EuroTrip · One Week Trip · Vacation

#1728 – 2016 Baltic Spring Trip (Part IV: Helsinki)


Previous posts on the 2016 Baltic Spring Trip series:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga

Previously on 2016 Baltic Spring Trip: Zilko went to the Baltic region for Spring this year. After spending three days in Stockholm and one day in Riga, he was now in the capital of Finland, Helsinki, and was eager to find out what Helsinki had to offer.



The Cathedral of Helsinki
The Cathedral of Helsinki

In general, I wasn’t as lucky in Helsinki weather-wise because it was foggy a lot during almost my entire stay in the city. Nevertheless, I still found Helsinki to be very interesting. While it was up there in the north, probably it was actually more “Russian” than “Scandinavian”; though this was not surprising at all given that Finland was not a Scandinavian country 😛 .

Apparently some architecture of some areas of the city was Russian that at some point, several American production companies shooted some movies in Helsinki to depict Russia, haha 😆 . The language was also very different, as its root was definitely not German (more on this in a later post, probably 😉 ). And so I am very glad that I chose to visit Helsinki as well in this trip. It felt really new and different!!

Downtown Helsinki

The biggest and most famous landmarks of Helsinki were in the form of cathedrals or churches. And obviously I did not skip them. The most impressive one was the #2 destination in Helsinki according to Trip Advisor: the Temppeliaukion kirkko (The Rock Church).

The amazing Rock Church in Helsinki
The amazing Rock Church in Helsinki

The name was self-explanatory, as you can see in the photo above. While the church was certainly not Saint Peter’s Basilica grandeur or Sagrada Familia majestic, I still found it to be very charming and unique! I just felt the combination of the natural rock and the man-made structure to be very balanced and thoughtfully designed!

Getting around Helsinki was also not very difficult. There was a decent public transportation system and I decided to buy a three-day pass for €16; quite a fair price in my opinion. I made use of this card to get around the city, where I visited a few nice parks and also some interesting neighbourhoods with unique architecture 🙂 .

I like Helsinki. The city appeared to be modern to me (with a lot of shops, modern buildings, etc) while at the same time still maintained a good-portion of its traditional heritage side as well.

Downtown Helsinki
Downtown Helsinki


If the Temppeliaukion kirrko was the #2 destination in Helsinki according to Trip Advisor, what was the first then? Well, it was the Suomenlinna, a sea fortress located on six small islands just off the coast of Helsinki. There was a regular ferry ride from Helsinki to the islands that was part of the Helsinki public transportation system. And so obviously I went there as well.

As I said above, it was foggy a lot when I was in Helsinki. And unfortunately, the time I went to Suomenlinna was no exception. Nonetheless, while the fog made it very difficult to take great pictures of the beautiful fortress, at the same time it actually made my visit really unique. Somehow, Suomenlinna felt a little bit “magical” to me with the fog! I think the combination of the fog and the old-style traditional houses and buildings there created this rather “spooky” but “cool” atmosphere.

Foggy Suomenlinna
Foggy Suomenlinna

Despite the fog, I still find Suomenlinna to be a beautiful place. And so I do recommend a visit to Suomenlinna if you are around in Helsinki and you have the time 🙂 .

The Food

Soy Ramen in Helsinki
Soy Ramen in Helsinki

I found it quite strange (at first) that it was not that easy to find a restaurant that served Finnish dish. During my entire stay in Helsinki, I had meals at Mexican, Japanese, American, burger, and pizza restaurants. You see? Lol 😆 . A little bit frustrated by this, one evening I opened my Trip Advisor app to look for a Finnish restaurant nearby me. Luckily I found one with a rather good review in the city center, and I went there. 

The menu choice looked interesting to me, with some of the dishes had really funny names. I decided to go for one, so I ordered a dish called “The weather may change but vendace stays the same“. Yeah, exactly! Like, what the hell was that? I googled “vendace” and turned out it was a kind of small Nordic fish. Okay, at least I had an idea that I would be eating fish that evening, lol 😆 . The dish turned out to look like this:

"The weather may change but vendace stays the same"
“The weather may change but vendace stays the same”

It did not look too bad, did it? 🙂 Taste-wise though, I found the fish to be a little bit too bland that I had to add salt and pepper to add some flavor to it 😐 .

I should have known better as obviously I fell into the funny name “trap”. I mean, maybe a funny name is chosen to a dish to attract some attention to compensate for its mediocrity?

Okay, to be fair, it was not bad though. The potatoes were actually cooked well and I liked the cucumbers and lemon slice as well 🙂 . The fish was actually cooked well, it was just my tongue preferred a little bit more flavor…


Next on 2016 Baltic Spring Trip:
– Crossing the Gulf of Finland
– One day in Tallinn, Estonia
– Having a meal cooked by one of the best chefs in the world
– Flying Finnair
– Back to the Netherlands


Posting-posting sebelumnya dalam seri 2016 Baltic Spring Trip:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic
3. Part III: Riga

Sebelumnya dalam 2016 Baltic Spring Trip: Zilko pergi ke daerah Baltic di musim semi tahun ini. Setelah menghabiskan tiga hari di Stockholm dan satu hari di Riga, ia kini berada di ibukotanya Finlandia, Helsinki.



