Posted in Aviation, My Interest, Trip Report

#1726 – 2016 Baltic Spring Trip (Part III: Riga)

ENGLISH

Previous posts on the 2016 Baltic Spring Trip series:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic

Previously on 2016 Baltic Spring Trip: Zilko went to the Baltic region for Spring this year. After spending three nights in Stockholm, he was now ready for a one day trip in Riga, the capital of Latvia.

***

Riga, Latvia

After getting my boarding pass for my connecting flight to Helsinki later on that day and storing my luggage at Riga International Airport, I exited the airport terminal to get to the bus stop. I bought a two-way public transportation ticket from the ticket vending machine (from which I got a 45% discount than if I bought them directly at the driver😛 ).

It was a nice 30 minutes mini coach ride to downtown Riga (they provided free wifi access in the coach as well😛 ). Moreover, I was actually quite impressed by the suburban of Riga. At least the part between the airport and the city center was very beautiful, especially the architecture of the buildings that I saw along the way!

A suburb of Riga
A suburb of Riga

Vecrīga

After arriving in the city center, I immediately walked towards Vecrīga, the Old Town of Riga. I had not downloaded any map of Riga nor memorized it in any form before but it was not a problem because I could easily find a local map just nearby the train station.

Anyway, the Old Town of Riga was, indeed, beautiful! And I could already tell the difference in their architecture from Western Europe. Indeed, Riga already felt “eastern” in my opinion.

It was also a beautiful sunny day in Riga. I know, I was very lucky. It was also a Tuesday, just the day after the Easter long weekend. And so I am not sure whether it was normal to not see so many people out in the street of Riga that day. This was actually the one thing which I did not really enjoy during my short hop in Riga. I felt it was (almost) like a “ghost town” to express it in an extreme way. Okay, there were people here and there but, still, overall, I did not feel the “aliveness” of the city.

The old town of Riga. Not so many people were around
The old town of Riga. Not so many people were around

While enjoying my caramel cappuccino in a cafe in Vecrīga, I opened my tripadvisor app to see what fun thing I could do nearby. The St. Peter’s Church caught my attention where I could go to the top of the church’s tower which provided a cool bird’s eye view of Riga. With the good sunny weather today, the view should be great from up there! And so I went there after I finished my coffee.

Secretly I was hoping a little bit that I would have to climb some stairs to get to the “observation deck” at 72 meter above the ground (approximately 17-21 floors high?). Why? Had I lost my mind? Well, I just thought it would be a good opportunity to do some small exercise while I was travelling (even though actually on average I already walked around 14 km per day during the trip😛 ), haha😆 . But then, it turned out that the tower was already equipped with an elevator which took me all the way to the top! Damn!!😦

Riga, Latvia
Riga, Latvia from the top of the St. Peter’s Church Tower

Anyway, the view from the top of the tower was, indeed, stunning! It provided a 360° panoramic view of Riga. The good weather today also made it possible to take great photos of the city. It was really windy up there, though, haha😆

After the church, I continued my random walk around the city where I reached the Bastejkalna Park and the Freedom Monument🙂 .

The Food

As I was in Riga for only half a day, I only had one opportunity for meal in the Latvian capital. And so probably the most logical decision was to try a local Latvian food, no?

Well, probably. But sometimes it is more fun to do something rather illogical, lol😆 . As I am a fan of the KFC, and “strangely” Riga was the only destination in this trip which had a KFC, I decided to have a late lunch at KFC instead, lol😆 . Speaking of which, it turned out that this KFC was the only KFC in the entire Latvia!

I mean, in my opinion, there is still a possibility to find a Latvian restaurant in the Netherlands while the chance to find a Latvian KFC in the Netherlands is zero. So if I want to try a Latvian dish, I may be able to do that in the Netherlands while if I want to try a Latvian KFC, I will need to come back to Latvia! Lol😆 . Yeah, what a justification😉 .

The Latvian KFC
The Latvian KFC

Anyway, how was the KFC? Well, first of all, it turned out that just like in the United Kingdom or in Denmark, the KFC in Latvia did not provide the crispy spicy chicken (read: my favorite). And so by default this KFC could not be my favorite KFC ever, unfortunately. So I had their original chicken instead (there was no other option basically), and it was okay, haha😆 .

TO BE CONTINUED…

Next on 2016 Baltic Spring Trip:
– Helsinki
– Suomenlinna
– Crossing the Gulf of Finland
– Tallinn
– Flying Finnair

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri 2016 Baltic Spring Trip:
1. Part I: Stockholm
2. Part II: Jumbo Stay and Air Baltic

Sebelumnya dalam 2016 Baltic Spring Trip: Zilko pergi ke daerah Baltic untuk musim semi tahun ini. Setelah menghabiskan tiga malam di Stockholm, kini ia siap untuk sebuah perjalanan satu hari di Riga, ibukotanya Latvia.

