Posted in Mexico, North America Trip, Vacation

#1685 – 2015 Year End Trip (Part V: A Mexican Wedding)

ENGLISH

Previous posts on the 2015 Year End Trip series:
1. Part I: Getting to North America
2. Part II: Boston
3. Part III: Getting to Mexico
4. Part IV: Oaxaca

Previously on 2015 Year End Trip: Zilko went to Mexico to attend his friends’ wedding reception and celebration. After travelling from USA to Mexico, he was now already in Oaxaca, ready for the wedding.

***

First of all, a Mexican wedding did not last as long as an Indian wedding (which took days to complete). All stuffs I mention here in this post all occured on the same day🙂 .

Breakfast

We started the day with a breakfast at a hall in a very small town about 40 minutes away from Oaxaca with bus. When we arrived there, two long tables with chairs were already arranged and many waiters/waitresses had been ready to serve us all. And of course, a really loud music was also played, haha…

Not long after, the breakfast started with this huge serving of bread:

Big bread for breakfast. Two of them
Big bread for breakfast. Two of them

You see, seeing that it consisted of two pieces of abnormally huge bread (one was almost the size of my head) and a small bowl of chocolate dip, I thought that was it for breakfast. So I finished the entire thing and felt full. But then, it turned out that it was JUST the appetizer and the main course of a chicken dish with tortillas would follow (😯 ). Holy moly guacamole…

The main dish for breakfast
The main dish for breakfast

Damn, had I known this before, I would not have finished the bread, haha😆

Street Dance

After breakfast, they took us to another side of Oaxaca and dropped us off in front of a church where two big puppets and one big stick with my friends’ names on it had been prepared. In a way, all of those reminded me of the Indonesian ondel-ondel😛 .

A street dance
A street dance

Not long after, the groom and the bride came with a wedding car. After greeting all of us, the celebration started. Loud music was played, some guys took the big puppets, some dancers came, and some guys served mezcal to all of us, haha😆 . All of us walked around the block for some 30 minutes with the music where everyone danced and enjoyed themselves. It was really fun! But it was a very sunny day too today so it was quite hot, it reminded me a lot of Indonesia, haha😆 .

The Wedding

The street dance finished in front of a hall where the wedding would take place. After all the guests came and sat down, the wedding ceremony started. It was all in Spanish, though, so I did not understand what they said, haha😆 . Oh, and btw, they also gave us some rice too to throw at the newlyweds after they were declared “married”; and to me this was extremely surprising because it was just like in the Indian wedding I went to in October! My Indian friend was also surprised to see this similarity!!:mrgreen:

Rice throwing
Rice throwing

After the wedding, there were some speeches from some people. It was all in Spanish, but the bride translated some to English in the part that were relevant to us (the guests from the Netherlands and Denmark, I mean😀 ); especially in the very nice speech given by her dad🙂 .

The Celebration

Then, the celebration started. By celebration, mostly it was all about dancing. By all, I mean like it was 100% about dancing, haha😆 . A live band was performing in alternate with a DJ so the music was kept on from the afternoon until past midnight. Most of the music, howeever, was Latin music. While it was certainly nice and exotic, but to me after like 10 songs it got a little bit tiring. It was still nice though, but it did not bring the excitement within me to hit the dance floor. But thankfully, though, they played some English songs which I was familiar at several occassions so it was okay🙂 .

Regarding the dance, they also prepared a lot of props for it. By a lot, I mean really a lot. It seemed like they had one prop for every song that was played, lol😆 . The props ranged from wedding headbands, party tie, masks, glowing rings, vests, hats, and handkerchiefs to pineapples and an alive turkey.

Yes, pineapples and an alive turkey as well as the props.

A turkey dance
A turkey dance

It turned out that there were traditional dances that involved both. The pineapple dance involved everyone to hold a pineapple above their head and danced following the music. And the turkey dance involved the ladies took turn in dancing with the alive turkey while the men took turn dancing with big and rather heavy plaited baskets. I took part in the turkey/basket dance as it certainly looked funny😛 .

