Posted in Aviation, My Interest, TV Show

#1683 – Air Crash Investigation: GA 200

ENGLISH

My most favorite documentary show on TV is the long-running Air Crash Investigation (also titled “Mayday” in certain regions). This January, they premiered their 15th season with their first episode being a documentary of the Garuda Indonesia flight GA200 accident in Yogyakarta on 7 March 2007.

A cgi rendering of PK-GZC
A cgi rendering of PK-GZC

The accident being in Indonesia and in this case, even more specifically, it was in my hometown, made me a little bit more excited to watch the episode. Obviously if I really wanted to know, investigation of this accident has been done years ago and I could just look for the report somewhere. However, still, it feels more fun to watch it as an episode of a documentary show🙂 .

Btw, it was probably the second time my excitement level was more than average of an upcoming Air Crash Investigation. The first time was in the seventh season in 2009 where they made an episode of Adam Air’s KI 574 crash on 1 January 2007.

Synopsis

Garuda Indonesia’s Boeing 737-400 reg PK-GZC at KLIA. Photo credit: TK/Airliners.net

In the morning of 7 March 2007 [1], a Garuda Indonesia’s Boeing 737-400 reg PK-GZC was approaching runway 09 of Adisucipto Airport, Yogyakarta as flight GA 200 from Jakarta. The plane touched down 860 meter beyond the runway threshold at much faster speed than normal, then it overshot the runway into the paddy field beyond runway 27, and burst into flames.

The investigation led to the conclusion that the main cause of the accident was pilot’s error; mainly rooting from a logical fallacy called “fixation”, where one is so focused on finishing a “task” (in this case, landing the plane) and ignores many signs to not do so (in this case, a lot of warnings in the cockpit) and do something else (in this case, to abort the landing attempt). For more details explanation, please just watch the episode😉 .

My Review

Positives

I think it was a good episode of Air Crash Investigation and it started season 15 in a good note (unlike the first episode of season 11 which I really, really, hated as it was so poorly produced).

The story and the narratives were both clear and rather easy to follow. The CGI was good as well and provided good details (even the Boeing 737-400 was wearing Garuda’s livery back then and the registration, PK-GZC, was there as well).

A cgi rendering of PK-GZC
A cgi rendering of PK-GZC

However, what I really liked the most about this episode was its fairness. In a way, this GA 200 accident was a turning point for Garuda Indonesia. One of its direct implication was the European Union’s ban on all Indonesian airlines to fly in the EU air space in 2007. Since then, Garuda had reformed and restructured the entire company as an airline. As a result, the ban was lifted (only for Garuda and three other Indonesian airlines) in 2009 and they reinstated the Jakarta – Amsterdam route in 2010 (which I flew in August 2010😛 ). Their safety track record has been much better since then. As of December 2014, they are one of the only few 5-star airline in the world. And they have been steadily in the top 10 airlines in the world (by SkyTrax) in the last couples of years.

And this was portrayed at the end of the episode as well, where it was shown how Garuda Indonesia has changed and is now one of the most respected airlines in the world.

Negatives

However, there were also a couple of things from the episode which bothered me as well. First of all, it was portrayed as if Australia was leading/doing all the investigation of the crash. Okay, to be honest, I do not know for sure how the investigation went. However, what I do know is that Indonesia has our own National Transportation Safety Committee (NTSC) who would be responsible for this kind of task. If Australia took part in the investigation, I would think their role would be more of a supportive role. The investigation still should have been led by Indonesia because the accident involved an Indonesian airline and it occurred on a domestic flight in Indonesia. This raised my eyebrows a little bit.

The second thing was more of a minor thing though, haha😆 . As mentioned above, Garuda has reformed since the accident where one of the key program was to clean up its brand identity. To do that, they intoduced new look in the form of new livery in 2009 and new flight attendants’ uniform in 2010.

Just take a look at the following screenshot:

Garuda flight attendant's "uniform" portrayed in the documentary
Garuda flight attendant’s “uniform” portrayed in the documentary

You see, the flight attendant’s uniform was portrayed to resemble current Garuda’s flight attendant uniform. However, back then in 2007, obviously they still wore the older uniform. I mean, it should have looked more like this:

Garuda's old flight attendant uniform. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/
Garuda’s old flight attendant uniform. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/

haha😆

Yeah, but I am just cherry-picking here. These small problems did not take away the fact that I enjoyed watching the episode (aside from the first negative point I raised above).

BAHASA INDONESIA

Salah satu acara dokumenter favoritku di TV adalah Air Crash Investigation (yang juga dijuduli “Mayday” di beberapa negara) yang sudah bermusim-musim itu. Nah, Januari ini, mereka mulai menayangkan eisode pertama musim ke-15nya yang mana merupakan dokumenter dari kecelakaan pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA200 di Yogyakarta tanggal 7 Maret 2007.

