Posted in General Life, Zilko's Life

#1656 – Eritrea and Winter

ENGLISH

So what is the relation between “Eritrea” and winter? Is it winter in Eritrea or what? Well, both were two themes of the last weekend of mine, aside from Digimon Adventure Triย of course๐Ÿ˜† .

Going Eritrean

On Saturday, my friends and I decided to go out for a dinner. While discussing where to eat, we all agreed to go for something “unusual”. One restaurant caught my attention while googling for restaurants in Delft, and it was Eritrean. Surely it was something very “unusual” so I proposed this restaurant, and everyone agreed.

So the D-day came and we had dinner there. Each of us ordered our meal where all of us decided to go with the combo option to try several different dishes at once๐Ÿ˜› . My friends went with the vegetarian – meat combo whereas I went with the all meat combo, haha๐Ÿ˜› . The unique and interesting thing about this restaurant was the way they served the meals. So all of our orders were put on one very big silver plate and we had to “share” it while enjoying it. At first I did not know that and thought that the one big plate was a serving for one, which was extremely huge, haha๐Ÿ˜† .ย It was accompanied with pancake-like bread (the plate was also covered by it) and we were supposed to eat the dishesย with our hands. But then you know I can’t eat with my hands so certainly this was a big problem for me. But thankfully they also provided some cutleries so I could still handle it, haha๐Ÿ˜› .

Anyway, it was delicious! The spice was quite unique, and some of the dishes were, indeed, quite spicy even though not too spicy. Alongside the meal, I also ordered an African beer (the same one as I ordered before) and a “Coupe Djebena”, an ice-cream based dessert with African liquor and cuts of fresh fruits. They were both tasty!๐Ÿ™‚

Winter

Anyway, it seems to me that it is time to accept that Autumn is almost over and probably Winter has set his foot in. While I kept hearing that it had been snowing in some neighbouring European countries, it was still “normal” weather in the Netherlands. Well, at least in Delft. By “normal”, of course I mean: no snow and lots of rain and strong wind๐Ÿ˜† . But indeed the temperature has gone lower in the past week and even on Sunday, it started to hail.

Okay, so maybe it is already time to open my winter closet…

BAHASA INDONESIA

Apa hubungannyaย “Eritrea” danย musim dingin? Apakah sekarang ini lagi musim dingin di negara yang ibukotanya adalah Asmara itu? Hmm, nggak tahu sih, haha. Yang jelas, kedua topik ini adalah temaku akhir pekan yang lalu, di samping Digimon Adventure Tri tentunya, haha๐Ÿ˜† .

Going Eritrean

Di hari Sabtu, aku dan beberapa teman memutuskan untuk keluar makan. Ketika mendiskusikan mau makan dimana, kami semua setuju bahwa kami ingin mencoba sesuatu yang “nggak biasa”. Satu restoran menarik perhatianku ketika sedang meng-google restoran di Delft, dan ini adalah sebuah restoran Eritrea. Jelas ini adalah sesuatu yang “nggak biasa” dong ya sehingga aku mengusulkan bagaimana jika kami mencoba restoran ini saja, dan semuanya setuju.

Jadilah hari-H datang dan kami semua makan malam disana. Masing-masing dari kami memesan menu makanan kami dimana kami semua memilih menu kombo supaya bisa mencicipi beberapa jenis makanan bersamaan๐Ÿ˜› . Teman-temanku pada memilih kombo vegetarian dan daging sementara aku mah memilih yang semuanya daging dong ya, haha๐Ÿ˜› . Yang unik dan menarik dari restoran ini adalah cara mereka menyajikan makanannya. Semua pesanan kami disajikan dalam sebuah piring silver besar dan kami harus “berbagi” ketika menikmati makanannya. Awalnya aku kira satu piring itu buat satu orang lho, yang mana kok ukurannya raksasa banget gitu ya, haha๐Ÿ˜† . Makanannya disajikan dengan roti yang bentuknya menyerupai pancake (piringnya jika dialasi oleh pancake-nya) dan cara makannya adalah dengan menggunakan tangan langsung. Nah, tahu kan aku tidak bisa makan dengan tangankuย sehingga ini adalah masalah besar bagiku. Tetapi untungnya mereka juga menyediakan peralatan makan biasa sih sehingga aku bisa tetap makan seperti biasa, haha๐Ÿ˜› .

