#1746 – A Weekend in Rennes (Part III: The French Food)


Posts in the A Weekend in Rennes series:

1. Introduction
2. Part I: Rennes
3. Part II: Le Mont Saint-Michel
4. Part III: The French Food


The duration of the long weekend trip (from Thursday afternoon to Sunday morning) allowed me to have several takingsΒ of one of my favorite cuisines in the world: the French food. And so for this reason,Β this topic clearly deserves a self-standing post, haha πŸ˜† . Anyway, here we go…


When I was collecting information of Rennes prior to the trip, one food that kept popping up in my search was crepes. Apparently crepes, indeed, originated from Brittany, a French region where Rennes was in. And I liked crepes so while in Rennes, obviously I needed to have one, haha πŸ˜† .

A crepe for breakfast

A crepe for breakfast

Unsurprisingly it was not difficult to find a creperie, as there were creperies pretty much everywhere I went to in Rennes. Luckily, there was a nice-looking creperie near my hotel so in one morning, I decided to have my breakfast there. Obviously, I ordered a serving of warm chocolate crepe served with vanilla ice cream and coconut spread. I can tell you now, it was SO delicious!Β πŸ˜‹In fact, (real) crepe is now my favorite French breakfast (it used to be croissant for so long before but now the title must change hands πŸ˜› ).

Magret De Canard

In my first evening in Rennes, I already chose a restaurant in Yelp where I would want to have my dinner. However, sinceΒ that day was a public holiday, it turned out the restaurant was closed 😦 . So I went to a nice-looking restaurant just accross the street (which turned out to be recommended to me in Yelp as well but wasn’t in the top five or so). It was, indeed, a nice restaurant and after looking at their menu, I decided to order their magret de canard dish, which looked like this:

French food never fails to satisfy my taste bud!!

Magret de Canard with orange and carrot puree

And just as it looked, it was very yummy!! The duck meat was cooked perfectly and all element of the dish worked well together and “made sense”. This dish made me realize I was back in France andΒ I knew it was the start of a delicious trip to me πŸ˜› .

The black sauce was the worchestershire sauce. At the time, I found it surprising that worchestershire sauce was involved in a French dish; but it worked well so obviously I wasn’t complaining. When I was back at my hotel, I checked the restauant at Yelp and it turned out that it was a French restaurant with an Asian fusion! Ah, it made sense now! Not only the sauce, but the vegetables in that dish was cooked in Asian style, the name of the restaurant (Le Moon), and the decoration! Yeah, I get it now! πŸ™‚

A Three Course Meal

The next evening, I was back at the restaurant recommended by Yelp that was closed on my first evening in Rennes. Luckily, they opened on Friday and I did not need a reservation to get a seat (it was quite busy though). After looking at the menu, I decided to go with their three course menu for €31 (the cheapest one, there were other options) and ordered my choices from the list that I was given.


Finally after all these years, I was able to summon enough gut to order an exotic French dish which I had been wanting to try but “afraid” (of the “grossness”) at the same time to have one, haha πŸ˜† . ItΒ was an escargotΒ (snails) dish.

Finally losing my escargot "virginity" :P

Finally losing my escargot “virginity” πŸ˜›

It was actually okay. The snails were a little bit chewy and, in a way, tasted like mussels. However, the most difficult part was, indeed, my brain that kept telling me “You literally have snails in your mouth right now“, lol πŸ˜† .

Black Angus Bavette

As my main course, I ordered a more “inside the box” black angus bavette, which was basically like a steak though not really. I forgot to request to change the mashed potatoes with some fries or something else, but nonetheless it was still a good dish. The meat was cooked to medium-rare, just what I requested and the sauce was delicious!

A Black Angus bavette

A Black Angus bavette


For dessert, I ordered an ice cream nougat with a praline cracker and dark chocolate mousse. And it was very delicious!!

A dessert

A dessert

Overall, I was very impressed by this three course meal and I did find it so worthed the €31. I am glad I followed what Yelp suggested me because I felt like it helped me reach an optimal cost-benefit spending on my meal in Rennes, haha πŸ˜† .

