Posted in Zilko's Life

#1608 – Stuffs to Take Care Of

ENGLISH

It has been about half a week since I returned to Yogyakarta from my 2015 SEA Trip. And it turned out to be quite a busy half a week with a lot of stuffs to take care of:

1. Hospital

I have been going back and forth to the hospital in the past a few days because about ten days ago, my grandma became a victim of a hit and run and, long story short, she had to undergo a surgery. More story about this for a later post. Oh, and she is already in recovery stage now so her condition is good๐Ÿ™‚ .

2. Driving License Renewal

Because I have lived in Europe for five years and the last time I renewed my Indonesian driving license (for cars, so the “A” license) was just before my departure, it meant that the validity of my driving license would expire really soon too (the driving license validity period in Indonesia is five years). This was indeed one of the most important agenda of this summer vacation of mine, to keep my driving license alive, haha๐Ÿ˜† . I planned to take care of it in through the mobile service before my 2015 SEA Trip but apparently the machine was faulty so the mobile service was temporarily unavailable. So I did it after my return in Toko Ramai in Malioboro. I had to queue for around 45 minutes, but the process was very quick and efficient. In total I just needed around 3 minutes to get a renewed driving license๐Ÿ™‚ .

3. E-ID Card

So years ago I got an invitation to renew my Indonesian ID Card (shortened as the “KTP”) to a newer electronic version (called the “E-KTP”). In my visit to Indonesia two years ago (in 2013), I went to the municipality to submit my data (which included my iris and fingerprints data) and was told that I just needed to wait for the invitation to collect it once it was ready. Because no invitation letter came, a year later, in my visit to Indonesia last year (in 2014), I went to the city hall to ask for the matter; just in case it went missing or something. But the officer assured me that it was normal (seriously๐Ÿ™„ ) and asked me to be patient and waited for the letter.

Fast forward one year later (the present time), still no letter has come. So, again, I went to the city hall and municipality to ask for the matter. And they said that indeed around 20% of all E-KTPs had not been successfully processed and it seemed that it happened that mine was amongst those 20%. And because there was a change in the system, I had to reapply for the E-KTP from the beginning if I wanted to get my E-KTP. Like, WTF Indonesia!!๐Ÿ‘ฟ

To be honest, I would have cared much less had the E-KTP not been valid for the rest of my life (or so I heard). I decided to go through the annoying application process now and not deal with this bullshit anymore in the future.

BAHASA INDONESIA

Sudah sekitar setengah minggu semenjak aku kembali ke Yogyakarta dari 2015 SEA Trip-ku. Dan ternyata ini adalah setengah minggu dengan banyak hal yang harus aku urus:

1. Rumah Sakit

Aku bolak-balik ke rumah sakit beberapa hari belakangan ini karena sekitar sepuluh hari yang lalu, omaku menjadi korban tabrak lari dan, singkat cerita, harus menjalani sebuah operasi. Cerita lebih jauhnya mungkin untuk posting nanti-nanti saja ya. Oh, dan beliau sudah dalam proses pemulihan sih sekarang dan kondisinya baik-baik saja kok๐Ÿ™‚ .

2. Memperbarui SIM

Karena aku sudah hidup di Eropa selama lima tahun dan terakhir kali aku memperpanjang SIM Indonesiaku (untuk mobil, jadi SIM A) adalah tepat sebelum keberangkatanku kesana, artinya masa berlaku SIMku juga akan segera berakhir (periode berlakunya SIM A di Indonesia kan lima tahun). Jadilah ini memang adalah salah satu agenda terpentingku di liburan musim panasku ini, supaya SIMku nggak mati, haha๐Ÿ˜† . Awalnya aku berencana untuk memanfaatkan layanan SIM keliling sebelum berangkat di perjalanan 2015 SEA Trip-ku itu tetapi karena mesinnya sedang rusak, layanan SIM kelilingnya untuk sementara sedang ditiadakan. Jadilah setelah aku kembali, aku mengurusnya di Toko Ramai di Malioboro. Aku harus mengantri selama sekitar 45 menit, tetapi prosesnya amat cepat dan efisien. Totalnya aku hanya membutuhkan waktu selama sekitar 3 menit saja sampai mendapatkan SIM baruku๐Ÿ™‚ .

