Posted in EuroTrip, Vacation, Weekend Trip

#1705 – A Weekend in Bilbao

ENGLISH

Early in February I went to Bilbao for a weekend trip. I have started the story with how to get there and back, including a post about my upgraded to business class flight trip report😛 . And now, finally, it is time for the story from Bilbao itself🙂 .

***

Carnival

I was extremely lucky to choose this particular weekend to go to Bilbao. It turned out that it was the “carnival” weekend so there was a celebration going on all over the city that weekend. I did not know this when I randomly booked my return ticket in July last year, haha😆 . And to be honest I actually just knew about this in my first night there, lol😆 .

How Bilbaoers celebrated carnival
How Bilbaoers celebrated carnival

Certainly the carnival made my trip even more special because I got the chance to see how Bilbaoers celebrated this event! So they did that by going out and, well, dressed up! In a sense it was like a colossal costume party out there! And what amazed me was that they really went all out with the costumes. It was obvious how much effort they spent to make those costumes happened!

Bilbao

I was very lucky to meet a Bilbaoer who was so enthusiastic in showing me around and told me a lot of different stories about the city. That is how I know some of the stories I am going to write next😛 .

The Guggenheim Museum
The Guggenheim Museum

Speaking of the city of Bilbao itself, it was beautiful! Apparently, this was all because of the Guggenheim Museum whose establishment 20 years ago forced the city to “clean up” and become a clean and neat city as Bilbao is today. The Bilbaoers called this positive change the “Guggenheim Effect”.

There were also a lot of art works around the city as well, including the famous Zubizuri pedestrian bridge. Being an “artwork”, this bridge was designed by an artist. And here is where it got interesting. Some years ago, the city government decided to construct a pathway connected to the bridge. The designer of the bridge was not “happy” about this and accused the city government of “tainting” his artwork and so he sued the government. What the hell, lol. To me, it sounded like the artist just wanted some free money, lol 😶. Btw, in the end the artist got €30,000 from it!

The problematic pathway and the Zubizuri
The problematic pathway and the Zubizuri

I was lucky the weather was really good on the one full day I was in Bilbao. The sun was shining and the sky was clear, albeit the occassional hard wind. This made getting around Bilbao much easier and nicer. Speaking of getting around Bilbao, there were networks of trams and subways (on top of the usual public bus services) so getting around was not much of a problem; only that each network was organized by different companies and there was no single transportation card for all (at least I was not aware of) .

Portugalete

That day, I also went to a nearby town of Portugalete which was at the estuary of the Nervión River, some 15 km away from Bilbao (I took the subway to get there). The reason for my visit was the Vizcaya Bridge which was a UNESCO World Heritage Site. The bridge was, indeed, extremely unique where to cross the river we could take a gondola that moved along the bridge. It was really coool!!:mrgreen:

The Vizcaya Bridge in Portugalete
The Vizcaya Bridge in Portugalete

However, to me Portugalete felt really quiet that day. Even though it was a Saturday afternoon and there was a carnival going on just in the nearby city of Bilbao, I did not see a lot of people. But maybe that was the reason. Maybe most people went to Bilbao to celebrate the carnival? Haha😆

The Food

Bilbao has always been famous for the food. Before the Guggenheim Museum, culinary was the single main attraction that attracted tourists to drop by there.

Dinner at a one Michelin star restaurant, and I had this Pigeon Five Way
Dinner at a one Michelin star restaurant, and I had this Pigeon Five Way

For my first evening in the city, I already made a reservation at a one Michelin star restaurant. I decided to go with the a la carte menu, a decision which turned out to be not so wise because now I find the package menu worthed more for the price they offered😆 (but of course that came with the price of less flexibility in the menu I could choose from). Anyway, I decided to order a “pigeon five way” as the main course and a “cheese ice cream” for the dessert. The pigeon was cooked into perfection and it was very delicious! However, I found the serving to be too small for a main dish and the focus was too much on the pigeon itself. I think it would have been better if some sort of carbohydrate (rice? pasta?) was involved in the dish as well.

Staying in Bilbao only for a weekend, unfortunately I did not have a lot of time to explore the gastronomy side of the city. Yeah, a bit ironic, I know, considering Bilbao’s reputation. I did try a small serving of pincho though (“tapas” in Basque language). It was good, and I do feel like I need to come back to try more stuffs! Haha😆

BAHASA INDONESIA

Awal Februari lalu aku pergi ke Bilbao untuk sebuah perjalanan akhir pekan. Cerita sudah kumulai dengan kisah bagaimana aku pergi kesana, termasuk sebuah posting trip report tentang penerbanganku yang di-upgrade ke kelas bisnis😛 . Nah, sekarang adalah saatnya untuk cerita dari Bilbaonya itu sendiri🙂 .

