PhD Life · Zilko's Life

#1693 – Once Upon A Day in Het Spoorwegmuseum

ENGLISH

This is where I worked this Wednesday:

Het Spoorwegmuseum
Het Spoorwegmuseum

Huahaha ๐Ÿ˜† .

Yes, that was the Spoorwegmuseum (Railway Museum in English) in Utrecht.

In the symposium which I had to attend last year, an idea came up to gatherย all the PhDsย funded through our research programme together in an informal setting to exchange ideas and to get to know each other’s project better which mightย potentially lead to a collaboration hence fasten up the research process.

You might have known (even though I almost never mention anything about my work in details ๐Ÿ™‚ ) that my research project is also very related to the railway industry in the Netherlands (aside from the mathematical side as well because I am in the mathematics department in TU Delft). So that is why the informal gathering which took place this Wednesday was held in the Spoorwegmuseum, haha ๐Ÿ˜† .

Okay I will not get to the details on the activities of the whole day which includedย presenting our research and discussion here and there,ย which involved a debateย as well between me and another PhD student, lol ๐Ÿ˜† .

Okay I will talk a little bit about the debate because this is my blog so I can write whatever I want.ย In short he did not believe what I was (am) doing hence my research is, in a way, wrong and useless (he mentioned this in front of everyone). Of course I stood my ground and counteracted his statement. Long story short, in the end I was able to make him, at least, see the matter from my point of view and while he did not necessarily agree with me (yet), at least he started to see my point ๐Ÿ™‚ .

Yes, that is how I put our debateย nicely because, to be honest, it hurt when he madeย that comment. Indeed, maybe he was just “being Dutch” with all the directness and stuff. But that did not mean I did not have the right to counterargument him and actually made him bite his own words (I made him think and because of that he contradicted himself), in front of everyone too. You know, I canย “be Dutch” too ๐Ÿ˜‰ .

Okay, enough for the rant now. I will get back to the Spoorwegmuseum now ๐Ÿ˜› .

An old locomotive
Here is a photo of an old locomotive

One of the agenda was a tour around the museum, and it was a very nice tour! Haha ๐Ÿ˜† . We got some access to the restricted area of the museum (yes we were VIPs ๐Ÿ˜† ) and the guide explained a lot of the very interesting history of the railway industry in the Netherlands.

There was a simulator which they said it would be like riding a roller-coaster or something. Because we had the time, we went on it (yes, we got paid our salary for this activity, lol ๐Ÿ˜† ). At first it looked cool though but the ride itself, while was actually really cool, was quite underwhelming for me because I expected it to be like a real roller-coaster. But since it was not a real one, of course it was not like the real one and did not raise my adrenaline level at all, lol ๐Ÿ˜† .

The day ended with a nice dinner at the museum as well. Btw, the museum building used to be an actual old train station built in the 19th century. For us, we spent our day in the room which used to be the 1st and 2nd class passengers’ waiting room, including our dinner. The dinner wasย really nice. It involved risotto and it was the best risotto I have ever had in my life!

The dinner dish
The dinner dish

Okay, I don’t eat risotto a lot but that is mainly because I already have an expectation on how rice should be cooked. And risotto is a way of rice cooking that is very different with how rice is cooked in Asia. So in all of my experiences with risotto up to that point, I had always been “disappointed”. However, not this time though! I actually really liked it! Haha ๐Ÿ˜†

BAHASA INDONESIA

Jadi ceritanya hari Rabu lalu aku bekerja disini:

Het Spoorwegmuseum
Het Spoorwegmuseum

Huahaha ๐Ÿ˜† .

Iya, itu adalah Spoorwegmuseum (Museum Kereta Api) di Utrecht.

Jadiย di simposium yang aku hadiri tahun lalu, sebuah ide muncul untuk mengumpulkan semua mahasiswa PhD (S3) yang didanai melalui program riset kami di dalam sebuah acara informal untuk berbagi ide dan mengenal riset masing-masing lebih jauh karena dengan begini mungkin bisa tercipta kolaborasi yang mempercepat proses risetnya.

Mungkin sudah pada tahu (memang sih aku jarang sekali menyebutkan detail pekerjaanku disini ๐Ÿ™‚ ) bahwa topik risetku juga berkaitan erat dengan industri perkereta-apian di Belanda (di samping riset matematika juga karena kan aku dipekerjakan di departemen matematika di TU Delft). Jadilah acara kumpul-kumpul tak resmi ini diadakannya di Spoorwegmuseum, haha ๐Ÿ˜† .

Oke, aku tidak akan menceritakan dengan detail aktivitas kami disana sepanjang hari yang mana termasuk mempresentasikan masing-masing riset dan diskusi disana-sini; dan iniย termasuk debat antara diriku dan seorang mahasiswa S3 lainnya, haha ๐Ÿ˜† .

