Posted in Zilko's Life

#1634 – English in Indonesia

ENGLISH

One story of my life (when in Indonesia) is that (some) Indonesian strangers tend to think I am not from Indonesia😆 . And my time in Indonesia this August was no exception. Here are a few stories from my five days stay in Bandung in three different hotels where people tend to speak in English with me because of this :) .

#1. Checking 0ut

As the hotel reservation was under my name, while checking-out I went to the reception to take care of it. And here is how the conversation actually went:

A receptionist (R) : “Good morning, Sir
Zilko (Z): “Selamat pagi(Good Morning)
R : “What can I do for you?”
Z : “Saya mau check-out” (I would like to check-out)
R : “What’s your room number?”
Z : “Delapan kosong sembilan” (eight zero nine)

At this point the receptionist realized I fluently spoke Indonesian so our follow-up conversation was in Indonesian😆 .

#2. Ordering breakfast

For breakfast, I was queuing at an ice cream booth (yes, I eat ice cream for breakfast because why not!😛 ). In front of me was a guy asking for a scoop of ice cream:

Hotel staff (HS): “Es krimnya mau dikasi susu, Pak?” (Do you want your ice cream with (condensed) milk, Sir?)
Guy (G): “Oh, ngga usah” (Oh, that is no need)

And then it was my turn

HS: “Which flavor do you want, Sir?”
Z: “Ada rasa apa aja?” (What flavors do you have?)
HS: “vanilla, chocolate, and strawberry”
Z: “Rasa coklat aja kalau begitu” (then chocolate it is)
HS: “Would you like condensed milk with your ice cream, Sir?”
Z: “Iya” (Yes)

#3. Ordering dinner

At one point I had dinner at a hotel restaurant with my parents and brother. And here is how it went while we were ordering our food:

HS to my brother: “Mau pesan apa, Pak?”
My brother (B): “Saya mau oxtail soup” (I want oxtail soup)

And then it was my turn so I just voiced my order.

Z: “Saya mau lamb cutlet” (I want lamb cutlet)
HS: “Do you want one or two cutlets, Sir?”
Z: “Dua” (two)

***

Another incident from this vacation was on board my GA 88 flight from Singapore to Amsterdam, where one flight attendant was startled when I spoke in Indonesian to ask for water, haha😆 .

But sometimes not so nice incidents also happen because of this. Not this time though, but once it happened last year in Toraja for instance. At the entrance, I was charged a foreigner ticket! Lucky I noticed it so I complained as the ticket for a foreigner was twice as much as for an Indonesian at that time!

Yeah, that is one story of my life, lol😆 . Some people that I know attribute this to (apparently) my look and my brown hair😛 (yes, my natural hair color is brown). But some friends who live not in Indonesia told me that they have had similar experiences as well, hehe🙂 .

Docking at the Dayang Bunting island
Choosing a random photo from my summer vacation this year😛

BAHASA INDONESIA

Satu cerita kehidupanku (ketika di Indonesia) adalah (sebagian) orang-orang Indonesia yang nggak aku kenal cenderung mengira aku bukan berasal dari Indonesia, haha😆 . Dan waktuku di Indonesia Agustus lalu ini juga bukanlah pengecualian. Berikut ini beberapa cerita dari lima hariku di Bandung dimana aku menginap di tiga hotel yang berbeda dimana orang-orang cenderung untuk berbicara dengan bahasa Inggris denganku akibat hal ini :) .

#1. Check 0ut

Karena reservasi hotelnya adalah dengan namaku, ketika check-out aku ke resepsionis untuk mengurusnya. Dan berikut ini bagaimana percakapannya berlangsung:

Receptionist (R) : “Good morning, Sir
Zilko (Z): “Selamat pagi
R : “What can I do for you?”
Z : “Saya mau check-out”
R : “What’s your room number?”
Z : “Delapan kosong sembilan”

Sampai sini, barulah mbak resepsionisnya menyadari bahwa aku bisa berbahasa Indonesia dengan lancar jadilah percakapan dilanjutkan dengan bahasa Indonesia😆 .