The Rest

Serena Williams

In one afternoon in Rennes, I decided to go to a cafe to take some rest. It turned out that the cafe didn’t serve tea (I didn’t expect that, lol) so I had to look through their drink menu. At first I wasn’t sure what I wanted given the many options available there, but then I spotted a drink with a really unique name under the mocktail section: “Serena Williams”. And so suddently I wasn’t unsure anymore and, as a big fans of Serena, I immediately ordered the drink, lol πŸ˜† .

A glass of Serena Williams

A glass of Serena Williams

It was good and refreshing, even though I found it to be too sweet πŸ˜› .

Entrecote and Creme Brulee

For my last dinner in Rennes I decided to order a menu which I always love: an entrecote. It was good! And really big! I mean, the smallest one was like 300 gram or so! 😲

A 300 gr entrecot

A 300 gr entrecote

And also to follow my Magret de Canard dish above, I ordered a creme brulee for dessert. It was good as well.

Not using Yelp

In my afternoon in Rennes, I decided to do a small experiment:Β “What would happen if I just choose a restaurant without the help of Yelp?“. So in the Old Town (see Part I), I went to a restaurant with a good deal for lunch. I ordered a chicken with mushroom sauce as my main course and a chocolate mousse for dessert. They turned out to just be okay. They weren’t bad, but were not that special either.Β But at least it was a good deal as well, so in a sense actually I got what I paid for πŸ˜› .



Posting-posting dalam seri A Weekend in Rennes:

1. Introduction
2. Part I: Rennes
3. Part II: Le Mont Saint-Michel
4. Part III: The French Food


Durasi perjalanan long weekend ini (dari Kamis siang hingga Minggu pagi) memungkinkanku untuk beberapa kali makan salah satu makanan favoritku di dunia: makanan Prancis. Dan karena ini lah topik ini berhak menjadi satu posting tersendiri, haha πŸ˜† . Anyway, berikut ini ceritanya…


Ketika mengumpulkan informasi mengenai Rennes sebelum perjalanan ini, satu nama makanan yang selalu muncul adalah crepes. Ternyata, crepes itu asalnya dari Brittany loh, sebuah daerah di Prancis yang memang dimana Rennes berlokasi. Dan karena toh aku suka crepes, jadilah ketika di Rennes aku harus mencoba makanan tradisional mereka ini kan ya, haha πŸ˜†

A crepe for breakfast

CrepeΒ untuk sarapan

Tidak mengherankan, tidak sulit kok untuk mencari sebuah creperie, karena ada banyak creperie dimana-mana di Rennes. Bahkan ada satu yang nampak menarik di dekat hotelku sehingga di suatu pagi, aku memutuskan untuk sarapan disana saja. Jelas, aku memesan sebuah crepe hangat berisi coklat yang disajikan dengan es krim vanilla dan taburan kelapa. Dan bisa kubilang bahwa rasanya enaaak BANGET! πŸ˜‹Malahan, crepe (yang beneran) sekarang adalah menu sarapan Prancis favoritku deh (sebelumnya, gelar ini dipegang oleh croissant tetapi sekarang harus berpindah tangan πŸ˜› ).

Magret De Canard

Di malam pertamaku di Rennes, aku sudah memilih satu restoran dengan Yelp untuk makan malam. Namun, karena hari itu tanggal merah, ternyata restorannya tutup 😦 . Jadilah aku pergi ke sebuah restoran yang penampakannya menarik di seberang jalan (yang mana ternyata juga direkomendasikan Yelp tetapi tidak termasuk peringkat lima teratas gitu). Ternyata ini adalah restoran yang memang oke dan setelah mempelajari menunya, aku memesan magret de canard yang penampilannya seperti ini:

French food never fails to satisfy my taste bud!!

Magret de Canard dengan puree jeruk dan wortel

Dan seperti penampakannya, makanannya beneran enaak!! Daging bebeknya dimasak sempurna dan semua elemen yang terlibat juga nyambung dan “masuk akal”. Masakan ini membuatku menyadari bahwa aku berada di Prancis dan aku tahu ini adalah awal dari perjalanan yang nikmat untukku πŸ˜› .

