Posted in Aviation, My Interest

#1636 – AirTycoon Online 2

ENGLISH

So, there is an online game which has kinda hooked me recently. And, surprise surprise, it has something to do with aviation, haha. It is, well, AirTycoon Online 2.

As suggested from its name, it is basically a “tycoon” game, where the players run their own companies (in this case, their own airlines) and, of course, try to gain as much profit as possible and, at times, survive the challenge (be from competition or from difficult economic challenge); and “online”, as in it is an online game so there are hundreds of players playing the game simultaenously.

What I really like about this game is the amount of details that they have put into it. Let’s start from the hardware. The graphic is super cool and the interface is relatively easy to work with. Even though the airports layout is pretty much standardized anywhere in the world (probably this is to save some memory), it does not really bother me (it did at first, but as I gotย more into the game, that was the least that I cared about, lol๐Ÿ˜† ).

And here is the good part: the game itself. Having a lot of different airplanes types and set the tickets fares obviously are not something surprising. However, the possibilities to set our own plane’s seat pitch, facility on board (free wifi or not, etc), set the meal service in every flight (with a lot of options), choose our own liveryย , form an airline alliance, perform code-shared flights, perform a stop-over route, having to ask for slots at the airports, the limited capacity of each airport, etc are mind boggling to me! It is SO much fun!!๐Ÿ˜€

My airlines' Boeing 747-200 at Jakarta. Yes, I basically color my fleet with KLM's beautiful livery :P
My airlines’ Boeing 747-200 at Jakarta. Yes, I basically color my fleet with KLM’s beautiful livery๐Ÿ˜›

The “online”environment also makes it even more competitive. At the beginning of the game everyone is still “poor” so we canย “dominate” each of our own region. But as timeย goesย on, and most companies grow and bigger airplanes become available, the competition turns fierce as everyone canย fly to anywhere in the world, haha. Operating route with (many) competitions obviously is a challenge because demand is limited and you have to compete with other (real) people to attract these potential passengers; be from lower price or better service and plane. The competition also makes us think about our financial balance. For instance, in the beginning, for my premium Jakarta (CGK) – Singapore (SIN) route, my airline served a lobster dish in economy class (lol๐Ÿ˜† ), thinking this should make my customers happy and I still made profit anyway. However, it turned out that the passengers would be as happy with a simple pancake menu, which was 61% cheaper than a lobster dish in the game. And I realized this after operating the route for 15 years. You see there? How much money that I just wasted for choosing the wrong menu for 15 years! Haha๐Ÿ˜†

There is also seasonality where more passengers are travelling in the summer (June – August) and in December than other months. Also, there is a possibility to build our own airport. This, of course, requires a lot of money but actually operating from our own airport is much cheaper. In the game, btw, I constructed Kualanamu International Airport (KNO) in Medan, haha๐Ÿ˜› .

I constructed and owned this airport: Kualanamu International Airport in Medan
I constructed and owned this airport: Kualanamu International Airport in Medan

If I have to name a few things which can be improved, the first thing that comes to my mind is definitely the number of cities or airports. For instance, there are only seven cities in Indonesia (Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Semarang, Padang, Medan, and Makassar). Even then, Medan and Makassar do not have their own airports at the beginning (but this opens the possibility for the players to open an airport there though). Secondly, the possibility to assign one plane more than just one route. For instance, say with 28 weekly departures per week per plane, I may want to use 21 of them for Jakarta – Singapore and 7 for Jakarta – Surabaya.

Anyway, I just love this game so much now! Haha๐Ÿ˜›

So, anyone else is playing?๐Ÿ˜›

BAHASA INDONESIA

Jadi ceritanya ada sebuah game online yang membuatku ketagihan deh akhir-akhir ini. Dan, nggak mengherankan sih, game-nya ada hubungannya sama dunia aviasi, haha. Yak, game-nya adalah, AirTycoon Online 2.

Jelas dari namanya, ini adalah permainan “tycoon“, dimana para pemainnya menjalankan perusahaannya masing-masing (dalam hal ini, maskapai penerbangan) untuk, jelas, mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya untuk tumbuh dan, di beberapa waktu, bertahan di tengah tekanan dan tantangan (baik itu dari kompetisi maupun situasi ekonomi yang sulit); dan “online“, artinya dalam saat yang bersamaan ada ratusan pemain yang memainkan game ini juga.

Yang amat aku suka dari game ini adalah detail yang mereka ciptakan di dalamnya. Mari kita mulai dari hardware-nya. Grafiknya keren banget dan interface-nya mudah untuk digunakan. Walaupun bentuk bandaranya dimana-mana sama aja (mungkin ini untuk menghemat memory), ini tidak terlalu bemasalah buatku (eh, awalnya iya ding, tetapi begitu berjalannya game, aku jadi tidak memedulikannya lagi karena ada banyak hal yang lebih penting untuk diurus, haha๐Ÿ˜† ).

