Posted in My Interest, Travelling

#1572 – An Experiment: A Paperless Trip

ENGLISH

I decided to do an experiment in my recent weekend trip to Oslo: the experiment of a “paperless trip”. Yes, paperless as in I did not bring any pre-arranged paper for any purpose during the trip, e.g. no printed hotel booking confirmation, no printed flight itinerary, no printed boarding pass, no printed map of the hotel, etc. Btw, yes, admittedly, I always brought some, if not all, of the above mentioned items while travelling before, haha😛 .

When I was young(er), I was a hardcore pro for the greener Earth movement, however you’d like to call it. I still am, btw, don’t take it wrongly. However, admittedly lately at work I have been bad, haha😆 . The nature of my PhD research forces me to use a lot of paper: for a lot of my own calculation, reviewing stuffs, reading articles, etc. So it feels like an impossible mission to use even less paper at work than before. Therefore, I am trying to compensate in other parts of my life, whenever I can. My travel is one area I am currently looking at for this.

Oslo
A random picture of Oslo as a bit of a filler here😛

First of all, this is only possible obviously because of technology. Nowadays everything is so easy that we can use our smartphone for practically anything. But because at the same time I did not want to make my trip a hell if this turned out to not be the best idea, I decided to test the water with a destination where I thought the chance of success was high: one of my city trips in Europe where I felt like the infrastructure (read: the internet and wifi connection) supported it. So I picked my Oslo trip as a test case.

How did it go?

Well, for my flights to/from Oslo, I flew with KLM. And with KLM we can check-in online and ask them to send our e-boarding pass to our email from where we can download it to our smartphone. The e-boarding pass is able to assist us through any necessary procedures at the airport, through its QR-code, like for checking-in our luggage, as an identification for the security check, and also boarding. Just like what a normal boarding pass will do. My e-boarding-pass for my flight to Oslo looked like this:

A KLM e-boarding pass
A KLM e-boarding pass

If we are unable to check in online (hence we cannot get the e-boarding pass), KLM also has an app where we can access our flight booking code. By showing this code, from our smartphone, to the check-in officer at the airport, we can do the traditional check-in as well. But of course if we do this then we get the normal paper boarding pass from the airport.

I made my hotel reservation with booking.com and just prior to this trip, I noticed the existence of their mobile app from which we could access our booking. Hence, there was no need to print out my booking confirmation as I could just show it with our smartphone. Plus, the app also featured the map of the hotel which I could use to navigate my way to the hotel.

A screenshot of the Booking.com app
A screenshot of the Booking.com app

And to explore our destination, there are plenty of apps available there that assist us in our trip; which show basic information like the map and the sites of interest up to the currency rate! Some are free, some we have to pay a charge. Okay, even though admittedly indeed there is the nice feeling of holding a paper map when travelling as it provides the sense of being somewheren foreign, haha😆 . But you get the point, technically (at least in some destinations), there is no need in using the traditional printed documents anymore.

And how did my experiment go?

It went nice and smoothly, actually. Even though for the city map I ended up taking the free paper map provided by the hotel. But it didn’t count because it was free and it was already printed anyway, I guess, haha😛 . For the flight, I knew this would not be a problem because I had tried it before.

The hotel I was stying, however, was already very environment-friendly where we had to check in using this machine instead:

A check-in machine at the hotel.
A check-in machine at the hotel.

Another advantage of a paperless trip was that I did not have to think where to throw those useless printouts (of flight details, hotel reservations, maps, etc) after the trip anymore because, well, those useless printouts did not exist in the first place😉 .

***

So, overall I think it was a successful experiment. Will I do it again in the future? For sure! Will I do it in all of my upcoming trips? Well, I don’t think so because, unfortunately, I still believe there are still destinations in this planet where I feel like the presence of a printed ticket or hotel reservation is still necessary.

Btw, aside from the Roland Garros ticket which I must print down, I also my recent weekend trip to Paris was also a paperless trip:) .

BAHASA INDONESIA

Aku memutuskan untuk melakukan sebuah eksperimen di perjalanan akhir pekanku baru-baru ini ke Oslo: sebuah eksperimen berupa “perjalanan tanpa kertas”. Iya, tanpa kertas dalam artian aku tidak membawa kertas yang sudah aku persiapkan untuk tujuan apa pun di perjalanan ini, misalnya tidak membawa cetakan konfirmasi hotel, tidak membawa cetakan tiket pesawatku, tidak membawa cetakan peta hotel, dll. Btw, iya, aku akui bahwa aku selalu membawa beberapa, kalau bukan semua, yang aku sebutkan di atas ketika jalan-jalan sebelumnya, haha😛 .

