#1717 – Garuda Leaves Gatwick for Heathrow


Okay it is time for some aviation-related news, haha ๐Ÿ˜† .

News about Garuda Indonesia’s intention to move their London operation from Gatwick Airport to Heathrow Airport has been around since the end of last year after Garuda, somehow, secured some super precious Heathrow slots. Why “super precious” exactly btw? Well, this February, Oman Air bought a pair of Heathrow slots from Air France/KLM for US$75 million. Yes, US$75 million (approx Rp 1 trillion or โ‚ฌ68 million) “just” for a right to land and take off at Heathrow Airport once a day ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ. Anyway, the Garuda news was, indeed, confirmed in February.

Starting from today, Garuda decouples the tagged Amsterdam and London service and moves from Gatwick to Heathrow in London. London Heathrow is served 5x weekly (with a stop in Singapore on the outbound flight) while, separately, Amsterdam is served 6x weekly (3x with a stop in Singapore on the outbound flight while the other 3x are non-stop).

What does this mean?

Well, this means NO MORE fifth freedom Amsterdam – London flight with Garuda Indonesia for me!! โ˜น๏ธโ˜น๏ธโ˜น๏ธโ˜น๏ธโ˜น๏ธ Damn, this particular fifth freedom flight has been one of my most favorite flights ever because:

  1. First of all, it is fifth-freedom so by definition it is awesome;
  2. Moreover, it is operated with a wide-body Boeing 777-300ER aircraft while all other competitors use narrow-body or regional jets on the route (well, except for British Airways’ once daily Boeing 767-300 service);
  3. It is Garuda Indonesia so the level of on board service is the best of all competing airlines;
  4. While at the same time they sell (much) cheaper tickets than their competitors (including LCCs) and those cheap tickets are (usually) still available even if you buy them last minute.

Okay, somewhat the third and fourth point above are, rather, contradictory but it is what it is ๐Ÿ˜† .

Complementary snack and drink on board

CityJet’s AMS-LCY snack in 2013

Complementary snack on board KLM

KLM’s AMS-LHR snack service in 2013

Complimentary snack on board GA88 and GA89 from AMS-LGW vv

Garuda’s AMS-LGW snack in 2015

At the very least last year I have flown this fifth freedom route three times on two short weekend trips to London. So it is not like that I am totally missing out on anything, haha ๐Ÿ˜† .

Nonetheless, we will see. I am genuinely hoping for the best for Garuda with this operational change. There have been words around that, indeed, their operation to London Gatwick is hemorrhaging their money, a lot. Well, I am not so surprised with that though. I mean, just look at the third and fourth point I mention above ๐Ÿ˜† .

On board CityJet's Avro RJ85. It was a much roomier plan that I thought it was!

On board CityJet’s AMS-LCY flight

On board a KLM's Boeing 737-800

On board KLM’s AMS-LHR flight

On board Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIC

On board Garuda’s AMS-LGW flight

Hopefully this ambitious change of strategy to London Heathrow works. To be honest I am a little bit concerned with the schedule though. Flight GA 86 to Heathrow departs from Jakarta at 07:45, which means NO possibility for connections from Garuda’s other destinations. For instance, Garuda’s first flights from Denpasar, Surabaya, Medan, Makassar, and Yogyakarta all arrive in Jakarta after 7 AM ๐Ÿ˜ . As far as I know, there is only one GA flight which is able for a convenient transfer: the GA 854 flight from Surabaya to Singapore where the passengers can transfer to GA 86 in Singapore. I know they have a very strict scheduling constraint with their available Heathrow slots. But still…

Yeah, we will see. In the meantime, for now I need to look for other possible fun ways to fly to/from London from/to Amsterdam, haha ๐Ÿ˜† . Any idea?

A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIE which brought me to London as flight GA88

A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GIE which brought me to London as flight GA88

A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIC which brought me back to Amsterdam as GA89

A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GIC which brought me back to Amsterdam as GA89

A Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GID

A Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER reg PK-GID which brought me to Amsterdam as GA89


Oke, sekarang adalah saatnya untuk sebuah berita singkat yang berkaitan dengan dunia penerbangan, haha ๐Ÿ˜† .

