Posted in General Life, Zilko's Life

#1711 – A No-Oil Experiment

ENGLISH

Since 2013 when I tried to be a vegetarian for a week, which conclusion was that I was definitely not a vegetarian, lol😆 , I have not conducted any other significant experiment with my food intake. Btw it might be important to mention that “an experiment” is not the same as “to pay attention to” because, especially in the last year or so, I have definitely monitored and controlled what I put in my body🙂 .

Well, okay, that is only true if my avoidance of pork and ice cream for the last six months doesn’t count as an experiment though, haha😆 . Yes, I have been avoiding pork and ice cream in the last half a year or so purely for health reason. It was not that I went to total pork and ice cream abstinence as it was practically impractical. There were a few instances where it was unavoidable to have some, of course, especially when I was travelling or the few cheat days here and there. But the bottom line is, I have been trying to avoid pork and ice cream and these two items have been out of my grocery list for most of the more than 180 days as of now😛 .

A New Experiment and the Setup

Anyway, so this week I decided to conduct a new experiment. Knowing that I cannot live without meat, I was wondering if I could live without oil. This indeed implies that I was avoiding fried or sauted stuffs this week, usually the easiest (and my favorite😛 ) way of cooking😛 .

This experiment was also quite a challenge given that I live in the Netherlands now. You know, the Dutch like their food fried, haha😆 . As a consequence, I had to really refrain myself when I was in some cafeterias where a lot of fried stuffs (like those delicious kaassouffle for example) were available.

The experiment went for about a week (I ended it yesterday). How did it go?

My Observations

Well, first of all, let me tell you that this experiment gave me an extra problem in the kitchen because now my options range was much more limited because I was avoiding oil in any form and source, haha😆 . But it was not really a big problem given the very short duration of the experiment. Wow it would have been super challenging had this experiment been longer!

Okay, whatever. More importantly, how do/did I feel? Well, I was fine. I did not notice a lot of change in how I felt, except that somehow in general I felt a little bit hungrier than normal, lol😆 . I haven’t checked whether this was a real correlation though.

I also lost 1 kg during the week but I was also exercising everyday (gym on Sunday, Tuesday, Thursday, and Friday; and tennis on Monday, Wednesday, Thursday, and Saturday). So, again, the correlation needed to be checked further. Who knows conditional independence between the experiment and the weight loss holds here (okay, math stuff here😛 ).

The most apparent change actually surfaced when I ended the experiment on Friday. Yesterday, I cooked battered beef with green beans and mushroom; so of course the beef was fried. Just after I finished my meal, my throat actually felt a little tiny bit sore. It was nothing major but it was enough to make me crave for some fresh fruit and you know fruit is expensive commodity here in Europe! So I guess even just after one week, my body has somewhat adjusted and just a normal oily dish became a little bit too oily already!

Conclusion

So, in conclusion, I can handle a no-oil week much much much better than a vegetarian week. This no-oil experiment had little to no effect on my mood (hence productivity at work), unlike that vegetarian experiment three years ago.

Will I do it again in the future? Well, judging from the outcome of this week, I have to say the answer is “yes, very likely“; even though I still have no idea when😆 .

Btw, here are three dishes which I cooked this week. They involved no oil at all (and also no pork (and its derivatives) nor ice cream, of course😛 ).

BAHASA INDONESIA

Semenjak tahun 2013 dimana aku mencoba untuk menjadi seorang vegetarian selama seminggu, yang mana kesimpulannya adalah sangat amat jelas aku bukanlah seorang vegetarian, huahaha😆 , aku belum melakukan eksperiman lagi terhadap asupan makananku. Btw, mungkin penting untuk disebutkan bahwa “sebuah eksperimen” tentu berbeda dari “memperhatikan” ya karena, terutama setahun belakangan ini, aku selalu memonitor dan mengontrol apa yang aku masukkan ke dalam tubuhku🙂 .

