Posted in Conference Trip, EuroTrip, One Week Trip

#1751 – A Conference Trip to Munich (Part II: The Conference)

ENGLISH

Posts in the A Conference Trip to Munich series:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

The Conference

The mathematics building in TUM
The mathematics building in TUM

As I said in the Introduction, this was the most interesting conference (topic-wise and people-wise) which I have ever attended. All the talks were very interesting and closely related to my research; and the list of attendees was amazing as well. After the conference, I felt like I have become a “smarter” person with a lot of new knowledge which I got throughout. So from this point of view, the conference was definitely a success for me.

In the conference, I was just an “attendee” who did not have to present anything. However, technically I still did. My supervisor was one of the invited speakers and she decided to present my research. In a way it was similar to the seminar I gave in Delft in January this year, haha😆 . She, of course, introduced me as well during the presentation and afterwards I got a few questions and comments from some other PhD students as well. So presentation-wise, the conference was also a success.

Technically still "presenting"
Technically still “presenting”

I also learned a lot during the conference regarding the politics in academia. You see, in academia, a conference is not just about the presentations. A very important aspect (even probably more important than the talks) of the conference is the networking opportunity where ones can meet, in person, other researchers or professors in a similar field. By networking, I mean in a much deeper level than just exchanging business cards or introducing themselves even though this could be true for newbies like me. However, most of the established people in the conference have already known each other so they are well beyond that. What they are after is, for instance, a collaboration possibility, research grant proposal, etc. You know, the “making money” part in academia life. This showed me how the other side of the academia working life is and helped me a lot in making big decision for my future😉 . So in this sense, the conference was a success too.

Beer reception
The beer reception was a good place for networking

As I was relatively a newbie (though my supervisor said she couldn’t introduce me as a “new” student as I was rather “old” because I was already approaching the end of my fourth year, haha😆 ), I was introduced a few times to several different professors during the conference. We planned to invite one of them to be part of my PhD graduation committee so it would be great if I made good impression. Let’s just say I hope I did, haha. During a dinner, this professor actually quizzed me about a mathematical question after I had a few sips glass of beer on which he joked he would agree to be in the committee only if I could answer the question. Luckily I could, ahahahah😆 . So from this point of view the conference was a success as well😛 .

The Conference Dinner and Social Events

As in any conference, there was an organized conference dinner as well and, obviously, I joined in. The dinner was a buffet dinner at a fancy Bavarian restaurant in the small town of Garching. I sat in the PhD tables (well, it was basically free where you could sit but, unsurprisingly, naturally the professors tend to sit together and so do the PhDs, hahaha😆 ) which was nice because we were pretty much in the same stage of our careers of course😛 . The dinner itself was nice. It started with a buffet appetizers followed by a buffet main courses (which were super fatty to be honest, including fried pork skin!). And then the super delicious dessert, a Kaiserschmarrn served with jam and ice cream, was served on the table.

A Kaiserschmarrn with jam and ice cream
A Kaiserschmarrn with jam and ice cream

There were other unofficial social events as well, such as dinner and drinks at a few biergartens, which were really nice!

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seri A Conference Trip to Munich:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

Konferensinya

The mathematics building in TUM
Gedung matematikanya TUM

Seperti yang kusebutkan di posting Pembukaan (Introduction), konferensi ini adalah konferensi paling menarik (dari segi topik dan peserta) yang pernah kuhadiri. Semua presentasinya sungguh amat menarik dan memang berkaitan erat dengan risetku; dan daftar pesertanya juga keren banget. Setelah konferensi ini, aku merasa aku telah menjadi semakin “pintar” dengan ide-ide dan pengetahuan baru yang kudapatkan sepanjang konferensi. Jadi dari sisi ini, konferensinya sukses untukku.

Di konferensinya, aku hanyalah “peserta” saja karena aku tidak mempresentasikan apa pun. Namun, secara teknis aku masih presentasi sih. Pembimbingku adalah salah seorang invited speaker di konferensi ini dan ia memutuskan untuk mempresentasikan risetku. Jadilah presentasinya kurang lebih mirip seperti seminar yang kuberikan di Delft Januari lalu, haha😆 . Ia, jelas, memperkenalkan aku juga di presentasinya sehingga setelahnya aku mendapatkan beberapa pertanyaan dan komentar dari beberapa mahasiswa PhD lainnya. Jadi dari segi presentasi, konferensi ini juga lah sukses.

