#1748 – A Conference Trip to Munich (Part I: Garching)

ENGLISH

Posts in the A Conference Trip to Munich series:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

Getting to Bavaria

KL Logo
Flight: KLM Royal Dutch Airlines KL1793
Equipment: Boeing 737-800 reg PH-BXI
ATD: 09:38 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 10:37 CET (Runway 26L of MUC)

The departure trip started with a bit of a drama. It was a long weekend when I left so a heavy maintenance work was scheduled on the railway between Den Haag and Schiedam (which included Delft) meaning no operating train on the tracks during the entire long weekend. So as a result, to get to Schiphol I would have to take the NS bus service to Den Haag Centraal Station from where I could take the normal train service to Schiphol. The total cost of this trip was the same but added an extra 30 minutes of travel time to the airport.

Nonetheless, I arrived at the airport, had breakfast at KLM Crown Lounge, and walked to the gate about 10 minutes before the scheduled boarding time. The gate was one of the B gates in Schiphol so it was quite a long walk from the lounge. When I arrived at the gate, boarding had already commenced. So in this sense it was actually good as I did not have to wait πŸ˜› .

The airplane today was a KLM’s Boeing 737-800 reg PH-BXI named “Zilvermeeuw”. I quickly settled into my 7F seat (in the first row ofΒ the regular economy cabin of a KLM’s Boeing 737-800 πŸ˜› ) and not long after, we departed from Schiphol via runway 24. We took a sharp turn heading to the southeast direction to Munich. It was a regular short-haul KLM flight so there was not much to tell here. The snack service began once we reached the cruising altitude and the rest was a pleasant but rather uneventful flight to Munich. At 10:37, we landed at runway 26L of Munich’sΒ Franz Josef Strauß Airport. Here is the landing video:

From there, I went to the S-Bahn Station and took the S8 S-Bahn service to Munich City Center.

Garching

After having lunch in Munich, I took the north-bound U6 U-Bahn service to Garching. The conference would be held at TU Munich’s Garching campus so I decided to stay somewhere closer (obviously).

Garching was a beautiful but very small Bavarian town. However, though, I found it to be quite “boring” in the sense there was nothing else to do there as a visitor. I mean, there were a few places of attraction (including Bayern Munchen’s Allianz Arena) but they were several kilometers away. On my first day I was super bored that I was thinking to go to the Allianz Arena just 20 minutes before it was closed but I thought it was still a much better decision than having nothing else to do, lol πŸ˜† . But then a friend of mine messaged me asking about a small math problem her colleague gave her. Yay! So now I had a reason to not go to the Allianz ArenaΒ as I had something else more fun to do πŸ˜› .

Garching

Garching

On the other free time I had during my stay in Garching, I decided to go to the Flugwerft Schleissheim, an aviation museum (obviously πŸ˜† ) located inΒ Oberschleissheim, about 5 km away from Garching. Luckily there was a bus which departed from just in front of my hotel thatΒ went directly toΒ Oberschleissheim. From the bus stop I still had to walk for about 500 meter before I reached the museum. But the walk was pleasant (albeit the rainy weather that day) as I had to pass theΒ Schleissheim Palace.

As expected, it was heaven! Haha πŸ˜† . The museum consisted of a few main rooms. The first room was full of the older generation airplanes (mostly single-engined) and many model planes as well. To get to the second room, we passed an airplane hangar which was quite cool. Btw, the museum was actually located at theΒ Schleissheim Airfield, a very small airfield used mainly for general aviation. The second room was a hangar full of the newer generation airplanes, including fighters and research planes as well. It was super cool!! πŸ˜€

An aviation museum in Munich

The Flugwerft Schleissheim in Oberschleissheim

The Food

The Monday of the start of the trip was a public holiday in Germany as well and it turned out that almost everything was closed. So during my transit time in Munich (between my S8 and U6 ride from Munich Airport to Garching), it was difficult for me to find an open restaurant. Feeling really hungry already, I decided to go to an Asian restaurant. I ordered a fried duck dish and, as expected, it was delicious; but the serving was, well, a German serving. Read: extremely overly HUGE! This, indeed, reminded me that I was in Germany, hahaha πŸ˜† .

