Posted in EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1709 – A Weekend In Warsaw

ENGLISH

So, I went to Warsaw in the last weekend of February. And now it is time for the stories of this trip 😄.

***

Getting To Warsaw

Being around 1,100 km away from Amsterdam, obviously I chose to fly to get to Warsaw. Late in October last year, I found a special promotion from KLM and I immediately booked a return ticket for myself, haha😆 . Both of my return flights were regular KLM intra-European flights so I don’t feel like writing a lot about them.

PH-BGN
PH-BGN
PH-BGR
PH-BGR

Both flights turned out to be operated with Boeing 737-700: PH-BGN for the outbound flight and PH-BGR for the inbound flight. Yeah, so PH-BGR officially became the first frame in KLM’s fleet which I took twice. The first time, coincidentally also my first ever flight with KLM’s mainline fleet, was almost four years prior for my Edinburgh to Amsterdam flight on my way back from my 2012 Spring Trip to Scotland 😁 . Anyway, here is the landing video in Warsaw:

Warsaw

A Saturday morning in Warsaw
A Saturday morning in Warsaw

Now, I have two general impressions of Warsaw:

  1. It is a beautiful city with a lot of sculptures;
  2. However, it does not seem/feel to be a city for a tourist, even though it might be a perfect one if your intention is to work or study in Poland (they have a really good public transportation system, btw).

The second point above is my impression of Madrid as well, btw. If you want to work in Spain, I think you should go to Madrid. If you want to go on a vacation, though, maybe Madrid should not be in your top priority of Spanish destinations.

The Old Town

Plac Zamkowy
Plac Zamkowy in Warsaw Old Town

I went to Warsaw’s Old Town on a Friday evening. It was one part of Warsaw with a lot of old buildings (well, duh!😛 ) and it was beautiful. The atmosphere, though, was a little bit “spooky” because I did not see a lot of people on the street. I am not sure if it was due to the very cold weather (that week was the coldest week this winter!) or it was indeed normally like that on a Friday evening. But then, I was told that this part of the city was, indeed, not where Warsawians normally went out to.

The Łazienki Park

I also went to the Łazienki Park, a 76 hectares park in the city center of Warsaw. Too bad though the weather was not in the best condition today (it was cloudy and very foggy so it was very “gray”). I could see that it was such a beautiful park which would have looked even more magnificent had the weather been much better today!

Look, a peacock
Look, a peacock

At one point, I even saw a wild peacock in the park. Yes, a peacock. And yes, wild. Wild as in the peacock was not inside a cage or something. He was free and so he could just wander to anywhere he felt like, haha😆 .

A Protest

Anyway, it had to happen that on the weekend of my stay in Warsaw, there was an anti-government protest going on in Warsaw city center. Coincidentally, I was also in the city center when it was taking place! Lol😆 .

An anti-government protest in Warsaw
Of course an anti-government protest was going on while I was in Warsaw

Indeed it was quite some scene which I definitely did not see everyday, as there were tens of thousands of people rallying on the street (chanting something in Polish) with all the banners and stuffs. What was good, though, that it was very peaceful and organized so everything was still left orderly when they finished.

The Food

Pierogi

One Polish food which I really wanted to try on this trip was the pierogi, or Polish dumplings. Luckily I found a restaurant not so far from my hotel that served this dish.

There were several types of pierogi depending on the filling. The restaurant I went to had four options; and my eyes were attracted to the ones with the roasted duck filling! So I ordered one! Haha😆 .

Pierogi
Pierogi

How was it? Well, it was really really delicious!! One serving of pierogi consisted of five dumplings, and it was definitely enough as a dinner for me! The filling was dense with well-cooked roasted duck meat. Nice!!

Preserved Duck Leg

Another dish which I enjoyed in Warsaw was the preserved duck leg. The dish’s name reminded me a lot of France’s confit de canard and this was the reason why I had one for lunch!😀

Polish style preserved duck legs
Polish style preserved duck legs

The preserved duck legS came with french fries, beetroot, and a roasted apple. The preserved duck leg itself was not as good as the ones I normally find in Paris, but the beetroot and the roasted apple were gooood!