Technically still "presenting"
Secara teknis aku masih “presentasi”

Aku juga banyak belajar dari konferensi ini mengenai politik di dunia akademia. Di dunia akademia, sebuah konferensi itu lebih daripada sekedar presentasi-presentasinya saja. Salah satu aspek sangat penting (bahkan mungkin lebih penting daripada presentasinya) dari sebuah konferensi adalah kesempatan untuk networking dimana kita bisa bertemu, langsung bertatap-muka, dengan peneliti-peneliti dan profesor-profesor lain di bidang yang sama. Dengan networking, maksudku adalah definisinya yang jauh lebih dalam daripada sekedar bertukar kartu-nama atau memperkenalkan diri ya walaupun mungkin ini bisa jadi benar untuk newbie seperti diriku. Namun, kebanyakan peserta yang sudah mapan di konferensi ini kan sudah saling kenal satu sama lain cukup lama sehingga hubungan mereka juga sudah lebih akrab daripada itu. Yang mereka inginkan, misalnya, biasanya adalah kemungkinan untuk berkolaborasi, menulis proposal untuk pendanaan riset, dll. Tahu lah, bagian “mencari duit” dari kehidupan di akademia. Ini menunjukkan sisi lain dari kehidupan pekerjaan di dunia akademik dan sungguh amat membantuku membuat keputusan besar untuk masa depanku nantinya😉 . Jadi dari sisi ini, lagi, konferensinya sukses.

Beer reception
Resepsi bir ini adalah kesempatan baik untuk networking

Karena aku masih cukup newbie (walaupun pembimbingku bilang ia tidak bisa memperkenalkanku sebagai orang “baru” karena aku sudah lumayan “tua” dimana aku sudah mendekati akhir dari tahun keempatku kan, haha😆 ), beberapa kali aku dikenalkan dengan beberapa profesor di konferensi ini. Kami berencana mengundang salah seorang profesor untuk menjadi bagian dari komite kelulusan PhDku sehingga penting dong ya bagiku untuk memberikan kesan yang oke #pencitraan. Mudah-mudahan sih aku sukses ya, haha. Nah, di suatu acara makan malam, profesor yang kita undang itu tiba-tiba memberikanku sebuah kuis soal matematika dong setelah aku minum dua gelas bir dan ia berkata ia (bercanda sih) akan setuju untuk mengambil bagian sebagai komiteku apabila aku bisa menjawab pertanyaannya. Ih. Untungnya aku bisa menjawab kuisnya dengan benar, ahahahaha😆 . Jadi dari sisi ini, konferensinya sukses lagi kan ya😛 .

Conference Dinner dan Acara-Acara Sosial

Seperti layaknya sebuah konferensi, ada sebuah conference dinner yang diselenggarakan dan, jelas dong, aku ikutan. Makan malamnya adalah makan malam buffet di sebuah restoran Bavaria di kota kecil Garching. Aku duduk di meja PhD (sebenarnya bebas sih mau duduk dimana tetapi, tidak mengherankan, secara alami jelas dong ya para profesor cenderung duduk berkumpul bersama dan begitu pula para mahasiswa PhDnya, hahaha😆 ) yang mana asyik juga karena kami kan kurang lebih berada di tingkat yang sama di karir kami😛 . Makan malamnya sendiri asyik banget. Dimulai dengan menu pembuka buffet dan diikuti oleh menu makanan utama buffet (yang mana sangat amat berlemak, termasuk kulit babi goreng!) dan diakhiri dengan pencuci mulut, sebuah Kaiserschmarrn yang disajikan dengan selai dan es krim, yang diantarkan ke setiap meja.

A Kaiserschmarrn with jam and ice cream
Kaiserschmarrn dengan selai dan es krim

Ada juga beberapa acara sosial tidak resmi lainnya, misalnya makan malam dan acara minum-minum di beberapa biergartens, seru deh!

BERSAMBUNG…

14 thoughts on “#1751 – A Conference Trip to Munich (Part II: The Conference)

  1. Ko, foto yang terakhir, yg density, rasa mau pingsan lihatnya haha. Kalau sekarang disuruh garap2 gitu masih belum sanggup lagi. Terakhir berhubungan dengan formula2 ruwet seperti itu ya pas tesis 1.5 tahun lalu. Itupun otakku sudah keriting nggarapnya haha.

    1. Ahahah iya bikin stress ya memang. Makanya ini sementara aplikasinya masih di dimensi rendah dulu 😝😝😝, apalagi yg aneh-aneh gitu, ahahah

    1. Iyaa. Kalo ilmunya sebenernya bisa didapat dengan baca paper gitu kan sebenarnya. Tapi kesempatan ketemu langsung orangnya ya cuma bisa via conference kan 😝

  2. aku jadi bayangin film Hollywood
    lupa judulnya
    persaingan di dunia peneliti yg tinggi sp main sikut sana sini termasuk soal pendanaan dan caplok ide

    1. Hehehe, ini bener banget!!! Di grupku pernah terjadi kejadian yang mirip seperti itu; tetapi kejadiannya sebelum aku mulai kerja disini dan aku tahu dari cerita pembimbingku dulu, hahaha😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s