Posted in North America Trip, USA, Vacation

#1678 – 2015 Year End Trip (Part II: Boston)

ENGLISH

Previous post on the 2015 Year End Trip series:
1. Part I: Getting to North America

Previously on 2015 Year End Trip: Zilko was very eager to start his 2.5 weeks adventure in North America and finally the time came! After flying Delta from Amsterdam and transitting in New York – JFK, he was now in the first destination of this trip: Boston, Massachusetts.

***

The Universities

Arguably, Boston is most famous for the universities. Which universities? Well, there are of course a few, but I am sure you have heard about at least two of them: the Massachusetts Institute of Technology (MIT) and the Harvard University!! Yes, the two top and best universities in the entire world (based on the QS World University Rankings of 2015) are located there! And while in Boston, obviously I decided to “visit” the universities (a “visit” as in physically visitting the univesities’ area, so not an official visit or something, haha😆 ).

I might be wrong, but I found the campus of MIT to be larger in size than the campus of Harvard. On the other hand, the campus of Harvard felt more “classical” then the campus of MIT, which I found to be a little bit more modern. Both campuses were easily accessible by public transport (the Kendall station for MIT and the Harvard station for Harvard, both on the Red Line) so it was very convenient to visit. Btw, the two campuses were located quite close to each other two, as the Kendall and Harvard stations are just two stops away from each other.

While in Harvard, I took a photo with the famous John Harvard statue, with me touching its famous golden shoe which is believed for luck, haha😛 .

Being all touristy at Harvard University
Being all touristy at Harvard University

Boston

I also went around the city of Boston. At one point I reached the neighborhood of Charlestown, just to the north of the Charles river from Downtown Boston. I went to the Bunker Hill monument there, even though I decided to not go inside and climb up😛 . I also circled around the famous Fenway Park stadium, a baseball park home to the Boston Red Sox (my hotel was in the neighbourhood of this stadium).

In general, Boston was indeed very different from typical European cities. There were quite a lot of modern skyscrapers in the heart of the city, so being the first American city which I ever visited, the memory there would stick with me definitely😀 .

The Bunker Hill Monument in Charlestown
The Bunker Hill Monument in Charlestown

The Food

Seafood Galore

One important thing in my to-do-list in Boston was to eat seafood, as Boston was famous for its seafood dishes, especially the lobsters! Haha😆 So before going I already did some research and I decided that I would visit two restaurants which served interesting lobster dishes: the Bastille Kitchen and the famous Neptune Oysters.

Bastille's Kitchen
Bastille Kitchen
Neptune Oyster
Neptune Oyster

At Bastille Kitchen I ordered the lobster fricassee and at Neptune Oysters I had their lobster roll. Obviously both were lobster dishes, but they were very different from each other. However, they did have one thing in common: they were both GOOOOD!!!! 😋😋😋

At first, Bastille’s lobster fricassee did not look “big” enough to me (yes, I was quite hungry that evening as I walked, literally, 21 km on foot earlier that day). However, it turned out to be quite a heavy dish that I was full just after having about 3/4 of it! Haha😆 . It was quite a complex dish with a lot of different taste beautifully put together in one plate. I loved it. Neptune’s lobster roll, however, was basically a complete opposite of that. It was a much simpler dish where the lobster was cooked in butter, perfectly. To me, the phrase “beauty in simplicity” perfectly described how good it was to me🙂 .

Bastille's lobster fricassee
Bastille’s lobster fricassee
Neptune's lobster roll
Neptune’s famous lobster roll

Not only about seafood, though…

But of course you can other food in Boston as well. I was in MIT at around lunch time and as I was walking down the street looking for a place to eat, I passed by a lunch board and was immediately caught by what was on the board:

Tempeh tantrum
Tempeh tantrum

Yes, they had “The Tempeh Tantrum” for lunch!! So I decided this place would be where I would have my lunch today, haha😆 .

The dish turned out to be a sandwich where the tempe (I have no idea why “tempe” is spelled “tempeh” in English and Dutch, btw) is the main protein inside. It was quite good, where the tempe tasted more or less like “tempe bacem” in Central Java.

TO BE CONTINUED…

Next on 2015 Year End Trip:
– Going to Mexico
– A Mexican Wedding
– Oaxaca
– The beaches of Huatulco
– New York

BAHASA INDONESIA

Posting sebelumnya dalam seri 2015 Year End Trip:
1. Part I: Getting to North America

Sebelumnya dalam 2015 Year End Trip: Zilko merasa amat bersemangat untuk memulai petualangan 2,5 minggunya di Amerika Utara dan akhirnya waktunya tiba juga! Setelah terbang dengan Delta dari Amsterdam dan transit di New York, kini ini berada di tempat tujuan pertama dari perjalanan ini: Boston, Massachusetts.

