Posted in About Myself, Contemplation, Thoughts

#1749 – My Next Step In Life

ENGLISH

As I am approaching the end of my PhD contract now (time really flies!), a question I have recently had to answer is “What is next?“. By that, of course I mean what I want to do next after I finish my PhD.

First of all, let us clarify a definition. Here, my definition of “finishing my PhD” is to submit the final draft of my dissertation (which is in the form of a real book here in TU Delft). And for now, my target is to do that before the end date of my contract at the end of this August. As to when I will actually get the PhD degree, it still depends on a lot of stuffs because there are so many things (mostly bureaucratic) to be taken care of (One big problem is that there literally is only ONE room in the entire university where a PhD defense can take place and of course there are hundreds of PhDs who are about to graduate). This means it can literally take months before I actually get the degree, haha😆 . But that is fine and is actually very normal to be observed in TU Delft.

Anyway, after the contract ends, of course I am free to do whatever I want because I will no longer be employed by the university. The question is “Doing what?

Thinking about life at work
Thinking about life at work

The Choices

In general, there are two (life) paths which I can choose at this point: to stay in academia or, contrary to popular belief in Indonesia, to switch to industry. The first path is obvious: I would pursue a career in academia to, in the end, get (at least) a tenured position in a university. The second path is also obvious: I would try to find a (“regular”) job in the industry.

You know what, I feel very lucky to get this PhD position in 2012 (I would like to send my eternal gratitude to my Master thesis supervisor who recommended me for this position😉 ). Why? Obviously one major part of my research is to tackle the theoretical work. Everybody knows that and that is pretty much what people think when they hear “a PhD research”. However, my research has another dominant side: the real-life application. A big part of my research is funded by a big state-owned Dutch company and my task is to work on one problem that they have.

So in short, I got a taste of both worlds through this research which would help me make my decision regarding what I would do next😉 . Here is another consideration: I have pretty much been in formal education all my life since my kindergarten years, lol😆 . And so I feel like I have had enough time in it and I want to do something different. It happens that this inclination also matches my current preference regarding the two worlds I mentioned at the beginning of this paragraph.

Yes, this means a decision has been made (since months or even years ago, actually :P): I want to switch to industry after I finish my PhD.

Thankfully I didn’t need to flip a coin to make a decision

This is not to say that I will never ever come back to academia. The possibility that I would hate working in the industry, of course, is non-zero and maybe some years from now I would want to come back to academia, haha😆 . Afterall who knows what might happen in life, right?😉 However, I just know this is the path that I must take. Deep in my heart, I know I would have had much bigger regret not trying to go to industry than having chosen to go industry and ending it not liking it.

Money-wise, well, first of all, let me tell you that I have never been the guy who is all about the money. To me, it is much more important to do what I like AND follow what my heart tells me. But in this case, though, of the two options it happens that, in general, a career in the industry actually pays more than a career in academia. So, why not?😛

What are the real steps?

Okay, now that I have made this decision, I would need to assess my options.

And, contrary to popular belief in Indonesia which states that someone with a PhD degree can only work in a university, there are actually tons of opportunities to work in industry for people with a PhD degree (at least here in the Netherlands, or a lot of other developed countries). Even actually there are many vacancies which require the applicants to have, at least, a PhD degree (or close to finishing it). For this reason, I have decided that I will not come back to Indonesia (at least in the near foreseeable future🙂 ).

Even in some companies, an applicant with a PhD degree gets an edge than someone with only a Master degree where (1) the interview process is much more streamlined and (2) the company usually offers higher salary for the same position.

Ok sure. You might ask then “How many of those positions are available?

Got a job already😉

Well, let me just say that now, I have got a very interesting job in Amsterdam lined up for me to start this coming October😉 (I deliberately asked to start in October so I can make September as my sabbatical month where I can afford to not care about this world, lol😆 ). And actually, I got two job offers in May and I decided to choose one that matched my interest, in a much more interesting location, and (thankfully) would pay better. Even for one of them I actually was approached by a recruiter who offered me the position😉 . I will write the story about this in a separate post😉 .

You see? Yeah, the opportunity is, indeed, there. Maybe this is due to the combination of the recovering Western economy and the expertise (and experience) which I have developed during my PhD is in high demand in industry nowadays (it is a rapidly growing field). But whatever that is, I am grateful that I am given the opportunity to take the path I exactly want to do and what my heart tells me to do.

😊

River Amstel in Amsterdam
A new start in Amsterdam

BAHASA INDONESIA

Karena aku sudah dekat dengan akhir kontrak PhD (S3)-ku sekarang (waktu berlalu dengan cepat!), sebuah pertanyaan yang harus aku jawab adalah “Selanjutnya apa nih?“. Dengan pertanyaan ini, maksudku adalah apa yang ingin kulakukan setelah menyelesaikan S3 ini.