At one point my Indian friend was able to request them to play the same Tamil song which she asked us to play at her wedding in India in October. Obviously I already forgot all the moves, lol😆 , so we just danced like whatever. It was so much fun!

The Food

As expected, the food was plentiful and really good!🙂 The lunch started rather late (which upseted the bride a little bit but we assured her that we were okay with it🙂 ); but since then, food was kept on being served.

Of all possible words, they chose "Squirt"
Of all possible words, they chose “Squirt” with that logo 😂

Some drinks was also served as well including, obviously, the famous mezcal. A Mexican guest then told us a delicious way to make a mix mezcal drink: by mixing it with soda (like Sprite or 7-Up). At that time, they served a local Mexican soda brand called “Squirt” (yes, of all possible words they could choose for a name, they chose “Squirt”, LOL😆 ). And it was, indeed, goood!🙂

TO BE CONTINUED…

Next on 2015 Year End Trip:
– The beaches of Huatulco
– A Mexican Road Trip
– Crucecita
– New Year eve celebration in Huatulco
– New York

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri 2015 Year End Trip:
1. Part I: Getting to North America
2. Part II: Boston
3. Part III: Getting to Mexico
4. Part IV: Oaxaca

Sebelumnya dalam 2015 Year End Trip: Zilko pergi ke Meksiko untuk menghadiri pesta pernikahan temannya. Setelah bepergian dari Amerika ke Meksiko, kini ia berada di kota Oaxaca, tempat pernikahannya akan berlangsung.

***

Pertama-tama, sebuah pernikahan Meksiko tidak berlangsung selama penikahan ala India (yang memakan waktu berhari-hari). Semua cerita di posting ini terjadi dalam hari yang sama :) .

Sarapan

Hari dimulai dengan sarapan di sebuah aula yang berada di sebuah kota kecil sekitar 40an menit dari Oaxaca dengan bus. Ketika kami tiba disana, dua meja panjang dan kursi sudah dipersiapkan dan ada banyak pelayan yang sudah siap melayani kami semua. Dan tentu saja musik keras dimainkan untuk membuat suasana menjadi meriah, haha…

Tak lama kemudian, sarapan dimulai dengan sajian roti yang gede banget ini:

Big bread for breakfast. Two of them
Roti untuk sarapan yang besar banget. Dua pula.

Nah kan, melihat satu porsi terdiri dari dua buah roti yang besarnya abnormal begitu (ukuran satu rotinya nyaris sebesar kepalaku loh) dan satu cangkir “cocolan” coklat, aku rasa ya ini aja kan ya sarapannya. Jadilah semuanya aku habiskan dan aku merasa kenyang. Tetapi aku salah. Roti itu HANYALAH makanan pembukanya aja dong. Ternyata setelah itu menu utamanya keluar, yang berupa sebuah sajian ayam dan tortilla😯 . Holy moly guacamole

The main dish for breakfast
Menu utama untuk sarapan

Sial, tahu gitu kan rotinya nggak aku habiskan ya, haha😆

Tarian di Jalan

Setelah sarapan, mereka membawa kami ke sisi lain Oaxaca dan menurunkan kami di depan sebuah gereja dimana dua buah boneka raksasa dan satu tongkat dengan bulatan besar dimana nama teman kami ditempelkan sudah disiapkan. Di satu sisi, ini mengingatkanku akan ondel-ondel di Indonesia😛 .

A street dance
Tarian di jalanan

Tidak lama kemudian, pengantin pria dan wanitanya datang dengan mobil pengantin. Setelah menyambut kami semua, perayaannya dimulai. Musik dimainkan kencang, beberapa anak lelaki mengenakan boneka raksasanya, beberapa penari wanita datang, dan beberapa orang membagikan minuman mezcal ke kami semua, haha😆 . Kami semua berjalan mengelilingi blok selama sekitar 30an menit dengan musik kencang dimana semua orang menari dan menikmatinya. Seru deh! Tetapi hari ini cuacanya cerah sih jadi rasanya panas banget gitu; kayak di Indonesia dah, haha😆 .