Anyway, makanannya enak! Bumbu-bumbunya rasanya unik, dan beberapa jenis makanannya memang aak pedas tetapi nggak pedas-pedas amat sih. Di samping menu utamanya, aku juga memesan sebuah bir Afrika (sama seperti yang aku pesanย dulu) dan “Coupe Djebena”, sebuah menu penutup berdasarkan es krim plus liquor ala Afrika dan potongan buah segar. Enak deh rasanya!๐Ÿ™‚

Musim Dingin

Anyway, sepertinya ini adalah saatnya bagiku untuk menerima kenyataan bahwa Musim Gugur akan berakhir dan mungkin sebenarnya Musim Dingin sudah mulai menginjakkan kakinya disini. Aku sudah sering mendengar cerita bahwa di beberapa negara tetangga di Eropa sudah mulai bersalju tetapi cuacanya masih “biasa-biasa” aja tuh di Belanda. Yah, yang aku maksud dengan “biasa-biasa” aja tentu adalah: tidak ada salju dan banyak hujan plus angin kencang, haha๐Ÿ˜† . Eh, tetapi memang semingguan terakhir ini temperaturnya sudah turun cukup drastis sih dan bahkan hari Minggu kemarin sudah mulai turun hujan es loh.

Oke, sepertinya memang sudah saatnya aku membuka lemari pakaian musim dinginku nih…

25 thoughts on “#1656 – Eritrea and Winter

  1. Saya penasaran sama bir afrikanya. Di indonesia apalagi di daerah saya jarang ada restoran yang menyediakan bir-bir mahal. Pingin nyobain deh kwwwwk kwekk kww

  2. Padahal makan pake tangan itu enak lhoo.. hahahhaa.. tp emang perlu latian u terbiasa. Btw udh mulai masuk musim dingin.perlu persiapan baju hangat segala macam. Asikk mulai bs ketemuan sama Olaf.. #Eh..๐Ÿ˜€

    1. Iya, kayaknya begitu (tapi aku belum pernah nyobain makanan Ethiopia sih, tp pernah lihat fotonya, haha ๐Ÿ˜). Hahaha, yg unik penyajiannya menurutku yg bukan pake gelas biasa tapi pake batok kelapa, haha ๐Ÿ˜„. Namanya pun juga mirip2 ya. Jgn2 artinya sama?

    1. Enak bgt memang Ge. Haha, itu gede gitu karena yang pesan memang 4 orang jadi itu 4 menu ๐Ÿ˜„. Haha, nggak habis pasti Ge makan sendiri. Kemarin ini 1/4 aja sudah kenyang banget ๐Ÿ˜‚

  3. Waah di sini susah dapet yang “unusual” begitu. Eh apa akunya aja kali ya yang gak gaul, haha (belum googling sih). Soalnya taunya Chinese, Korea, Jepang, Thailand, Mexico. Eritrea belum nemu๐Ÿ˜†

  4. Semacam penyajian di India begitu nggak sih Kak kalau semua dijembrengin di satu nampan besi besar begitu? :hehe. Apalagi disajikannya pakai roti-roti semacam itu juga kan ya. Eh tapi saya penasaran dengan menu dagingnya, terlihat menggoda :haha. Kalau saya ada di sana juga saya pasti pesan menu daging sih, ketimbang vegetarian :haha.

    1. Iya tetapi di India satu nampan kan untuk sendiri Gara ๐Ÿ˜„. Iya, rotinya ada miripnya dengan dosanya India memang ๐Ÿ˜„. Hahaha, iya kan. Daging memang enak sih ya ๐Ÿ˜„

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s