Oke, memang sih pernyataan ini benar hanya jika penghindaranku akan daging babi dan es krim selama enam bulan terakhir tidak dihitung sebagai eksperimen, haha😆 . Iya, aku memang berusaha menghindari daging babi dan es krim selama setengah tahun belakangan ini; murni untuk alasan kesehatan saja sih. Eh, bukannya aku sama sekali tidak makan babi atau es krim selama ini ya karena ini jelas tidak praktis untuk dilakukan. Ada beberapa situasi dimana tidak terhindarkan bagiku untuk mengonsumsi babi atau es krim; terutama ketika aku sedang jalan-jalan atau di beberapa cheat days disana-sini itu. Tetapi intinya adalah, aku telah berusaha menghindari daging babi dan es krim dan kedua barang ini sudah nyaris tidak pernah lagi berada di daftar belanjaanku selama hampir 180an hari sekarang😛 .

Sebuah eksperimen baru dan persiapannya

Anyway, ceritanya minggu ini aku memutuskan untuk mengadakan sebuah eksperimen lagi. Tahu kalau aku tidak bisa hidup tanpa daging, sekarang aku penasaran apakah aku bisa hidup tanpa minyak. Yup, ini berarti aku sama sekali menghindari makanan yang digoreng atau ditumis minggu ini, padahal biasanya ini kan cara memasak yang paling gampang (dan favorit😛 ) kan ya😛 .

Eksperimen ini juga memunculkan sebuah tantangan ekstra karena aku tinggal di Belanda. Tahu kan, orang Belanda itu sukanya makan goreng-gorengan gitu deh, haha😆 . Makanya aku harus menahan-diri banget ketika aku berada di kafetaria dimana ada banyak banget gorengan yang disediakan (misalnya kaassouffle yang enak banget itu).

Eksperimen ini berlangsung selama seminggu (selesainya kemarin). Nah, bagaimanakah semingguku ini?

Yang aku amati

Pertama-tama, harus kubilang bahwa eksperimen ini menambah sedikit masalah di dapur dimana pilihan masakku menjadi jauh lebih terbatas karena aku menghindari minyak dalam bentuk dan sumber apapun, haha😆 . Tetapi ini bukanlah masalah besar juga sih karena durasi eksperimen ini yang singkat sekali. Wow, kayaknya bakal susah deh andaikata eksperimennya lebih lama!

Oke, terserah lah ya masalah itu. Yang lebih menarik, apakah yang aku rasakan? Yaa, aku baik-baik saja sih. Aku tidak merasakan terlalu banyak perubahan di apa yang aku rasakan, kecuali bahwa secara umum aku kok merasa agak lebih lapar daripada biasanya ya, haha😆 . Aku belum mengecek sih apakah ini korelasi yang sebenarnya atau bukan.

Berat badanku juga turun 1 kg minggu ini; eh tetapi aku juga berolah-raga terus sih setiap hari (gym di hari Minggu, Selasa, Kamis, dan Jumat; dan tenis di hari Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu). Jadi, lagi, korelasinya harus dianalisa lebih jauh. Siapa tahu ada kondisi independen bersyarat (conditional independence) antara eksperimen dan turunnya berat badan yang terjadi disini (matematikanya keluar😆 ).

Tetapi perubahan yang paling terasa malah muncul ketika eksperimennya aku akhiri di hari Jumat. Kemarin, aku memasak daging sapi goreng tepung dengan sayur buncis dan jamur; jadi jelas dong ya itu daging sapinya digoreng. Setelah aku selesai makan, tiba-tiba tenggorokanku terasa sedikiiit tidak enak loh. Nggak parah sih, rasa tidak enaknya cuma sedikiiit saja tetapi cukup membuatku ngidam makan buah segar untuk meredakannya dan tahu kan buah itu komoditas mahalll di Eropa! Jadi aku duga bahkan setelah seminggu, tubuhku pun sudah menyesuaikan dan menu gorengan biasa pun sudah menjadi terlalu berminyak!

Kesimpulan

Kesimpulannya, aku bisa melewati minggu tanpa minyak jauuuuh lebih mulus daripada minggu vegetarian. Eksperimen tanpa minyak ini juga nyaris tidak memiliki efek apapun ke mood-ku (yang mana artinya juga ke produktivitasku minggu ini), tidak seperti eksperimen vegetarianku tiga tahun yang lalu itu.

