Posted in Asia Trip, East Asia, Long Trip, Vacation

#1543 – 2015 Spring Trip (Part I: Tokyo (1))

ENGLISH

Previous post on the 2015 Spring Trip to Japan series:
1. Getting to Japan

Previously on 2015 Spring Trip: Zilko went to Japan for a conference where he would later extend his stay in Japan for a trip after the conference. After flying for 15 hours (including a transit time in Paris) from Schiphol, he finally arrived in Tokyo.

Because I stayed in Tokyo and the surrounding for twelve days, I split the story from Tokyo into three different posts with this post being the first where I focus on the first week, the week of the conference.

***

The Conference

The main reason this trip happened in the first place was this conference. So obviously this conference was an integral part of this trip which was basically the theme of the entire first week of my stay in Japan (and Tokyo).

I was very happy when I got the final scheduling of the conference a few weeks before the trip started. It turned out my presentation was assigned on the first day AND actually in the first session! To me, this was the best that could happen in a conference because (1) the pressure would go immediately just after the conference started so I would not need to bear with it for the rest of the conference and could just enjoy my time there (😆 ) and (2) usually people were fresh and well-aware when the conference just started (as opposed to the end of the conference where most people would have been tired) so I could get good feedbacks for my work. So I was very excited.

Presenting my work, obviously I was wearing my suit
Presenting my work, obviously I was wearing my suit

My presentation went well where I received good comment from the attendees and a few colleagues; and some people were curious in knowing my research further than what I presented in 15 minutes (there was just so much of 2+ year of work which I could present in 15 minutes obviously). So I was very happy and satisfied.

The conference itself was a very good conference for me because I found many interesting presentations which stimulated my curiosity or were quite related to my theoretical/mathematical research. “Many” because the number was more than I expected. So it was actually a very nice surprise for me.

The food the conference provided, however, was sub-par. The lunch was just a bento box and even on the last day it was only two boxes of sandwich. The conference dinner, however, was much better; obviously not as good as the one I had in London in 2013 (hell it would be extremely difficult to beat that one IMO) but it was still good. It was in a five star hotel nearby with a buffet of Japanese food. And what I especially liked from the dinner was that it was a standing party so there was a lot of opportunity to talk to many different people which was equal to more networking opportunity, which was indeed one important aspect of attending a conference😉 .

My first ever sushi I had in Japan
My first ever sushi I had in Japan

Btw, being held in Japan, the conference also organized a tour to a secret place in Tokyo. It was a “secret” place because by expressing my interest in joining the tour, I had to sign a form where I would not take pictures or videos, write, or share anything about it, haha😆 . Even on the day of the tour itself, they kept reminding us about it. Even they specified further that we could not: blog about it (this was actually the first thing they said, lol😆 ); posted about it in Twitter, Instagram (well if we were not allowed to take any pictures how could we post in Instagram anyway), or any other social media platfors; checked-in in Facebook, etc. Yes, they were even secretive of the location of this secret place! Haha😆 .

So, being regulated by the form which I signed, I can not mention anything about this secret place here.

Chiba

A Japanese road
A street in Chiba

The venue of the conference made it more convenient for me to stay in Chiba, a city to the south east of Tokyo (but because Tokyo was SO big, to me basically it looked like Chiba was already a part of Tokyo, haha😆 ). So in my spare time I explored the city as well.

I found Chiba, well, quiet especially compared to the bustling Tokyo. In the morning and afternoon during rush hour it was quite crowded with people commuting btw. So I assumed a lot of people lived in Chiba and worked in Tokyo.

But Chiba has this super cool suspended monorail!!
But Chiba has this super cool suspended monorail!!

I visited a few places of interest in Chiba, namely the Chiba Castle and the Chiba Port Tower. At first I could not find the entrance to the tower so I thought the tower was closed. But then it turned out that the entrance was in the basement of the building. And the tower was interesting too in the sense that the sole purpose of the tower was the observation floors at the top of the tower. There was nothing in the “body” of the tower as I could see from the elevator.

The Chiba Castle in Chiba
The Chiba Castle in Chiba

The Food

To get to/from Chiba station from/to my hotel, I had to pass a shopping centre with a complete selection of restaurants. So obviously during my one week stay there, I tried a lot of these restaurants, haha😆 . My first dinner in Japan, however, was not inside this shopping centre but just outside the railway station.