Pertama-tama, berikut ini kondisiku saat ini. Yang aku definisikan dengan “menyelesaikan S3” adalah memasukkan draft akhir dari disertasiku (yang mana dalam bentuk buku di TU Delft). Dan sekarang ini, targetku adalah melakukan ini sebelum kontrakku berakhir di akhir bulan Agustus. Mengenai kapan aku akan mendapatkan gelar S3 itu, ini tergantung dari banyak hal (kebanyakan sih birokrasi) yang harus diurus (Satu masalah besar adalah hanya ada SATU ruangan di kampus TU Delft dimana sidang S3 boleh diberlangsungkan sementara ada ratusan mahasiswa S3 yang akan lulus). Ini berarti memang bisa memakan waktu beberapa bulan sampai aku beneran mendapatkan gelarnya, haha😆 .Tetapi itu tidak apa-apa sih dan biasa kok di TU Delft.

Anyway, setelah kontrak berakhir, jelas dong aku bebas melakukan apa pun karena aku kan bukan lagi karyawan universitas. Pertanyaannya adalah “Melakukan apa?

Thinking about life at work
Berpikir mengenai kehidupan di kantor

Pilihan-pilihan yang ada

Secara umum, ada dua jalan (hidup) yang bisa aku pilih saat ini: untuk tetap bekerja di akademia atau, bertentangan dengan pendapat umum di Indonesia, untuk berpindah haluan ke industri. Pilihan pertama jelas: aku akan mengejar karier di dunia akademia untuk, pada akhirnya, mendapatkan (setidaknya) posisi tenured (posisi tetap) di sebuah universitas. Pilihan kedua juga jelas sih: aku akan berpindah haluan dan bekerja (“biasa”) di industri.

Aku merasa beruntung dengan posisi S3 yang kudapatkan di tahun 2012 ini (untuk ini, aku mengucapkan banyak banget terima kasih ke pembimbing thesis S2-ku yang merekomendasikanku untuk posisi ini😉 ). Mengapa? Jelas salah satu bagian utama risetku adalah penelitian teoretis ala akademia. Semua orang juga tahu dan rasanya memang ini lah yang muncul di pikiran orang-orang ketika mendengar “riset S3”. Namun, risetku memiliki sisi dominan lainnya: aplikasi nyata. Sponsor utama risetku adalah sebuah perusahaan nasional Belanda dan tugasku adalah mencoba menyelesaikan sebuah permasalahan besar yang mereka miliki.

Jadi secara singkat, aku bisa mencicipi kehidupan kerja di kedua dunia melalui satu riset ini yang sungguh amat membantuku membuat keputusan mengenai apa yang ingin kulakukan selanjutnya😉 . Berikut ini pertimbangan lainnya: aku sudah berada di dunia pendidikan formal non-stop semenjak TK, hahaha😆 . Jadilah aku merasa sudah cukup dan aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Kebetulan keinginanku ini cocok dengan preferensiku mengenai dua dunia yang kusebutkan di awal paragraf ini.

Ya, ini memang berarti sebuah keputusan sudah kubuat (semenjak berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun yang lalu sih sebenarnya😛 ): aku ingin bekerja di industri setelah menyelesaikan S3ku.

Untungnya aku tidak perlu melempar koin untuk membantuku membuat keputusan

Ini bukan berarti aku tidak akan pernah kembali ke dunia akademia selama-lamanya ya. Yang namanya kemungkinan dimana ternyata aku sangat tidak suka bekerja di industri jelas ada sehingga mungkin beberapa tahun lagi aku ingin kembali ke akademia, haha😆 . Yang namanya masa depan siapa yang tahu kan?😉 Namun, aku tahu ini adalah langkah yang harus aku ambil. Dari dalam lubuk hatiku, aku tahu rasa penyesalanku akan lebih besar dengan tidak mencoba berpindah haluan ke industri daripada memilih berpindah ke industri dan ternyata tidak menyukainya.

Dari segi masalah uang, hmm, pertama-tama, aku tekankan dulu bahwa aku bukanlah seseorang yang paling mementingkan yang namanya uang/gaji/pendapatan. Untukku, jauuh lebih penting untuk bekerja melakukan sesuatu yang aku sukai DAN sesuai dengan/mengikuti kata hatiku. Tetapi di kasus ini, dari dua pilihan tersebut, kebetulan secara umum pendapatan dari karir di industri itu lebih tinggi daripada karir di akademia. Jadi, mengapa tidak kan?😛

Apakah langkah nyataku?

Oke, sekarang dimana pilihan sudah kutetapkan, aku perlu menilai pilihan-pilihan nyataku kan ya.