The Cathedral of Helsinki
Katedral Helsinki

Secara umum, aku kurang beruntung dalam hal cuaca di Helsinki karena cuacanya amat berkabut di hampir keseluruhan masa tinggalku disana. Toh walaupun begitu, aku tetap merasa Helsinki adalah kota yang amat menarik. Walau lokasinya di utara sana, aku rasa kotanya lebih “Rusia” daripada “Skandinavia” gitu deh. Nggak mengherankan juga sih karena Finlandia kan memang bukanlah negara Skandinavia 😛 .

Ternyata arsitektur di beberapa bagian kota Helsinki bergaya Rusia sehingga pernah beberapa kali, beberapa rumah produksi filmnya Amerika syuting di Helsinki untuk menggambarkan Rusia, haha 😆 . Bahasanya juga amat berbeda karena bukan berakar dari bahasa Jerman (ini akan aku bahas di posting yang akan datang deh, kalau ingat 😉 ). Dan makanya aku sekarang lega aku memasukkan Helsinki ke dalam rencana perjalanan ini. Rasa mengunjungi tempat barunya aku dapatkan banget!!

Pusat Kota Helsinki

Tempat wisata terbesar dan paling terkenal di Helsinki adalah katedral-katedral dan gereja-gereja yang berada di seluruh penjuru kota. Jelas dong aku tidak melewatkan mereka. Yang paling mengagumkanku adalah tempat tujuan nomor #2 di Helsinki menurut Trip Advisor: Temppeliaukion kirkko (Gereja Batu).

The amazing Rock Church in Helsinki
Gereja Batu yang keren di Helsinki

Nama gerejanya memang sangat merepresentasikan gerejanya sendiri ya, seperti yang terlihat di foto di atas. Walaupun jelas gerejanya tidak seagung Basilika Santo Petrus atau se-wow Sagrada Familia, menurutku gerejanya memiliki daya tarik tersendiri yang unik! Kombinasi antara batu-batuan alami dan struktur buatan manusianya nampak sangat seimbang dan dipertimbangkan dengan matang!

Berkeliling Helsinki juga tidaklah sulit. Sistem transportasi umumnya cukup oke dan aku memutuskan untuk membeli kartu pas selama tiga hari seharga €16; harga yang masuk akal menurutku. Aku memanfaatkan kartu ini untuk mengelilingi kotanya, dimana aku mengunjungi beberapa taman yang menarik dan juga beberapa bagian kotanya yang menarik dengan arsitektur yang unik 🙂 .

Aku suka Helsinki. Kotanya nampak modern (ada banyak pertokoan, gedung-gedung modern, dll) sementara pada saat yang sama banyak bagian peninggalan tradisionalnya yang masih dijaga dan dirawat baik.

Downtown Helsinki


Jika Temppeliaukion kirrko adalah tujuan #2 di Helsinki menurut Trip Advisor, lantas nomor#1-nya apa dong? Jawabannya adalah Suomenlinna, sebuah benteng laut yang berlokasi di enam pulau di dekat Helsinki. Ada layanan kapal ferry reguler dari Helsinki kesana yang mana termasuk dalam sistem transportasi umumnya Helsinki. Jadilah jelas aku kesana juga.

Seperti yang kubilang di atas, cuaca berkabut banget ketika aku di Helsinki. Sayangnya, cuacanya juga begini ketika aku ke Suomenlinna. Walaupun kabutnya membuat situasi menjadi sulit untuk mendapatkan foto yang oke di benteng yang indah ini, tetapi di sisi lain ini membuat kunjunganku menjadi unik juga. Suomenlinna, entah mengapa, terasa “ajaib” ketika berkabut begini! Aku rasa kombinasi kabut dan bangunan-bangunan tua disana menghasilkan suasana yang “seram-seram sedap” gitu deh, haha.

Foggy Suomenlinna
Suomenlinna yang berkabut

Walaupun berkabut, menurutku Suomenlinna adalah tempat yang indah. Jadilah aku memang merekomendasikan kunjungan ke Suomenlinna jika kebetulan berada di Helsinki dan ada waktu 🙂 .


Soy Ramen in Helsinki
Ramen di Helsinki

(Awalnya) aku merasa aneh bahwa tidak mudah untuk menemukan restoran yang menjual masakan ala Finlandia. Di masa tinggalku di Helsinki, aku makan di restoran Meksiko, Jepang, Amerika, burger, dan pizza. Nah kan? Hahaha 😆 . Merasa sedikit sebal karena ini, suatu sore aku menggunakan Trip Advisor untuk mencari rumah makan yang menjual makanan Finlandia. Untung aku menemukan satu yang reviewnya lumayan oke dan lokasinya di pusat kota, dan jadilah aku kesana.