I tried quite a lot of varieties of Japanese food there in my first week, like udon, tempura, bento box, ramen, and some other Japanese food which I did not know the name, haha😆 . And they were all delicious!!

Ichiran ramen in Chiba
Ichiran ramen in Chiba

Btw, I also tried the Japanese KFC there. And to me I did not really like it because there was no crispy chicken, haha😆 .

TO BE CONTINUED…

Next on 2015 Spring Trip:
– More of Tokyo
– Mount Fuji
– Hokkaido
– Kansai

BAHASA INDONESIA

Posting sebelumnya dalam seri 2015 Spring Trip to Japan:
1. Getting to Japan

Sebelumnya dalam 2015 Spring Trip: Zilko pergi ke Jepang dalam rangka sebuah konferensi dimana nantinya ia akan extend masa tinggalnya di Jepang setelah konferensinya berakhir. Setelah terbang 15 jam (termasuk transit di Paris) dari Schiphol, ia akhirnya tiba juga di Tokyo.

Karena aku tinggal di Tokyo dan sekitarnya selama dua belas hari, aku membagi cerita dari Tokyo ini ke tiga posting yang berbeda dengan posting ini adalah posting pertama dimana aku fokus di minggu pertama, minggu konferensinya.

***

Konferensi

Alasan utama perjalanan ini bisa terwujud kan konferensi ini ya. Jadi jelas konferensi ini adalah bagian penting dari agendaku selama di Jepang dimana keseluruhan minggu pertamaku di Jepang (dan Tokyo) ya adalah tentang konferensi ini.

Aku amat senang ketika aku mendapatkan jadwal dari konferensi ini beberapa minggu sebelum berangkat. Jadi presentasiku diagendakan di hari pertama DAN di sesi yang pertama dong! Untukku, ini adalah skenario yang terbaik deh untuk sebuah konferensi karena (1) pressure-nya akan langsung berlalu dong ya begitu konferensinya dimulai sehingga di sisa konferensinya aku tidak harus pusing memikirkannya dan aku bisa lebih menikmati waktuku disana (😆 ) dan (2) biasanya peserta konferensi itu lebih segar dan sadar ketika konferensinya baru dimulai (apalagi jika dibandingkan di akhir konferensi dimana kebanyakan orang sudah pada merasa capek) sehingga aku bisa mendapatkan masukan dan umpan balik yang baik tentang risetku. Jadi aku merasa senang deh dengan penjadwalan ini.

Presenting my work, obviously I was wearing my suit
Mempresentasikan pekerjaanku, dan jelas aku memakai jas dong ya

Presentasiku berlangsung lancar dimana aku mendapatkan beberapa komentar yang baik dari para penonton dan beberapa kolegaku; dan juga beberapa orang ada yang penasaran untuk mengetahui risetku lebih mendalam daripada apa yang aku presentasikan selama 15 menit disana (jelas dong ya kalau hanya diberi waktu 15 menit untuk mempresentasikan pekerjaan yang sudah menyibukkanku selama 2 tahun lebih, banyaknya materi yang aku sampaikan juga harus menyesuaikan tentunya). Jadi aku merasa senang dan puas.

Konferensinya sendiri adalah konferensi yang bagus untukku karena aku menemukan ada banyak presentasi yang menarik yang merangsang rasa ingin tahuku dan juga beberapa yang cukup nyambung dengan riset teori/matematikaku. “Banyak” karena jumlahnya lebih daripada yang aku sangka. Jadilah ini adalah kejutan yang menyenangkan.

Hanya saja, makanan yang disediakan sayangnya di bawah rata-rata deh. Makan siangnya hanya berupa nasi kotak (baca: kotak bento, haha) saja. Bahkan di hari terakhir makan siangnya hanya dua kotak sandwich saja dong. Tetapi acara pesta makan malam konferensinya jauh lebih baik kok; yaa, jelas tidak sekeren yang aku hadiri di London tahun 2013 lah ya (yaaa, menurutku bakal susah banget lah untuk mengalahkan yang itu) tetapi masih oke juga kok. Acaranya diadakan di sebuah hotel bintang lima dengan menu makanannya buffet makanan Jepang. Dan yang aku suka dari acara makan malam ini adalah acara ini berupa standing party sehingga ada banyak sekali kesempatan untuk berbincang-bincang dengan banyak orang yang mana artinya ada lebih banyak kesempatan untuk networking dong ya, yang mana merupakan salah satu aspek penting dari sebuah konferensi ;) .