Dan, bertentangan dengan pendapat umum di Indonesia yang menyatakan bahwa seseorang dengan gelar S3 itu hanya bisa bekerja di universitas, sebenarnya ada banyaak sekali kesempatan di industri bagi seorang Doktor (setidaknya di Belanda yah, dan di negara-negara maju lainnya). Bahkan ada beberapa lowongan yang mensyaratkan pelamarnya untuk berpendidikan minimal S3 loh (atau nyaris menyelesaikannya). Karena alasan ini, aku juga sudah memutuskan untuk tidak akan kembali ke Indonesia (setidaknya dalam waktu dekat🙂 ).

Bahkan di beberapa perusahaan, seorang pelamar dengan gelar S3 juga memiliki keuntungan loh dibandingkan seorang pelamar dengan gelar S2 saja dimana (1) proses interview-nya lebih mulus dan (2) perusahaan biasanya memberikan gaji yang lebih tinggi untuk posisi yang sama.

Oke, oke. Mungkin pertanyaan selanjutnya adalah “Memang ada berapa banyak posisi seperti itu?

Sudah dapat kerjaan kok😉

Hmm, aku kasih tahu saja ya, aku sudah mendapatkan sebuah pekerjaan super menarik kok di Amsterdam yang akan aku mulai Oktober ini😉 (sengaja aku minta mulai di bulan Oktober agar aku bisa liburan panjang di bulan September dimana aku bisa tidak memedulikan semua urusan di dunia kan ya, hahaha😆 ). Dan sebenarnya, aku mendapatkan dua tawaran pekerjaan di bulan Mei dan aku memutuskan untuk memilih satu yang cocok dengan kesukaanku, di lokasi yang lebih menarik, dan (untungnya) juga memberikan gaji yang lebih tinggi. Bahkan untuk salah satunya aku yang didekati seorang recruiter yang menawariku posisi itu😉 . Pengalaman ini akan kutulis di sebuah posting yang akan datang😉 .

Nah kan? Ya, peluangnya memang ada sekarang. Mungkin ini adalah akibat kombinasi antara perekonomian Barat yang mulai pulih dan keahlian (dan pengalaman) yang kukembangkan selama S3 ini memang amat dibutuhkan di dunia industri sekarang ini dan nantinya (ini adalah bidang yang berkembang memang). Tetapi apa pun itu, aku merasa bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengambil sebuah jalan yang memang ingin aku jalani dan sesuai dengan kata hatiku.

😊

73 thoughts on “#1749 – My Next Step In Life

  1. Gefeliciteerd Ko!. Heel veel succes voor jouw toekomst. Aku lihat di Linkedin memang banyak ya industri di Belanda ini yg nyari lulusan S3 atau yg sedang menyelesaikan S3. Nebak, kerjanya di Schiphol kayaknya nih haha.

    1. Dankje!!🙂 Iya, di Belanda memang banyak industri yang mencari lulusan S3. Enak jadi ada pilihannya kan😀 . Ah, kalau Schiphol mah di luar kota, aku nanti jadi anak kota kok😛 .

  2. Congrats! Disini PhD masih susah dipasarkan, mungkin kalo sangat niche banget baru bisa. Setahu aku companies males menghire PhD krn demand salary nya pasti lebih tinggi, mungkin karena aku juga kerja di bidang (practical) engineering, jadi phD ga terlalu on demand.

    1. Thanks! Aku kurang tahu sih secara umum di Denmark gimana. Hanya saja temanku yang baru aja selesai S3nya dapat dua tawaran kerja di industri juga kok di Copenhagen, hehe🙂 . Berarti hoki ya dia😛 . Iya, kalau PhD biasanya memang demand salary-nya pasti lebih tinggi, tapi ya ada harga ada rupa lah😛 .

        1. Tapi kalau nggak salah dia ngomong kerjaannya ini nggak nyambung sama topik S3nya kok😛 . S3nya di bidang hydrology engineering dan ini kerjaannya tentang software engineering atau something like that kalau nggak salah😛 . Eh tapi bisa jadi dia mungkin menjual kemampuan programming-nya ya kalau begitu😛 .

            1. Ah I see. Ya itu dia. Klo KU (Uni Copenhagen) itu science, bukan engineering: Untuk engineering kayaknya pahamnya beda (S3 buat apa) hehe, klo Science pasti beda, lebih teoritis dan lebih kepake gelar PhD

  3. Hi Zilko, salam kenal. Have been reading your blog for few months. Congrats for the new job anyway! A quick question, do you have any recommendation on how to learn quantitative data analysis like R for a newbie like me?

    1. Thanks for reading!🙂 Well, I would say you would need some statistical knowledge to interpret the numbers you get from R🙂 . Once you do, you might want to get further to know what R is computing🙂 . There are many modules you can read online for that🙂 . But experience will help a lot too as well.

  4. Woah congrats! I’ve had a taste of the industry side and I was quite fond of it but not too much. After getting my masters I felt more “welcome” in the education field, but who knows lol! Anyway it’s great that you get to do something new and hope you enjoy your new field!

