Posted in PhD Life, Zilko's Life

#1725 – A Conference in Delft

ENGLISH

Last week, I went to a conference that was held at TU Delft. The reason I attended the conference was because I found the topic to be very interesting and, indeed, in a field which I have decided I will dedicate my entire life into😉 (plus registration was free of charge anyway so why on earth would I not go? Lol😆 ). Well okay, the “dedicating my entire life into” part is, indeed, an overstatement😛 . But my point is, at the very least, I think this will be career path I am going to follow in the coming near future😉 . Yeah, I have made up my mind about that😉 .

Anyway, some mathematics talks covering some topics in the field were given in the one-day conference. Some of the messages were not new nor surprising at all to me as I, indeed, already encountered them first-hand during my own research so I just nodded along the way😆 . Some interesting techniques or ideas were also presented, which were nice additions to my library of knowledge of course😛 . But don’t worry, I am not going to talk about those stuffs here, as this blog is definitely not the place for one😉 .

***

Nonetheless, I still would like to share a small part of one of the presentations about a real-world application of the math stuff. The presented research was in the field of climatology and so it (also) touched one area of my concern: global warming.

In the presentation, the following video was shown:

It is a video showing a NASA supercomputer model of carbon-dioxide (CO2) levels in the Earth’s atmosphere in 2006. The legend of the colors can be found at the bottom of the video. Reading this legend, first, is important to understand this video objectively and to not be misled by the colors (Remember my post about measurement last week😉 ). You see, even though the color change was very “contrast”, actually the number it represented did not differ “that much”. And so obviously the color and legend were chosen to make the video more “dramatic” (and, in my opinion, to deliver the message better to the audiences).

Though the difference (in numbers) did not look “much”, but it was real. You can see how CO2 produced in one place can travel easily to the entire planet within days. And over the years, the CO2 levels in the atmosphere has seen a generally increasing trend. The video also highlights the importance of vegetation. At about the end of the winter, when there was the least amount of vegetation in the northern hemisphere (check 0:58), the CO2 level was very high while in the summer, after more vegetation started to grow (check 01:48), the CO2 level was low. You see, this is why it is important to keep the forest and, to me, reforestation is crucial.

A plot showing the monthly average CO2 concentration measured in Hawaii and the South Pole. This plot was also shown in the conference. Source: http://scrippsco2.ucsd.edu/graphics_gallery/mauna_loa_and_south_pole
A plot showing the monthly average CO2 concentration measured in Hawaii and the South Pole. This plot was also shown in the conference. Source: http://scrippsco2.ucsd.edu/graphics_gallery/mauna_loa_and_south_pole

***

Anyway, the bottom line is, it was such a nice day at work. My knowledge and myself professionally were enriched with new ideas and insight, that is always a good thing of course😉

A #conference at #work today. Now, educate me!! 🤓🏫#PhDLife

A photo posted by Aurelius Zilko (@azilko) on

BAHASA INDONESIA

Minggu lalu, aku pergi ke sebuah konferensi yang diadakan di TU Delft. Alasan aku menghadiri konferensi ini adalah karena bagiku, topiknya sangat amat menarik dan, kebetulan, memang adalah bidang yang mana telah kuputuskan aku akan mendedikasikan seluruh hidupku untuk bidang itu😉 (plus biaya pendaftarannya gratis sih jadi mengapa tidak kan? Haha😆 ). Eh, oke, bagian “mendedikasikan seluruh hidupku untuk itu” memang adalah sebuah pernyataan yang berlebihan sih, haha😛 . Tetapi intinya adalah, setidaknya, bidang ini akan menjadi langkah/jalan karier yang akan aku tempuh di masa yang akan datang😉 . Ya, setidaknya untuk itu aku sudah menetapkan pilihanku😉 .

Anyway, beberapa presentasi matematika yang meliputi beberapa topik di bidang ini diberikan di konferensi selama satu hari ini. Beberapa pesan utama yang disampaikan presentasi-presentasinya tidaklah baru ataupun mengejutkan untukku karena aku sendiri sudah mengalaminya sendiri di risetku ini sehingga aku mengangguk-angguk setuju saja di presentasi itu, haha😆 . Beberapa teknik dan ide yang menarik dan kreatif juga dipresentasikan, yang mana merupakan tambahan berharga ke perpustakaan ilmu dan pengetahuan di otakku tentunya😛 . Tenang saja, aku tidak akan menuliskan mengenai hal ini disini kok karena jelas blog ini bukanlah tempat untuk itu ya😉 .