The dish costing around 40 złoty (around €9.25) made me realize that I was in an eastern European country. With this amount, I got two duck legs and three side dishes. In Paris, I would need around €20 for a confit de canard and with that usually I would get one duck leg and one or two side dishes! Haha😆

KFC

Poland being a new European country to me, I also would want to try their KFC if I had the chance. And then it turned out that apparently my hotel was literally next to a KFC, LOL😆 . Then I knew that this was a destiny (because obviously KFC was not one of my criterias when researching for a hotel😛 ) and so I stopped by there TWICE for their fried chicken😛 .

The Polish KFC
The Polish KFC

I have to say that after trying out the Polish KFC, the Indonesian KFC is still the best one in the world. The Polish KFC is actually good too, though, and is actually in the “better” European countries for their KFC even though I would still have to give the edge to the Dutch KFC😛 .

BAHASA INDONESIA

Aku pergi ke Warsawa di akhir pekan terakhir di bulan Februari. Nah, saat ini adalah waktunya untukku menceritakan perjalanan ini  😄.

***

Ke Warsawa

Karena berjarak sejauh sekitar 1.100an km dari Amsterdam, jelas aku memilih untuk terbang ke Warsawa. Akhir Oktober tahun lalu, kebetulan aku menemukan sebuah tiket promo spesial dari KLM yang mana langsung aku beli aja, haha😆 . Penerbangan pulang-pergiku adalah penerbangan reguler dalam Eropa-nya KLM sehingga aku merasa tidak perlu menulis panjang lebar tentangnya.

PH-BGN
PH-BGN
PH-BGR
PH-BGR

Kedua penerbangannya dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-700: PH-BGN di penerbangan keberangkatan dan PH-BGR di penerbangan pulang. Jadi, iya, PH-BGR resmi menjadi pesawat pertama di armadanya KLM yang aku tumpangi dua kali. Kali pertamanya, yang mana kebetulan waktu itu juga kali pertama aku terbang dengan armada utamanya KLM, adalah sekitar empat tahun yang lalu di penerbanganku dari Edinburgh ke Amsterdam ketika aku pulang dari perjalananan musim semi 2012ku ke Skotlandia 😁 . Anyway, berikut video pendaratannya di Warsawa:

Warsawa

A Saturday morning in Warsaw
Sebuah Sabtu pagi di Warsawa

Sekarang ini, aku memiliki dua kesan utama akan Warsawa:

  1. Warsawa adalah kota yang indah dimana banyak sekali terdapat patung;
  2. Namun, aku merasa bahwa kota ini kurang begitu cocok untuk turis, walaupun mungkin ini adalah kota yang sempurna apabila tujuannya adalah bekerja atau sekolah di Polandia sih (sistem transpotasi umum disana keren banget lho, btw).

Poin kedua di atas sama persis dengan kesanku akan Madrid, btw. Jika ingin bekerja di Spanyol, rasanya Madrid adalah kota yang paling tepat untuk itu. Namun, kalau ingin liburan di Spanyol, sepertinya Madrid tidak akan berada sebagai prioritas teratas untuk destinasi di Spanyol yah.

Kota Tua

Plac Zamkowy
Plac Zamkowy di Kota Tuanya Warsawa

Aku pergi ke Kota Tua-nya Warsawa di hari Jumat malam. Ini adalah bagian Warsawa dimana banyak terdapat bangunan-bangunan tua (ya iya lah😛 ) dan memang indah. Namun, entah mengapa aku merasa atmosfernya agak “menyeramkan” karena aku tidak melihat banyak orang di jalan. Nggak tahu sih apakah ini karena udara dingin (waktu itu memang adalah minggu terdingin musim dingin kali ini!) atau memang biasanya pun seperti ini. Tetapi kemudian aku dibilangi bahwa bagian kota ini memang bukanlah tempat yang populer untuk dikunjungi para penduduk Warsawa sih.

Taman Łazienki

Aku juga mengunjungi Taman Łazienki, sebuah taman seluas 76 hektar di tengah kota Warsawa. Sayang banget waktu itu cuacanya sedang tidak oke (mendung tebal dan berkabut sehingga terasa “kelabu” sekali). Bisa aku tebak sebenarnya tamannya bakalan nampak indah banget andaikata cuacanya lebih baik!

Look, a peacock
Lihat, ada merak!

Di satu waktu, aku juga melihat seekor burung merak liar loh di tamannya. Ia, burung merak. Dan iya, liar. Liar jadi meraknya itu tidak dikurung atau gimana gitu. Burung meraknya bebas berkeliaran kemana aja sesukanya, haha😆 .

