maskapai luar negeri. Naik Garuda Indonesia juga mau minta tambah pun boleh. Di penerbangan jarak jauhnya, disediakan snack gratis di galley yang bisa diambil sesuka hati, misalnya.

  3. Sayang sih yah es krim bisa lumer, kalau nggak sih ( kalau aku yg duduk di lounge ) wes tak embat wkwkwk.. Tapi ngomong2 itu snacknya di peswat dah porsi gede gitu. Lagi mikir, main coursenya brp menu ya? 😅😅😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s