#1536 – The People of Tokyo


It has been about one week since I arrived in Tokyo. The conference ended last Thursday so now technically I am already in my extension in Japan. In other words: travelling and vacation time! Yay! Haha πŸ˜† . Oh, the conference went really well btw, including my presentation where I got a lot of positive feedbacks πŸ™‚ .

Anyway, at first I planned to post the story of my first week in Japan but as it turned out, there was so much story and I haven’t had much time for blogging. So that story will have to wait until I am back in the Netherlands πŸ˜€ . For now, instead I am going to share my observation and experience with the Japanese people I have had in this one week of stay here. πŸ˜€

The Masks

I think whenΒ we (okay, I)Β see people of Asian descent wearing masks like this:

Some Japanese men with their masks

Some Japanese men with their masks

We (I) will think these people are Japanese.

And now that I have been in Tokyo for one week, I don’t think this is unreasonable because, indeed, I see a lot of Japanese people wearing masks here.

Okay, so what is so special about this?

During the conference, finally I found the reason why some Japanese people wear masks. And the reason astonished me, big time, as in I did not expect it and never thought people could be that thoughtful. So what was it?

I can tell you that the reason is NOT because they are afraid of catching a flu/virus/sickness or breathing polluted air (I find the air in Tokyo very clean FYI). But it is because they ARE sick, or at least not feeling 100% well. Because of that, they feel that they have the social obligation to wear masks so the virus/sickness that they have will not spread to other healthy people.



The Japanese people are very respectful towards other people. I think everyone knows that. But there was one instance earlier this week during the conference that they were so respectful that made me feel really bad…

Being held in Tokyo, obviously there were a lot of Japanese people in the conference as well. I was conversing with one of them and I felt like I wanted to show off a little bit that at one point I learned Japanese during my undergraduate year (and was actually quite good at it) by introducing myself in Japanese: “γ‚γŸγ—γ― Zilko です (Watashi wa Zilko-desu)”.

But then guess what his reaction was? He actually felt guilty because I, as a foreigner, knew a little bit about his language whileΒ he knew nothing about Indonesian. I mean, I only wanted to show off so it was perfectly okay that he knew nothing about Indonesian! But then I felt a little bit like an ass for making him feeling a little bit guilty, haha…



You will see these lines and signages a lot in any train station in Tokyo (I think).

Lines and signage for queuing in Akihabara station

Lines and signage for queuing in Akihabara station

Commuters are supposed to wait in line behind these lines before entering the train. So do the Japanese people follow this rule? Well:

People queuing for the train at Akihabara station

People queuing for the train at Akihabara station

Yes, they follow the rule precisely that they consciously made lines in the actual sense!! 😯



Sudah hampir satu minggu semenjakΒ aku tiba di Tokyo. Konferensinya sendiri sudah berakhir hari Kamis yang lalu sehingga artinya sekarang secara teknis aku sudah berada di dalam masa ekstensiku di Jepang dong ya. Dengan kata lain: waktunya buat liburan dan jalan-jalan! Hahaha πŸ˜† . Oh, konferensinya sendiri berlangsung lancar btw, termasuk presentasiku sendiri dimana aku banyak mendapatkan komentar positif πŸ™‚ .

Anyway, awalnya aku berencana menulis sebuah posting tentang cerita satu mingguku di Jepang ini. Tetapi ternyata, ceritanya ada banyak banget sementara aku tidak memiliki banyak waktu untuk nge-blog, haha. Jadilah ceritanya harus menunggu sampai aku kembali ke Belanda deh πŸ˜€ . Untuk sekarang ini, jadinya aku akan menulis pengalaman dan observasiku akan orang Jepang yang aku amati selama waktu seminggu ini. πŸ˜€


Aku rasa ketika kita (oke, aku deh) melihat orang Asia dengan masker seperti ini:

Some Japanese men with their masks

Beberapa laki-laki Jepang dengan maskernya

Kita (aku) langsung menebak mereka adalah orang Jepang.

Dan sekarang sudah di Tokyo seminggu, aku rasa tidak salah juga kok dugaan ini karena, memang, aku lihat ada banyak orang Jepang yang memakai masker disini.

Oke, trus apa dong menariknya?