Oke, aku akan sedikit membicarakan mengenai debat ini sih karena ini kan blogku ya jadi bebas dong aku mau menulis apa. Secara singkat, ia tidak setuju dengan arah dan approach dari risetkuย sehingga risetku menurutnya, di satu sisi, salah dan tidak berguna (ia ngomong gini di depan semua orang loh). Eh, jelas dong ya aku tidak diam saja dan membalas argumennya. Singkat cerita, pada akhirnya aku bisa membuatnya, setidaknya, melihat permasalahan yang diampu risetku melalui sudut pandangku dan walaupun toh belum tentu ia setuju denganku, setidaknya ia mulai melihat dan mengerti argumenkuย ๐Ÿ™‚ .

Ya, begitu sih kalau aku mau menuliskan debatnya dengan sopan dan baik karena, sejujurnya, sakiiiit banget rasanya ketika komentar itu dilontarkan. Oke, mungkin memang sih dia cuma “bersikap sepertiย orang Belanda”ย dengan keterus-terangan (directness)-nya. Tetapi itu bukan berarti aku tidak berhak untuk melawan balik argumennya dan membuatnya menjilat ludah sendiri dong ya (ia aku buat berpikir dan kemudian ia mengeluarkanย argumen yang mengkontra dirinya sendiri ๐Ÿ˜† ), tentu di depan semua orangย juga doong. Iya kan, tentu aku berhak untukย “bersikap seperti orang Belanda” juga ๐Ÿ˜‰ .

Oke, cukup deh cerita tentang ini. Sekarang aku akan kembali ke Spoorwegmuseum-nya itu sendiri ๐Ÿ˜› .

An old locomotive
Berikut ini sebuah foto lokomotif tua

Satu dari agenda hari itu adalah tur mengelilingi museumnya dan turnya asyik bener! Haha ๐Ÿ˜† . Kami diberikan akses ke area-area terlarang di museumnya juga loh (iya dong kan kami VIP ๐Ÿ˜† ) dan pemandu wisatanya menjelaskan banyak sekali sejarah menarik dari industri perkereta-apian di Belanda.

Juga ada sebuah simulatorย yang katanya sensasinya seperti naik roller coaster gitu. Dan karena kami ada waktu, jelas kami naik dong yaa (iyes, kami digaji loh untuk aktivitas semacam ini, muahaha ๐Ÿ˜† ). Awalnya nampak keren sih tetapi walaupun simulator-nya memang keren, bagiku sedikit mengecewakan karena aku sudah berekspektasi rasanya seperti naik roller coaster beneran gitu. Tapi jelas karena bukan roller coaster beneran, jelas rasanya nggak kayak naik yang beneran dah sehingga aku sama sekali tidak merasakan naiknya adrenalin deh, haha ๐Ÿ˜† .

Hari ini berakhir dengan makan malam asyik di museumnya juga. Btw, museum ini dulunya adalah stasiun kereta api beneran yang dibangun di abad ke-19. Untuku kami, seharian kami habiskan di ruangan yang dulunya adalah ruang tunggu untuk penumpang kelas 1 dan kelas 2, termasuk makan malam juga. Makan malamnya enak lhoo. Menunya melibatkan risotto dan ini adalah risotto terenak yang pernah kumakan seumur hidup!

The dinner dish
Menu makan malamnya

Oke, memang sih aku nggak makan risotto sering-sering amat karena aku sudah memiliki ekspektasi tersendiri dengan bagaimana nasi harus dimasak. Dan risotto adalah cara memasak nasi yang amat berbeda dari bagaimana nasi dimasak di Asia. Jadilah semua pengalamanku dengan risotto sampai waktu itu tuh “mengecewakan” gitu deh. Namun, kali ini enggak loh dan aku benar-benar suka!Haha ๐Ÿ˜†

Advertisements

18 thoughts on “#1693 – Once Upon A Day in Het Spoorwegmuseum

  1. Dari taun berapa itu ya kereta api di Belanda… Btw bagus ko, aku dukung kamu untuk ngomong tanpa basa/i! Mantap, apalagi orangnya langsung bilang depan orang lain, bales aja juga ๐Ÿ˜€

    1. Hihihi, udah lama bangeet! Lha kereta api di Indonesia aja yang mengenalkan kan Belanda kan, haha ๐Ÿ˜† .

      Iya! Direct ya dibalas direct juga ya ๐Ÿ˜†

  2. Well done Ko, you served him right! Londo memang kadang ngga tactvol kalo mengeluarkan pendapat dan ngga sangka kita yang dari Asia bisa counter argumen juga.

    Akhirnya ketemu Risotto enak juga ya? Spoormuseum ini memang bagus banget. Tiap bulan Agustus ada Pasar Malam disini, bagus deh.

    1. Begitulah. Aku rasa kalau disini memang mesti begitu ya. Mesti siap kalau orang lain berkomentar seperti itu, dan aku rasa kita juga harus bisa counter argument ๐Ÿ˜€ .

