Posted in Asia Trip, South Asia, Vacation

#1520 – The Problem with Expectation*

ENGLISH

*In some sense the definition of “expectation” here is loosely related to expectation in probability theory, lol😆

So, this post is a side story from my 2014 year-end trip to India. In case some of you missed (some of) it, here is the list of all posts about the main story of my recent trip to India:
1. Part I: Getting to India
2. Part II: Karnataka
3. Part III: Tamil Nadu (1)
4. Part IV: Tamil Nadu (2)
5. Part V: Goa
6. Part VI: Rajasthan
7. Part VII: Uttar Pradesh
8. Part VIII: Delhi (1)
9. Part IX: Delhi (2)
10. Part X: Back to Europe

***

The setting of the story here was in the Part IX post above, i.e. when we were in New Delhi.

As I said there, it turned out that most of the time in New Delhi, we did not really eat something which was particularly Indian. We felt like what we had had some European or Asian influence in it. But probably this was partly also because once we had a late lunch at an Asian restaurant, lol😆 . And here I would like to share my experience of late lunching at this Asian restaurant in New Delhi😀 .

Naturally, after we got the menu book, I read everything there to see what they had. And at one point I came across the following page in it:

One page of the menu book
One page of the menu book

Yes, you see it right. They offered “mie bakso” and “soto ayam”!! Two Indonesian dishes still in their respective original names in Indonesian!! And to remind you, I was in friggin’ New Delhi, the capital city of India at the time!!

They also had “nasi goring” (I assumed they meant “nasi goreng” (fried rice)) and “fried rice” in the following page though. And so I felt the urge to ask what was the difference between “nasi goring” and “fried rice” as to me they were both exactly the same thing. Well, of course except that one was in Indonesian and the other was in English, lol😆 . It turned out “nasi goring” was more Indonesian (based on the waiter’s description) which was served with chicken satay and its peanut sauce.

Anyway, back to the “mie bakso” and “soto ayam” page. Just reading these two dishes made me want to have them, lol😆 . But since both were categorized as appetizer, I felt like I only wanted to order one. And at that time, I was leaning more towards “mie bakso”. So I ordered one. And in my mind, I already had an expectation of something like this:

A portion of bakso babi (pork meatballs) in Rantepao
A mie bakso dish in Rantepao
A portion of Bakso Bethesda
A bakso dish in Yogyakarta
Mie Akaw (Akaw Noodles) in Pangkalpinang
Mie Akaw with bakso in Bangka

Haha😆 . I knew this kind of expectation was unreasonable given the fact that I was in India at the time. But still, even though I tried to set my expectation to the lowest level, I just couldn’t help, lol😆 .

And when it came out, it was like this:

"Mie bakso" in New Delhi
“Mie bakso” in New Delhi

😦

The beautiful expectation in my mind was shattered to dust (even worse than “to pieces”, lol😆 ). Btw, the “bakso” (meatball) was made from shrimp.

Honestly, it was not horrible actually. It tasted quite good. However, it was definitely not a “mie bakso” dish in my definition. So even though my tastebud still enjoyed what I put on them, I still felt a little bit disappointed.

***

You see, setting an expectation towards something is actually a risk. Assuming that when the reality/outcome is “below” your expectation it is disappointing for you, then setting higher expectation means there is higher probability to get disappointed.

Therefore, I think expectation management is something that is quite important. Even though in this case probably the restaurant should not have put the dish name in Indonesian because the fact that it was in Indonesian was the biggest factor that made me have this expectation. But then again, probably they did not have a lot of Indonesian customers since it was in New Delhi, haha😆 .

p.s: But everything that we had there was delicious btw. I ordered a sweet and sour beef for my main course and it was really good😀 .