Apakah aku akan melakukannya lagi di masa depan? Yah, kalau berdasarkan hasil dari minggu ini, jawabannya adalah “iya, mungkin sekali“; walaupun aku masih belum tahu kapan sih :lol: .

Btw, di atas aku unggah juga beberapa masakanku minggu ini. Semuanya sama sekali tidak mengandung minyak dalam bentuk apa pun (dan juga tanpa daging babi (dan produk-produk turunannya) ataupun es krim, haha😛 ).

46 thoughts on “#1711 – A No-Oil Experiment

  1. Ko, ini semacam Eksperimental Design ya atau faktorial design? hihi ngomongin kuliahan (hahaha aku jadi ingat topik Skripsiku pakai ED 3 faktor dan 2 level :D). Berdasarkan pengalamanku bereksperimen dengan food combining dan akhirnya berlanjut sampai sekarang, badan akan menyesuaikan dengan apa yang dibiasakan. Kalau cheating, alarm badan akan otomatis berbunyi (contohnya tenggorokanmu sakit). Dan badan akan mencari berat idealnya sendiri yang penting hidup sehat dan seimbang. Kok suamiku ga seberapa doyan makanan yg mengandung minyak ya Ko. Makanya sejak 6 bulan terakhir ini aku berkesperimen dengan panggang2an. Sayuran yg biasanya kutumis sekarang kumasukkan oven. Olive oil 1L beli 4 bulan lalu masih belum habis😀

    1. Den, selama di NZ, aku juga jarang pake minyak, “goreng” french fries itu cuma pake kayak piring khusus manggang, kasih minyak sedikit, french fries diatas nya, masukkin oven, jadi deh hehe. Tapi salut sebenarnya sama yg bisa masak tanpa minyak, aku kalau rebus2 pun kadang masih dikasih kayak minyak bawang putih dan bawang putih gorengnya. Masih susah nelen nya. Hehe.. Sorry, jadi panjang lebar disini, Zilko, salam kenal ya.

      1. Ah, aku juga triknya begitu sekarang! Ketika “menggoreng”, minyaknya sedikit-sedikit aja *pelit😛 *. Tapi memang jadi agak repot sih karena harus membalik masakannya kan, hehehe😀 .

        Iyaa, ini aku juga cuma seminggu aja eksperimennya jadi masih bisa “ditahan-tahan”, hahaha😆 .

        Salam kenal juga🙂

          1. Hahaha, terkadang memang itu salah satu “teknik” atau “trik” dalam memasak daging babi kan. Minyak tambahan nggak diperlukan, tinggal memakai “minyak babi”-nya yang keluar ketika dagingnya dimasak, hahaha😆 .

    2. Lebih ke experimental design kayaknya ya, hahahaha😆 .

      Iya! Dan ternyata cukup cepat ya penyesuaiannya badan. Cuma seminggu aja nggak makan minyak, begitu makan mintak dikit langsung alarm-nya bunyi! Hehe😀 . Betul! Secara umum sih aku senang dengan berat badanku sekarang, hehehe🙂 .

      Aku juga pengen nih bereksperimen dengan panggangan. Tapi apa daya oven di apartemen ini lagi agak soak, hahaha😆 . Iya, aku juga nggak begitu suka sekarang makanan yang nampak berminyak banget! Sedikit mematikan selera! Hahaha😆 . Tapi kalau hasil gorengannya kering gitu masih tetap nampak menggoda sih, haha😛 .

      Huaa, aku olive oil justru cepat habis karena sering aku jadiin salad dressing! Haha. Minggu lalu Jumbo promo buy 1 get 1 jadi sekarang di rumah ada 2L olive oil yang extra virgin deh, haha😛 .