Pernikahannya

Tarian di jalan selesai di sebuah gedung resepsi dimana pernikahannya akan berlangsung. Setelah semua tamu datang dan duduk, prosesi pernikahannya dimulai. Semuanya dalam bahasa Spanyol sih sehingga aku nggak mengerti apa yang dibicarakan, haha😆 . Oh, dan btw, mereka memberikan kami beras juga lho untuk dilemparkan ke pengantin baru setelah mereka dinobatkan “menikah”; dan untukku ini amat mengagetkan karena ini seperti di pernikahan ala India yang kuhadiri Oktober lalu! Teman Indiaku sendiri juga merasa kaget dengan kemiripan tradisi ini!!:mrgreen:

Rice throwing
Melemparkan beras

Setelah pernikahannya, ada beberapa pidato dari beberapa orang. Semuanya dalam bahasa Spanyol, tetapi pengantin wanitanya menerjemahkan beberapa ke bahasa Inggris di bagian yang cukup relevan bagi kami (tamu dari Belanda dan Denmark maksudnya😀 ); terutama di pidato yang diberikan oleh papanya🙂 .

Perayaannya

Lalu, perayaan dimulai. Dengan perayaan, maksudku adalah dengan tarian. Dan ini 100% tentang tarian terus loh, haha😆 . Sebuah band memainkan musik bergantian dengan DJ sehingga musik terus-menerus dimainkan semenjak siang hari hingga lewat tengah malam. Kebanyakan musiknya sih musik Latin. Walaupun jelas asyik dan eksotis, tetapi untukku setelah 10an lagu kok rasanya agak melelahkan juga ya. Masih oke dan enak sih, hanya saja musiknya tidak lagi membangkitkan semangat di dalam diriku untuk menuju lantai dansa gitu. Tetapi untungnya sih beberapa lagu bahasa Inggris yang aku kenal juga dimainkan di antaranya🙂 .

Berhubungan dengan tarian, mereka juga menyiapkan banyak properti untuk mendukungnya loh. Dengan banyak, maksudku buanyak banget. Bisa dibilang mungkin mereka menyiapkan 1 jenis properti untuk setiap lagu yang dimainkan deh, haha😆 . Propertinya mulai dari bando pernikahan, dasi pesta, topeng, cincin yang menyala, rompi, topi, dan saputangan hingga nanas dan kalkun hidup.

Iya, nanas dan kalkun hidup jugalah bagian propertinya.

A turkey dance
Tarian kalkun

Ternyata ya ada dua tarian tradisional yang berkenaan dengan keduanya. Tarian nanas melibatkan semua orang untuk memegang nanas di atas kepala dan bergerak mengikuti irama. Dan tarian kalkunnya melibatkan para wanita bergantian menari bersama kalkunnya sementara para pria bergantian menari sambil membawa satu keranjang anyaman besar dan berat di atas kepala. Aku ikutan di tarian kalkun/keranjang ini karena nampak lucu😛 .

Di satu waktu, teman Indiaku bisa merikues mereka untuk memainkan satu lagu Tamil yang ia minta kami tarikan di pernikahannya di India Oktober lalu. Eh, jelas aku sudah lupa semua gerakannya ya, haha😆 . Jadilah kami menari dengan asal aja. Seru!

Makanannya

Makanannya sendiri jelas banyak dan enak-enak!🙂 Makan siangnya dimulai agak telat (yang membuat pengantin wanitanya sedikit sebal tetapi ia kami yakinkan bahwa kami nggak apa-apa kok dengan keterlambatan ini🙂 ); tetapi setelah itu, makanan terus disajikan.