The delicious sweet and sour beef with biryani rice
The delicious sweet and sour beef with biryani rice

BAHASA INDONESIA

*Kalau mau disambung-sambungin, definisi “ekspektasi” di posting ini memang agak nyambung dengan definisi ekspektasi di teori peluang kok, huahaha😆

Ceritanya posting ini berisi cerita sampingan dari perjalanan akhir tahun 2014-ku ke India. Eh, kalau misalnya ada yang kelewatan (sebagian) ceritanya, berikut ini daftar lengkap semua posting yang berisi cerita utama dari perjalananku ke India kemarin ini:
1. Part I: Getting to India
2. Part II: Karnataka
3. Part III: Tamil Nadu (1)
4. Part IV: Tamil Nadu (2)
5. Part V: Goa
6. Part VI: Rajasthan
7. Part VII: Uttar Pradesh
8. Part VIII: Delhi (1)
9. Part IX: Delhi (2)
10. Part X: Back to Europe

***

Nah, latar cerita disini adalah di posting Part IX di atas, alias ketika kami berada di New Delhi.

Seperti yang aku tulis disana, ternyata di New Delhi kami tidak makan makanan yang amat India banget. Rasanya makanan yang kami makan telah terpengaruh oleh pengaruh Barat (Eropa) atau Asia. Tetapi salah satunya mungkin karena kami makan sore di sebuah restoran Asia sih ya, huahaha😆 *ya iya lah kalo gitu* . Dan berikut ini pengalamanku makan di sebuah restoran Asia di New Delhi itu😀 .

Jelas lah setelah mendapatkan buku menunya, aku langsung membolak-balik halaman karena ingin tahu apa saja yang mereka sajikan. Dan kemudian tibalah aku di salah satu halaman buku menunya yang isinya seperti berikut ini:

One page of the menu book
Satu halaman di buku menunya

Iya kok, benar sekali. Mereka juga menyajikan “mie bakso” dan “soto ayam” loh!! Dua makanan Indonesia yang mana dituliskan dengan nama aslinya dalam bahasa Indonesia!! Dan aku ingatkan sekali lagi, waktu itu aku kan lagi berada di New Delhi, ibukotanya India!!

Eh, mereka juga menyajikan “nasi goring” (mungkin maksudnya “nasi goreng” kali yah) dan “fried rice” loh di halaman selanjutnya. Membaca beginian jelas dong aku jadi penasaran dan bertanya memang apa perbedaan dari “nasi goring” dan “fried rice” karena menurutku kan sama aja ya. Bedanya yang satu dalam bahasa Indonesia dan yang satunya dalam bahasa Inggris, haha😆 . Ternyata “nasi goring” itu lebih Indonesia (dari deskripsi pelayanannya) yang juga disajikan dengan sate ayam lengkap dengan saus kacangnya.

Anyway, kembali ke halaman “mie bakso” dan “soto ayam” itu. Membaca kedua nama ini aja membuatku jadi ingin memesannya, haha😆 . Tetapi karena keduanya berada dalam kategori makanan pembuka, jadilah aku merasa sebaiknya aku memesan salah satu aja. Dan waktu itu, aku sedang lebih pengen “mie bakso” daripada “soto ayam”. Jadilah aku memesan satu. Dan setelahnya, di dalam pikiranku aku sudah berekspektasi bakal makan makanan yang kayak gini nih:

A portion of bakso babi (pork meatballs) in Rantepao
Seporsi mie bakso di Rantepao
A portion of Bakso Bethesda
Seporsi bakso di Yogyakarta
Mie Akaw (Akaw Noodles) in Pangkalpinang
Mie Akaw dengan bakso di Bangka

Haha😆 . Aku tahu sih ekspektasi semacam ini sebenarnya tidak wajar karena waktu itu aku sedang berada di India. Tetapi, walaupun aku memang berusaha membuat ekspektasiku seminimum mungkin, kok rasanya susah ya, haha😆 .

Dan ketika mie baksonya keluar, penampakannya begini:

"Mie bakso" in New Delhi
“Mie bakso” di New Delhi

😦

Ekspektasi indah yang sudah berkeliaran di pikiranku langsung deh hancur lebur menjadi debu (lebih parah daripada “hancur berkeping-keping”, huahaha😆 ). Btw, itu baksonya adalah bakso udang.

Eh, sejujurnya, makanan ini bukannya tidak enak loh. Sebenarnya rasanya lumayan enak juga. Hanya saja, makanan ini jelas bukanlah sebuah “mie bakso” bagiku. Dan akibatnya, walaupun lidahku sebenarnya masih menikmati rasa enaknya, aku masih merasa sedikit kecewa di dalam hati.

