Posted in Asia Trip, Southeast Asia, Vacation

#1620 – 2015 SEA Trip (Part IV: Langkawi (2))

ENGLISH

Previous post on the 2015 SEA Trip series:
1. Part I: Bandung.
2. Part II: Kuala Lumpur.
3. Part III: Langkawi (1).

Previously on 2015 SEA Trip: After spending five days in Bandung and two days in Kuala Lumpur, Zilko went to the island of Langkawi in Malaysia with his friends. They spent his first (almost) 24 hours in the island hopping around the beaches of the Malaysian island. Now they are ready to see what more Langkawi offer.

***

Our next agenda was to explore the island of Langkawi beyond Pantai Cenang. So …

Transportation

… first we need to decide how to get around. We dismissed our original plan of hiring a taxi and decided to rent a car ourselves instead, because we found out a good deal at Pantai Cenang for a 12 hour rent! Haha😆 .

The rent did not include a driver but it did not really matter because the three of us drove (including myself, though I had not been doing that too often in the past five years😛 ). Map? Well, we were quite confident with our navigation skill. Abroad driving experience? Well, here is what was lacking as none of us had this experience, haha. But we thought it should not be a big problem as the traffic was very similar to Indonesian traffic anyway.

Filling in the gas myself
And I had to fill the gas myself

And being excited for having not driven a lot, I offered myself to do most of the driving today😀 . And it was my first time ever driving outside Indonesia!😀

Langkawi Cable Car and Sky Bridge 

Our first destination was the Langkawi Cable Car and Sky Bridge. So there was a Sky Bridge at the top of Mount Mat Chinchang and to get there we should take the (very steep) cable car!

Before getting to the cable car, we were asked to enter the Sky Dome first (already included in the Cable Car ticket). It was a fulldome theater which offered a 10 minute super cool 3D projection of stuffs. Today, the show was about a roller coaster in Mars. And it was amazing! Even though it was just a theatre, our bodies literally felt like we were riding a real roller-coaster! (Thanks to the dome and projection effect!).

A view from the cable car up
A view from the cable car up

After that we got our gondola and went up Mount Mat Chinchang. The view from the gondola was stunning! We stopped for about 15 minutes at the intermediate station where there was a platform to enjoy the view. Then, we took another gondola to get to the top station.

At the top station, we went to another viewing platform (but this time this was the highest) and got another nice outlook of the island. Btw, being at the top of a mountain, I expected the temperature there to be quite cool. But it was not. In fact, it was so scorching hot! Really!!😦

The skybridge in Langkawi
The skybridge as seen from the top station

From there we walked towards the Sky Bridge. And by walking, I mean trekking down a narrow mountain track for about 15 minutes (one way). Anyway, so we arrived at the Sky Bridge, which was indeed quite cool!  If I had to trek down to get to the Sky Bridge, to come back to the top station I had to trek up! And it was quite tiring but already a good exercise! Haha😆

The Seven Wells

From the Cable Car and Sky Bridge, we went to the Seven Wells. There were two sites there: the Seven Wells or the waterfall. Somehow I was asked to make a decision regarding which one we would go to, and I chose the Seven Wells. To get to the Seven Wells, however, we had to, again, trek up a long series of stairs! Wow, we were exercising a lot today! Haha😆 . Oh, btw, the entrance was free!😀

At the top, there were natural pools (where at one edge it was the top of the waterfall) where people could bath.

The seven wells in Langkawi
The seven wells in Langkawi

We spent about 40 minutes at the pools before going back down. We decided to skip the waterfall because (1) it was just a waterfall, like, we have so many in Indonesia!😛 and (2) time was ticking.

Kuah

We also visited the town of Kuah, the capital city of Langkawi. The main attraction we wanted to visit there was the “Dataran Lang” (Eagle Square) where a big statue of eagle (the symbol of Langkawi) stood firmly.

Dataran Lang, Langkawi
Dataran Lang, Langkawi

At Kuah, we also visited two malls there, haha. At one of them, we played two other rounds of bowling😛 .

More of Langkawi

We visited a few more places in Langkawi as well. One of which was Pantai Pasir Tengkorak (the “Skull Sand Beach”). The reason was its super cool, name, lol😆 . So it turned out to be a small beach with white sand but with a good view.