#2. Memesan sarapan

Untuk sarapan, aku mengantri di meja es krim (iya dong aku makan es krim buat sarapan karena mengapa tidak!😛 ). Nah, di depanku adalah bapak-bapak gitu deh yang meminta satu scoop es krim:

Staf hotel (SH): “Es krimnya mau dikasi susu, Pak?”
Bapak-bapak (B): “Oh, ngga usah” 

Lalu tibalah giliranku

SH: “Which flavor do you want, Sir?”
Z: “Ada rasa apa aja?”
SH: “vanilla, chocolate, and strawberry”
Z: “Rasa coklat aja kalau begitu”
SH: “Would you like condensed milk with your ice cream, Sir?”
Z: “Iya” 

#3. Memesan makan malam

Suatu ketika aku makan malam di restorannya hotel dengan orangtua dan adikku. Dan beginilah proses pemesanan makanannya berlangsung:

SH ke adikku: “Mau pesan apa, Pak?”
Adikku (A): “Saya mau oxtail soup” 

Dan lalu karena giliranku, aku langsung memesan.

Z: “Saya mau lamb cutlet”
SH: “Do you want one or two cutlets, Sir?”
Z: “Dua” 

***

Satu insiden lain dari liburan ini adalah di penerbangan GA 88-ku dari Singapura ke Amsterdam dimana salah seorang pramugarinya kaget dong ketika aku berbicara dalam bahasa Indonesia untuk meminta air putih, haha😆 .

Tetapi terkadang kejadian-kejadiannya juga nggak enak loh. Bukan kali ini sih, tetapi tahun lalu di Toraja misalnya. Ketika masuk, aku dikenai tarif turis asing! Untungnya aku perhatian jadi aku protes dong ya. Lumayan loh karena tarif tiket turis asing waktu itu dua kali lipatnya turis domestik!

Ya, gitu deh salah satu cerita hidupku, haha😆 . Beberapa orang yang kukenal sih mengaitkan ini dengan (ternyata) penampilan dan rambut coklatku😛 (iya, warna alami rambutku memanglah coklat). Tetapi beberapa teman yang tinggal di luar Indonesia juga bercerita pernah mengalami kejadian yang serupa kok, hehe.

42 thoughts on “#1634 – English in Indonesia

  1. Hahaha aku ngakak baca ini pagi2. Kekeuhh aja gitu ya mereka pakai English padaha sudah dijawab pakai Bahasa Indonesia. Ko, tarif turis itu seringkali bedanya sama yang lokal lebih dari 2 kali lipat. Kejadian di Borobudur dan Prambanan. Beuhh mencekik. Kalau museum juga beda tapi ga terlalu mencolok.

    1. Itu dia. Aku sendiri merasa aneh waktu menjawab. Kalau aku ikut-ikutan pakai bahasa Inggris kan jadi gimana gitu. Sementara kalau tetap pakai bahasa Indonesia, kan lucu aja yang satu ngomong pakai bahasa Inggris yang satunya Indonesia, hahaha😆 .

      Iya, aku dengar-dengar juga begitu. Di Toraja waktu itu kebetulan 2x lipat.

      O iya, yang bikin sakit hati di Taj Mahal, India tuh. Tarif untuk turis asingnya 37,5 kali lipat lebih tinggi daripada tarif untuk turis lokal!! Hahaha😆

  2. Bahasa Inggris itu paling manjur kalau dipakai komplain di telpon ataupun di Email, apalagi namaku nama Barat. Ah sudahlah pasti cepet banget nanganinnya.

    Indonesia menurutku sudah terlalu banyak pakai bahasa Inggris. Aneh jadinya.

  3. Hahahaha… Jadi inget-inget pernah juga beberapa kali diajak ngomong pakai Bahasa Inggris sama orang Indonesia. Yang inget banget di Bali, mampir ke convenience store, trus kasirnya nanyanya sama ngasih tau harga pake Bahasa Inggris, perasaan muka gua Indo-Indo aja dah, trus kok ya tak terusin pake Bahasa Inggris :v :v

  4. Ha…ha…kekeuh itu tetep ngenggres ya Ko. Aku kadang makan di Jakarta & Ubud juga tetep dilayani dalam bahasa Inggris walaupun jawab dalam bahasa Indonesia. Kadang bisa maklum sih, mungkin mereka lihat suamiku.

    1. Iya, mereka kekeuh gitu, jadinya agak awkward juga kan sebaiknya dilanjutkan dengan bahasa Inggrris atau Indonesia, hahaha😆 . Kalau di Bali sepertinya memang sering terjadi ya. Beberapa temanku juga banyak yang cerita😛

  5. Oowww. Itu rambut asli ya zil. Kirain dicat warna gitu. Hahahahaha. Emang rada mirip ornag luar seh. Tapikan kalau udah sama keluarga masak masih pake inggris ya. Hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s