***

Riga, Latvia

Setelah mendapatkan boarding pass untuk penerbangan lanjutanku ke Helsinki sore nantinya dan menitipkan bagasiku di Bandara Internasional Riga, aku keluar gedung terminalnya dan menuju ke halte bus. Aku membeli tiket transportasi umum dua arah dari mesin penjual tiketnya (dengan begini aku mendapatkan diskon 45% dari tarif yang harus kubayarkan apabila aku membeli tiketnya langsung di sopir busnya😛 ).

Perjalanan ke pusat kota Riga selama 30an menit itu asyik loh (busnya menyediakan koneksi wifi gratisan pula😛 ). Lebih jauh lagi, aku terkesan dengan pemandangan di pinggiran kota Riga. Setidaknya bagian antara bandara dan pusat kota indah banget, terutama arstitektur rumah-rumahnya yang aku lihat di sepanjang jalan!

A suburb of Riga
Pinggiran kota Riga

Vecrīga

Setelah tiba di pusat kota Riga, aku langsung berjalan-kaki menuju Vecrīga, atau Kota Tuanya Riga. Aku belum mengunduh peta Riga sebelumnya sih dan aku juga belum pernah mempelajarinya sama sekali. Namun ini bukanlah masalah karena aku menemukan sebuah peta besar di dekat stasiun keretanya.

Ngomong-ngomong, pusat kota Riga itu indah banget lho! Dan memang terlihat deh perbedaan dari segi arsitekturnya dari negara-negara Eropa barat. Memang di Riga terasa “timur”-nya menurutku.

Hari itu jugalah hari yang indah dengan matahari yang bersinar cerah di Riga. Aku tahu, beruntung sekali aku hari itu. Hari itu jugalah hari Selasa, seharu setelah libur long weekend Paskah. Dan aku tidak tahu apakah normal untuk melihat tidak banyak orang di jalanan Riga hari itu. Ini adalah satu hal yang kurang begitu aku nikmati disana sih. Aku merasa kotanya (agak) mirip seperti “kota hantu” gitu deh, kalau boleh aku ekspresikan secara ekstrim. Oke, ada orang sih disana-sini, tetapi secara keseluruhan aku merasa kotanya sepi aja gitu.

The old town of Riga. Not so many people were around
Kota tua di Riga. Tidak banyak orang di luar waktu itu.

Sambil menikmati secangkir cappuccino karamel di sebuah kafe di Vecrīga, aku membuka app tripadvisor untuk melihat apa yang menarik di dekatku. Gereja Santo Petrus menarik perhatianku dimana disana aku bisa ke puncak menaranya dimana dari sana aku bisa melihat kota Riga dari atas! Jadilah aku kesana setelah kopiku aku habiskan.

Waktu itu aku berharap agar aku harus naik banyak tangga untuk mencapai “dek observasi” menaranya yang setinggi 72 meter dari permukaan tanah itu (sekitar 17-21 lantai lah ya berarti?). Mengapa? Aku sudah gila kah? Yaa, waktu itu aku pikir itu adalah kesempatan baik kan untuk sedikit berolah-raga ketika sedang liburan (walaupun sebenarnya ketika jalan-jalan kemarin rata-rata per hari-nya aku berjalan kaki sekitar 14 km sih😛 ), haha😆 . Tetapi ternyata menaranya sudah dilengkapi lift yang membawaku langsung ke dek observasinya dong! Ah, mengecewakan!!😦

Riga, Latvia
Riga, Latvia nampak dari puncak menaranya Gereja Santo Petrus

Anyway, pemandangan dari puncak menaranya memang keren banget!! Dari sana aku mendapatkan pandangan panorama 360° akan kota Riga. Cuaca yang oke juga membuat foto-foto yang kuambil dari atas sana kece-kece. Eh, sayangnya waktu itu berangin banget sih tapinya di atas sana, haha😆

Dari gerejanya, aku berjalan-jalan random lagi mengelilingi kotanya dimana aku mencapai Taman Bastejkalna dan monumen Kemerdekaan juga🙂 .

Makanannya

Karena aku di Riga hanya di siang hari saja, aku hanya memiliki satu kali kesempatan untuk makan di ibukota Latvia ini. Dan jadi mungkin pilihan terlogis adalah mencicipi makanan Latvia kan ya?

Yah, mungkin sih. Tetapi terkadang kan lebih asyik untuk melakukan sesuatu yang tidak logis, haha😆 . Karena aku adalah fans-nya KFC, dan anehnya Riga adalah satu-satunya tujuanku di perjalanan ini yang memiliki KFC, aku memutuskan untuk makan siang di KFC ajah, hahaha😆 . Ngomong-ngomong, KFC ini ternyata adalah satu-satunya KFC di seluruh penjuru negeri Latvia dong!

Maksudku, menurutku, masih ada kemungkinan untuk menemukan restoran Latvia di Belanda sementara peluang menemukan KFC Latvia di Belanda jelas nol kan ya. Jadi jika aku ingin mencoba makanan ala Latvia, sepertinya aku bisa melakukannya di Belanda; sementara jika aku ingin mencoba KFCnya Latvia, aku harus balik ke Latvia lagi dong! Huahaha😆 . Iyaa, pembenaran banget yah, hahaha😉 .