***

Universitas-Universitasnya

Mungkin satu hal yang paling terkenal dari Boston adalah universitas-universitasnya. Universitas yang mana btw? Yaa, ada beberapa universitas sih memang disana, tetapi aku yakin banget pasti sudah pada pernah dengar setidaknya dua di antaranya deh: Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Universitas Harvard!! Yup, dua universitas terbaik dan paling top sedunia (berdasarkan QS World University Rankings tahun 2015) berlokasi disana! Dan mumpung di Boston, jelas aku memutuskan untuk “mengunjungi” keduanya lah ya (dengan “mengunjungi”, maksudku adalah mengunjungi gedung universitasnya, jadi bukan kunjungan resmi atau gimana gitu ya, haha😆 ).

Mungkin aku salah sih, tetapi aku merasa bahwa kampusnya MIT itu lebih besar daripada kampusnya Harvard. Di sisi lain, kampusnya Harvard terasa lebih “klasik” untukku daripada kampusnya MIT, yang menurutku terasa lebih modern. Keduanya juga mudah untuk diakses dengan kendaraan umum (stasiun Kendall untuk MIT dan stasiun Harvard untuk Harvard, keduanya di Jalur Merah) sehingga amat memudahkan untuk dikunjungi. Btw, kedua kampusnya juga berlokasi tidak jauh satu sama lain loh, stasiun Kendall dan Harvard hanya terpisahkan oleh satu stasiun lain saja di antaranya.

Ketika di Harvard, jelas aku berfoto dengan patung John Harvard yang terkenal itu, tentu sambil memegang sepatu emasnya yang terkenal itu yang konon membawa keberuntungan, haha😛 .

Being all touristy at Harvard University
Being all touristy at Harvard University

Boston

Aku juga mengelilingi kota Boston selama aku disana. Di satu waktu bahkan aku mencapai area Charlestown yang berlokasi di sebelah utara Sungai Charles dari Downtown Boston. Aku pergi ke monumen Bunker Hill, walaupun aku memutuskan untuk tidak masuk dan naik ke atasnya😛 . Aku juga sempat mengelilingi Fenway park (sebuah stadion baseball) yang merupakan kandangnya Boston Red Sox (hotelku berlokasi tidak jauh dari stadion ini😀 ).

Secara umum, aku merasa Boston amat berbeda dari tipikal kota-kota di Eropa. Ada banyak banget menara pencakar langit modern di pusat kotanya. Dan oleh karena Boston adalah kota di Amerika pertama yang aku kunjungi, memoriku di kota ini jelas akan teringat terus deh😀 .

The Bunker Hill Monument in Charlestown
Monumen Bunker Hill di Charlestown

Makanannya

Pesta Seafood

Satu hal penting di dalam agendaku di Boston adalah makan seafood karena Boston kan terkenal dengan seafood-nya, terutama lobster! Haha😆 Jadilah sebelum berangkat aku sudah riset dulu dan aku memutuskan akan makan di dua restoran yang menyajikan masakan lobster yang nampak menarik: Bastille Kitchen dan Neptune Oysters yang terkenal itu.

Bastille's Kitchen
Bastille Kitchen
Neptune Oyster
Neptune Oyster

Di Bastille Kitchen, aku memesan lobster fricassee dan di Neptune aku memesan lobster roll. Tentu saja keduanya adalah masakan lobster, tetapi mereka berbeda sekali satu sama lain. Namun, ada satu hal yang sama di keduanya: sama-sama ENAAAAK!!!! 😋😋😋

Awalnya, aku merasa bahwa lobster fricassee-nya Bastille nampak “kecil” untukku (iya, aku memang lapar malam itu karena seharian itu aku berjalan kaki sejauh 21 km loh). Namun, ternyata menu ini adalah sebuah menu yang berat dimana aku kenyang dong setelah makan sekitar 3/4-nya, haha😆 . Masakan ini adalah sebuah masakan yang kompleks dengan perpaduan banyak sekali rasa yang dicampur dengan indah di dalam satu piring. Aku sukaaa. Lobster roll-nya Neptune, di sisi lain, adalah sebuah masakan yang sungguh berkebalikan. Ini adalah sebuah menu yang amat sederhana dimana lobsternya dimasak dengan mentega dengan sempurna. Untukku, frase “keindahan dalam kesederhanaan” mendeskripsikan masakan ini dengan tepat🙂 .

