Posted in Conference Trip, EuroTrip, One Week Trip, Vacation

#1753 – A Conference Trip to Munich (Part III: Munich)

ENGLISH

Posts in the A Conference Trip to Munich series:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

Munich

The Staatskanzlei in Munich
The Staatskanzlei in Munich

In the one day that I had in Munich, I created my own walking route plan in the Altstadt (the Old Town) crossing as many interesting marked sites in the free map I got from my hotel as possible.

And what can I say, as I said in the Introduction, I found Munich, especially the Altstadt, to be very beautiful. Really. I mean it. The architecture, the gardens, the city plan, the gates, the buildings, etc. I felt like everything was harmonious so it created this very pleasant and nice atmosphere. I don’t know. I just really liked it.

The Isartor in Munich
The Isartor in Munich

But it was only in the Altstadt though. The other part of the city was pretty much “normal” and just like any other busy European cities, hahaha😆 .

Allianz Arena

As I mentioned in Part I: Garching, my hotel in Garching was actually located quite close to the Allianz Arena. Football fans would immediately know what that is but perhaps not for non-football fans (like me). So, the Allianz Arena is a football stadium located to the north of Munich that is home to one of the top German football clubs: Bayern Munchen.

A proof that I visited the Allianz Arena in Munich
A proof that I visited the Allianz Arena in Munich

So obviously on my way from Garching to Munich, I decided to stop by there as the stadium was located not so far away from the U-Bahn Station Frötmanning. I did not enter the stadium, btw, as I was not really a football fans so the €19 felt like a lot to me and I’d rather spend it on something else (like good food, for instance, haha😆 ). So I was just standing outside of the stadium and took a few photos. At least now I have proofs that “I have been there”, haha😆 .

The Food

A Bavarian three course menu

My Yelp app suggested me a Bavarian restaurant and so obviously I gave it a try. After looking at their menu, I decided to go with their three course menu. This was because with the regular German serving-size, I felt like a three course menu was the better option because, hopefully, they would adjust the size accordingly, haha😆 . And they did, though still kinda big but it was okay, haha😆 .

A Schmankerlteller
A Schmankerlteller

For starter, I got a Bavarian soup called Griessnockerlsuppe which tasted a little bit like bakso soup in Indonesia, so it was nice. For the main course, I had a Bayrischer Schmankerlteller which was a pork shoulder dish with Bavarian sausages and kartoffelknoedel. It was also delicious, especially the sausages and the pork shoulder, but not so much the kartoffelknoedel which I generally did not really like anyway (I found the structure to be a bit too “strange” to my liking). For dessert, I got two very delicious apfelkuecherl which was served with cream and ice cream🙂 .

A German gourmet dinner

Saltimbocca alla Romana
Arguably the fanciest German food I have ever had

In my last evening in Munich, I decided to go to a fancier German restaurant which Yelp also suggested me. I ordered a Saltimbocca alla Romana which was a veal dish wrapped with bacon and served with asparagus and boiled potatoes. And it was SO good plus the serving size was normal and just fit! Hahaha😆 . For dessert, I had a serving of chocolate mousse and ice cream. The chocolate mousse was okay but I found the ice cream to be too salty. I am not sure if it was supposed to be like that though, but it tasted extremely strange!!

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Conference Trip to Munich:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

Munich

The Staatskanzlei in Munich
Staatskanzlei di Munich

Di satu hari yang kumiliki di Munich, aku menyusun rute jalan kakiku sendiri di Altstadt (Kota Tua)-nya Munich melewati sebanyak mungkin tempat menarik yang ditandai di peta gratisan yang kudapatkan dari hotel.

Dan gimana ya, seperti yang kubilang di Introduction, bagiku Munich, terutama Altstadt-nya, itu sungguh indah. Beneran. Serius. Arsitekturnya, taman-tamannya, penataan kotanya, gerbang-gerbangnya, gedung-gedungnya, dll. Aku merasa semuanya ditata dengan harmonis sehingga atmosfernya sungguh asyik dan kotanya nampak kece banget. Aku sukaaa.

The Isartor in Munich
Isartor di Munich

Tetapi perasaan ini hanya kurasakan di Altstadt-nya saja sih memang. Bagian lain kotanya ya “biasa” saja dan memang mirip seperti kota-kota besar Eropa lainnya, haha😆 .

Allianz Arena

Seperti yang kusebutkan di Bagian I: Garching, hotelku di Garching berlokasi cukup dekat dengan Allianz Arena. Fans sepakbola tentunya langsung tahu apaan itu Allianz Arena ya tetapi mungkin tidak seperti itu bagi yang bukan fans sepakbola (seperti aku). Jadi, Allianz Arena adalah sebuah stadion sepakbola berlokasi di utaranya kota Munich yang mana merupakan kandang dari salah satu klub sepakbola topnya Jerman: Bayern Munchen.