The Latvian KFC
KFCnya Latvia

Anyway, bagaimanakah rasa KFCnya? Hmm, pertama-tama, ternyata KFCnya Latvia mirip seperti KFCnya Inggris Raya dan Denmark dimana mereka tidak menyediakan ayam crispy yang spicy (baca: menu favoritku) itu. Jadilah otomatis KFC ini tidak bisa menjadi salah satu KFC favoritku deh, sayangnya. Jadilah aku memesan ayam original-nya (tidak ada pilihan lain juga sih), dan rasanya ya gitu-gitu aja deh, haha :lol: .

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2016 Baltic Spring Trip:
– Helsinki
– Suomenlinna
– Menyebrangi Teluk Finland
– Tallinn
– Terbang dengan Finnair

40 thoughts on “#1726 – 2016 Baltic Spring Trip (Part III: Riga)

    1. Iya, kotanya cantik tapi sepi banget, hehe🙂 . Iya, suka sama KFC nih dan pengen nyobain KFC di setiap negara yang kukunjungi (tapi di Meksiko kemarin lupa😛 ).

  1. Cita2 jaman dulu, kalau traveling harus nyobain Mcd dan KFC di negara bersangkutan, tapi ternyata belum kesampean, makanan lain lebih menggiurkan, kecuali dah gak ada pilihan baru deh. Nyoba McFlurry di NZ, dohhh standard banget, cuma sundae dipakein oreo, ga ada pilihan lain, itu sih di Jakarta juga ada. Haha..

    1. Hahaha, kebetulan aku nggak begitu suka McD jadi nggak begitu penasaran deh. Masalahnya di Delft adanya McD dan nggak ada KFC. Jadi kalau mau KFC harus ke luar kota dulu :p . KFC ini menarik karena di setiap negara rasanya berbeda-beda.

  2. Mungkin karena ukuran kotanya besar banget kali ya makanya terkesan sepi :hehe. Tapi bangunan kota tuanya memang keren banget… eh itu menara TV dan radio juga kelihatan menonjol dibandingkan sekitarnya :)). Kerenlah pokoknya.
    Rasa ayam original-nya KFC kayaknya tidak berbeda di KFC manapun di dunia, ya?

    1. Hahaha, bisa jadi Gara. Tapi sepertinya kotanya nggak besar-besar amat juga sih😛 .

      Iya, menaranya memang nampak mencolok banget ya. Ketika mendarat di Bandara Internasional Riga juga menaranya menarik perhatian banget, hehehe🙂 .

      Iya, rasa ayam originalnya sepertinya sih nggak terlalu banyak berbeda. Tapi aku nggak begitu suka ayam originalnya sih makanya kalau tersedia, lebih suka membandingkan rasa ayam crispy-nya😛 .

  3. Semoga suatu saat bisa jalan2 keliling Eropa kayak kak Zilko, amin! Jujur, mupeng nih aku, hhahaha. Jalan2ku berat d ongkos, hhaha

  4. kalo ternyata beneran mesti naik tangga setinggi itu lu bakal tetep naik ko? hehehe

    KFC crispy yang paling mantep emang cuma di indo.. hahaha

    1. Bakal naiik doong, bakal tambah semangat pula itu kayaknya, hahahaha😆 .

      Iya sih, yang crispy sejauh ini paling mantap yang di Indo. Eh tapi yang di Belanda lumayan juga lhoo😛 .

  5. Pemandangan kota dari atas kece ya jadinya kalau langitnya biru gitu haha. KFC rasanya gimana Ko dibandingin yang di Den Haag? Aku kan sudah lama ga makan ayam, tapi dulu masa2 kuliah masih beberapa kali makan KFC yang rasa pedas, enak ya haha.

    1. Iya, langit biru + naik ke atas = pemandangan yang keceee😀 .

      Rasa KFCnya standar aja menurutku. Dan jauh enakan yang di Den Haag karena yang di Den Haag ada ayam crispy-nya plus ayam crispy-nya enak, hahaha😆 .

    1. Iya, Riga sebenarnya kotanya memang cantik😀

      Iyaa, asyik kemarin ini di semua kota di transport ke/dari bandaranya ada wifi gratisannya semua, hahaha😆 . Mana yang di Stockholm cepet banget koneksinya, padahal itu busnya aku pilih yang paling murah, ahahahaha😆 .

      Iyaa, kalo ga crispy gak mantap ya. Lembek trus rasanya terdominasi asin menurutku, hahaha😆 .

    1. Iya, sepii banget kan ya Chris? Jadi berasa gimanaa gitu.

      Ini kejadiannya hari Selasa Chris. Dan memang sehari setelah long weekend Paskah (tanggal merah Paskahnya Jumat dan Senin).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s