***

Karnaval

Aku beruntung sekali dengan memilih akhir pekan yang ini untuk pergi ke Bilbao. Ternyata ini adalah akhir pekan “karnaval” sehingga sedang ada perayaan gitu di seluruh kota sepanjang hari. Aku sama sekali nggak tahu mengenai ini lho ketika membeli tiket pesawatnya dengan random bulan Juli lalu, hahaha😆 . Dan sejujurnya bahkan aku baru tahu mengenai keberadaan karnaval ini di malam pertamaku disana, haha😆 .

How Bilbaoers celebrated carnival
Bagaimana orang Bilbao merayakan karnaval

Jelas karnaval ini membuat perjalananku menjadi lebih berkesan karena aku jadi berkesempatan melihat bagaimana orang Bilbao merayakan acara ini! Dan mereka merayakan acara ini dengan cara pergi keluar rumah dan memakai kostum! Jadilah waktu itu rasanya seperti sedang ada pesta kostum akbar di seluruh kota! Dan yang keren banget adalah mereka beneran niat banget lho membuat kostumnya itu! Terlihat banget deh kerja keras yang telah mereka investasikan untuk membuat kostum-kostum tersebut!

Bilbao

Beruntung banget aku bertemu dengan seorang asli Bilbao yang sangat antusias menemaniku berkeliling kota dan menceritakan banyak cerita tentang kota ini. Inilah bagaimana aku mengetahui beberapa cerita yang akan aku tulis di bawah😛 .

The Guggenheim Museum
Museum Guggenheim

Ngomongin kota Bilbaonya itu sendiri, Bilbao adalah kota yang indah banget! Ternyata ini semua adalah akibat Museum Guggenheim yang mana pembukaannya 20 tahun yang lalu memaksa kotanya untuk “berbenah” menjadi sebuah kota yang bersih dan rapi seperti Bilbao sekarang ini. Perubahan positif ini disebut “Efek Guggenheim” oleh orang Bilbao, haha😆 .

Ada banyak banget hasil karya seni di seluruh kota Bilbao, termasuk jembatan pedestrian Zubizuri yang terkenal itu. Sebagai sebuah “karya seni”, jembatan ini tentu didisain oleh seorang seniman. Dan karena ini lah pernah terjadi satu kasus yang menarik. Beberapa tahun yang lalu, pemerintah kota Bilbao memutuskan untuk membangun sebuah jembatan pejalan kaki kecil yang terhubung dengan jembatan Zubizuri ini. Nah, senimannya tidak “senang” dengan ini dan menuduh pemerintah kota telah “mencemari” karya seninya dong; jadilah pemerintah kotanya ia tuntut di pengadilan. Ih, apa-apaan banget ya ini, haha. Untukku, kok senimannya terdengar cuma pengen duit gratisan aja sih, 😶 . Btw, pada akhirnya si senimannya mendapatkan kompensasi sekitar €30.000 (sekitar Rp 450 juta) dong.

The problematic pathway and the Zubizuri
Jembatan jalan kecil yang bermasalah itu dan Zubizuri

Aku beruntung banget cuacanya amat bagus di satu hari penuh yang aku miliki di Bilbao. Matahari bersinar cerah dan langit pun terang, kecuali angin besar yang terkadang bertiup sih. Ini membuat perjalananku mengelilingi kotanya menjadi lebih mengasyikkan. Ngomongin perjalanan mengelilingi kota, ada jaringan tram dan kereta bawah tanah (di samping jaringan bus umum tentunya) sehingga mudah sekali untuk berkeliling kota Bilbao. Hanya saja pengelola masing-masing mode transportasi ini berbeda sehingga tidak ada satu tiket yang mencakup semuanya (setidaknya aku tidak tahu kalau tiketnya itu ada) .

Portugalete

Hari itu, aku juga pergi ke kota kecil Portugalete yang terletak di muara Sungai Nervión, sekitar 15 km dari Bilbao (aku kesana naik kereta bawah tanah). Alasanku kesana adalah Jembatan Vizcaya yang termasuk di dalam daftar UNESCO World Heritage Site. Jembatannya sendiri memang beneran unik banget dimana untuk menyebrangi sungainya, kita bisa menaiki gondolanya yang digantung dan bergerak sepanjang struktur jembatannya. Keren bangettt!!:mrgreen:

The Vizcaya Bridge in Portugalete
Jembatan Vizcaya di Portugalete

Untukku, Portugalete terasa sepi banget. Padahal waktu itu adalah hari Sabtu sore dan ada karnaval yang berlangsung di kota sebelah (Bilbao) tetapi aku tidak melihat banyak orang disana. Eh, justru mungkin inilah alasannya ya. Mungkin kebanyakan penduduknya merayakan karnaval di Bilbao? Haha😆

Makanannya

Bilbao adalah kota yang terkenal akan makanannya. Sebelum Museum Guggenheim dibuka, kuliner adalah daya tarik utama kota ini yang menggaet para pelancong untuk mampir disana.