In Garching, I had dinner with my supervisor and many other professors (this was the dinner where I got introduced to the other professors). I decided to order a children menu schnitzel, and what came out was like this:

A children menu schnitzel

A children menu schnitzel

Yes people, that was the children menu, which in my opinion was actually a regular adult menu in any other countries, lol πŸ˜† . My supervisor ordered a half-sized schnitzel as well and what came out was like mine, but with an extra piece of meat of about the same size, and twice as many french fries. Like, really!!Β πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

TO BE CONTINUED…

BAHASA INDONESIA

Posting-posting dalam seriΒ A Conference Trip to Munich:

1. Introduction
2. Part I: Garching
3. Part II: The Conference
4. Part III: Munich
5. Part IV: A Flying Saturday

***

KeΒ Bavaria

KL Logo
Penerbangan: KLM Royal Dutch Airlines KL1793
Pesawat:Β Boeing 737-800 reg PH-BXI
ATD: 09:38 CET (Runway 24 of AMS)
ATA: 10:37 CET (Runway 26L of MUC)

Perjalanan keberangkatanku dimulai dengan sebuah drama. Waktu berangkatanku adalahΒ ketika long weekendΒ sehingga sebuah pekerjaan maintenance berat jalur kereta di antara Den Haag dan Schiedam (meliputi Delft) sedang dikerjakan. Ini berarti tidak ada kereta yang beroperasi di jalur ini sepanjang long weekend itu. Sebagai akibatnya, untuk pergi ke Schiphol aku harus naik layanan bus NS ke Den Haag Centraal dan dari sana aku bisa naik kereta biasa ke Schiphol. Biaya total perjalanan ini sama dong padahal waktu tempuhku menjadi bertambah sekitar 30 menit ke bandara, haha.

Singkat cerita, aku tiba di bandara, sarapan di Crown Lounge-nya KLM, dan berjalan ke gerbang keberangkatanku sekitar 10 menit sebelum waktu boarding. Gerbangnya waktu itu adalah salah satu gerbang B di Schiphol sehingga aku harus berjalan cukup jauh dari lounge. Ketika tiba di gerbangnya, boarding sudah dimulai. Dari sisi ini asyik juga sih jadi aku kan nggak perlu menunggu ya πŸ˜› .

Pesawatnya hari ini adalah sebuah Boeing 737-800nya KLM berregistrasi PH-BXI bernama “Zilvermeeuw”. Aku langsung menyamankan diriku duduk di kursi 7F (di barusan pertama kabin ekonomi reguler di Boeing 737-800nya KLM πŸ˜› ) dan tidak lama kemudian, pesawat berangkat dari Schiphol melalui landasan pacu 24. Pesawat kemudan berbelok tajam ke arah tenggara menuju Munich. Penerbangan ini adalah penerbangan reguler jarak dekatnya KLM sehingga nggak banyak yang bisa kuceritakan di sini. Tidak lama setelah pesawat stabil di atas, layanan snack dibagikan. Sisa penerbangannya berlangsung nyaman tetapi ya memang uneventful gitu deh.Β JamΒ 10:37, pesawat mendarat di landasan pacu 26L Bandara Franz Josef Strauß di Munich. Berikut ini video pendaratannya:

Dari sana, aku naik kereta S-Bahn jalur S8 menuju pusat kota Munich.

Garching

Setelah makan siang di Munich, aku naik metro jalur U6 arah utara menuju Garching. Konferensinya akan diadakan di kampus TU Munich yang berada di Garching sehingga aku memutuskan untuk menginap di dekat-dekat sana (jelas lah ya).

Garching adalah sebuah kota Bavaria kecil yang indah tetapi amat kecil. Namun, aku merasa kotanya agak “membosankan” karena memang tidak ada apa-apa yang bisa dilakukan di sana sebagai pengunjung. Maksudku, ada sih beberapa atraksi menarik (termasuk Allianz Arenanya Bayern Munchen itu) tetapi jaraknya beberapa kilometer gitu deh dari Garching. Di hari pertamaku di sana aku bosan banget sampai-sampai aku berpikiran untuk pergi ke Allianz Arena 20 menit sebelum stadionnya ditutup loh. Toh aku masih merasa itu adalah pilihan terbaik daripada bingung nggak jelas mau ngapain kan, haha πŸ˜† . Eh untungnya tidak berapa lama kemudian aku mendapatkan email dari temanku yang bertanya mengenai sebuah permasalahan matematika yang ia dapatkan dari koleganya. Horee! Aku jadi ada alasan untuk nggak pergi ke Allianz Arena sore itu dan mendapatkan sesuatu yang lebih seru untuk dikerjakan! πŸ˜› .