With the car, we literally circled the island of Langkawi (clock-wise). Doing this made us realize that the island of Langkawi was very small! Haha😆 . Sites that looked far in a map (our map did not have a scale) turned out to not be very far away. Quite funny!

The Food

Seafood Feast

Seafood dinner
Seafood dinner

While in Langkawi, obviously we had a lot of seafood for our meals, haha. In our first evening, we had dinner at a seafood restaurant in Pantai Cenang. It was quite good, and I certainly liked the salted-egged crab🙂 . In our third evening, we had dinner at another seafood restaurant near Kuah which a taxi driver recommended us to go. It was also quite good.

Pasar Malam

Our second evening happened to coincide with a pasar malam (night market) near Pantai Cenang. So we decided to pay a visit.

Pasar Malam Pantai Cenang
Pasar Malam Pantai Cenang

It turned out to be a small pasar malam with some food stalls. I bought some food there, of course, and afterwards I got a small dose of tummyache😆 .

TO BE CONTINUED…

Next on 2015 SEA Trip:
– Back to Singapore
– Gardens by the Bay
– Universal Studio Singapore
– Johor Bahru
– Legoland Malaysia

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri 2015 SEA Trip:
1. Part I: Bandung.
2. Part II: Kuala Lumpur.
3. Part III: Langkawi (1).

Sebelumnya dalam 2015 SEA Trip: Setelah lima hari di Bandung dan dua hari di Kuala Lumpur, Zilko pergi ke pulau Langkawi di Malaysia bersama teman-temannya. Mereka menghabiskan (hampir) 24 jam pertama dengan ber-island-hopping beberapa pantai di pulau tersebut. Sekarang mereka bersiap untuk melihat apa lainnya yang ditawarkan Langkawi.

***

Agenda selanjutnya adalah melihat ada apa sih di pulau Langkawi di luar Pantai Cenang. Jadi …

Transportasi

… pertama-tama jelas kami harus memutuskan bagaimana berkelilingnya kan. Kami membatalkan rencana awal kami untuk menyewa taksi dan memutuskan untuk menyewa mobil sendiri aja, karena kami menemukan persewaan yang harganya oke di Pantai Cenang! Haha😆 .

Sewanya tidak termasuk sopir sih tapinya tetapi toh tidak masalah karena tiga orang dari kami bisa menyetir mobil kok (termasuk aku, walaupun aku nggak terlalu sering menyetir sih lima tahun terakhir ini😛 ). Peta? Ah, kami percaya diri kok dengan kemampuan navigasi kami. Pengalaman menyetir di luar negeri? Ya, memang disini kami sama sekali tidak ada pengalamannya, haha. Tetapi kami rasa ini tidak akan menjadi masalah toh lalu-lintasnya mirip sama di Indonesia kok.

Filling in the gas myself
Dan isi bensinnya harus dilakukan sendiri loh

Dan karena masih bersemangat karena sudah lama nggak nyetir, aku menawarkan diri untuk banyak menyetir hari ini😀 . Dan ini adalah kali pertama aku menyetir mobil di luar Indonesia loh!😀

Langkawi Cable Car dan Sky Bridge 

Tujuan pertama kami adalah Langkawi Cable Car dan Sky Bridge. Jadi ceritanya ada Sky Bridge gitu di puncak Gununh Mat Chinchang dan untuk naiknya kesana kami harus menaiki kereta gantung (yang terjal banget)!

Nah, sebelum naik kereta gantungnya, kami diminta untuk memasuki Sky Dome dulu (sudah termasuk di dalam tiketnya Cable Car). Ini adalah sebuah teater berbentuk kubah yang menawarkan proyeksi 3D selama 10 menit yang keren. Hari ini, acaranya adalah tentang roller coaster di planet Mars gitu. Dan keren banget lho! Gila! Walaupun cuma teater aja, badan kami benar-benar berasa seperti sedang menaiki roller coaster beneran! (Berkat kubahnya itu dan efek proyektornya!)