Ketika aku masih (lebih) muda, aku adalah pendukung lumayan hardcore-nya gerakan hijau untuk Bumi ini, ya apapun istilahnya deh. Aku juga masih mendukungnya sih, jangan salah tangkap yah. Hanya saja, masalahnya akhir-akhir ini di kerjaanku, amat sulit untuk bisa mendukungnya, haha😆 . Sifat dari pekerjaan riset PhD (S3)-ku membuatku untuk menggunakan banyak sekali kertas: untuk hitung-hitung menurunkan rumus sendiri, me-review sesuatu, membaca artikel-artikel, dsb. Jadi rasanya mustahil untuk bisa menggunakan lebih sedikit kertas daripada sebelumnya. Oleh karenanya, aku berusaha untuk mengompensasinya di bidang lain di hidupku, kapan pun aku bisa. Nah, salah satunya adalah acara jalan-jalanku ini.

Oslo
Sebuah foto random Oslo buat menuh-menuhin posting ini😛

Pertama-tama, ide ini bisa terlaksana dikarenakan teknologi. Akhir-akhir ini, semuanya amat mudah dan praktis dimana kita bisa menggunakan smartphone kita untuk apa pun kan. Tetapi pada saat yang sama tentu aku juga ogah kalau sebuah acara jalan-jalanku menjadi kacau balau jika andaikata ternyata ini bukanlah ide yang baik. Oleh karenanya, aku memutuskan untuk mengetesnya di sebuah destinasi dimana aku rasa peluang suksesnya besar: sebuah acara jalan-jalan singkat ke sebuah kota besar di Eropa dimana aku rasa infrastrukturnya (baca: internet dan koneksi wifi) memadai. Jadilah aku memilih rencana perjalananku ke Oslo ini.

Bagaimanakah eksperimennya?

Untuk penerbanganku ke/dari Oslo, aku terbang dengan KLM. Dan dengan KLM kita bisa check-in online dan meminta mereka untuk mengirimkan e-boarding pass ke email kita darimana kita bisa mengunduhnya ke smartphone kita. Cukup dengan e-boarding pass, kita bisa langsung melewati semua prosedur di bandara, dengan kode QR-nya, seperti untuk check-in bagasi, sebagai identifikasi di pemeriksaan sekuriti, dan juga ketika boarding. Sama lah seperti boarding pass biasa. E-boarding pass untuk penerbanganku ke Oslo nampak seperti berikut ini:

A KLM e-boarding pass
Sebuah e-boarding pass-nya KLM

Toh jika kita tidak bisa check-in online (sehingga kita tidak bisa mendapatkan e-boarding pass), KLM juga memiliki sebuah app darimana kita bisa mengakses kode booking kita. Dan dengan menunjukkan kode booking ini dari smartphone kita ke petugas check-in di bandara, kita bisa melakukan proses check-in biasa. Tetapi tentu saja kalau begini kita tetap akan mendapatkan boarding pass kertas biasa.

Aku memesan hotelku dengan booking.com dan beberapa hari sebelum berangkat, aku baru sadar bahwa mereka memiliki sebuah app juga darimana kita bisa mengakses pemesanan kita. Oleh karenanya, kita tidak perlu mencetak konfirmasi pemesanan kita karena kita cukup menunjukkannya melalui smartphone kita. Ditambah lagi, app-nya juga memiliki fitur peta hotel yang bisa aku gunakan sebagai panduan navigasiku menuju hotel.

A screenshot of the Booking.com app
Sebuah screenshot dari app-nya Booking.com

Dan untuk mengelilingi destinasinya, toh ada banyak app yang tersedia disana yang bisa kita gunakan untuk memandu kita dalam sebuah perjalanan; yang bisa menunjukkan informasi-informasi umum seperti peta dan tempat-tempat menarik hingga kurs mata uang! Beberapa gratis dan beberapa memang harus bayar sih. Oke, memang sih ada sensasi yang berbeda ketika kita memegang sebuah peta kertas ketika jalan-jalan karena ini memberikan sebuah perasaan bahwa kita berada di sebuah tempat asing, haha😆 . Tetapi tahu lah ya maksudku, secara teknis (setidaknya untuk beberapa destinasi), sebenarnya tidak ada perlunya kita menggunakan peta kertas tradisional itu.

Dan bagaimanakah eksperimenku berlangsung?

Secara umum eksperimennya berlangsung baik dan lancar kok. Walaupun untuk peta kotanya aku akhirnya mengambil peta gratisan yang disediakan hotel sih. Tetapi jelas ini tidak dihitung lah ya soalnya kan gratis dan toh petanya sudah dicetak sebelumnya, haha😛 . Untuk penerbangannya, aku tahu ini tidak akan menjadi masalah karena aku sudah pernah mencobanya sebelumnya.