      1. Itu yang aku maksud Olive Oil buat goreng Ko yang ga habis2 selama 4 bulan. Kalo yg buat dressing salad beda lagi olive oilnya, memang pakai yg khusus buat salad. Wahaha akhirnya kamu numpuk olive oil ya gara2 promo Jumbo 😆😆

        1. Huaaa, aku baca olive oil nggak baik lho untuk kesehatan jika dipakai untuk menggoreng! Katanya ketika dipanaskan, lemak di dalam kandungan minyaknya bereaksi terhadap panas dan berubah menjadi minyak tak jenuh. Ini berarti memang masih tergantung hingga sepanas apa sih, tetapi aku main aman aja dimana olive oil nggak pernah kupakai untuk memasak, hehehe😛 .

          Iyaa, gara-gara Jumbo, lemariku penuh karena ada olive oil banyak banget (3 botol, botol yang lama masih ada isinya sedikit, hahaha😆 )

  2. Congrats ya Ko….a week without oil n survived. Setelah aku berhasil diet mayo thn lalu…aku berkesimpulan bahwa aku bisa hidup tanpa minyak n tanpa nasi…but not without salt
    OMG tersiksa berat

    1. Ah, aku setujuuuu Jo! Nasi itu overrated banget ya sebenarnya! Aku juga makan nasinya dikit aja ini sekarang. Dan jadilah ini beras basmati 4,5 kg masih belum habis padahal belinya udah 6 bulan yang lalu, hahahaha😆 . Gak sabar untuk ngabisin nih karena nanti kalau sudah habis, aku mau beli beras yang masih ada kulitnya itu (apa sih namanya? Yang berasnya coklat-coklat itu lho, kan lebih sehaat, hehehe😀 ).

      Haha, untuk garam ternyata aku bisa survive lhoo!!😛

    1. Thanks!!

      As for salt, though, actually I have not really used salt (in my cooking) in the last 2 years or so (only extremely occassionally when I feel like it); but of course total salt avoidance is impossible because we can’t really control what people use when we eat out, haha😆 .

      But sugar will be a huge challenge because, for one, I like my coffee sweet😛 .

      1. Aku udah less salt beberapa tahun lalu, kalo less sugar sejak September lalu makanya foodblog mati suri karena jarang baking😉 Ngaruh sih memang ngurangi gula itu untuka aku. Good luck with whatever challenge you’ll do.

        1. Hahahaha, betul banget. Product dari baking memang musuh utama kalau mau less sugar ya😆 . Thanks!!🙂 Masih belum tahu nih challenge selanjutnya apa dan kapan tapinya😛 .

  3. seru, kenapa nggak dilanjutkan? hehe..sharing juga, pengalaman makan sehat lalu tiba-tiba pesta pora berdaging berminyak, langsung badan ngga enak, leher panas dan perut bergolak…jadi kalau disuruh mengulang lagi, hm, gimana ya…memang harus konsisten salah satu…

    1. Hahaha, kan namanya percobaan yang termasuk cukup ekstrim untukku, nggak baik juga kalau dipaksa dilanjutkan lama-lama😛 . Nggak baik untuk kesehatan “mental” soalnya😛 . Menurutku, agar konsisten diperlukan juga balance antara makan makanan sehat dan makan makanan kesukaan kita (jika makanan kesukaan tergolong tidak sehat). Jika “dipaksa”, biasanya bertahannya hanya sepanjang motivasi aja, alias jangka pendek😛 . Oleh karena itu lah aku merasa bahwa “cheat days” itu sangat amat penting🙂 .

    1. Iya kan Win. Aku juga secara umum sekarang serem sih kalau melihat makanan yang berminyak banget gitu!! Kalau minyaknya banyak banget, selera makanku jadi sedikit berkurang…

  4. Wah keren! Langkah awal yang bagus buat kesehatan sekaligus melindungi alam juga soalnya konsumsi sawit menjadi berkurang (meski cuma sangat sedikit tapi lumayan berpengaruhlah :hehe). Jadi ingat kalau saya sendiri juga sedang berusaha mengganti sarapan dengan oatmeal terus tidak makan di atas jam 7 malam :haha. Mari hidup lebih sehat :hehe.