A view from the cable car up
Pemandangan ketika kereta gantungnya naik

Setelahnya kami menaiki kereta gantungnya dan naik ke atas Gunung Mat Chinchang. Pemandangan dari kereta gantungnya keren banget! Kami turun di stasiun tengahnya dan berada disana selama sekitar 15 menit untuk menikmati pemandangannya. Lalu, kami menaiki kereta gantung lainnya untuk naik ke stasiun paling atas.

Di stasiun paling atas, kami menaiki platform panorama lagi (tetapi ini yang paling tinggi nih) dan mendapatkan pemandangan pulaunya yang bagus banget. Btw, karena di atas gunung, aku kira suhu udaranya bakal lumayan adem kan ya. Ternyata engga loh. Malah temperaturnya panas banget gila menyengat! Beneran!!😦

The skybridge in Langkawi
Skybridge seperti terlihat dari stasiun paling atas

Dari sana kami berjalan ke arah Sky Bridge-nya. Dan dengan berjalan, maksudku adalah trekking turun melewati jalan setapak di pegunungan gitu selama 15an menit (sekali jalan). Dan tibalah kami di Sky Bridge-nya yang memang keren! Btw, jika kami harus trekking turun untuk ke Sky Bridge-nya, ini artinya kami harus naik dong ya untuk kembali ke stasiunnya! Ih! Ya udah deh lumayan kan buat berolahraga! haha😆 .

Telaga Tujuh

Dari Cable Car dan Sky Bridge, kami pergi ke Telaga Tujuh. Ada dua tempat tujuan disana: Telaga Tujuhnya sendiri atau air terjunnya. Entah bagaimana kok aku yang diminta untuk membuat keputusan kami mau kemana dulu, dan ya udah aku memilih Telaga Tujuh aja. Untuk ke Telaga Tujuh tapinya, kami harus, lagi-lagi, berjalan mendaki ke atas gunung loh dengan melewati banyak banget anak tangga! Yaa, memang kami banyak olahraganya hari ini, haha😆 . Oh btw, masuknya gratis loh!😀

Di atas, ada telaga-telaga kecil alami (dimana di satu ujungnya itu adalah bagian atas air terjunnya gitu deh) dimana orang-orang bisa mandi-mandi.

The seven wells in Langkawi
Telaga Tujuh di Langkawi

Kami menghabiskan sekitar 40 menit di telaga-telaganya itu sebelum turun. Kami memutuskan untuk melewatkan air terjunnya karena (1) toh cuma air terjun doang, di Indonesia kan banyak ya!😛 dan (2) alasan waktu.

Kuah

Eh kami juga mengunjungi Kuah loh, kota utamanya Langkawi. Atraksi utama yang ingin kami kunjungi disana adalah “Dataran Lang” yang mana disana terdapat sebuah patung elang besar (simbolnya Langkawi) yang berdiri kokoh.

Dataran Lang, Langkawi
Dataran Lang, Langkawi

Di Kuah, kami juga mengunjungi dua buah mall disana, haha. Di salah satunya, kami main bowling dua ronde lagi😛 .

Lebih Banyak dari Langkawi

Kami mengunjungi beberapa tempat lain di Langkawi juga. Salah satunya adalah Pantai Pasir Tengkorak. Alasannya kami memilihnya adalah karena namanya kan keren gitu ya, kayak nama siluman apa gitu di Kera Sakti, hahaha😆 . Ternyata pantai ini adalah pantai kecil dengan pasir putih yang pemandangannya indah.

Dengan mobil kami, kami juga melingkari pulaunya loh (searah jarum jam). Dengan begini, kami jadi menyadari betapa kecilnya pulau Langkawi ini! Haha😆 . Tempat yang nampak jauh di peta (peta kami nggak ada skalanya memang) ternyata nggak jauh-jauh amat aslinya. Hahaha

Makanannya

Pesta Seafood

Seafood dinner
Makan malam seafood

Mumpung di Langkawi, jelas kami harus banyak makan seafood dong ya, haha. Di malam pertama, kami makan seafood di sebuah restoran seafood di Pantai Cenang. Enak juga, terutama aku suka kepiting ikan asinnya🙂 . Di malam ketiga, kami makan malam dengan seafood lagi di sebuah restoran di dekat Kuah yang direkomendasikan oleh seorang sopir taksi. Rasanya juga enak.

