Posted in Miscellaneous, Photo Tales

#1697 – Photo Tales (31)

ENGLISH

While in Mexico for my (rather) recent 2015 year end trip, I encountered three unexpected things. Three things that would have been normal to find in Indonesia but I never expected to see in a country literally on the other side of the planet.

Oh, btw, in case you miss the story of my amazing year end trip to the USA and Mexico, here they are:
1. Part I: Getting to North America
2. Part II: Boston
3. Part III: Getting to Mexico
4. Part IV: Oaxaca
5. Part V: A Mexican Wedding
6. Part VI: Huatulco and New Year
7. Part VII: Beaches of Huatulco
8. Part VIII: Back to USA
9. Part IX: Fifth Avenue, New York
10. Part X: More from New York
11. Part XI: Back to Europe

Anyway, so…

Photo #68

Sambal??
Sambal??

When I was having my late lunch at Mexico City Airport (See Part III), my order was served with this condiment. To me, it looked extremely similar with sambal (chili condiment) in Indonesia. Okay, it did not only look extremely similar, it was basically the same thing! This condiment was made from Mexican chili (jalapeño). Look, they even served some limes as well! This was so Indonesian! Haha😆

Photo #69a and #69b

Bajaj??
Bajaj??

In Oaxaca for my friends’ wedding (See Part V), I saw this auto or tuktuk or bajaj (they called it a “mototaxi” in Mexico). While I was not surprised to see them in India for the obvious reason, I totally did not expect to see one in Mexico!!

At one point, we also took one too though:mrgreen: .

Riding a bajaj
Taking a mototaxi in Mexico

Photo #70

Kacang??
Kacang??

At one point in Crucecita (see Part VI), I went to a minimarket to buy some mineral water. But then, on the rack I saw this. And I was like, “What the hell?“. Lol😆 . Btw, “kacang” is an Indonesian word for “peanuts” and these were, well, some peanuts.

BAHASA INDONESIA

Ketika sedang berada di Meksiko di perjalanan akhir tahun 2015ku belum (terlalu) lama ini, aku menemui tiga hal yang sungguh tidak aku sangka-sangka. Tiga hal yang tidak aneh untuk ditemukan di Indonesia tetapi sama sekali tidak pernah aku bayangkan akan aku temui di sebuah negara yang lokasinya berada di sisi sebaliknya dari planet ini.

Oh, btw, jika ada yang kelewatan cerita perjalanan akhir tahun super seruku ke Amerika dan Meksiko, berikut ini seri cerita lengkapnya:
1. Part I: Getting to North America
2. Part II: Boston
3. Part III: Getting to Mexico
4. Part IV: Oaxaca
5. Part V: A Mexican Wedding
6. Part VI: Huatulco and New Year
7. Part VII: Beaches of Huatulco
8. Part VIII: Back to USA
9. Part IX: Fifth Avenue, New York
10. Part X: More from New York
11. Part XI: Back to Europe

Anyway, jadi…

Foto #68

Sambal??
Sambal??

Ketika sedang makan siang di bandaranya Mexico City (lihat ceritanya di Bagian III), pesananku disajikan lengkap dengan ini. Untukku, itu nampak super amat mirip sama sambal kan ya. Oke, nggak cuma nampak super amat mirip sih, ini mah sebenarnya sambal juga loh! Jadi sambal ini ceritanya dibuat dengan cabenya Meksiko (jalapeño) gitu deh. Lihat deh, bahkan mereka menyajikannya lengkap dengan irisan jeruk nipis juga!! Ini mah Indonesia banget ya! Haha😆

Foto #69a dan #69b

Bajaj??
Bajaj??

Di Oaxaca ketika menghadiri pernikahannya temanku (lihat ceritanya di bagian V), aku melihat auto atau tuktuk alias bajaj ini (di Meksiko disebut “mototaxi” sih). Jika aku sama sekali tidak kaget ketika melihatnya  di India untuk alasan yang jelas, aku sama sekali tidak menyangka akan melihatnya di Meksiko!!

Di satu waktu, kami naik satu juga loh:mrgreen: .

Riding a bajaj
Naik mototaxi di Meksiko

Foto #70

Kacang??
Kacang??

Ketika di Crucecita (lihat ceritanya di Bagian VI), aku pergi ke sebuah minimarket untuk membeli air minum. Kemudian, ketika aku melihat-lihat yang ada di raknya, mataku tertuju kepada produk di atas. “Apa-apan ini?“, begitulah yang ada di pikiranku, haha😆 . Dan hayo tebak ini apa? Yak, benar. Ini adalah snack kacang gitu deh.

38 thoughts on “#1697 – Photo Tales (31)

  1. Ooo sambal. Aku juga paling suka ke restoran Turki (habis minum2 LOL) buat makan kebab atau kentang goreng, terus suka ngabisin “sambal” yang ada di mejanya itu. Enak banget. Kaya di Indonesia

    1. Seingetku bajaj-nya manusiawi banget kok nyetirnya, hahaha😆 . Mungkin juga karena jalanannya relatif kecil😀 . Iya, kacang jadi merk snack kacang! Uniknya, rasa snack kacang-nya ala Meksiko gitu.

      1. Hahaha kayaknya ga mungkin yaa… tp siapa tau? Atau yg punya produk, kawin kali sama orang yg berbahasa indonesia/melayu… yang ini lebih mungkin ya…
        Anyway, asli keren banget postingan ini. Ya sambal, ya kacang and bajaj… mexico gitu loh… jauh bangeeeettt dr india/indonesia hahahaha….

        1. Hehe, iya. Tebakanku sih mereka mencari-cari padanan kata “kacang” dalam bahasa selain bahasa Spanyol dan kebetulan mereka milih padanan katanya dalam bahasa Indonesia😛 .

          Iya, nggak nyangka ya bisa menemukan ini di Meksiko😀

    1. Begitulah, aku duga juga begitu.

      Haha, untungnya sebelum kita nyari bajaj itu, kami sudah nanya perkiraan harganya sama teman kami yang orang Meksiko. Dan ternyata harga yang ditawarkan sesuai, jadilah nggak pakai tawar-menawar lagi😛 .

  2. Kamu sempat ngerasain ga rasa sambalnya nampol pedasnya atau ga? Aku langsung bayangin soto lihat sambal berdampingan sama jeruk nipis haha. Kacang itu bahasa Mexico atau gimana Ko? Unik ya ada Kacang segala haha

    1. Sempat nyobain dikiit. Nggak pedas lah kalau untuk ukuran Indonesia, hahaha😆 . Satu cabe jalapeno itu sepertinya lebih pedas daripada cabe di Indonesia. Tapi sekali masak mereka nggak memakai cabenya sebanyak di Indonesia gitu deh kayaknya, hahaha😆 .

      Iya, penampakannya mirip banget sama sambal-sambal yang disajiin di warung soto ya?? Hahahaha😆 .

      Dugaanku sih produsennya memasarkan produk kacangnya itu dengan padanan kata kacang dalam bahasa asing, dan kebetulan mereka memilih padanan katanya dalam bahasa Indonesia, hahaha😆 . Mungkin mirip dengan “Aqua” di Indonesia itu. Dalam bahasa Spanyol sendiri kan “aqua” artinya air, hahahaha😆 .

  3. Wahh.. Bisa samaan gitu ya Ko.. Itu merek kacang mmg bahasa Indonesia yang dipake kali ya Ko? Macam orang sini suka pake merek dari bahasa2 negara lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s