Posted in Miscellaneous, Photo Tales

#1614 – Photo Tales (23)

ENGLISH

This edition of Photo Tales is a special one coming from my 18 hours trip from Amsterdam to Yogyakarta in late July. Yes, the photos are all aviation related😛 .

***

Photo #46

PH-CDG
PH-CDG

PK-GIG was parked next to this Corendon Dutch Airlines’ Boeing 737-800 (B738) at Schiphol. Upon boarding my GA89 flight, I took this photo and was immediately intrigued by her registration: PH-CDG. Owned by a Dutch company, obviously this B738’s reg code started with “PH-“. But what was interesting to me was the next three characters: “CDG”. “CDG” also happens to be the IATA code of Paris-Charles De Gaulle International Airport in Paris, France. In some sense it is quite ironic that now basically KLM and Air France are one big company, but PH-CDG (thus: a Dutch-French registration) is not owned by KLM, haha😆 .

This made me wonder though whether or not “PH-AMS” existed (“AMS” is the IATA code of Schiphol Airport in Amsterdam). And a short research led me to this. Yes, a hot air balloon😆

Photo #47

Graveyard at CGK
Graveyard at CGK

PK-GIG landed at runway 07R of Soekarno-Hatta International Airport (CGK) in Jakarta hence we had to taxi quite a long way to Terminal 2. While doing so we had to pass this small airplanes graveyard at CGK. This view looks sad, doesn’t it? And I mean on two levels: first, it is not so pleasing in the eyes to see a graveyard in the main international airport of the capital city of a big country; second of all, CGK has been struggling with their limited space but now these old birds that will not fly anymore (well, I suppose) occupy that much of space? I mean, I know they have done some cleaning job on this, but the job doesn’t looked finished yet. At least to me.

Photo #48

Hello again, "Kemurahan"!!
Hello again, “Kemurahan”!!

After landing at Adisucipto Airport, Yogyakarta, I walked to the arrival area when I spotted this classic Boeing 737-300 (B733) owned by Sriwijaya Air. Almost two years ago, I flew this B733 reg PK-CKJ (named “Kemurahan”) from Pangkalpinang to Jakarta, so far my only flight with Sriwijaya Air. It was quite nice to see her again, hehe🙂 .

Btw, yes, as far as I know, Sriwijaya Air (and Nam Air, which is their subsidiary) is one of the very few (if not the only) Indonesian airlines that names their airplanes. To me, I like it when an airline names their airplane🙂 .

BAHASA INDONESIA

Edisi Photo Tales kali ini adalah edisi spesial yang datang dari perjalanan 18 jamku dari Amsterdam ke Yogyakarta di akhir Juli. Ya, semua fotonya memang berhubungan dengan penerbangan sih😛 .

***

Foto #46

PH-CDG
PH-CDG

PK-GIG parkir di sebelahnya Boeing 737-800 (B738)-nya Corendon Dutch Airlines ini di Schiphol. Ketika menaiki penerbangan GA89-ku, aku mengambil foto ini dan langsung tertarik dengan registrasi pesawatnya: PH-CDG. Karena dimiliki oleh perusahaan Belanda, jelas registrasi B738 ini dimulai dengan “PH-“. Nah, yang menarik bagiku adalah karakter selanjutnya “CDG”. Kebetulan, “CDG” adalah kode IATA dari Bandar Udara Internasional Charles De Gaulle di Paris, Prancis. Di satu sisi rasanya agak ironis juga dimana KLM dan Air France kan pada dasarnya satu perusahaan besar nih sekarang, tetapi PH-CDG (yang mana artinya: registrasi Prancis-Belanda) tidak dimiliki oleh KLM dong, haha😆 .

Ini kemudian membuatku penasaran loh, ada atau tidak ya “PH-AMS” itu? (“AMS” adalah kode IATA-nya Bandara Schiphol di Amsterdam). Dan sebuah riset kecil-kecilan membuatku menemukan ini. Ya, sebuah balon udara😆

Foto #47

Graveyard at CGK
Kuburan pesawat di CGK

PK-GIG mendarat di landasan pacu 07R Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Jakarta sehingga kami harus taxiing lumayan jauh ke Terminal 2. Di waktu itu, kami melewati kuburan pesawat kecil ini di CGK. Nampak menyedihkan bukan? Dan maksudku adalah menyedihkan dalam dua level: pertama-tama, jelas sebuah kuburan pesawat tidak sedap dipandang mata terutama di sebuah bandar udara internasional utama di ibukota sebuah negara besar; dan yang kedua, CGK kan sudah kelimpungan dengan keterbatasan lahan di bandaranya tetapi sekarang burung-burung tua yang tidak akan terbang lagi ini (aku asumsikan begini sih) kok malah memakan tempat segitu banyak? Maksudku, memang sih aku tahu baru-baru ini CGK sidah mulai dibersihkan dari bangkai-bangkai pesawat tua. Tetapi pekerjaannya nampak belum selesai deh di mataku. Setidaknya untukku yah.