Garching

Garching

Di waktu senggang lainku di Garching, aku memutuskan untuk mengunjungi Flugwerft Schleissheim, sebuah museum pesawat (jelaasss, hahahaha πŸ˜† ) yang berlokasi di Oberschleissheim, sekitar 5an km dari Garching. Untungnya ada bus yang berangkat dari depan hotelku yang pergi langsung ke Oberschleissheim. Dari haltenya aku harus berjalan sekitar 500 meter sih sebelum mencapai museumnya. Tetapi jalan kakinya asyik sih (walaupun cuacanya sedang hujan waktu itu) dimana aku harus melewati Istana Schleissheim.

Seperti dugaanku, tempatnya surga banget! Haha πŸ˜† . Museumnya terdiri dari beberapa ruangan utama gitu. Ruangan pertama penuh dengan pesawat-pesawat generasi super tua (kebanyakan yang mesinnya cuma satu gitu) dan beberapa model pesawat. Untuk pergi ke ruang kedua, aku harus melewati sebuah hanggar pesawat yang nampak keren. Btw, museumnya berlokasi di Lapangan Terbang Schleissheim, sebuah lapangan terbang kecil yang biasanya hanya dipakai untuk penerbangan kecil sipil gitu. Ruangan kedua adalah hanggar besar yang berisi pesawat-pesawat yang lebih baru, termasuk pesawat tempur dan pesawat riset juga. Keren banget!! πŸ˜€

An aviation museum in Munich

Flugwerft SchleissheimΒ diΒ Oberschleissheim

Makanannya

Hari Senin ketika aku berangkat itu adalah tanggal merah di Jerman sehingga ternyata semua-semuanya pada tutup dong. Jadilah ketika transit di Municg itu (dari perjalanan S8 dan U6ku dari Bandara Munich ke Garching), sulit bagiku untuk menemukan restoran yang buka. Merasa lapar, ya sudah aku makan di sebuah restoran Asia. Aku memesan menu bebek goreng yang mana rasanya enak; tetapi ukurannya itu Jerman banget! Baca: sangat amat teramat RAKSASA! Tapi ini jadi mengingatkanku bahwa memang aku sedang berada di Jerman deh, hahaha πŸ˜† .

DiΒ Garching, aku makan malam dengan pembimbingku dan beberapa profesor lainnya (ini adalah makan malam dimana aku dikenalkan dengan beberapa profesor itu). Aku memesan menu anak-anakΒ berupa schnitzel, dan yang keluar kayak gini:

A children menu schnitzel

Schnitzel ukuran anak-anak

Iya loh, segitu itu ukuran menu anak-anak, yang mana menurutku adalah ukuran menu dewasa standar di negara-negara lain, hahaha πŸ˜† . Pembimbingku memesan schnitzel untuk ukuran dewasa tetapi yang berukuran setengah dan yang keluar adalah sama seperti milikku, tetapi dengan satu ekstra potongan daging berukuran sama dan kentang goreng sebanyak dua kali lipatnya. Beneran!! πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

BERSAMBUNG…

 

Advertisements

25 thoughts on “#1748 – A Conference Trip to Munich (Part I: Garching)

  1. Waaaaks, porsinya nampol πŸ˜› hahaha…
    Btw outline post-nya kayak inget kalau lagi bikin laporan dinas. Hihihi.
    Seru sih supaya dapat terceritakan semuaaaa ^_^
    Selamat pagi dari Indonesia πŸ˜‰

    1. Iyaa, disain on board meal-nya KLM memang cakep-cakep Non. Di penerbangan jarak jauhnya juga gitu. Kelihatan banget deh itu nampan, taplak, dll-nya disainnya selaras, hehehe πŸ˜€ .

  2. What happened to your blog? is it just my browser or there’s something wrong on your side?
    Semua icon smiley nya menjadi raksasa dan memenuhi halaman.

    1. Cocok banget!! Hahaha πŸ˜†

      Iya, porsi makan gede segitu. Porsi minum bir juga. Ya jelas aja ya pada gede-gede orangnya, hahaha πŸ˜†

  3. Gimana caranya math problem jadi sesuatu yang fun? Hahaha… Anw, ternyata orang Jerman porsinya segede itu yaaa… yang anak kecil aja segede itu bzt. Pas kapan itu aku jalan-jalan sama orang Jerman kan, dia makan bakso sama lontong, lontongnya ngga dimakan, ngga doyan. Baksonya cuma lima biji apa. Dan dia bilang udah kenyang… padahal badannya gede gitu @.@

    1. Ya daripada bengong nggak ngapa-ngapain kan Na, hahaha πŸ˜† .

      Iyaa, gila orang Jerman makannya banyak banget. Ah, siapa tahu dia cuma pencitraan Na #eh? Hahaha πŸ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s