Pasar Malam

Malam kedua kami kebetulan bertepatan dengan waktunya pasar malam di dekat Pantai Cenang. Ya udah kami kesana.

Pasar Malam Pantai Cenang
Pasar Malam Pantai Cenang

Ternyata ini hanya lah sebuah pasar malam kecil dengan beberapa penjaja makanan. Aku membeli beberapa makanan disana, jelas, dan setelahnya langsung dong aku sedikit sakit perut, hahaha😆 .

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2015 SEA Trip:
– Kembali ke Singapura
– Gardens by the Bay
– Universal Studio Singapore
– Johor Bahru
– Legoland Malaysia

33 thoughts on “#1620 – 2015 SEA Trip (Part IV: Langkawi (2))

  1. Ko, nama kotanya unik ya. Kuah😀 jadi ingat kamu pernah nulis makanan India namanya dosa *eh bener kan ya. Banyak nama2 unik baru yang aku dapat dari blogmu :)))

    1. Iya! Katanya sih cerita rakyatnya memang artinya “kuah” sesuai arti kata “kuah” gitu, hahaha😛 .

      Iya, nama makanan India itu dosa. Ah, jadi pengen makan dosa nih!! Hahaha😛

    1. Indeed! I love salted egg sauce!! Crab, squid, chicken, etc. It makes things tasty!!😀

      No, not that muh different from Indonesia. The signs were all in Malay which was basically almost the same as Indonesian, haha😀 .

    1. Nggak ada Non. Seenggaknya di Pantai Cenangnya sih. Pagi-pagi kayaknya masih sepi-sepi aja gitu😛 . Tapi kita juga gak kemana-mana sih pagi-pagi gitu. Jadi kalau ada mungkin mereka jualannya di tempat yang gak kita kunjungi kali ya😛 .

  2. Saya baru tahu kalau dirimu baru di sini menyetir di luar Indonesia Kak :hehe :peace. Jadi, Langkawi itu berasal dari kata “elang” dan “kawi” ya, sepertinya :hehe. Pantainya keren dan bersih, dan penjelasan soal kenapa pantai itu bernama “panji tengkorak” sudah tentu menjawab pertanyaan pengunjung-pengunjung penasaran, termasuk saya meski belum pernah ke sana :hehe. Makanannya pun enak dan bersih, cuma memang tetap mesti hati-hati beli makanan di pasar malam, salah-salah bisa sakit perut! Semoga tidak berdampak pada perjalanan selanjutnya, ya :hehe.

    1. Iya, soalnya di Belanda nggak perlu menyetir nih sejauh ini, hehehe🙂 .

      Begitulah, asal usul nama Langkawi memang dari kata “elang” dan “kawi”😀 .

      Iya, aku juga penasaran dengan namanya makanya kemarin kita mampir. Ternyata begitu ceritanya, masuk akal deh sekarang, haha😀 .

      Iya, untungnya efek sakit perutnya minimal kok karena aku juga nggak makan banyak disana.

  3. Itu telaga tujuhnya kayak di daerah kalbar ada juga deh. Aku lihat langkawi ini ya gitu aja deh. Hahahaha *dikeplak* cuma akses dan transportasinya emang ok banget. Coba di indonesia seperti itu juga ya. Jadi kitanya juga gak repot

    1. Begitulah Niee. Dibilang bagus sih ya bagus tapi di Indonesia juga ada kok yang sebagus itu. Tapi memang harus diakui Malaysia jauh lebih unggul transportasi dan infrastrukturnya sehingga orang-orang kesana juga mudah dan nyaman🙂 . Plus, disana juga suasananya dibuat nyaman untuk turis. Semua harga dan biaya terstandardisasi dan jelas sehingga enak kan ya🙂 .

    1. Iya, kemarin ini pun masih belum sepenuhnya selesai kok. Mereka masih bangun semacam lift gitu untuk ke SkyBridge-nya. Soalnya lokasinya lumayan jauh dari stasiun cable car-nya dan kalau jalan harus hiking gitu deh kesananya, hahaha😆 .

      Iya, Telaga Tujuh seru. Sayang kemarin ga bawa baju ganti jadi ga bisa nyemplung deh. Baru inget mestinya bawa baju anti setelah sampai sana, hahaha😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s