Foto #48

Hello again, "Kemurahan"!!
Halo lagi, “Kemurahan”!!

Setelah mendarat di Bandar Udara Adisucipto, Yogyakarta, aku berjalan ke area kedatangan dimana aku melewati pesawat klasik Boeing 737-300 (B733) milik Sriwijaya Air ini. Sekitar dua tahun yang lalu, aku terbang dengan B733 berregistrasi PK-CKJ (yang dinamai “Kemurahan”) ini dari Pangkalpinang ke Jakarta, sejauh ini di satu-satunya penerbanganku bersama Sriwijaya Air. Rasanya senang aja bisa melihatnya lagi, hehe🙂 .

Btw, iya, sejauh yang aku tahu, Sriwijaya Air (dan Nam Air sih, yang mana merupakan anak perusahaannya) adalah satu dari amat sedikit (kalau bukan satu-satunya) maskapai Indonesia yang menamai pesawat-pesawat mereka. Bagiku yah, aku lebih suka aja kalau sebuah maskapai menamai pesawat-pesawatnya🙂 .

17 thoughts on “#1614 – Photo Tales (23)

  1. Kira-kira kalau PH-CGK ada tidak, ya? :hehe. Hubungan Indonesia–Belanda pasti akan jadi berwarna banget tuh kalau ada pesawat dengan nomor registrasi itu :hehe.
    Penasaran, kalau pesawat-pesawat tua itu dipakai jadi apa ya? Kan terlalu besar kalau dibuang ke tempat sampah. Apa akan jadi besi tua?
    Dan ya, Sriwijaya serta nama pesawatnya, akan lebih memudahkan ketimbang mesti melihat nomor registrasi pesawat (yang notabene tidak semua orang ngeh dengan itu :hehe).

    1. Hahaha, ngga kepikiran untuk cari PH-CGK Gara. Tapi sepertinya memang pernah ada di tahun 1950an. Sebuah Convair 580 pesawatnya: http://www.airport-data.com/aircraft/PH-CGK.html

      Biasanya dibawa ke kuburan pesawat dan menjadi besi tua memang (setelah dikanibal tentunya). Masalahnya di Indonesia, karena keterbatasan lahan, kadang kuburannya memang menggunakan bandara-bandara yang sudah ada. Akhirnya memang jadi tidak sedap dipandang mata deh. Di Bandara Adisucipto aja ada 1 bangkai pesawat bekasnya Batavia tuh🙂 .

      Haha, sepertinya penamaan itu hanya untuk seru-seruan saja deh dan tidak untuk para penumpang. Toh menurutku para penumpang sebagian besar tidak ngeh dengan nama pesawatnya, hehe🙂

  2. Waaaahhh zilll. Aku masih kagum dengan pengentahuan lo sampai detail kayak gitu tentang pesawat. Hahahahaha.

    Temen aku ada juga tuh satu. Tapi ”mainannya’ cuma daerah indonesia dan sekitarnya aja. Setiap terbang pasti menjrlaskan detail kode2 itu 😆

    1. Hahaha, namanya suka kan ya Niee. Jadi ya otomatis cari-cari tahu sendiri deh dan akhirnya jadi rada lebih tahu, hahaha😆 . Ah, pesawat-pesawat di Indonesia juga keren kok😀

    1. Seingatku lumayan Non. Cuma pesawatnya sebagian agak yang jadul jadi nggak ada TV-nya, hehe. Tapi pelayanannya lumayan sih, walaupun dulu beberapa pramugarinya rada cemberut gitu di pesawatnya, haha😆 .

  3. nggak semua pesawat dikasih nama Ko?
    aku pikir sebaliknya lho, karena dulu waktu aku kecil itu selalu pakainya pesawat dari Pelita Air Service, kulihat semuanya dikasih nama, di bagian depan pesawatnya
    biasanya dikasih nama daerah tempat operasinya Pertamina, yang kuingat kalau nggak salah ada Klamono, Sei Pakning , Dumai dll.

    1. Iya, sebagian besar kalau di Indonesia nggak dikasih nama, hehe🙂 . Ah, aku sama sekali ngga ingat Pelita sewaktu ngetik posting ini. Barusan aku cek mereka memang sebagian pesawatnya diberi nama (misalnya PK-PAX dikasi nama “Bontang”). Tetapi sebagian lainnya nggak dikasih nama juga ternyata, hehe😀 . Betul, nama pesawatnya biasanya ditaruh di bagian depan di dekat moncong pesawatnya😀 .

    1. Setahuku Sriwijaya Air memberi nama pesawatnya berupa kata benda dari kata sifat yang bernuansa positif. Jadi sepertinya “kemurahan” ini maksudnya lebih ke “kemurahan-hati” gitu, hehehe🙂 . Contoh nama pesawat lainnya: “Kesetiaan” (PK-CKH) dan “Kepercayaan” (PK-CLS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s