My first ever sushi I had in Japan
Sushi pertama yang aku makan di Jepang

Btw, karena diadakan di Jepang, konferensinya juga mengadakan sebuah tur ke tempat rahasia di Tokyo loh. Tempatnya “rahasia” soalnya dengan mengatakan ingin ikutan turnya, aku harus menanda-tangani formulir dimana aku tidak akan mengambil foto atau video, menulis, atau menyebarkan informasi tentangnya, haha😆 . Dan di hari turnya itu sendiri, kami diingatkan berkali-kali loh. Bahkan mereka menyebutkan dengan lebih detail lagi dimana kami tidak boleh: nge-blog tentangnya (serius ini yang pertama mereka sebut. Ih!😆 ); menuliskannya di Twitter, Instagram (yaa, kalau nggak boleh mengambil foto ya otomatis nggak bisa posting di Instagram juga sih ya), atau bentuk media sosial lainnya; check-in di Facebook, dll. Yaa, pokoknya tempatnya benar-benar dirahasiakan banget dah! Haha😆 .

Jadi, karena terikat oleh formulir yang aku tanda-tangani itu, aku tidak bisa menyebutkan apa-apa tentang tempat rahasia itu disini deh.

Chiba

A Japanese road
Sebuah jalan di Chiba

Lokasi venue konferensinya membuatku merasa lebih nyaman untuk menginap di Chiba, sebuah kota di tenggaranya Tokyo (tetapi karena Tokyo itu besar BANGET, jadi menurutku Chiba ini sudah menjadi salah satu bagiannya Tokyo deh, haha😆 ). Jadi di waktu senggangku kotanya sekalian aku kelilingin aja dong ya.

Menurutku Chiba itu agak sepi apabila dibandingkan dengan Tokyo. Eh, kalau pagi dan sore gitu rame banget sih di saat-saat rush hour dengan semua orang yang sedang berangkat/pulang kerja. Jadi aku duga ada banyak orang yang tinggal di Chiba dan bekerja di Tokyo gitu sepertinya ya.

But Chiba has this super cool suspended monorail!!
Tetapi gitu-gitu Chiba memiliki monorel gantung (suspended) yang super keren kayak gini loh!!

Aku mengunjungi beberapa tempat menarik di Chiba, misalnya Kastil Chiba dan Chiba Port Tower. Eh, pertamanya aku tidak bisa menemukan pintu masuk ke menaranya sehingga aku kira menaranya lagi ditutup. Eh ternyata pintu masuknya ada di bawah tanahnya gitu deh, haha. Dan menaranya juga menarik karena satu-satunya fungsi dari menaranya hanyalah lantai observasi di puncaknya loh. Sama sekali tidak ada apa-apa di badan menaranya seperti yang terlihat di lift ketika naik/turun.

The Chiba Castle in Chiba
Kastil Chiba di Chiba

Makanannya

Untuk pergi ke/dari Stasiun Chiba dari/ke hotelku, aku harus melewati sebuah pusat perbelanjaan lengkap dengan banyak pilihan restoran di dalamnya. Jadi jelas dong selama seminggu aku disana, restoran-restorannya aku cobain, haha😆 . Eh, tetapi makan malam pertamaku di Jepang bukan di pusat perbelanjaannya sih, tetapi di luar stasiun keretanya.

Aku mencoba lumayan banyak variasi makanan Jepang di minggu pertamaku itu, seperti udon, tempura, nasi bento, ramen, dan beberapa makanan Jepang lain yang aku nggak tahu namanya, haha😆 . Dan semuanya enak-enak lho!!

Ichiran ramen in Chiba
Ramen Ichiran di Chiba

Btw, aku juga mencoba KFC-nya Jepang disana. Dan aku sih kurang suka ya karena tidak ada ayam yang crispy, haha😆 .