A cgi rendering of PK-GZC
Gambar grafik komputer PK-GZC

Kecelakaannya berlangsung di Indonesia dan untuk kasus ini, lebih spesifik lagi, di kota asalku, membuatku sedikit lebih tertarik dari biasanya untuk menonton episode ini. Tentu saja sih jika aku beneran ingin tahu, toh investigasinya sudah selesai bertahun-tahun yang lalu dan aku bisa mencari laporannya kan. Namun, tetap aja rasanya lebih seru ketika menontonnya sebagai satu episode dokumenter🙂 .

Btw, mungkin ini adalah kali kedua dimana level ketertarikanku jauh di atas rata-rata loh untuk menonton episode yang akan datang dari Air Crash Investigation. Yang pertama adalah  di musim ketujuhnya di tahun 2009 dimana mereka menayangkan episode mengenai kecelakaannya Adam Air KI 574 tanggal 1 Januari 2007.

Sinopsis

Boeing 737-400 milik Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GZC di KLIA. Photo credit: TK/Airliners.net

Di pagi hari tanggal 7 Maret 2007 [1], sebuah Boeing 737-400 milik Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GZC akan mendarat di landasan pacu 09 Bandara Adisucipto, Yogyakarta, sebagai penerbangan GA 200 dari Jakarta. Pesawatnya menyentuh landasan pacu 860 meter dari ujung landasan dengan kecepatan jauh di atas normal, kemudian overshooting landasan pacunya, terperosok ke area persawahan di luar landasan pacu 27, dan terbakar.

Investigasinya mengarah ke kesimpulan dimana penyebab utama kejadian ini adalah kesalahan pilot; terutama yang bersumber dari kesalahan berpikir yang disebut “fixation“, dimana saking fokusnya seseorang dalam menyelesaikan suatu “tugas” (dalam hal ini, mendaratkan pesawatnya), ia kemudian mengabaikan tanda-tanda yang menyatakan ia harus berhenti (dalam hal ini, banyak sekali peringatan dari komputer pesawat di kokpit) dan harus melakukan hal lain (dalam hal ini, membatalkan pendaratan). Untuk penjelasan lebih lengkapnya, tonton episodenya saja deh😉 .

Review-ku

Segi Positif

Aku rasa ini adalah episode yang bagus dari Air Crash Investigation dan episode ini memulai musim 15-nya dengan baik (nggak kayak episode pertamanya musim 11 yang aku benar-benar tidak suka karena produksinya jelek banget).

Cerita dan narasinya jelas dan mudah diikuti. Gambar grafik komputernya juga bagus dan cukup mendetail (bahkan Boeing 737-400nya mengenakan livery-nya Garuda waktu itu dan registrasi pesawatnya, PK-GZC, turut pula digambarkan).

A cgi rendering of PK-GZC
Gambar grafik komputer PK-GZC

Namun, yang paling aku suka dari episode ini adalah keadilannya (atau keobyektivitasannya). Di satu sisi, kecelakaan GA 200 ini adalah titik balik bagi Garuda Indonesia. Salah satu efek langsungnya adalah larangan dari Uni Eropa terhadap semua maskapai penerbangan Indonesia untuk terbang di langit Eropa di tahun 2007. Semenjak itu, Garuda Indonesia berbenah, memperbaiki dan merestrukturisasi perusahaannya sebagai sebuah maskapai penerbangan. Hasilnya, larangan terbang dicabut (hanya untuk Garuda dan tiga maskapai Indonesia lainnya) di tahun 2009 dan mereka membuka kembali rute Jakarta – Amsterdam di tahun 2010 (yang aku terbangi Agustus 2010 :P ). Rekam jejak keselamatan mereka juga semakin baik. Per Desember 2014, mereka juga diberi gelar sebagai satu dari sedikit maskapai penerbangan berbintang 5 di dunia. Juga, mereka stabil berada di peringkat 10 besar dari semua maskapai penerbangan (berdasarkan SkyTrax) beberapa tahun belakangan.

Dan ini ditampilkan di akhir episodenya juga, dimana tunjukkan bagaimana Garuda Indonesia sudah berubah dan sekarang menjadi salah satu maskapai yang paling disegani di dunia.

Segi Negatif

Namun, ada juga beberapa hal di episode ini yang menggangguku. Pertama-tama, digambarkan seakan-akan Australia lah yang memimpin/melakukan investigasi kecelakaan ini. Oke, sejujurnya, memang sih aku tidak tahu bagaimana investigasnya berlangsung. Hanya saja, yang aku tahu pasti adalah bahwa Indonesia memiliki Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang berwenang akan investigasi semacam ini. Jika Australia turut ambil bagian dalam investigasi, seharusnya perannya hanyalah sebagai peran pendukung. Seharusnya investigasinya masih tetap dipimpin oleh Indonesia karena kecelakaannya melibatkan maskapai Indonesia dan pun terjadi di sebuah penerbangan domestik di Indonesia. Ini membuatku sedikit mengernyitkan dahi.

Hal kedua adalah hal kecil aja sih, haha😆 . Seperti yang aku bilang di atas, Garuda sudah merestrukturisasi penerbangannya semenjak itu dan satu perubahan vital yang mereka lakukan adalah pembenahan identitas brand. Untuk itu, mereka mengubah penampilan mereka dengan mengenalkan livery baru di tahun 2009 dan seragam baru bagi pramugari/a di tahun 2010.