***

Tetapi masih ada satu bagian kecil dari salah satu presentasinya mengenai aplikasi teori matematika itu di sebuah aplikasi dunia nyata yang ingin kubagikan disini. Riset yang dipresentasikan adalah aplikasi di klimatologi dimana ini (juga) menyentuh satu topik yang aku anggap amat penting: pemanasan global.

Di presentasi itu, video berikut dimainkan:

Ini adalah video yang menunjukkan model superkomputernya NASA akan level karbon dioksida (CO2) di atmosfer planet Bumi di tahun 2006. Legenda dari warna yang ditampilkan di videonya bisa ditemukan di bagian bawah video. Pertama-tama, amat penting untuk membaca legenda ini agar videonya bisa ditonton dengan obyektif dan tidak disesatkan oleh warna-warna yang digunakan (Ingat kan apa yang kutulis di posting-ku tentang pengukuran minggu lalu?😉 ). Nah, lihat kan, walaupun perbedaan warnanya nampak “kontras”, sebenarnya angka yang direpresentasikan oleh warna-warna itu tidak berbeda “terlalu banyak”. Jelas warna dan legenda itu dipilih untuk membuat videonya lebih “dramatis” (dan, menurutku, agar pesan tersampaikan lebih baik ke penonton).

Walaupun perbedaannya (dalam angka) tidak nampak banyak, tetapi nyata loh. Terlihat kan bagaimana CO2 yang diproduksi di suatu daerah bisa dengan mudah menyebar dan berpindah tempat ke seluruh planet dalam waktu hari? Dan jika dilihat perkembangannya dalam tahun, level CO2 di atmosfer terus menunjukkan tren yang secara umum meningkat loh. Video ini juga menunjukkan pentingnya keberadaan vegetasi. Di sekitar akhir musim dingin, ketika kebanyakan vegetasi di belahan Bumi utara nggak banyak karena musim dingin (cek 0:58), level CO2nya amat tinggi sementara di musim panas, setelah vegetasi-vegetasinya tumbuh (cek 01:48), level CO2nya rendah. Nah, terlihat kan pentingnya untuk tetap menjaga hutan dan, menurutku, reboisasi itu amat penting.

A plot showing the monthly average CO2 concentration measured in Hawaii and the South Pole. This plot was also shown in the conference. Source: http://scrippsco2.ucsd.edu/graphics_gallery/mauna_loa_and_south_pole
Sebuah grafik yang menunjukkan rata-rata bulanan konsentrasi CO2 yang diukur di Hawaii dan Kutub Selatan. Grafik ini juga ditunjukkan di konferensinya. Sumber: http://scrippsco2.ucsd.edu/graphics_gallery/mauna_loa_and_south_pole

***

Anyway, intinya adalah, hari itu adalah hari yang seru banget di kantor. Pengetahuan dan diriku secara profesional bertambah kaya karenanya dengan ilmu dan ide-ide baru, yang mana adalah hal yang bagus tentunya😉 .

19 thoughts on “#1725 – A Conference in Delft

    1. Huahahaha😆 . Ah, justru bagian favoritku waktu kuliah itu waktu ngerjain thesis lho! Seru aja rasanya soalnya berasa kayak kerja beneran gitu! Nggak bikin bosen soalnya kan bukan kuliah/bikin tugas/ujian gitu deh. Hahahaha😆 .

      1. Aku ini selalu punya hubungan buruk deh dengan yang namanya tugas akhir. Dari jaman D3 sampai S2, selaluuuu aja drama. Awalnya sih selalu penuh suka cita ya kan sudah mau lulus. Tapiii perjalanannya terjal bangeett haha. Tapi itu yg bikin kenangan manis sih kalo sekarang diingat2. Mungkin di TU Delft ga berdrama ya, jadi boleh nih aku coba *kode pengen kuliah disana hahaha

  1. Wah, keren Zilko nih mau mendedikasikan diri untuk matematika🙂 Secara aku gak suka banget sama Matematika, jadi buatku orang yang kayak Zilko keren abis deh🙂 Sukses ya Zilko untuk rencana masa depannya🙂

  2. Iya ya. Aku baru ngeh kalau musim dingin gak ada pohon yak yg bisa menyerah CO2. Kalau di Indonesia kan kondisinya tetap sepanjang tahun

    1. Iya Niee. Waktu lihat animasi ini juga aku baru “sadar”. Masuk akal banget memang ya karena mulai musim gugur gitu kan pohon-pohon meranggas semua jadi daya serap CO2nya juga menurun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s