Di konferensi kemarin, akhirnya aku mengetahui alasan mengapa beberapa orang Jepang mengenakan masker. Dan alasannya sungguh mengagetkanku lho, banget, karena sama sekali tidak aku duga dan aku tidak pernah menyangka seseorang bisa sebegitu pedulinya. Memang apa sih alasannya?

Bisa aku bilang sekarang bahwa alasannya BUKAN karena mereka takut tertular flu/virus/penyakit atau menghirup udara terpolusi (udara di Tokyo itu amat bersih menurutku FYI). Tetapi alasannya adalah karena mereka itu SAKIT, atau setidaknya tidak merasa fit 100%. Sebagai akibatnya, mereka merasa bahwa mereka memiliki tanggung-jawab sosial untuk mengenakan masker agar virus/penyakit mereka tidak tersebar ke orang-orang lain yang sehat.



Orang Jepang memang terkenal hormat terhadap orang lain. Kayaknya semuah orang juga tahu lah ya. Dan ada satu kejadian awal minggu ini di konferensi dimana mereka sungguhlah hormat sehingga aku jadi merasa tidak enak sendiri…

Karena diadakan di Tokyo, jelas ada banyak orang Jepang yang berpartisipasi di konferensinya dong ya. Ceritanya suatu waktu aku berbincang dengan salah seorang di antaranya dan aku merasa ingin pamer dikit gitu bahwa pernah suatu kuliah S1 aku sedikit belajar bahasa JepangΒ (dan lumayan jago juga lohΒ waktu itu) dengan memperkenalkan diriku dalam bahasa Jepang: “γ‚γŸγ—γ― Zilko です (Watashi wa Zilko-desu)”.

Nah, tetapi apa dong reaksinya? Ia malah merasa bersalah loh karena aku, sebagai orang asing, kok bisa sedikit tahu bahasanya sementara ia tidak tahu apa-apa tentang bahasa Indonesia. Aduh, kan aku cuma mau pamer doang sebenarnya ya jadi sama sekali nggak masalah kalau dia nggak bisa bahasa Indonesia! Dan jadilah kemudian aku merasa seperti orang brengsek karena telah membuatnya merasa bersalah, haha…



Di semua stasiun di Tokyo (kayaknya), kita bakal bisa melihat garis dan penanda seperti ini.

Lines and signage for queuing in Akihabara station

Garis dan penanda antrian di stasiun Akihabara

Penumpang kereta diharuskan menunggu di belakang garis ini sebelum menaiki kereta. Nah, apakah orang Jepang mengikuti aturan ini? Yah:

People queuing for the train at Akihabara station

Para penumpang mengantri kereta di stasiun Akihabara

Ya, mereka mengikuti aturannya banget sampai-sampai mereka dengan sengaja membentuk antrian sendiri dong!! 😯


40 thoughts on “#1536 – The People of Tokyo

  1. Hi..hi…yang masalah pakai masker bos Jepangku di sini juga gitu kalau sedang flu…Padahal flunya masih kadar ringan banget πŸ™‚ Sedangkan aku walaupun udah flu berat banget, malassssss banget pakai masker dengan alasan ketidakpraktisan 😦 #Jadimalu

  2. dani says:

    That part of Japanese culture that made me interested to learn about it years ago Ko. Their thoughtfulness and appreciation to other people. They are amazing.

  3. Arman says:

    iya orang jepang itu sangat saling menghormati banget ya. bagus itu…

    tentang pake masker emang sih bagus ya karena mereka gak mau nularin orang. tapi jadi serem kalo ngeliat orang2 pake masker karena kita jadi tau mereka lagi sakit kan. kadang sakit itu kan sugesti juga ya. kalo kita gak tau ya kita bakal baik2 aja. tapi begitu tau kalo kita deket ama orang sakit ntar takutnya malah jadi beneran ikutan sakit. hahaha.

    • zilko says:

      Iya, orang Jepang memang saling menghormati dan sopan banget!!

      Hahaha, iya. Tapi tetap lebih baik pakai masker kan πŸ˜€ . Biarpun orang lain tersugesti jadi sakit, rasanya masih lebih baik daripada orang lain itu jadi terkena virus/bakteri penyakitnya kita, haha πŸ˜› .

  4. Soal masker sungguh luar biasa ya. Sebaliknya, aku seringkali makai masker ketika lihat orang lain sakit, gak mau ketularan.