A proof that I visited the Allianz Arena in Munich
Bukti bahwa aku pernah ke Allianz Arena di Munich

Jadi jelas dong ketika aku kembali dari Garching ke Munich, aku memutuskan untuk mampir di stadionnya yang berlokasi tidak jauh dari stasiun U-Bahn Frötmanning. Aku nggak masuk ke dalam stadionnya sih, btw, karena aku bukan fans sepakbola sehingga harga tiket masuk sebesar €19 (sekitar Rp 300 ribu) terasa mahal bagiku dan mendingan buat yang lain kan ya (makan enak, misalnya, haha😆 ). Jadilah aku berdiri di luar stadionnya dan foto-foto aja dari sana. Setidaknya sekarang aku memiliki bukti bahwa “aku sudah pernah kesana” kan, haha😆 .

Makanannya

Three course menu Bavaria

App Yelp-ku menyarankan sebuah restoran Bavaria dan jelas aku memutuskan untuk mencobanya. Setelah melihat menunya, aku memutuskan untuk memesan menu three course mereka. Ini karena dengan ukuran rata-rata sebuah menu di Jerman, aku rasa menu three course adlaah pilihan terbaik karena, mudah-mudahan, ukurannya mereka sesuaikan ya, haha😆 . Dan memang beneran begitu lho, walaupun masih besar juga sih, haha😆 .

A Schmankerlteller
Seporsi Schmankerlteller

Untuk makanan pembuka, aku memesan sup Bavaria bernama Griessnockerlsuppe yang rasa kuahnya mirip seperti kuah bakso di Indonesia, jadi lumayan lah. Untuk makanan utama, aku memesan Bayrischer Schmankerlteller yang mana adalah bahu babi yang disajikan dengan sosis ala Bavaria dan kartoffelknoedel. Rasanya enak, terutama sosisnya dan bahu babinya, tetapi aku kurang begitu suka rasa kartoffelknoedel (aku merasa strukturnya terlalu “aneh” untuk lidahku). Untuk pencuci mulut, aku mendapatkan dua buah apfelkuecherl enak banget yang disajikan dengan krim dan es krim🙂 .

Makan malam gourmet di Jerman

Saltimbocca alla Romana
Mungkin makanan Jerman paling “fancy” yang pernah kumakan

Di malam terakhirku di Munich, aku memutuskan untuk makan di sebuah restoran Jerman yang juga disarankan Yelp. Aku memesan Saltimbocca alla Romana yang mana adalah daging sapi muda yang dibalut dengan bacon dan disajikan dengan asparagus dan kentang rebus. Dan rasanya memang enak BANGET plus ukurannya standar dan pas banget! Hahaha😆 . Untuk pencuci mulut, aku memesan sebuah menu mousse coklat dan es krim. Mousse coklatnya enak sih tetapi aku merasa es krimnya agak terlalu asin. Aku nggak tahu apakah memang seharusnya seperti itu, tetapi rasanya aneh banget!!

BERSAMBUNG…

27 thoughts on “#1753 – A Conference Trip to Munich (Part III: Munich)

    1. Hahaha tergantung definisi susah itu gimana 😝. Untukku sih kalau buat membaca aja ngga masalah karena banyak kemiripan dgn bahasa Belanda, hahaha 😂

        1. Hahaha, artinya sedang naik doong. Kan indikasi perekonomian yang membaik itu inflasi yang positif (asalkan terkontrol, karena kalau tidak terkontrol penyebab inflasinya bukan perekonomian yang membaik😛 ). Eh tapi kalo 90% mah bahaya juga ya😛

            1. Tergantung besarannya, hehe. Kalau harga-harga pada turun, artinya perekonomian sedang melesu artinya orang-orangnya pada tidak mampu membeli kebutuhan sehari-hari dengan “harga lama” kan, hehe🙂 .

  1. Aku waktu di Inggris cuma 1x masuk stadium Ko, itu juga ga nonton, cuma stadium tour aja di tempatnya MU… just for the sake of “being there” hahaha. Sisanya sempet sama temen2 muter2 stadium2 lain tapi aku cuma nunggu di luar foto2 aja😉

    1. Iya Chris, kalau nggak ngefans-ngefans amat mah dari luar aja udah oke ya. Aku juga dulu pernah masuk 1x sewaktu di Madrid for the sake of “being in a big football stadium” juga😛 . Tapi habis itu nggak pernah lagi, nunggu di luar aja, hahaha😆 . Dulu sewaktu ke Manchester juga sempat mau masuk sih, tapi nggak bisa karena sorenya ada pertandingan bola jadi stadionnya sedang ditutup untuk persiapan pertandingannya😛 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s