Bastille's lobster fricassee
Lobster fricassee-nya Bastille
Neptune's lobster roll
Lobster roll-nya Neptune Oyster

Tetapi nggak semuanya tentang seafood saja sih…

Tetapi jelas ada berbagai macam makanan juga di Boston. Aku berada di MIT di sekitar waktu makan siang dan ketika aku sedang berjalan kaki di sebuah jalan utama mencari tempat makan, aku melewati sebuah papan makan siang dan perhatianku langsung tertangkap oleh apa yang tertulis di papannya:

Tempeh tantrum
Tempeh tantrum

Iya, mereka ada menu “Tempeh Tantrum” untuk makan siang!! Jadilah aku memutuskan untuk makan siang disana, haha😆 .

Masakannya ternyata adalah sandwich dimana tempenya (btw, aku nggak tahu mengapa “tempe” kok dieja “tempeh” dalam bahasa Inggris dan Belanda) merupakan isi utamanya. Rasanya enak juga, dimana tempenya berasa kurang lebih seperti “tempe bacem” di Jawa Tengah.

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2015 Year End Trip:
– Perjalanan ke Meksiko
– Sebuah pesta pernikahan ala Meksiko
– Oaxaca
– Pantai-pantai di Huatulco
– New York

58 thoughts on “#1678 – 2015 Year End Trip (Part II: Boston)

  1. Envy you to be able to visit both campuses! Huaaaaa! What a dream come true to me. Phisically visiting the campuses would be enough for me. LoL.
    And what a sruprise to have tempe for lunch Ko. A very nice story. Thanks!

  2. Untung tadi siang makan lobster salad, jadi ga terlalu kepikiran makan lobster setelah baca ini hehehe.. Btw Ko, semoga ketularan suksesnya John Harvard ya🙂

  3. Sirik deh kalau udah posting jalan-jalan gini….
    Kayaknya sepanjang tahun isinya jalan-jalan mulu…
    -___-

    Btw, charlestown sama charleston (wta clay tournament) itu sama gak sih?

    1. Hehehe🙂 . Iya nih banyak rencana jalan-jalannya🙂 .

      Oh, itu berbeda. Charleston dimana ada turnamen WTA itu di South Carolina, sementara ini adalah Charlestown di Massachusetts. Dan di Amerika ada banyak kota yang namanya sama. Misalnya aja, ada juga kota Charleston di West Virginia ataupun di Illionis. Oleh karena itu biasanya kota di Amerika disebutkan turut dengan nama negara bagiannya. Misalnya Charleston, SC (yg ada turnamen WTAnya), Charleston, WV, atau Charleston, IL😀 .

      Btw, suka ngikutin tenis juga kah?🙂

      1. ooo… pantes, tadi agak2 aneh bacanya.. Kirain sama..

        Iya, suka tenis juga.😀
        Dan foto bareng Patrick (serena’s) kemarin bikin sirik bangettt….
        -__-
        Orangnya gimana?
        Kayaknya galak..
        Hhahahahah…..

        1. Hehehe, Patrick orangnya ramah banget kok. Tapi waktu itu ia memang nampak sibuk banget (iya lah, waktu itu Serena Williams baru aja pemanasan sebelum pertandingan final Wimbledon, haha😆 ); walaupun begitu ia masih mau meladeni foto bareng dengan fans kok.😀 Sebelum aku ada satu grup ibu-ibu yang minta foto bareng dia juga, hehe🙂

    1. Iya, gedung kampusnya doang Harvard nampak lebih keren dan klasik ya Ri, hahaha😆 .

      Iya, tempe di negara Barat jadi primadona dan menjadi salah satu jenis makanan cukup mahal😛

  4. Alamak lobster roll nyaaaaa!! Btw thanks for the pictures. Aku kasi liat ke Abi, ah…. Spy makin mupeng doi, qiqiqi. Temen Abi ada yg dapet beasiswa di Boston. & since then, si Abi sering berkhayal pgn kesana😀 Boston dan SF lah. Klo aku: plus Chicago dan NY.

    1. Lobsternya enak Buu😀 .

      Huahaha, Aku juga pengen ke SF, LA (sekalian LV), dan juga Chicago Bu😛 . Boston kotanya enak buat ditinggali juga kayaknya:mrgreen:

  5. Jadi kalau di eropa gedung pencakar langitnya gak terlalu banyak ya Zil.

    Btw. Karena ada dua universitas besar disana suasananya banyak mahasiswa pinter gitu gak seh? 😆

    1. Iya kalau di Eropa sedikit gedung pencakar langitnya Niee. Di Belanda paling cuma di pinggiran Amsterdam sama Rotterdam aja, haha. Paris juga di pinggirannya doang. Yang ada agak banyakan di London, hahaha. Tapi tetap bedaa gitu suasana kotanya…

      Hahaha, terasanya sih biasa aja Niee. Mungkin karena aku kesana pas musim liburan kali ya? Jadi kampusnya juga sepi mahasiswa (tapi rame pengunjung, haha😆 ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s