***

Nah kan, menetapkan sebuah ekspektasi dari sesuatu itu sebenarnya adalah sebuah risiko. Dengan asumsi apabila kenyataan/hasil-nya “di bawah” ekspektasi membuat seseorang merasa kecewa, artinya dengan menetapkan ekspektasi yang lebih tinggi, ada peluang lebih besar pula bagi seseorang tersebut untuk merasa kecewa pada akhirnya.

Oleh karenanya, aku rasa manajemen ekspektasi adalah sesuatu yang penting. Walaupun dalam kasus ini mungkin seharusnya restorannya tidak menuliskan nama makanannya dalam bahasa Indonesia ya karena faktor terbesar yang membuatku berekspektasi seperti itu adalah nama makanannya yang dicetak dalam bahasa Indonesia di buku menu. Walaupun kalau dipikir-pikir lagi sih, mungkin (banget) restoran ini juga tidak memiliki banyak pelanggan orang Indonesia karena kan lokasinya di New Delhi, haha😆 .

p.s: Eh, tetapi makanan di restoran ini enak-enak semua kok. Aku memesan sapi dimasak dengan saus asam dan manis sebagai menu utama dan rasanya enak😀 .

28 thoughts on “#1520 – The Problem with Expectation*

    1. Hahaha, sepertinya sih engga kalau salah nama. Karena sebenarnya namanya nggak salah sih karena di dalam hidangannya itu memang terdapat mie dan bakso. Jadi nama “mie bakso” mah sebenarnya nggak “salah” juga sih ya. Hanya aja rasanya bedaa dari yang asli, hahaha😆 .

      Iya, untung rasanya masih tetap enak😛 .

    1. Iya, baksonya bakso udang dan digoreng dulu sebelum dimasukin ke hidangannya, haha😀 . Beda bangett dari yang udah dibayangkan, hahaha😆 *yaa, salah sendiri membayangkannya terlalu tinggi ya, haha😛 *.

      Iya, technically menunya nggak salah sih. Soalnya mereka memang ngasih bakso (udang, tapi kan tetap bakso juga bentuknya) dan di dalamnya memang ada mie-nya. Jadi “mie bakso”, haha😆 .

    1. Hahaha, begitulah kalau ada gambarnya ya😀 . Makanya kalau nggak salah di penerbangan AirAsia juga begitu kan. Di buku hidangannya ditulis gambar yang disajikan di buku itu hanya sebagai representasi aja. Yang mana dengan kata lain, penampakan aslinya bisa jadi beda, haha😛 .

        1. Hehe, iya banget🙂 . Aku ada beberapa teman yang merasa kecewa ketika pertama kali mereka pergi ke Paris. Ini karena mereka sudah berekspektasi tinggi bahwa Paris itu keren, romantis, penuh seni, dll, dsb. Sementara sewaktu aku pertama kali ke Paris dulu, berhubung gak ada ekspektasi apa-apa, jadi fine-fine aja rasanya, hahaha😆 .

  1. Nasi goring ya, Zi. Untunglah bukan ‘nasi boring’😆
    Ya somehow manusia berekspektasi krn maunya yg baik2/bagus2 kan.. Barusan jg baca kutipan di blog sebelah, katanya, “the best thing in life is which the least you expect it to be.”🙂

    1. Hahaha, untung nggak salah ketik jadi “nasi boring” ya Grace😆 .

      Iya, yang paling indah itu kalau kita mendapatkan sesuatu yang sama sekali tidak expect😀 .

  2. Hahahaha. Epic banget ya Ko nemuin mie bakso dan soto ayam. Kalo penampakan aslinya Mie Bakso kayak gitu gw penasaran sama Soto Ayam dan gimana rasanya. HAhahahaha.
    Udah ngarep-ngarep ketemu makanan Indonesia padahalan ya..😛

  3. Mungkin chef nya atau yg punya nya salah waktu datang kesini dibilang itu mie bakso padahal bukan..haha :p Makanya waktu kesana kebawa salah deh..hihi *analisa ngaco*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s