Lihat deh screenshot berikut ini:

Garuda flight attendant's "uniform" portrayed in the documentary
“Seragamnya”seorang pramugari Garuda di dokumenternya

Nah kan, seragam pramugarinya ditampilkan mirip seperti model seragam pramugarinya sekarang. Padahal, jelas di tahun 2007 mereka masih mengenakan seragam lama. Maksudku, seharusnya seragamnya nampak lebih seperti ini kan:

Garuda's old flight attendant uniform. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/
Seragam lamanya pramugari Garuda. Photo credit: Sam Chui. Source: http://www.samchuiphotos.com/Indonesia09/

haha😆

Yaa, tapi ini mah cuma menunjuk hal-hal kecil sampingan aja ya. Masalah kecil ini tidak memiliki efek terhadap fakta bahwa aku menikmati menonton episodenya kok (kecuali poin negatif pertama yang kusebutkan di atas ya).

18 thoughts on “#1683 – Air Crash Investigation: GA 200

  1. My former colleague and an auditor flew that flight. They both mentioned that the light on the floor, which should guide them during the incident, didn’t illuminate at all. The light is a very important element during a crisis like that, so Garuda should have ensured that it would work.

    But what surprised me the most was the fact that my colleague managed to grabbed the hand luggage in the head compartment and went out with it. That action was quite selfish, because one should never go out with a hand luggage and delay the whole process. Ah well….

    1. Oh wow, that was quite unfortunate that the emergency light was not illuminated. Maybe there was also a problem with the power of the light? As both of the engines actually fell apart from the plane upon impact😦 .

      Oh wow, that also sounds quite selfish in the sense that all passenges had to escape from only a few emergency doors and the flight was quite full, I believe, at that time😦 .

        1. I think it is powered by some sort of battery. This power source, however, can be independent of the main lighting power source.

          Yeah, and to think that there were 21 victims that day😦 .

    1. Betul. Yang paling penting dari sebuah kecelakaan semacam ini adalah pembenahan setelahnya ya agar kejadian serupa tidak terulang. Dan yang aku suka dari episode ini adalah, pembenahan diri Garudanya itu juga disinggung di akhir episode🙂 .

  2. Antara suka dan ndak, nonton seri ini..suka krn penasaran, tp…takut..dan bikin phobi naik pesawat, untung pekerjaanku, akhir akhir ini udah jarang pake acara terbang dari satu kota ke kota yg lain, btw…ada kah tulisan zilko, ttg pesawat baling baling, yg saat ini di pakai wings air untuk bandung semarang…type nya aku lupa…jt…?

    1. Hahaha, aku pernah beberapa kali semalam sebelum terbang justru nonton episodenya Air Crash Investigation ini😛 . Teman-temanku pada bilang aku gila ya, hahaha😆 .

      Ah, itu tipe pesawatnya Wings Air ATR 72-500 atau ATR 72-600. Ada kok ceritaku terbang dengan pesawatnya Wings yang tipe ini (di rute Jogja – Bandung tapinya):
      – Dari tahun 2013: https://zilko.wordpress.com/2013/11/22/1312-2013-indonesia-trip-part-i-bandung/
      – Dari tahun 2015: https://zilko.wordpress.com/2015/09/01/1612-2015-sea-trip-part-i-bandung/

      Ada juga beberapa ceritanya di blog lamaku, tapi ceritanya dari tahun 2010 jadi mungkin agak kurang relevan ya untuk sekarang? Hahaha😆 .

  3. Karena sebuah kejadian merubah segalanya menjadi lebih baik dan sekarang garuda berbenah untuk jadi yang terdepan dan setelah kejadian itu garuda menjadi penerbangan terbaik sekarang…

  4. Adam air sama garuda sama ya ternyata tahun 2007.

    Pas kerja skrg ada kawan kantor ternyata yang ikut dipenerbangan GA 200 itu ke jogja. Kalau dia cerita wuih heboh bener. Ada kali berapa tahun dia gak mau naek pesawat lagi. Sampe skrg kalau naek pesawat selalu ketakutan seh masih.

    1. Iya, beruntun banget waktu itu kecelakaannya Niee makanya langsung deh Uni Eropa melarang semua maskapai Indonesia terbang di langit Eropa waktu itu.

      Iya pasti traumatis banget ya Niee kalau harus melewati pengalaman kayak gitu…

  5. Yang Garuda ditempatmu, yang Adam tujuan Manado. Semenjak takut terbang, skrg sudah ga mau lagi liat yg ada adegan kecelakaan pesawat..Wkkww.. Salah2 ga kemana2 saking tkutnya.

    1. Hahaha, iya Py. Kadang dokumenter begini memang bisa bikin takut ya. Padahal ini cuma dokumentasi apa atas apa yang salah dan dari hasil investigasinya, sistem dan “kesalahan”-nya kan diperbaiki biar nggak terulang lagi, hahaha😛 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s