Saus berwarna hitamnya adalah saus inggris. Waktu itu, aku cukup kaget bahwa saus inggris digunakan di sebuah masakan Prancis; ah tetapi nyatanya enak juga kok jadi aku tidak protes. Ketika aku kembali di hotel, aku mengecek restorannya di Yelp. Ternyata restorannya adalah restoran Prancis dengan fusion Asia! Ah, sekarang semuanya masuk akal! Tidak hanya sausnya kan, tetapi sayur di masakannya itu juga dimasak ala Asia (mirip seperti cap cay gitu), nama restorannya (Le Moon), dan juga dekorasi interiornya! Ah, aku paham banget sekarang! πŸ™‚

Sebuah Menu Three Course

Keesokan malamnya, aku kembali ke restoran yang direkomendasikan Yelp malam sebelumnya tetapi tutup itu. Untungnya kali ini mereka buka dan aku tidak perlu reservasi dulu untuk mendapatkan kursi (restorannya lumayan ramai sih waktu itu). Setelah melihat-lihat menunya, aku memutuskan untuk makan paket menu three course seharga €31 (sekitar Rp 465 ribu, menu yang termurah tetapi ada pilihan lain kok) dan memilih dari daftar yang mereka berikan.


Akhirnya setelah bertahun-tahun ini, aku berhasil mengumpulkan cukup keberanian untuk makan sebuah masakan Prancis yang eksotis yang sudah lama banget ingin aku cobain tetapi juga “takur” (lebih ke “jijik” sih) pada saat yang sama, haha πŸ˜† . Ini adalah sebuah masakan escargot (bekicot).

Finally losing my escargot "virginity" :P

Finally losing my escargot “virginity” πŸ˜›

Ternyata rasanya oke-oke aja kok. Bekicotnya agak kenyal dan, sedikit banyak, terasa seperti kerang gitu. Namun, bagian yang tersulit adalah otakku yang terus-terusan ngomong “Eh ada bekicot loh di dalam mulutmu“, huahaha πŸ˜† .

Black Angus Bavette

Sebagai makanan utama, aku memutuskan menu yang mainstream aja, black angus bavette, yang mana pada dasarnya mirip seperti steak tetapi bukan juga sih. Aku lupa untuk meminta menukar mashed potatoes-nya dengan french fries atau apa gitu, tetapi toh rasanya enak kok. Dagingnya dimasak ke level medium-rare, sesuai dengan pesananku, dan sausnya juga enaak!

A Black Angus bavette

Black Angus bavette

Pencuci Mulut

Untuk pencuci mulut, aku memesan es krim nougat dengan praline cracker dan mousse coklat hitam. Enaaak!!

A dessert

Sebuah pencuci mulut

Sevara keseluruhan, aku sungguh terkesan dengan menu three course ini dan aku merasaΒ puas dengan €31 yang harus kubayarkan itu. Aku lega aku mengikuti yang disarankan Yelp karena aku merasa app ini telah membantuku mengoptimalisasi pengeluaranku dalam hal cost-benefitΒ diΒ Rennes, haha πŸ˜† .


Serena Williams

Di suatu sore di Rennes, aku ingin duduk-duduk di kafe untuk beristirahat. Eh ternyata kafenya tidak menyediakan teh loh (tidak kusangka nih) sehingga aku melihat-lihat daftar menu yang mereka miliki. Awalnya aku nggak yakin aku ingin apa karena pilihannya ada banyak banget, tetapi kemudian sebuah menu menarik perhatianku yang mana merupakan sebuah minuman dengan nama unik di bagian mocktail: “Serena Williams”. Dan jadilah aku langsung tahu apa yang ingin kupesan, sebagai fans-nya Serena, jelas dong ya aku memesan minuman ini, huahaha πŸ˜† .

A glass of Serena Williams

SegelasΒ Serena Williams

Rasanya enak dan memang menyegarkan, walaupun untukku agak kemanisan sih πŸ˜› .

Entrecote dan Creme Brulee

Makan malam terakhirku di Rennes, aku memutuskan untuk memesan menu yang aku tahu aku suka: entrecote. Dan rasanya enaak! Dan besaar! Maksudku, masa yang paling kecil berukuran 300 gram loh! 😲

A 300 gr entrecot

Sebuah entrecote 300 gram

Dan aku juga memesan creme brulee untuk menemani menu Magret de Canard di atas. Rasanya juga enak.