Berita mengenai keinginannya Garuda Indonesia untuk memindahkan operasi mereka di London dari Bandara Gatwick ke Bandara Heathrow sudah muncul semenjak akhir tahun lalu setelah Garuda mendapatkan beberapa slot super berharga di Bandara Heathrow. Mengapa kok “super berharga” btw? Jadi ya, Februari kemarin ini Oman Air membeli sepasang slot di Heathrow dari Air France/KLM seharga US$ 75 juta (sekitar Rp 1 TRILYUN). Iya loh, Rp 1 trilyun “hanya” untuk mendapatkan hak mendarat dan lepas landas di Bandara Heathrow satu kali saja dalam satu hari ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ. Anyway, berita Garuda ini beneran dikonfirmasi bulan Februari ini.

Mulai hari ini, Garuda memisahkan rute Amsterdam dan London yang tersambung itu dan berpindah dari Bandara Gatwick ke Bandara Heathrow di London. London Heathrow dilayani 5x seminggu (semuanya dengan transit di Singapura di penerbangan keberangkatan) sementara Amsterdam dilayani terpisah sebanyak 6x seminggu (3x dengan transit di Singapura di penerbangan keberangkatan dan 3x lainnya penerbangan non-stop).

Apakah arti dari semua ini?

Yaa, artinya TIDAK ADA LAGI penerbangan kebebasan kelima Amsterdam – London dengan Garuda Indonesia untukku!! โ˜น๏ธโ˜น๏ธโ˜น๏ธโ˜น๏ธโ˜น๏ธ Ah, sayang banget nih padahal penerbangan kebebasan kelima ini adalah salah satu penerbangan favoritku sepanjang masa karena:

  1. Pertama-tama, yang namanya penerbangan kebebasan kelima itu kan memang sudah dari sananya keren duluan gitu ya;
  2. Penerbangan ini dioperasikan dengan pesawat berbadan lebar Boeing 777-300ER sementara semua pesaingnya di rute ini menggunakan pesawat berbadan kecil atau malah pesawat jet regional (eh, kecuali satu penerbangan hariannya British Airways yang dioperasikan dengan Boeing 767-300 ding);
  3. Penerbangan ini dioperasikan oleh Garuda Indonesia yang mana level pelayanan di dalam pesawatnya jauh banget di atas semua pesaingnya;
  4. Pada saat yang bersamaan, Garuda menjual tiket penerbangannya (jauuh) lebih murah daripada pesaingnya (termasuk maskapai LCC) dan tiket murah itu (biasanya) masih tersedia bahkan ketika tiketnya dibeli dadakan.

Oke, memang sih poin ketiga dan keempat di atas kok kontradiktif gitu ya, tetapi ya memang begitu sih situasinya ๐Ÿ˜† .

Complementary snack and drink on board

Snack di rute AMS-LCYnya CityJet tahun 2013

Complementary snack on board KLM

Snack di rute AMS-LHRnya KLM di tahun 2013

Complimentary snack on board GA88 and GA89 from AMS-LGW vv

Snack di rute AMS-LGWnya Garuda di tahun 2015

Setidaknya tahun lalu aku sudah menerbangi rute kebebasan kelima ini tiga kali di dua perjalanan akhir pekan ke London. Jadi ya bukannya aku melewatkan sesuatu gitu juga sih, haha ๐Ÿ˜† .

Ah, kita lihat saja deh. Aku sungguh berharap mudah-mudahan Garuda sukses dengan perubahan strategi ini. Soalnya dengar-dengar nih, katanya operasi mereka ke London Gatwick itu berdarah-darah banget loh (dari segi finansial), banyak pula. Yaa nggak mengherankan juga sih ya. Maksudku, agak terlihat kan dari poin 3 dan 4 yang kusebutkan di atas ๐Ÿ˜† .

On board CityJet's Avro RJ85. It was a much roomier plan that I thought it was!

Di dalam penerbangan AMS-LCY dengan CityJet

On board a KLM's Boeing 737-800

Di dalam penerbangan AMS-LHR dengan KLM

On board Garuda Indonesia's Boeing 777-300ER reg PK-GIC

Di dalam penerbangan AMS-LGW dengan Garuda

Jadi mudah-mudahan strategi ambisius mereka dengan memindahkan operasi ke London Heathrow ini berbuah manis. Eh, tetapi sejujurnya aku sedikit khawatir dengan jadwalnya nih. Penerbangan GA 86 ke Heathrow dijadwalkan berangkat dari Jakarta jam 07:45 pagi, yang mana artinya TIDAK MEMUNGKINKAN untuk dibuat terkoneksi dengan penerbangan-penerbangan Garuda lainnya yang mana pun. Misalnya nih, penerbangan pertama Garuda dari Denpasar, Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta semuanya baru mendarat di Jakarta lewat jam 7 pagi ๐Ÿ˜ . Sejauh yang aku tahu, hanya ada satu penerbangan yang memungkinkan koneksi yang nyaman, yaitu penerbangan GA 854 dari Surabaya ke Singapura dimana penumpang bisa transit ke GA 86 di Singapura. Aku paham betul bahwa mereka memang dihadapkan pada constraint amat ketat yaitu ketersediaan slot di Bandara Heathrow. Tapi tetap aja lah ya…