Demo

Kebetulan banget akhir pekan itu harus ada sebuah demo anti pemerintah yang berlangsung di pusat kota Warsawa. Lebih kebetulannya lagi, ketika demonya berlangsung aku juga sedang berada di pusat kota Warsawa! Haha😆

An anti-government protest in Warsaw
Tentu saja ada demo anti pemerintah ketika aku sedang mengunjungi Warsawa

Ini adalah sebuah pemandangan yang, jelas, tidak biasa untukku, dimana ada puluhan ribu orang yang berarakan di jalan raya (dan meneriakkan apa gitu dalam bahasa Polandia) dengan spanduk-spanduk dan aksesori-aksesori lainnya. Yang keren, semuanya berlangsung damai dan teratur lho sehingga semua sudut kota tetap baik-baik saja ketika demonya selesai.

Makanannya

Pierogi

Satu makanan Polandia yang sudah ingin banget aku cicipi di perjalanan ini adalah pierogi, alias wonton/pangsit ala Polandia. Beruntung banget aku menemukan sebuah restoran di dekat hotelku yang menyajikan menu ini.

Ada beberapa jenis pierogi tergantung dari isinya. Restoran ini sendiri menyajikan empat pilihan; dan mataku langsung tertuju ke satu jenis yang isinya adalah bebek panggang! Jadilah aku memesan satu porsi! Haha😆 .

Pierogi
Pierogi

Bagaimanakah rasanya? Enaaaak!! Satu porsinya terdiri atas lima buah pangsit, dan porsi segini cukup banget sebagai makan malamku! Isi pangsitnya padat penuh cacahan daging bebek panggang. Enak!!

Paha Bebek yang di-preserved

Satu makanan lain yang aku nikmati di Warsawa adalah paha bebek yang di-preserved (Apa ya padanan kata “preserved” yang pas dalam bahasa Indonesia? Entah mengapa “diawetkan” terdengar menyesatkan gitu menurutku). Nama makanan ini mengingatkanku akan menu confit de canard di Paris yang merupakan favoritku dan inilah mengapa aku memesan satu porsi untuk makan siang!😀

Polish style preserved duck legs
Paha bebek yang di-preserved ala Polandia

Dua buah paha bebeknya disajikan bersama dengan kentang goreng, beetroot (ubi bit (?)), dan buah apel panggang. Rasa paha bebeknya sendiri nggak seenak yang biasanya aku temukan di Paris sih, tetapi beetroot dan apel panggangnya enaaaak!

Menu yang seharga 40 złoty (sekitar Rp 135.000) ini membuatku menyadari bahwa aku sedang berada di sebuah negara Eropa Timur. Dengan jumlah segini, aku mendapatkan dua buah paha bebek dan tiga side dishes.  Sementara di Paris, biasanya aku akan membutuhkan sekitar €20 (sekitar Rp 300.000) untuk seporsi confit de canard dan itu pun aku hanya akan mendapatkan satu buah paha bebek dan satu atau dua side dishes saja! Haha😆

KFC

Sebagai sebuah negara Eropa baru untukku, aku merasa penasaran dengan rasa KFCnya Polandia kalau aku ada kesempatan mencicipinya. Nah, ternyata kebetulan banget hotelku berlokasi tepat di sebelah sebuah KFC! Huahaha😆 . Aku tahu bahwa ini adalah takdir (*lebay* karena jelas KFC bukanlah salah satu kriteriaku ketika memilih hotel😛 ) dan jadilah aku mampir di KFC itu DUA KALI untuk mencoba ayam gorengnya😛 .

The Polish KFC
KFC-nya Polandia

Harus aku bilang bahwa setelah mencoba KFCnya Polandia pun, KFCnya Indonesia masih merupakan KFC terenak di seluruh dunia yang pernah aku cobain. Rasa KFCnya Polandia masih enak-enak aja sih, dan malah sebenarnya termasuk dalam kategori negara Eropa yang KFCnya “enak” lho, walaupun menurutku masih lebih enakan KFCnya Belanda sih😛 .

35 thoughts on “#1709 – A Weekend In Warsaw

  1. Kok saya jadi bangga ketika disebut KFC Indonesia itu salah satu yang terenak di seluruh dunia ya Kak :haha. Dan saya selalu suka melihat bagaimana gedung-gedung di Eropa itu, terutama bangunan tua, bermandikan cahaya di malam hari–itu juga membuktikan kalau suplai listrik di kota itu sangat cukup :hehe.