Tidak menggunakan Yelp

Di suatu siang di Rennes, aku memutuskan untuk melakukan sebuah percobaan kecil: “Apa yang terjadi andaikata aku tidak menggunakan bantuan Yelp?“. Jadilah di Kota Tua (baca Bagian I), aku memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran dengan deal yang oke untuk makan siang. Aku memesan ayam dengan saus jamur dan mousse coklat. Ternyata rasanya biasa-biasa aja. Bukannya nggak enak sih, hanya saja nggak spesial aja. Ah, tetapi seenggaknya harganya memang murah sih, jadilah aku mendapatkan apa yang kubayarkan kan ya πŸ˜› .



32 thoughts on “#1746 – A Weekend in Rennes (Part III: The French Food)

  1. aggy87 says:

    The first time I ate escargots, I found it gross too but I braved up and ate them. Was so surprised by the taste, it was so delicious, buttery with just enough garlic olalala! Now I am sort of addicted to them lol! Oh crepes in Britanny are just the best! Did you try any gallette? (The savoury crepes from buckwheat)

  2. xiaotia says:

    Wuhh pengen nyobain semuanya kak hii😁😁

  3. kutubuku says:

    Yay, you use yelp!!

    • zilko says:

      Yes! It works like wonder!!

      I also used it yesterday evening in Utrecht and got recommended a restaurant. But then the restaurant was extremely full where people had to queue, lol πŸ˜† . So my conclusion was that indeed it was a good restaurant but my friend and I were too lazy to queue so we went to the restaurant next door πŸ˜›

  4. Hm, gak nanyain Ko kok dikasih nama Serena Williams minumnya?

    • zilko says:

      Hahaha, engga aku tanya karena aku bisa tebak alasannya sendiri, hahaha πŸ˜† . Sepertinya sih minumannya dinamai dengan nama-nama atlet wanita yang populer di Prancis πŸ™‚ . Serena Williams akhir-akhir ini semakin populer di Prancis karena sungguh menunjukkan ketertarikannya akan Prancis (termasuk belajar bahasanya), plus dia jago banget main tenisnya kan, hahaha πŸ˜†

  5. Ceritaeka says:

    Oh how I loveee Creme Brolee. Bisa abis dua porsi hahaha.
    Anw you are talking about French food yet all I could think of was French Kiss *sigh* πŸ˜€

  6. jampang says:

    kelihatannya perbandingan piring sama isinya jauh yah…. banyak bagian piring yang kosong πŸ˜€

    • zilko says:

      Hahaha, iyaa, karena mereka mementingkan penampilan makanannya juga πŸ˜› . Dan toh walaupun begitu porsinya sudah mengenyangkan kok πŸ˜› .

  7. nyonyasepatu says:

    Berarti harus mantengin Yelp ya πŸ˜„

  8. denaldd says:

    Waktu kami ke Perancis, pas makan malam kalo ga salah, suamiku lihat menu escargot. Trus dia nyelutuk “lho aku kan pernah makan ini waktu di Jember” huahaha aku langsung ngakak. Memang waktu dia ke rumah Mbahku, dikasih oseng bekicot sama budeku. Kata dia enak banget rasanyaπŸ˜…πŸ˜… kalau disana bekicot berkeliaran banyak dikebun, jadi tinggal ambil aja. Pas dia makan escargot bilang rasanya beda sama yg dimakan di Jember. Ya iyalah pasti beda, bumbunya aja beda haha. Aku ga nyoba sih, belum bernyali haha. Kalo keripik bekicot pernah nyoba, enaakk.

  9. winnymarlina says:

    zilko makannya bikin mupeng

  10. Yance says:

    Ohh crepes aslinya dari sana tohh. Hmm..kayaknya aku ga doyan bekicot dehh…kenyal2 gak jelas ..hehehe

  11. […] 1. Introduction 2. Part I: Rennes 3. Part II: Le Mont Saint-Michel 4. Part III: The French Food […]

  12. niee says:

    Semua penampilannya menggiurkan zil. Kecuali yang bekicot seh 😝

  13. […] a serving of escargot as a side dish. It was my second time ever eating escargot (my first time was this May in Rennes), and this escargot in MarigotΒ wasΒ much […]

  14. […] May, I went to Rennes for a weekend trip and I mentioned that I had a nice dinner at a fusion French-Asian restaurant. When looking at the menu, I came across the […]

  15. […] two portions of escargot. This was actually the third time ever I had it, with the first one being in Rennes and the second one in Marigot. And you know what? I can say that I LIKE escargot now!! 😱 The […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s