      Iya! Akhirnya ketemu risotto yang cocok!! Hahahaha ๐Ÿ˜† . Oh, ada Pasar Malam disana ya? Aku baru tahu! Kayaknya seru juga Pasar Malam di museum yang isinya loko-loko tua gitu! Hehehe ๐Ÿ˜† .

  3. Mantap mas zilko, kalo “bersikap seperti orang Belanda” itu maksudnya blak-blakan ya mas ? spt org2 skandinavia dunk ya…

    kalo British kyknya nggak ya… ada basa basinya.. walaupun nggak sebanyak org kita sih ya.. ๐Ÿ˜€

    1. Kurang lebih begitu, blak-blakan dan apa yang dipikirkan langsung saja diutarakan tanpa dipikir terlebih dahulu.

      Iya, setahuku orang British memang lebih sopan-sopan. Stereotipnya kan memang begitu, hahaha ๐Ÿ˜† .

  4. hmm…kebayang sihhh sakitnya “dibuka” di depan umum gitu….memang selayaknya dibalas balik ko…hahaha, dan hebat pasti debatnya, sampe dia bisa menjilat ludahnya sendiri. bagus yaaa museumnya…

    1. Hahaha, memang mesti dibalas balik ya. Lha habisnya dia seenaknya bener gitu ngomongnya ๐Ÿ˜› . Hehe, iya doong, jelas kita harus bisa mempertahankan argumen riset yang udah kita lakukan bertahun-tahun lah ya. Kalo engga, apa artinya hidup ini tiga tahun belakangan ini, hahahaha ๐Ÿ˜† . Iya, museumnya bagus!

  5. Bagus ya Ko museumnya. Sering denger ternyata di Utrecht. Kapan2 ah kesini. Jauh dari Utrecht centraal ini? Aku pernah berdebat juga sama salah satu pengajar disekolah bahasa Belanda sini sewaktu aku ada ujian presentasi. Dia bilang presentasiku biasa2 saja. Wah, ya aku ga terima, langsung aku keluarkan argumen “eleganku” akhirnya dia cuman manggut2. Rrghh.

    1. Iya, museumnya oke, hehehe ๐Ÿ™‚ . Iya, kalau disini mah memang mesti tahan kritik dan apa-apa jangan dimasukin ke hati ya, haha ๐Ÿ˜† . Kalau komentarnya membangun sih oke-oke aja sih; hanya saja kalau komentarnya hanya menjatuhkan saja, wah ini yang nggak enak ๐Ÿ˜› .

    1. Iya, dijelasin pula Non, hahaha. Waktu itu ada anak kecil mau ikutan kita masuk trus sama tour guide-nya anaknya disuruh pergi dong, hahahaha ๐Ÿ˜†

  6. keren banget musiumnya.

    kalau sama-sama berpikiran terbuka, pastilah orang yang kita ajak diskusi mau membuka sedikit pemahamannya yah…. jadi nggak main nyalahin aja atau main vonis aja ๐Ÿ˜€

    1. Iya, museumnya keren.

      Hehe, setuju! Pikiran yang dari awal terbuka memungkinan terjadinya diskusi yang mungkin menghasilkan sesuatu ya. Bukannya dari awal pendapat yang nampak kurang sesuai dengan ide kita langsung main disalahin atau divonis, hahaha ๐Ÿ˜† . Eh, tapi banyak lho yang kayak gitu (di dunia akademis)! Katanya sih ๐Ÿ˜› .

  7. Widihhh.. sakitnya dimn2 itu ya dibuka depan umum..hahaha.. Pasti seru ya Ko waktu debat, andai ada yg videoin mau bgt lihat..xixix.. Iya, kalo orang lain bisa ber-directness *uopo iki bahasanya* masa kita engga ya.. Hajar langsung Ko..wkwk..

    Aaaa.. bagus museumnya, mana bisa lihat area terlarang lagi.. Mantap dahh..

    Btw, belum pernah nyobain risotto dan pengen sih. Soale tah knp liatnya jadi aneh gitu ya, nasi tapi berkuah kentel gitu kan ya? ๐Ÿ˜€

    1. Begitulah Py, seru dan sebel juga sama orangnya, hahaha ๐Ÿ˜† . Ya habisnya memang kita dari dua “dunia riset” yang berbeda sih sehingga approach-nya beda banget. Sebaliknya sih, aku juga sebenarnya nggak setuju dengan approach risetnya dia karena nggak practical banget, ahahaha ๐Ÿ˜† .

      Iya, museumnya keren!

      Risotto tricky banget Py untuk lidah Indonesia. Iya, risotto itu nasi tapi “lembab” gitu. Nggak pakai kuah sih, cuma nasinya seperti habis “direndam” di dalam kuah kental sehingga basah-basah gitu tetapi nasinya masih crunchy, hehe ๐Ÿ˜€ . Tricky banget lah. Tapi kalau yang masaknya jago, enak juga ternyata! ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s