    1. Hahaha, memang paling enak Gara! Tapi sejujurnya kalau begini aku jadi sedikit merasa “ragu” juga karena terkadang makanan enak kan karena, ummm, bumbu/kadar yang dipakai terlalu “berbahaya” untuk kesehatan kan? Misalnya, produk Indomie disini rasanya nggak “seenak” aslinya di Indonesia lho😛 .

      Iya, supply listrik disini sih oke banget deh. Hampir nggak pernah mati lampu pula. Mungkin salah satu alasannya adalah karena perusahaan penyedia listriknya ada beberapa (sehingga bukan monopoli satu perusahaan saja😛 ).

      1. Kayak kata Rhoma Irama ya, “Yang enak-enak itu diharamkan.” :haha.
        Kesimpulannya, monopoli itu kurang bagus kalau bergerak di bidang pelayanan ya :hehe.

        1. Iya nih Gara. Semakin enak kok semakin haram, hahahaha😆 .

          Begitulah, karena dengan tiadanya persaingan, pelayanan yang diberikan bisa pula “seenaknya”😦 .

  2. Makanan nya banyak bebek ya, kebetulan kamu pesen itu atau emang bebek lumayan common disana Ko? Btw lucu ya ada dumpling juga kayak makanan cina.. Hehe

    1. Ah, kamu sebutin gini aku jadi baru sadar lho Chris! Iya ya, apa karena aku tertarik sama menu bebeknya ya? Hahahahaha😆 . Rasanya ada beberapa menu lain juga sih😛 . Tapi memang sepertinya menu bebek cukup common ya😀 . Misalnya yang di gallery itu aku pesan menu dada angsa, haha😛 .

      Iya, lucu ada dumpling-nya pula!!😀 Tapi ini dumpling-nya beneran ala Eropa Timur lhoo😀 .

        1. Aku juga belum pernah Chris! Makanya aku nyobain!! Hahaha😆 .

          Dumpling-nya enaak!😀 Perbedaan utamanya (selain isinya tentunya, haha) menurutku di kulitnya Chris. Rasa dan tekstur kulitnya beda. Yang ini sepengamatanku agak sedikit lebih “solid” dan tebal gitu😀

  3. Murah banget Duck confit sebanyak itu hanya € 9,25. Disini baru dapet salad pake bebek suwirannya😉

    Aku tertarik juga ke Polandia mau lihat ex negara komunis di Eropa Timur yang paling berhasil reformasi setelah regime jatuh, sama seperti Czech republic.

    1. Iyaaa! Muraaah banget! Suka deh bepergian kesana!! Huahaha😆 . Di Belanda segitu mah cuma dapet appetizer doang ya😛 .

      Iya, aku juga tertarik nih ke beberapa negara Eropa Timur lainnya! Entah kenapa selama ini lebih banyak bepergian ke negara Eropa Barat😛 .

  4. Warsaw is actually one of my fav Polish cities. The old town is amazing and I went on some free city walks and learned a lot of its grim history. Pierogi is awesome! I think I ate way too much pierogi while I was in Poland! The milky bar is also interesting, did you try?

    1. Yeah, I actually quite like Warsaw as well😀 . Indeed the history there is very interesting🙂 .

      Yeah. I love pierogi as well!! Lekker!🙂 No, unfortunately I didn’t try the milky bar😦

  5. Zilko, seneng baca postingan Warsaw ini. Kebayang dingin dan kelabunya gimana hehehee… Yeayy KFC kita emang the best. Hidup vetsin haha

    1. Iya, dingin waktu itu disana sampai-sampai aku mesti pake syal juga (winter ini sebelumnya nggak perlu pakai syal sama sekali, hahaha😆 ). Huahahaha, iya ya, jangan-jangan keunggulannya KFC Indo karena vetsinnya itu😛 .

  6. Setiap baca blog orang Indonesia yang makan KFC di luar negeri pasti bilangnya enakan KFC Indonesia deh🙂 Hidup KFC Indonesia🙂 Hmmm, jadi pengen beli KFC pulang kerja nanti😀

    1. Iya, Warsawa jauuh dari Amsterdam, hahaha😆 . Naik pesawat dua jam lah😛 .

      Iya, kotanya sih ok tapi entah mengapa rasanya kurang cocok untuk turis. Ya kalo cuma sebentar doang nggak apa-apa juga sih😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s