Of all possible words, they chose "Squirt"
Dari semua perbendaharaan kata, mereka memilih “Squirt” coba dengan logo yang kayak gitu  😂

Beberapa minuman juga disajikan dan tentu termasuk mezcal yang terkenal itu. Seorang tamu orang Meksiko memberi-tahu kami bagaimana cara membuat minuman campuran mezcal yang enak: yaitu dengan mencampurnya dengan soda (semacam Sprite atau 7-Up). Waktu itu, mereka menyediakan soda lokal Meksiko bermerk “Squirt” (iya dong ya, dari semua kata yang bisa dipilih buat nama, mereka memilih”Squirt”, LOL😆 ). Dan ternyata hasilnya enaaaak!!🙂

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2015 Year End Trip:
– Pantai-pantai Huatulco
– Perjalanan darat di Meksiko
– Crucecita
– Perayaan malam tahun baru di Huatulco
– New York

71 thoughts on “#1685 – 2015 Year End Trip (Part V: A Mexican Wedding)

  1. Hhahaha sumpah ngakak yang bawa kalkun ada ngak sih artinya pasti adalah kalkun kan berat mana idup pula…
    Wah pernikahan yang unik seru Amerika latin emang rata rata pakai Bahasa Spanyol ya…
    Btw ada gadis latin yang cantik cantik ngka ko…?

    1. Iya, random banget ya Ri nari sambil bawa-bawa kalkun segala, hahaha😆 .

      Haha, bahasa resmi hampir semua negara Amerika Selatan kan memang bahasa Spanyol Ri😀 .

      Hahaha, banyak Ri😛 .

    1. Hahaha, iya, itu baju tradisionalnya katanya. Sebenarnya temanku ada gaun wedding yang putih juga sih tapi nggak sempat ganti baju katanya waktu itu😀 .

  2. Ngikik baca bagian breakfastnya. Hahaha. Diarak keliling kampung, suhunya sama ondel-ondel mirip sini bikin penasaran sama cerita di baliknya Ko. Termasuk kesamaan lempar beras di India. Hihihi

    1. Iya, kurang ajar bener itu breakfastnya. Tahu ada ayam dan tortilla gitu kan rotinya nggak aku habisin ya, hahahaha😆 .

      Iya, tradisinya menarik banget!!

    1. Iya, banyak yang ga habis. Dan memang kami diberikan kantong plastik waktu itu jadi andaikata rotinya nggak habis bisa dibungkus, hehehe😀 . Mereka sih anti banget membuang barang-barang. Bahkan semua hiasan/dekorasi meja (tempat tisu, vas bunga, dll) adalah souvenirnya yang kalau mau boleh banget dibawa pulang, hehehe:mrgreen: .

    1. Begitulah, porsinya lebih jumbo daripada porsi jumbo! Hahaha😆 . Aku masih bisa nyicipin sih, tapi akhirnya nggak habis karena sudah kekenyangan, hahaha😆 .

      Hahaha, berasnya nggak dicampur koin😛 .

    1. Iya, jadi setiap orang dengan kalkunnya kira-kira 20 – 30 detik gitu dan kemudian kalkunnya dioper ke orang lain.

      Begitulah. Malamnya, kalkunnya tergelepar tak berdaya di lantai memang…😦 .

  3. Wahhh seruu banget ya Ko…bisa hadir ke perayaan2 seperti begini….pasti lah kalkunnya stress tuhh sampe tergelepar gitu…hahaha, ada2 aja tradisinya ya..

  4. Oomku ada yang kawin sama orang Trenggalek, kawinannya pakai lempar koin dan beras kuning. Jaman itu aku masih anak-anak dan seneng aja lihat duit dilempar-lempar.

    That squirt drink, I wonder how did they make it 😁😁😁

    1. Hahaha, lucu juga ya dimana adat nikahan gitu bisa mirip padahal negaranya terpisahkan jarak sedemikian jauh😛 .

      Lol, about that drink, maybe it is better not to know😛 .

  5. Ko, itu rotinya beneran gede banget lho. Kelihatan dari foto..wkkwkw😀 Kalau anak kost bisa dibagi berapa kali makan tuh..😄

    Ehh liat tabur2 beras gitu jadi inget pas gw nikah kan ada simbolis Adat Batak gitu, ada bagian dipercikin beras ke kepala..😀

    1. Iya kan Py gedee banget, hahaha. Dan kalau tahu itu bakal ada ayamnya, nggak bakal aku habiskan deh rotinya. Mendingan ayamnya kan, hahahaha😆 .

      Ah, ternyata di pernikahan kamu ada tradisi lempar berasnya begitu ya Py? Hahaha😆 . Di India juga ada tuh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s