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2015 Spring Trip:
– Lebih banyak lagi tentang Tokyo
– Gunung Fuji
– Hokkaido
– Kansai

60 thoughts on “#1543 – 2015 Spring Trip (Part I: Tokyo (1))

  1. Wow riset selama 2thn dan dipresentasikan cuma 15 menit.
    Mantap benar, untung semuanya berjalan lancar ya malah terbilang sukses.
    slamat ya ko and bonusnya jalan jalan duuh bikin iri jalan jalanya.

    1. Iya Ri, soalnya jatah presentasinya cuma 20 menit totalnya: 15 menit untuk presentasi dan 5 menit untuk sesi tanya/jawab dan diskusi, hehe🙂 . Jadi harus pintar-pintar menyusun materi presentasinya deh😀 .

      Iya, untung semuanya berlangsung lancar, hehehe. Trims Ri. Iya nih, enaknya konferensinya diadakan di Tokyo ya, hehe.

    1. Iya, rumah makannya memang dibuat minimalis banget. Satu orang mendapatkan satu meja kecil yang dengan meja sebelahnya disekat gitu, hehehe🙂 .

    1. Termasuk kok, hehehe. Malah sepengamatanku nggak ada bento yang tanpa nasi kok. Eh, karbohidrat ding maksudnya karena ada bento lain yang tanpa nasi tapi dapat mie semacam spaghetti gitu, haha😛 . Dan beli nasinya aja juga bisa lho, hehehe🙂 .

    1. Hahaha, presentasinya memang cuma 15 menit (plus 5 menit buat tanya jawab dan diskusi) tapi konferensinya total satu minggu, haha😀 . Soalnya kan mesti mendengarkan presentasi-presentasi lain dan networking sama peserta konferensi lainnya, hihihi😀 .

      Iya, untuk TU Delft ngebolehin extend buat liburan begini. Setahuku beberapa universitas di negara lain ada yang nggak boleh euy, haha😛 .

  2. Selamat dengan presentasinya adduh ahli matematika saya gagap dg ilmu ini. Tempat rahasia itu, was it good? Were you satisfied? Kalo pertanyaannya itu boleh dijawab ga? Penasaran hehehe
    Hallo salaam kenal🙂

      1. Hihihi ini baru ingat ID ama passwordnya LOL Ngeliat Blogs I Follow kok isinya kamu punya doank ya. Apa memang ngefollow 1 atau cuma elu seorang yg update wahahhah…Iya nih lg mikir mau ngeblog lagi..kangen pas baca2😀

    1. Indeed. Even though generally I still don’t really like sushi. I mean, the sushi in Japan was good and stuff, but somehow I still prefered the other dishes like ramen, udon, tempura, etc😛 .

        1. Hmm, I don’t think it is the spiciness that makes the difference. It is more about the “raw” taste which I apparently cannot really enjoy (yet)😛 .

  3. zilkooooo… kalau rahasia kenapa ditulis di sini??? kan aku penasaran😦

    eh tapi gak boleh ditulis tapi boleh diceritakan kalau bertemu langsung kan yak? ntar kalau kita ketemuan langsung cerita ya tentang ini *penasaran* (halah ketemu langsungnya kapan Niee?😛 )

    wweeehhh.. kok KFCnya gak ada ayam krispy sehh? jepang gak suka yang garing gitu kali yaaakkk.. atau biar KFCnya gak terlalu laku? Hmmm..

    aku mau dong ke jepang >.<

    1. Hahaha, biar bikin penasaran memang Niee😛 .

      Iya, ntar kalo ketemu langsung (kapan ya kita bisa kopdaran? Hehehe😀 ) bisa deh diceritain kayaknya😛 .

      Iya nih, aku sebel kalau KFC-nya nggak ada yang crispy Niee. Soalnya aku lebih suka yang crispy daripada yang original, haha. Tapi kayaknya ini tergantung negara sih. Soalnya di Denmark sama UK nggak ada yang crispy…

      Ayo Niee ke Jepang. Seru lhooo😀

  4. Penasaraaan… itu tempat apa Mas, kasih tau kasih tau, wahahahaha!! Baca monorail suspended kirain monorail yang udah nggak dipake gitu =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s