Posted in PhD Life, Zilko's Life

#1707 – A Story About Holiday Allowance

ENGLISH

As usual in March, I am going to show off write about my holiday allowance this year. Actually, though, this year I got the confirmation about the number of my holiday allowance much earlier than before (in February). But then it turned out I had a lot more “urgent” (in my opinion) topics to publish here so this topic has had to wait for a little bit and somehow the month has become March, lol😆 .

Anyway, because my contractual working contract no longer covers the entire year this year, obviously I also get only a fraction of holiday allowances in comparison to the previous three years. If I got 44 days in 2013, 48 days in 2014, and 50 days last year, this year I “only” get 30 days, haha😆 .

However, given that I am getting closer to the end of my PhD (contract), even though the number “dropped” from 50 to 30 (I used almost all of those 50 days last year btw, as I am sure none of you is surprised by it of😛 ), 30 feels like a lot as I don’t think I will use all of them before my contract ends.

So that is why just like in 2013 and 2014, I am thinking about “selling” some of those days to get some extra bonus salary later on. I mean, even though that way I will be taxed (much) more as it is counted as a “bonus”, it is still better than having those days unused and just “gone”, right?😛

In Industry

Speaking about my ending contract, obviously I need to start thinking about what I want to do next. So that is why in February I took a one day course called “From Research to Industry” to, sort of, see and consider the option of switching path from academia to industry.

One thing that was brought up was, indeed, the holiday allowances. What we thought as one advantage of working in academia was the plentiful amount of holiday allowances! Muahaha😆 . However, even though less than what one normally gets in academia, in the Netherlands the number of holiday allowance in industry is actually not that bad; at least from what I know. But of course it is still nicer to have more allowances as it is more flexible this way😛 .

So, yeah, haha😆

BAHASA INDONESIA

Seperti biasanya di bulan Maret, aku akan pamer menulis mengenai jumlah jatah cutiku tahun ini.  Eh, sebenarnya tahun ini aku mendapatkan konfirmasi jumlah jatah cutiku agak lebih awal lho dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (bulan Februari lalu). Hanya saja karena sebelum ini aku memiliki topik-topik lain yang lebih “urgent” (menurutku) untuk ditulis disini, jadilah topik jatah cuti ini harus sedikit menunggu. Dan tiba-tiba sekarang udah bulan Maret aja ya, haha😆 .

Anyway, karena kontrak kerjaku tahun ini tidak lagi mencakup keseluruhan tahun, jelas aku hanya mendapatkan sebagian saja dari jatah cutiku selama tiga tahun sebelum ini. Jika aku mendapatkan jatah 44 hari di tahun 2013, 48 hari di tahun 2014, dan 50 hari tahun lalu, tahun ini aku “hanya” mendapatkan jatah 30 hari saja, haha😆 .

Namun, karena aku juga semakin mendekati akhir dari (kontrak) PhD (S3)-ku, walaupun jumlahnya “turun” dari 50 ke 30 saja (btw, tahun lalu aku menggunakan hampir semua dari 50 hari jatah cutiku itu loh, pasti pada nggak heran deh, haha😛 ), 30 menjadi terasa banyak banget karena aku rasa aku tidak akan bisa menggunakan semuanya sebelum kontrakku berakhir.

Oleh karena itulah seperti di tahun 2013 dan 2014, aku berencana “menjual” beberapa hari jatah cutiku untuk dijadikan bonus gaji gitu nanti. Memang sih kalau begini aku akan dikenai pajak yang (jauuh) lebih besar karena pendapatan ini terhitung sebagai “bonus”, tetapi tetap aja lah ya mending digitukan daripada jatah cutinya “hangus” begitu saja kan?😛

Di Industri

Ngomongin kontrak PhD-ku yang akan berakhir, tentu aku harus mulai memikirkan langkahku selanjutnya kan ya. Oleh karena itu lah Februari lalu aku mengikuti sebuah workshop satu hari yang berjudul “From Research to Industry” untuk, setidaknya, melihat-lihat dan mempertimbangkan pilihan untuk berpindah haluan dari dunia akademia ke dunia industri (maksudnya kerja biasa gitu bukan di universitas).