Ya, kita lihat saja deh. Untuk sekarang ini, aku harus mencari cara lain yang asyik untuk terbang ke/dari London dari/ke Amsterdam nih, haha ๐Ÿ˜† . Ada ide?


18 thoughts on “#1717 – Garuda Leaves Gatwick for Heathrow

  1. nyonyasepatu says:

    Belon ada ide Zi haha, pokoknya kita tergantung bgt sama kayak dan skyscanner untuk beli tiket hahah

    • zilko says:

      Hahaha, biasanya aku sama Non. Belinya via SkyScanner soalnya biasanya bisa dapet sedikit lebih murah untuk satu flight yang sama, hahahaha ๐Ÿ˜‚

  2. Puji says:

    Ga ada ide haha… Eh tapi itu beneran Oman Air super woowww ๐Ÿ˜ฑ

    • zilko says:

      Iya kaan, gilaa itu mereka ๐Ÿ˜‚. Ah tapi berari potensi pendapatan mereka besar banget pastinya ya kalo berani ngeluarin dana segitu untuk slot aja ๐Ÿ˜‚

  3. denaldd says:

    Aku ga ada ide Ko. Baca cerita penerbanganmu diatas aja aku bingung karena banyak kata2 technical yg aku ga paham huahaha terus terang banget aku๐Ÿ˜…

  4. Kalo kya gitu berarti ngaruh bgt ke harga tiket ya Zi, dan nilai sahamnya juga *ngomongin Oman*

    Well semoga masih bisa dapet direct flight ke London dengan harga murah ๐Ÿ™‚

  5. Eky says:

    Yang Oman Air itu, katanya dibeli supaya connecting time passenger dari London ke Asian destinations (Bangkok, SG, KL, Jakarta) bisa dipangkas sedemikian rupa. Primetime pula kan yang dibeli dari KLM itu spotnya. Spend more for (hopefully) heavier load ๐Ÿ˜€

    Btw GA CGK-LHR ini lagi promo bangettt barusan cek Traveloka PP 9.1jutaan aja! *pusing mikirin harganya yang beda dikit sama Sydney di 8.6jutaan*

    Untuk ide AMS-LON, cobain 767-300-nya BA dong. Belum pernah liat nih kayak gimana dalemnya :))

    • zilko says:

      Iya, aku baca memang agar pilihan koneksinya makin ok ya. Hitung2 inves sih itu mereka, hahahaha ๐Ÿ˜‚.

      Huaaaa, murah banget kalo sampe LHR 9,1 juta pp!! ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑMending yg LHR lah ya kalau harga segitu!! *ngomporin ๐Ÿ˜*.

      Iya nih, seru nyobain B763nya BA. Sayaangnya mereka anggota aliansi sebelah, ahahahaha ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

  6. niee says:

    Yaaa. Jadi kalau ke london gak bisa singgah ke belanda dulu dong. *padahal cuma di dalam pesawat di bandaranya aja* ๐Ÿ˜

  7. […] since Garuda Indonesia closed their Amsterdam – London Gatwick serviceย in March this year, somehow I became even more thirsty to fly a fifth freedom flight this year! I […]

  8. […] is British Airways’ Boeing 767 daily serviceย between London and Amsterdam (especially after Garuda Indonesia stopped its Amsterdam – London Gatwick route last year), haha ๐Ÿ˜› .ย I always find it fascinating to fly wide-body on a short-haul flight! Haha ๐Ÿ˜› […]

  9. […] was where I missed Garuda Indonesia’s fifth freedom Amsterdam – London-Gatwick route which they closed last year. A last-minute London (any airports, London is served by six airports, btw ๐Ÿ˜ฎ) – Amsterdam […]

  10. […] had to taxi for quite a distance and time (due to the airport’s crowdedness), where I spotted a Garuda Indonesia’s Boeing 777-300ER being prepared for its non-stop flight back to Jakarta later tonight. And finally, we parked at a gate in Terminal 4 at the south part of the […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s