Dan berikut ini bagian kerennya: game-nya itu sendiri. Memiliki banyak pilihan pesawat dan kebebasan untuk menentukan harga tiket mah tidak mengherankan ya. Namun, kebebasan untuk menentukan seberapa seat pitch kursi di dalam pesawat kita, fasilitasnya apa aja (mau ada wifi atau tidak, dll), menentukan servis makanan apa di setiap penerbanganย (dan pilihannya ada banyak banget), menentukan livery pesawat kita, membentuk aliansi maskapai penerbangan, melakukan penerbangan sistem code-shared, memiliki rute transit, harus meminta slot penerbangan ke bandara tujuan, terbatasnya kapasitas bandara tujuan, dllย itu KEREN BANGET untukku! Seruuu!!๐Ÿ˜€

My airlines' Boeing 747-200 at Jakarta. Yes, I basically color my fleet with KLM's beautiful livery :P
Sebuah Boeing 747-200 milik maskapaiku di Jakarta. Iyaa, memang pesawat-pesawatku aku beri warna livery-nya KLM yang keren itu๐Ÿ˜›

Lingkungan “online“-nya juga membuat game ini lebih kompetitif. Di awal-awal, ketika semua pemain masih “miskin”, lebih gampang deh untuk mendominasi suatu regio. Tetapi dengan berjalannya waktu dan kebanyakan perusahaan bertumbuh semakin besar dan pesawat-pesawat yang semakin modern tersedia, kompetisi menjadi amat sengit karena siapa pun jadi bisa terbang kemana pun di seluruh dunia, haha. Mengopeasikan rute dengan (banyak) kompetisi jelas merupakan sebuah tantangan karena permintaan kursinya terbatas dan kita harus bersaing dengan maskapai lain yang dijalankan pemain lain (beneran) untuk menarik perhatian calon penumpang; ya antara dari harga tiket murah atau layanan dan pesawat yang lebih baik. Kompetisinya juga membuat kita berpikir mengenai keseimbangan neraca keuangan kita. Misalnya ya, awal-awalnya untuk rute premium Jakarta (CGK) – Singapura (SIN)-ku aku memberikan menu lobster loh di kelas ekonomi (huahaha๐Ÿ˜† ), karena aku pikir ini tentu membuat penumpangku bahagia dan toh aku masih untung juga. Tetapi ternyata, penumpangnya sendiri juga sudah senang-senang aja kok dengan menu pancake yang sederhana, yang biayanya 61% lebih murah daripada menu lobster ini di game ini. Dan aku baru menyadari ini setelah mengoperasikan rute ini selama 15 tahun. Gila dong itu ya. Berapa banyak biaya yang aku hambur-hamburkan selama 15 tahun itu! Haha๐Ÿ˜†

Dan ada juga musim-musimnya dimana ada lebih banyak penumpang di bulan-bulan musim panas (Juni – Agustus) dan Desember daripada di bulan-bulan lain. Dan juga ada kemungkinan untuk membangun bandara sendiri. Ini, tentu saja, membutuhkan dana yang banyak tetapi beroperasi di bandara sendiri itu jauh lebih murah loh ternyata. Di game ini btw, aku membangun Bandara Internasional Kualanamu (KNO) di Medan, haha๐Ÿ˜› .

I constructed and owned this airport: Kualanamu International Airport in Medan
Aku membangun dan memiliki bandara ini: Bandara Internasional Kualanamu di Medan

Jika aku harus menyebutkan beberapa hal yang bisa ditingkatkan, hal pertama yang langsung kepikiran adalah jumlah kota dan bandaranya. Misalnya, di Indonesia hanya ada tujuh kota saja (Jakarta, Surabaya, Denpasar/Bali, Semarang, Padang, Medan, dan Makassar). Itu pun masa di Medan dan Makassar awalnya nggak ada bandaranya dong (tetapi ini membuka peluang bagi pemain untuk membangun bandaranya sendiri sih). Yang kedua adalah kemungkinan untuk mengatur satu pesawat di lebih dari satu rute. Misalnya, dengan 28 jadwal keberangkatan per pesawat dalam seminggu, mungkin aja aku mau menggunakan 21nya untuk Jakarta – Singapura dan 7 untuk Jakarta – Surabaya.

Anyway,ย sekarang ini aku suka banget game ini! Haha๐Ÿ˜›

Jadi, ada yang juga bermain?๐Ÿ˜›

 

 

23 thoughts on “#1636 – AirTycoon Online 2

  1. Saya kurang suka game tycoon soalnya gak menang-menang :haha (memang tujuannya bukan buat menang sih ya :haha). Dulu banget pas SMP pernah main game Lemonade Tycoon :haha, seru sih mainnya tapi lama-lama bosan. Tapi game seperti ini bisa jadi simulasi ya, dan mengurus sebuah maskapai yang besar memang amat sangat tidak susah :hihi. Secara pesawatnyalah, maintenance-nya, bandaranya, penumpangnya, season-nya, belum lagi kalau ada kecelakaan, waduh…

  2. Saya juga main nih, coba aja ada forum nya gitu buat player yang dari indonesia. Alhamdulillah udah peringkat 13 nih di channel 118

    1. Hehe, di channel yang ini saya sudah sampai tahun 2030 jadi selesai deh game-nya, waktu itu selesai di top 10๐Ÿ˜€. Sekarang mulai baru lagi di channel 332๐Ÿ˜€ . Sekarang ini sedang tahun 1966, sementara peringkat 3 secara keseluruhan, peringkat 1 dalam jumlah pax, dan peringkat 9 di penerbangan kargo๐Ÿ˜› .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s