    Zilko kemaren sempet belanja penganan gak? Penganan Jepang enak-enak dan aneh-aneh.

    • zilko says:

      Betul, luar biasa sekali. Motivasinya bukan karena “keegoisan” seseorang yang ingin melindungi dirinya sendiri, tetapi adalah memikirkan kondisi orang lain. Bahkan orang lain yang tidak dikenal juga!! Salut!!!

      Kalau makanan sih pasti dooong, hehehehe πŸ˜€ .

  5. adhyasahib says:

    beneran banyak wow wow dan wow deh,kagum sama orang jepang karena mereka beneran tertib dan teratur ya, trus yg masalah pakai masker itu ya ampun benar2 mereka merasa tanggung jawab untuk gak nularin penyakit ke orang lain. Top!

  6. azmihoffmann says:

    Belum pernah ke Jepang tapi pernah kenal sama beberapa orang Jepang aja sudah menghadirkan kesan betapa sopannya mereka. Saya selalu menjadikan Jepang sebagai destinasi impian, setelah London dan Turki. Jadi ga sabar pengen kesana.

    Salam kenal Ko Zilko 😊

    • zilko says:

      Betul, orang-orang Jepang memang sopan dan baik banget!! πŸ˜€ . Mudah-mudahan segera kesampaian ya cita-citanya!! πŸ˜€

      Salam kenal juga, trims sudah mampir πŸ™‚

  7. Ami says:

    They are very considerate with others. Jadi ikut wowed πŸ™‚

  8. rosaamalia says:

    Just knew about these 2 first facts. And wowww banget, how thoughtful they are yaa..

  9. rianamaku says:

    Selamat ya ko buat presentasinya, wah iri sama ketertiban disana.
    Wah lihat negara yang tertib dan bersih kadang bikin iri.

  10. Tanti says:

    Collectivist culture at the finest! ^^
    Zilko sempat mampir ke Akihabara kah..? Ak pengen banget kesana lagi, denger-denger ada kafe baru bertema final fantasy XIV disana….

  11. cerita4musim says:

    Terakhir aku mudik ke Jkt dan ngeliat orang2 kantoran pada pake masker aku nya yg parno Ko, ada apa gerangannnn? Kalau di Jkt sih keknya untuk menghindari polusi kali yah, ngeliat orang2 bermasker di pinggir jalan rasanya sih aneh, berasa tinggal di kota yang penyakitan 😦

    Visit my travel blog : Jalan2Liburan

  12. joeyz14 says:

    Orang paling disiplin ama aturan dan waktu ya orang Jepang emang ya Ko!

    Happy holiday to u. Congrats for your presentation!

  13. jampang says:

    hebat yah orang2 jepang itu

  14. nyonyasepatu says:

    mereka sopan2 banget ya ZI

  15. monda says:

    artinya orang Jepang itu sangat toleran ya.., apa sih ya yang bikin mereka punya budaya seperti itu

  16. yance says:

    budaya orang Jepang itu emang bagus2 untuk ditiru yaa…makanya negaranya maju karena budi pekerti orang2nya yang menganut paham2 yang bagus untuk dterapkan…..

  17. Pypy says:

    Jadi malu bacanya Ko..huhuhu.. Gw jarang pakai masker kalau sakit flu gitu, abis pengap dan ga betah..huhu.. Mesti belajar menghargai sekitar lebih lagi..

    Dan itu orangnya sampe ga enak gitu ya Ko.. Padahal mah cuma mau pamer sitik yah..hihih :p

    Salut bener sama mereka yang bisa disiplin ngantri gitu.. Seandainya.. Huhu..

  18. niee says:

    Bos aku di kantor juga gituuu.. Klo lg gak enak badan pasti pake masker.. Akunya klo pilek dikit langsung diomelin harus pake masker.. Lah akunya gak suka gt, soalnya klo pake masker susah ngusap bersinnya.. Hihihi

  19. Ainur Rofiq says:

    Itulah masyarakat Jepang bertanggung jawab dan disiplin tinggi tak heran jika Negara nya maju. Itu semua karena masyarakatnya mau di atur dan mengatur diri sendiri.

  20. […] a chicken katsu dish. The guys who worked there were Japanese though, as it was obvious from just how polite they were. They forgot to give me cutleries in my take-away and when I came back to ask for some,Β one of […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s