Pilihan menunya menarik untukku, dimana beberapa menunya memiliki nama yang menarik. Aku memutuskan untuk memilih menu yang bernama “Cuaca mungkin berubah tetapi vendace selalu sama“. Iya, apa maksudnya ya itu? Haha. Kemudian aku meng-google vendace dan ternyata vendace adalah sejenis ikan kecil dari daerah Nordik. Oke deh, setidaknya aku jadi tahu malam itu aku akan makan ikan deh, haha 😆 . Penampakan menunya seperti ini:

"The weather may change but vendace stays the same"
“Cuaca mungkin berubah tetapi vendace selalu sama”

Penampakannya mah lumayan ya? 🙂 Tetapi sayangnya, aku rasa ikannya terlalu hambar sampai-sampai aku merasa mesti menambahkan garam dan merica ke ikannya untuk mendapatkan sedikit rasa 😐 .

Seharusnya aku sudah bisa menebaknya dan tidak jatuh ke dalam “jebakan” nama. Maksudku, mungkin nama suatu menu dibuat lucu agar menu itu menarik perhatian kan padahal rasanya mah biasa-biasa aja?

Oke, sebenarnya secara keseluruhan menunya bukannya tidak enak sih. Kentangnya dimasak dengan oke dan aku suka tambahan timun dan irisan lemonnya juga 🙂 . Ikannya sendiri sebenarnya dimasak dengan oke, hanya saja lidahku mengharapkan lebih banyak rasa…


Selanjutnya dalam 2016 Baltic Spring Trip:
– Menyebrangi Teluk Finlandia
– Satu hari di Tallinn, Estonia
– Makan makanan yang dimasak oleh salah satu koki terbaik di dunia
– Terbang dengan Finnair
– Kembali ke Netherlands


36 thoughts on “#1728 – 2016 Baltic Spring Trip (Part IV: Helsinki)

    1. Iya, ramennya di Helsinki ini lumayan juga rasanya, walau nggak seenak yang aslinya di Jepang (ya iya lah 😛 ).

      Iyaa, aku suka mocha cappuccino dan caramel cappuccino sekarang gara-gara trip ini!! 😀 Kalau burger pizza-nya sih standar-standar aja kok rasanya 😀

  1. Zi, use yelp to find restaurant – not tripadvisor. Classic mistake 🙂 Yelp is reviewed by locals, tripadvisor by tourists.

    I love Helsinki, it’s quite cheap (from us who live in other Nordic countries)
    There are pretty good Finnish restaurants in the city by the way, can’t quite remember – I love their salmon cream soup (Lohikeitto) and they apparently have some great (beer) bars!

    1. Hahaha, I am downloading Yelp now!! Indeed that was my mistake indeed!! Following the guidance of people who did not know either, haha 😆 .

      I like Helsinki too!! 😀 Maybe I need to come back just for the sake of the Finnish food then? 😛

    1. Betul!! Hanya saja sebenarnya aku tidak suka menambahi bumbu sendiri ke masakan yang disediakan. Rasanya seperti “menodai” karyanya koki yang memasak. Tapi kalau hambar ya gimana lagi ya, hahaha 😆

  2. Makanannya seperti kotanya: meskipun banyak yang berubah (banyak bangunan modern) tapi rasa vendace (bangun-bangunan tua peninggalan masa lalu) akan tetap sama :haha. Terlepas dari rasa ikan yang hambar, kentangnya tampak menjanjikan :haha.
    Saya salut dengan kota-kota yang tidak mengabaikan kebutuhan akan zaman modern tapi di saat yang sama bisa melestarikan peninggalan masa lampau :hehe. Berarti mereka bisa mengkompromikan pembangunan tanpa melupakan asal-usul :)).

    1. Hahaha, bisa jadi ya Gara. Nama masakannya terinspirasi dari kotanya, hahaha 😆 .

      Betul Gara. Sudah seharusnya tata kota seperti itu ya 🙂 . Di Eropa, kecuali kalau kotanya hancur luluh lantak karena suatu alasan (biasanya sih karena alasan perang berapa puluh tahun yang lalu 😛 ), bagian historiknya sangat dipertahankan 🙂 .

    1. Aku sih suka-suka aja Ri, hehe. Karena ternyata timun dan orange dimasak untuk mengeluarkan rasanya gitu 😀 .

      Iya, organnya keren banget ya 😀

  3. Ternyata finlandia gak masuk skandinavia yak zil. Iihh tapi kotanya gimana gimana gitu ya dengan adanya kabut. Cantik serem gitu cocok buat syuting film horor 😆

    1. Iya, Finlandia bukan Skandinavia Niee. Dan ternyata memang terasa bedanya, hehehe 😀 . Iya sih, ada kabut memang jadi keren, tapi susah buat ambil foto kece, ahahahaha 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in: Logo

You are commenting using your account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s