    1. Yeah, indeed it might be the case that the neigbour’s lawn is always greener🙂 . But as long as we follow what our heart tells us, it should be okay🙂 . Thanks! I certainly do hope so🙂

  5. selamat ya kak, bentar lagi lulus S3 dan kerennya, udah dapat pekerjaan!😀
    salut karena milih jalur “anti-mainstream”, dimana lulusan S3 akhirnya bekerja di industri.
    mohon doanya juga ya kak, saya tahun ini bakal menyelesaikan studi S1 saya. hehe~😳

    1. Trims🙂 . Hehehe, disini sih nggak “anti-mainstream” sama sekali kok. Yang ambil S3 banyak yang kemudian bekerja di industri🙂 . Good luck juga ya!🙂

    1. Trims Chris!! Hahahahaha, sudah aku rencanain Chris rencana jalan-jalannya. Cetar membahana deh, hahaha😆 . Tinggal tunggu tanggal publikasi posting-nya aja sih😛 .

  6. selamat Zilko sudah bikin pilihan,
    berubah ke suasana beda ya

    dan semoga aja ujian thesisnya bisa cepat jadwalnya, biar cepat beres deh

    pengen nebak2 nih mau jalan2 ke mana lagi, mungkin keluar Eropa ya?

    1. Trims! Betul banget! Mungkin salah satu alasan aku memutuskan untuk switch adalah untuk berganti suasana, hehehe😀 .

      Hahaha, ada deeh😛 . Nanti kalau sudah waktunya aku ceritain kok tujuan jalan-jalannya😛

  7. Wuaaaa…. salam kenal Kak Zilko ^,^
    Saya baru mampir nih ke sini. Baca tulisannya orang hebat… Hmmm…. gelarnya doktor yaaa, masih blogger juga, peh double kece
    Huooooo… saya juga pengeeeen… ke amsterdaaaaam…. haduuuu enak banget ya Kak Zilko. Eh, tapi mungkin saya yang nggak tahu ya bagaimana susahnya Kak Zilko jatuh bangun mendapatkan itu semua. Hmmm, kak, mungkin boleh request, tentang perjuangannya Kak Zilko mendapatkan itu itu yang tak terhingga kecenya. Bagi-bagi ilmu lah yaaaaa….
    Atau sudah diposting? Wuah, coba saya obok-obok deh ya…
    Salam kenal ya Kak Zilko… senang berjelajah di sini ^,^

    1. Salam kenal juga, trims!🙂 Hehe, berhubung sudah hampir 4 tahun ini S3nya, rasanya sudah ada beberapa posting lama yang berisi cerita-ceritanya kok😛 .

  8. ahh keren nya dirimu ko..congrats yaaa…jadi doctor di usia muda…dan pekerjaan baru yang benar2 disukai…what a perfect life you have.!

        1. Kalau di Indo memang pilihannya hanya kerja di universitas aja Win🙂 . Dengan gelar S3, rasanya nggak akan sulit sih mencari posisi di universitas gitu. Yaa, setahuku masih cukup banyak kan dosen-dosen di universitas yang gelarnya baru S2 saja🙂 .

  9. Dari kemarin2 udah gatel pengen komen tapi nunggu buka PC dulu, CONGRATSSS ya Zi! Agustus ya, good luck juga! Kerja di industri itu seru dan tantangannya lumayan juga, apalagi kamu udah lama gitu kan berkutat di bidang yang sama.. Musti adaptasi lagi. Btw kalo ga salah kamu ambil bidang khusus matematika ya? Atau apa?

    1. Hehe, iya Ge. Fokus di akademia dan industri kan berbeda jadi ya memang adaptasi itu pasti diperlukan lah😛 . Mulainya masih lama kok, Oktober🙂 .

      Iya, aku ambil bidang khususnya matematika. Kalau S3 sih sudah pasti bidangnya super amat khusus, hehehe🙂 .

  10. Iihhh selamat ya zilko udah dapet pekerjaan yang diinginkan. Emang rasanya bekerja di industri lebih menyenangkan yak. Paling gak untuk umur sekarang emang pas rasanya kerja diindustri kan yak. Kalau akademi kan waktunya bisa panjang. Jadi udah tua juga bisa balik lagi ke sono. Kalau industrikan mentok diumur berapa gitu. Jadi kalau mau ya sekarang 😁

    1. Trims Niee🙂 . Iya, kayaknya seru gitu nyobain kerja di industri, apalagi kalau bidangnya sesuai dengan minat kan, hehehe😀 .

      Iya Niee, bener juga! Kalau mau nyobain kerja di industri, memang mesti sekarang ya. Kalau udah “ketuaan” bakal lebih susah masuknya kayaknya ya! Hahaha😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s