Posted in Contemplation, Thoughts

#1700 – Writing Therapy

ENGLISH

Some time ago I opened the “Draft” section in my WordPress dashboard and saw a few old posts which sat quitely at the corner there in the “Draft” room. Yes, they are my old posts which I have not got the chance to publish yet. Considering the contents, there is no way those posts are going to get published by now; each for their own reason, for instance: (1) they are already too old so are, sadly, kinda irrelevant nowadays anyway; or (2) I feel like the content is not really open-for-public material. As for the second reason, I feel like it is better to keep those stories only for myself, and probably a very close circle of people who I really know🙂 .

This is certainly nothing new though. For sure. But this second reason makes me realize how good blogging is as a “writing therapy”. I wrote those posts out of frustration, resulting in 1500+ words posts (in one language, you know I almost always write in two😛 ). And they ended up going nowhere; just sitting quietly in the “Draft” room up until now. Even probably some have already been covered by dust had the room been not a digital one😛 . But now I don’t feel those frustration anymore. Time heals, I guess, but I still remember those feelings; and writing those down certainly helped the “healing” process faster.

Honestly I don’t know what I will do with those posts. On one hand, they are, in some sense, no longer “useful” and just make the number of posts in my “Draft” section larger for nothing. On the other hand, they remind me that I have ever faced those problems and situations; and my feeling was recorded there.

So it seems that for now, I will probably just still keep them in the Draft section, haha😛 . And they will get even more dustier…

BAHASA INDONESIA

Jadi beberapa waktu yang lalu aku membuka bagian “Draft” dari dashboard WordPress-ku dan melihat beberapa posting lama yang duduk manis dan tenang di pojokan ruangan “Draft”” itu. Ya, mereka adalah posting-posting yang sudah lama aku tulis tetapi belum sempat aku publish. Mempertimbangkan isinya, aku rasa sekarang tidak mungkin posting-posting tersebut aku publish; masing-masing karena alasannya sendiri, misalnya: (1) saking lamanya, posting-nya sudah menjadi tidak relevan lagi sekarang; atau (2) Aku merasa isinya bukanlah sebuah materi yang nyaman aku bagikan ke ranah umum. Untuk alasan yang kedua ini, aku merasa bahwa lebih baik jika ceritanya aku simpan untuk diriku saja, dan mungkin beberapa orang yang aku kenal yang berada dalam cakupan dekat lingkaran kenalanku :) .

Ini jelas bukan hal baru sih. Yakin deh. Hanya saja, alasan kedua ini membuatku semakin menyadari bagaimana bergunanya ngeblog itu sebagai “terapi menulis”. Aku menulis posting-posting itu ketika merasa frustrasi dan sebal, hasilnya adalah posting-posting yang panjangnya 1500+ kata (dalam satu bahasa loh, tahu kan aku hampir selalu menulis dalam dua bahasa😛 ). Dan mereka akhirnya tidak kemana-mana; tetap saja duduk diam dan tenang di ruangan “Draft” sampai sekarang. Bahkan mungkin mereka sudah berdebu sekarang jikalau ruangan ini bukanlah ruangan digital😛 . Tetapi sekarang aku sudah tidak merasakan rasa frustrasi itu lagi. Waktu menyembuhkan, aku rasa, tetapi aku masih ingat kok perasaan-perasaan itu; dan menuliskannya membantu proses “penyembuhannya” menjadi lebih cepat.

Sejujurnya, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan terhadap posting-posting itu. Di satu sisi, mereka tidak lagi “berguna” dan menuh-menuhin bagian “Draft”-ku saja. Di sisi lain, mereka mengingatkanku bahwa dulu aku pernah menghadapi masalah-masalah dan situasi-situasi tersebut; dan perasaanku terekam di dalam sana.

Jadi kayaknya untuk sekarang, mungkin aku masih tetap akan menyimpan mereka di “Draft” saja deh😛 . Dan mungkin mereka akan menjadi lebih berdebu lagi…

20 thoughts on “#1700 – Writing Therapy

    1. Hahaha, iya nih, aku juga ada beberapa stok postingan di draft. Lumayan sih buat bahan ntar kalau misalnya sibuk atau nggak ada ide, hahahaha😛 . Iya bangett, blogging bisa dijadikan sarana terapi juga😛

  1. Dipindah ke word aja Ko, kalau tetep ditaruh draft takut tergelincir salah pencet publish haha. Atau perlu satu sesi buat undang aku untuk berbagi cerita? Huahaha kayak kenal banget kita hihihi.

    1. Hahaha, awalnya juga sempat kepikiran untuk di-private atau dikasi password gitu. Tapi akhirnya aku malah urung dan sekalian nggak di-publish, hahaha😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s