Dinner at a one Michelin star restaurant, and I had this Pigeon Five Way
Makan malam di sebuah restoran bintang satu Michelin, dan aku memesan Pigeon Five Way

Untuk malam pertamaku disana, aku sudah membuat reservasi di sebuah restoran berbintang satu Michelin. Aku memutuskan untuk memesan menu a la carte, sebuah keputusan yang ternyata kurang bijak karena sekarang aku pikir-pikir lagi, menu paketnya terasa lebih worth it jika harganya aku pertimbangkan, haha😆 (tetapi tentu saja nggak enaknya menu paket adalah pilihan masakan yang lebih terbatas). Anyway, aku memutuskan untuk memesan “pigeon five way” sebagai menu utama dan “es krim keju” sebagai pencuci mulut. Burung daranya beneran dimasak dengan sempurna banget dan rasanya memang enak banget lhoo! Namun, aku merasa bahwa porsinya terlalu kecil dan fokusnya terlalu banyak ke burung daranya itu sendiri. Aku rasa menunya akan lebih memuaskan dan terasa lebih lengkap apabila sajian karbohidrat (nasi? pasta?) juga dilibatkan.

Sayangnya karena aku di Bilbao hanya di akhir pekan, aku tidak memiliki banyak waktu untuk mengeksplor sisi kuliner dari kota ini. Iya, agak ironis sih ya kalau mempertimbangkan reputasinya Bilbao. Aku sempat mencoba satu santapan pincho sih (“tapas” dalam bahasa Basque). Enak lhoo, dan aku merasa bahwa aku perlu nih kembali kesana untuk mencoba lebih banyak lagi! Haha😆

28 thoughts on “#1705 – A Weekend in Bilbao

  1. keliatannya sh enak banget Ko, tp aku jg gak bakal kenyang hahaha.. btw, karnavalnya model2 kaya karnaval di south belanda ya Ko? waktunya juga mirip2 bulan februari yaa..

    1. Iyaa, dagingnya sih dimasak dengan enak banget! Sausnya juga sempurna banget dah! Tapi ya itu sih, nggak kenyang makannya, huahahaha😆 .

      Iya, bener banget! Weekend itu juga weekend karnaval di Belanda selatan! Dan ini aku baru sadar ketika di Bilbao bahwa karnaval di Belanda itu memang pengaruh Spanyol, dimana waktunya aja barengan, hahaha😆

  2. Hebat ya si senimannya Ko. Bisa dapet duit sebanyak itu. Makasi ya Ko. Jadi tahu tentang Bilbao. Kayaknya baru denger kota ini. Hahaha. Parah ya gw? Guggenheim effectnya keren euy. Bisa bikin semua orang jadi bersih dan sadar gitu. Ah… Gak usha ngomong andaikan lah ya. Hahahahaha.

    1. Ahahahaha, iyaa! Senimannya pintar bener ya cari duitnya😛 .

      Haha, aku juga nggak banyak dengar tentang Bilbao kok sebelumnya😛 . Iya, keren banget efeknya sekarang jadi keren dan bersih gitu kotanya!😀 .

  3. Makan sea food ngga Ko disitu? Untuk kota kecil Bilbao banyak fine dining resto ya. Aku pingin balik kesana. Waktu aku disana, San Mames lagi direnovasi.

    Ngga ke Alhóndiga? Ada rooftop terrace & winebar, deket San Mames ini. Bangunan yang banyak tiangnya Phillip Starck. Keren memang Bilbao, design & culinary!

    1. Itu dia, sewaktu booking tiket pesawatnya aku nggak pakai survey dulu sehingga akibatnya waktuku disana sebentar banget. Sampai di Bilbao Jumat malam, balik Belandanya Minggu pagi. Praktis waktuku cuma sehari aja di hari Sabtu, hehe😀 . Akibatnya nggak bisa begitu kulineran deh disana padahal kayaknya banyak banget tempat makan yang oke ya! Aku kaget lho ada ternyata banyak banget restoran yang review-nya bagus-bagus di kota kecil semacam Bilbao!!

      Iyaa, Bilbao memang unexpectedly keren banget yaa!!🙂 Kayaknya untukku memang one day mesti balik lagi deh ini, hahaha😆 .

        1. Iyaa, aku juga kemarin dikasih tahu kalau sekitarnya Bilbao juga bagus banget untuk dieksplor sebenarnya.

          Tapi kalau Agustus aku agak jiper masalah panasnya nih, hahaha😆 . Berhubung nggak suka panas, summer biasanya aku menghindari Eropa Selatan😛 .

    1. Kotanya memang Instagramable, keren dah! Hehehe😀 .

      Huahaha, kayaknya sih bukan aku doang deh soalnya memang kecil bangeet porsinya, hahaha😆 .

  4. Cantikk banget kotanya.. Pas banget lagi ya ada karnaval..Hihi.. Dan penasaran mo cobain jembatannya.. Kapan coba? :p Ko, itu makanannya kenyang tah? Kebiasaan ga kena nasi ga kenyang..wkwk

    1. Iyaa, kotanya cantik banget ternyata Py! 😍😍😍Dan jembatannya memang oke, hahaha 😂. Haha, gak kenyang Py, makanya aku bilang terlalu fokus sama burung daranya, hahaha 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s