3. E-KTP

Ceritanya banyak tahun yang lalu aku mendapatkan undangan untuk memperbarui KTPku menjadi E-KTP. Di kunjunganku ke Indonesia dua tahun lalu (tahun 2013), aku pergi ke kantor kecamatan untuk memasukkan data-dataku (yang mana termasuk data iris mata dan sidik jari itu) dan dibilangi bahwa aku hanya perlu menunggu surat undangan sampai kartunya jadi. Karena tidak ada surat undangan yang datang, jadilah satu tahun kemudian, di kunjunganku ke Indonesia tahun lalu (tahun 2014), aku pergi ke balai kota untuk menanyakannya; siapa tahu kan kartunya hilang atau gimana gitu. Namun petugasnya meyakinkanku bahwa ini lumrah terjadi (iya loh๐Ÿ™„ ) dan memintaku untuk sabar saja menunggu surat undangannya.

Singkat cerita satu tahun kemudian (masa sekarang), aku masih belum menerima surat undangannya. Jadilah sekali lagi aku pergi ke balai kota dan kantor kecamatan untuk menanyakan perihal ini. Dan aku dibilangi bahwa memang ada sekitar 20% dari keseluruhan E-KTP yang memang belum jadi dan sepertinya kebetulan milikku juga termasuk yang 20% ini. Dan karena sudah ada perubahan sistem, aku diminta untuk melakukan proses pengajuan E-KTP dari awal dong jika aku ingin mendapatkan E-KTPku. Apa-apaan sih ini Indonesia!!๐Ÿ‘ฟ

Ya sejujurnya sih, aku sudah tidak akan terlalu peduli andaikata E-KTPnya tidak berlaku seumur hidup (dengar-dengar sih begitu). Jadilah aku memutuskan untuk tetap melalui proses super menyebalkan yang berbelit-belit ini sehingga setidaknya di masa mendatang aku jadi tidak perlu berurusan dengannya lagi deh.

29 thoughts on “#1608 – Stuffs to Take Care Of

  1. Aku sudah lama nggak punya KTP, karena memang tidak bertempat tinggal di Indonesia. Mau diurus kok males banget dan belum merasa perlu karena belum ada rencana mau balik.

    1. Iya, andaikata yang E-KTP ini nggak berlaku seumur hidup aku juga ogah ngurusnya sekarang, hahaha๐Ÿ˜† . Karena seumur hidup jadi kayaknya masih oke lah repot-repot. Tapi masih belum beres juga ini ngurusnya sekarang padahal sudah hampir balik Belanda juga, hahaha๐Ÿ˜†

  2. Mudah-mudahan omanya cepat sehat lagi Kak. Dan e-KTP memang akan selalu seperti itu :haha, dulu saya butuh setahun penuh supaya selesai dan sampai di tangan saya, tapi ya sudahlah tak apa-apa, toh berlakunya seumur hidup ini :hihi. Semoga e-KTP-mu cepat selesai juga Kak supaya tak ada beban lagi terkait administrasi :)).

  3. So sorry for the e-KTP. Emang bener nyebelin sih prosesnya. Sarat muatan politis (kata berita). Tapi ngurus SIM di mobile samsat emang super cepet.

    1. Begitulah. Bertolak-belakang banget pengalamannya. Ngurus SIM sih cepat dan praktis. Sebaliknya, ngurus e-KTP ini susah dan ribetnya setengah mati…

  4. Ikut prihatin dengan kejadian tabrak lari yang menimpa oma Zilko. Semoga cepat sembuh. Pelayanan sim sekarang rada bagus. Cuma yang bikin ktp aja agak bikin sebel.

    1. Trims!!๐Ÿ™‚

      Begitulah, pelayanan SIM memang sudah bagus sekarang. Dulu perpanjangan sebelumnya (tahun 2010) juga sudah bagus sih๐Ÿ™‚ . Benar, yang KTP masih banyak yang harus ditingkatkan yah…๐Ÿ˜ฆ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s