    1. Untuk konsumsi sawit sih sama sekali tidak terpengaruh karena minyak yang banyak digunakan disini untuk menggoreng adalah minyak dari bunga matahari Gara, hehe😀 .

      Hehehe, sukses Gara terhadap upayanya!!😀 Kesehatan itu memang penting banget dan memang mesti diperhatikan semenjak dini ya. Dari yang paling mudah sih: rajin berolah-raga dan memperhatikan apa yang kita makan😀 .

    1. Hahaha, aku nggak ada steamer tapi bisa “bikin” steamer sendiri. Aku akali pakai panci, tutupnya, dan saringan😛 . Ah, rasanya kurang ok tapi tekstur daging hasil steaming itu aku justru suka lho, hehehe😀

  5. Ini kalau di Indo susah kayaknya secara makanan sehari2 banyak gorengan.. hehehe. Tapi aku juga dirumah kalau masak sendiri udah gak pernah deep fry lagi, paling tumis pakai olive oil yg minyaknya sedikit.. lumayan deh kurang2in🙂

    Aku pernah seminggu no salt.. bisa sihhh tapi jadinya mulutnya lari nyari manis hahaha sama aja boong. Kalau sekarang lagi ngurangin gula buatan Ko jadi makan manis cuma dari buah2an doang. udah sebulan, lumayan dehh keliatan perut lebih kempes😀

    1. Iya Chris, sama disini juga susah karena dimana-mana banyak gorengan. Jadi kalau mau no oil memang mesti masak sendiri, hahaha😆 .

      Haha, iya, sebaiknya memang everything in moderation atau low amount ya Chris😛 . Btw, itu berarti tanpa gula pasir juga Chris? Wah, keren!!😀 Aku sih selama ini sudah berusaha banget mengurangi garam (nyaris no salt sekarang😛 ) dan gula, tetapi gula masih lebih sulit untuk dihindari sama sekali nih😛 .

      1. Iyaa kayaknya harus in moderation deh kalau terlalu ekstrim cenderung gagal Ko :p

        Iya justru tanpa gula pasir Ko kalau masak dirumah.. paling pas cheat day aja makan di restoran kan udah pasti ada gula nya ya, terus tadinya aku kan dessert-mania banget orangnya, ini mulai bisa ngurangin sih jadi ngga terlalu ngidam terus2an hehehe.. yaa moga2 berhasil terus, gak stop sih tapi ngurangin aja😀

        1. Iya, kalo ekstrim sih cuma bakal bertahan short-term aja ya Chris, alias percuma dan buang-buang waktu aja, hahaha😆 .

          Hahaha, iya tuh, untung aku nggak terlalu addicted bener sama dessert. Cuma sekali-sekali aja lah, hahaha😆 . Tapi aku suka stroopwafel nih!! Hahahaha😆

  6. Zilko, gimana rasanya? Enak ya tanpa minyak? Aku masih belum 100persen, tapi semua minyak yg di konsumsi di rumah pake jenis Canola oil dan olive oil 😁

    1. Hahaha, enaknya belum terlalu terasa sih soalnya cuma sebentar banget percobaannya😛 . Haha, kalau aku pakai minyak bunga matahari (yang bio) untuk gorengan atau tumisan; dan minyak olive yang extra virgin untuk salad dressing😀 .

  7. Congratulations Zilko! Mendingan no-oil daripada vegetarian week ya *tosss*. Aku pribadi memang kurang suka goreng-gorengan dan manis sejak dulu, tapi masih sulit meninggalkan si eskrim, haha.. Sebulan sekali gapapalah ya😀
    Kalau pas lagi buat kue atau agar, kuenya lebih sering dihabiskan oleh orang lain meskipun takaran gula dan butternya sudah coba dikurangi.
    Btw kayaknya kamu boleh bikin research soal beginian, hahaha..

    1. Hahaha, makanan berminyak memang enak sih Niee😛 . Tapi aku sudah berusaha mengurangi banget sih. Sekarang kalau melihat makanan yang banyak banget minyaknya gitu rasanya sudah agak “jijik” sendiri😛 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s