Satu hal yang diungkit adalah tentang jatah cuti ini. Yang kami rasa merupakan salah satu keunggulan kerja di dunia akademia adalah banyaknya jatah cuti yang didapat! Huahaha😆 . Toh biarpun begitu, walaupun memang lebih sedikit daripada di dunia akademia, sebenarnya jatah cuti yang didapatkan di industri di Belanda juga lumayan juga kok; setidaknya dari apa yang aku tahu sih. Tetapi kan tetap lebih enak kalau jatah cutinya lebih banyak sehingga rasanya lebih fleksibel gitu kan😛 .

Jadi ya gitu deh, haha😆

 

33 thoughts on “#1707 – A Story About Holiday Allowance

  1. Ha..ha..mungkin nanti akan terkejut kejut mengetahui jumlah cuti kalau kerja di industri ya, Ko🙂 Kalau aku sendiri, secara kerja di industri manufaktur Jepang, jatah cutiku setahun cuma 12 hari😀 Dan dikurangi cuti bersama (Libur lebaran, Natal, tahun baru), biasanya per tahun cuma dapat jatah cuti pribadi 5-7 hari doang (Ini di kantorku doang lho, beda-beda pastinya untuk tiap kantor :D) Dan berakibat ya harus pintar-pintar ngambil jatah cuti deh jadinya🙂 Dan biasanya aku gak pernah ngambil cuti di awal tahun, takut ada perlu untuk ngambil cuti nantinya. Jadi biasa baru ngambil jatah cuti pas sekitar September sampai Desember gitu deh atau tergantung rencana jalan jalan😀 Dan kalau cuti yang mau kita ambil lebih dari jatah cuti pribadi, terpaksa potong gaji deh😀

    1. Hahaha, iya kalau kerja di industri nanti kayaknya mesti menyesuaikan dengan jatah cuti yang lebih sedikit. Walaupun sebenarnya jumlahnya masih lumayan sih, hahaha😆 .

      Di Indonesia memang banyak ya potongannya. Enaknya sih banyak tanggal merahnya ya sementara disini tanggal merahnya sedikit. Tapi disini terkompensasikan dengan jatah cuti yang lebih banyak sih😛 .

      Iya, memang mesti disisain berapa gitu ya untuk just in case

    1. Iya, kalau kerja di dunia akademis disini buanyak banget jatah cutinya, haha😆 . Salah satu profesor di grupku pernah cerita jatah cutinya ia kumpulkan gitu sehingga totalnya mencapai 6 bulan. Trus dia suatu tahun cuti deh 6 bulan, hahahaha😆 . Enak ya, liburan 6 bulan dan gaji tetap dibayar full😛 .

    1. Hehe, sepertinya sih begitu. Lumayan sudah dapat PR jadi lebih mudah urusannya ntar. Tapi masih belum fixed juga sih, tergantung nanti dapet kerjaannya gimana dan dimana, hehehe😛 .

  2. aku baca post ini sambil komat kamit nggak boleh ngiri sama jatah cutimu wk..wk..
    jatah cutiku ya masih 12 hari aja,
    sisa cuti tahun lalu masih ada 4 hari, hangus, karena tadinya disayang2 nggak mau ambil takut ada keperluan mendadak akhir tahun, eh malah nggak bisa diambil bentrokan sama cuti teman2 lainnya

    1. Wah. sayang banget ya kalau tidak terpakai jatah cutinya hangus begitu. Kalau ada kebijakan hangus gitu memang bikin tricky. Mau dipakai semua tapi takut kalau ada apa-apa, kalau nggak dipakai malah jadi hangus, hehehe🙂 . Disini sisa yang tidak terpakai bisa diakumulasikan ke tahun selanjutnya. Tetapi seingatku ada jumlah maksimalnya sih (kalau tidak salah sih 10 hari) dan selebihnya juga hangus🙂 .

  3. Kamu berniat tetap di Belanda ya?
    Kerjanya enakan di kampus aja deh kayaknya :p
    tapi biar ga bosen nyobain aja kerja di industri :))
    *ngaca* *yang barusan resign*
    kalau hati happy, jatah cuti lebih dikit mah ga ngaruhhh ;))

    1. Hehe, keunggulan kerja di kampus memang jatah cutinya itu🙂 . Tapi kalau kerja di industri juga jatah cutinya nggak “sedikit” kok sebenarnya😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s