Hotelku menginap malah lebih ramah lingkungan lagi lho dimana kita harus check in dengan menggunakan mesin ini:

A check-in machine at the hotel.
Sebuah mesin untuk check-in di hotel.

Sebuah keuntungan lain dari sebuah perjalanan tanpa kertas adalah aku jadi tidak harus pusing memikirkan bagaimana cara menyingkirkan kertas-kertas yang sudah tidak aku butuhkan itu (tiket pesawat, reservasi hotel, peta, dll) setelah perjalanannya berakhir. Ya karena memang sejak dari awal kertas-kertas ini tidak ada kan ya😉 .

***

Jadi, secara keseluruhan aku rasa ini adalah sebuah eksperimen yang sukses. Apakah akan aku lakukan lagi nantinya? Oh, jelas dong! Apakah akan aku terapkan di semua perjalananku yang akan datang? Umm, untuk ini aku masih belum yakin, sayangnya, karena aku masih percaya bahwa ada beberapa destinasi di planet ini dimana masih akan lebih baik apabila kita memiliki cetakan tiket pesawat atau pemesanan hotel.

Btw, di samping tiketnya Roland Garros yang memang harus aku cetak, perjalanan akhir pekanku baru-baru ini ke Paris jugalah sebuah perjalanan tanpa kertas🙂 .

24 thoughts on “#1572 – An Experiment: A Paperless Trip

  1. Di sana sudah lebih maju dalam hal teknologi jadi perlahan semua bisa diganti jadi paperless (atau less paper?) ya Kak :hehe. Keren sekali, seluruh perjalanan bisa jadi tanpa kertas, thumbs up!

    Kalau di sini sih pengalaman saya juga sudah jarang cetak tiket pesawat, tapi untuk boarding pass masih menggunakan kertas soalnya sebelum naik pesawat kan ada yang disobek begitu :hehe. Untuk tiket kereta api juga masih pakai kertas, kecuali KRL karena sistemnya sudah Tap and Go!

  2. iya emang harus paperless… kill less tree now…🙂
    udah ada smartphone gak perlu diprint2 lagi ya.. terakhir gua naik pesawat juga udah gak pake print boarding pass, tinggal di scan dari smart phone aja.

    1. Bener banget!!😀 Sekarang segalanya enak ya, tinggal scan aja dari smartphone. Selain lebih green, juga enak karena nggak harus mikirin ntar kertasnya dibuang dimana, dll, hahaha😆

  3. Aku udah ga pernah lagi bawa2 kertas kalau pergi2. Semua di hape. Peta pun pake Ulmon Citymap2go yang bisa offline (yang pro). Bisa kita bookmark tempat2 yang kita mau datangi terlebih dahulu.

    Sempet dulu ada kejadian kurang enak waktu di Roma, mau terbang balik ke CPH, antrian securitynya udah ga tau berapa meter panjangnya, setelah di depan eh ditolak dong punya boarding pass di hape, katanya ga valid (yang ngecek boarding pass security officersnya). Kurang ajar banget, disuruh minta yang kertas, akhirnya gw balik ke meja check in, dapet kertas dan aku akhirnya menerabas antrian yang segitu panjang (males aja disuruh ngantri lagi) untuk ke depan lagi dan akhirnya dibolehin pass.

    Kalau di negara2 selatan masih kurang modern kayaknya hahaha. Aku udah terbiasa di Nordic / Scandinavia semua2 pake teknologi.

    1. Hahaha, itu dia, aku masih kurang secure kalau paperless trip ini bisa diterapkan dimana-mana. Sepertinya memang ada destinasi-destinasi yang belum cocok ya. Kalau Eropa utara sih sepertinya nggak masalah memang. Dan malah memang dianjurkan begitu😀 .

      Haha, aku juga punya yang Ulmon itu😀 .

  4. Aku masih takut zill. Manalah bawa kertas aja masih takut kelupaan kertasnya. Hahahaha padahal bisa dilihat di Hp ya.

    Klo dulu waktu masih lebih muda aku juga go green banget. Gak mau pake kantong plastik. Gak mau pake tissue. Klo skrg mah boro boro. Tissue senjata banget buat bayi. Hahaha

    1. Haha, masih was-was ya Niee ceritanya😀 .

      Hahaha, iya Niee, makin kesini memang harus lebih realistis dan praktis ya. Nggak mungkin bisa idealis, hehe🙂 .

  5. Kalo hotel gw dah ga pernah print Ko, cukup tunjukkin aja.. Kalo pesawat boarding pass nya tetep diprint..hehe.. Belum pernah coba bener2 paper less.. Mantep Ko, andai semua org berpikiran kek gini ya, selamat dah tuh hutan2😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s