Posted in Asia Trip, South Asia, Vacation

#1514 – 2014 Year End Trip (Part VIII: Delhi (1))

ENGLISH

Previous posts on the 2014 Year End Trip series to India:
1. Part I: Getting to India
2. Part II: Karnataka
3. Part III: Tamil Nadu (1)
4. Part IV: Tamil Nadu (2)
5. Part V: Goa
6. Part VI: Rajasthan
7. Part VII: Uttar Pradesh

Previously on 2014 Year End Trip: Zilko and his friends went to India for the year end trip of 2014. After five states, many different cities, and more than two weeks in India, now they were already in their last stop of this trip, the capital city of India: Delhi.

Because we spent five days in Delhi, there are many stories which I want to share here. Therefore, I split the story from Delhi into two posts: one for the Old Delhi and another for the New Delhi. This post is the first one and let us start with the Old Delhi😉 .

***

The Market of Old Delhi

One place of interest for us in Old Delhi was the market. So for that, we went to the Chandni Chowk, one of the oldest and busiest markets in Old Delhi. And by busy, I mean busy. There I could definitely feel the crowdedness of the capital city of the second most populous country in the world. There were soo many people and the road traffic was crazy too!!

The super crowded Chandni Chowk
The super crowded Chandni Chowk
The bustling road in Chandni Chowk
The bustling road in Chandni Chowk

We did not buy anything at the market though as we just wanted to see how it was. Well, except that we finally succumbed to the Indian street food temptation there. More story about that a bit later on in this post.

Anyway, after being in the bustling road of Old Delhi for quite some time, we spotted the Fatehpuri Mosque at the end of one road. And actually there was a review on Trip Advisor (we had downloaded the Trip Advisor for Delhi app to our phones) which recommended a visit to this mosque. So we did. And it was amazing. Just after we passed the gate, it was so tranquil, so serene. I felt like the Old Delhi hustle, which actually was just a few meters behind me, was like tens of kilometers away. Wow. The architecture of this mosque was, indeed, amazing!

The Red Fort, The Jama Mosque, and The Humayun’s Tomb

In total we spent about two days in Old Delhi. And we spent one of them to hop around the tourist attraction spots there.

The Red Fort

The Red Fort was a very famous place in Old Delhi (well, at least I had heard about it before). From the outside, it indeed looked really cool. It was like a giant fort made from red stones. The inside, however, was quite underwhelming as we could see it was not maintained as well as it should be (or at least we thought so). There were a lot of ruins everywhere and it generally did not look very nice. I found astray dogs (or animals in general) quite common in India, but I saw these astray dogs in the Red Fort:

Two astray dogs I spotted at the Red Fort
Two astray dogs I spotted at the Red Fort

😦

The Jama Mosque

Not very far away from the Red Fort was the Jama Mosque. It was a very big mosque in the middle of the busy Old Delhi and was actually located in the center of a big market area. We also climbed one of the towers and actually got quite a good view of the city (and its severe air pollution😛 ):

A very crowded and polluted Delhi
A very crowded and polluted Delhi as seen from the top of the Jama Mosque

The Humayun’s Tomb

If we were underwhelmed by the Red Fort, the Humayun’s Tomb had the complete effect on us. We found it amazing! The structure looked really cool, the color was amazing, and it was very well-maintained! As its name suggest, the Humayun’s Tomb was, well, a tomb. Inside the main structure, there was the tomb of the Emperor Humayun.

The Humayun's Tomb in Delhi
The Humayun’s Tomb in Delhi

The Food and Delhi Belly

As I said above, at the market we succumbed to the Indian street food temptation. The reason? Well, it smelled goddamn good and it looked very tempting as well. In general, we had been very careful with what we ate during this trip. So we felt like because Delhi was our last stop anyway, it was okay to take some (literally) delicious risk, right?😛 Here is what we had:

Some Indian street food we had in Old Delhi
Some Indian street food we had in Old Delhi

And of course, we had to, indeed, pay the price later because I think we got a small dose of Delhi Belly, haha😆 . It was still okay though because we did not have much of those food anyway😛 .

Anyway, also at the market, we stopped by at a restaurant called Karim. And you know what? Even though their location was literally inside the market (so it did not look convincing at all as it was not even by the main street!), their food was very good! We ordered a few meals, including kebab, butter chicken, paneer tikka, tandoori, some nans, etc; and it was soo good!

Delicious food at Karim
Delicious food at Karim

TO BE CONTINUED…

Next on 2014 Year-End Trip:
– Gandhi Smriti
– The Lotus Temple in New Delhi
– Sikhism
– Two malls in India
– Going back to Europe

BAHASA INDONESIA

Posting-posting sebelumnya dalam seri 2014 Year End Trip ke India:
1. Part I: Getting to India
2. Part II: Karnataka
3. Part III: Tamil Nadu (1)
4. Part IV: Tamil Nadu (2)
5. Part V: Goa
6. Part VI: Rajasthan
7. Part VII: Uttar Pradesh

Sebelumnya dalam 2014 Year End Trip: Zilko dan teman-temannya pergi ke India dalam rangka perjalanan akhir tahun 2014. Setelah lima negara bagian, banyak kota, dan lebih dari dua minggu di India, kini mereka berada di kota perhentian terakhir mereka di perjalanan ini, ibukota India: Delhi.

Karena kami menghabiskan lima hari di Delhi, ada banyak cerita darinya yang ingin aku tuliskan disini. Oleh karenanya, cerita dari Delhi aku bagi ke dua bagian: satu untuk Old Delhi dan satu lagi untuk New Delhi. Posting ini adalah yang pertama dan mari kita mulai dengan Old Delhi😉 .

***

Pasar di Old Delhi

Satu tempat yang menarik bagi kami di Old Delhi adalah pasarnya. Untuk itu, kami pergi ke Chandni Chowk, salah satu pasar tertua dan tersibuk di Old Delhi. Dan dengan sibuk, artinya memang sibuk loh. Disana, aku benar-benar merasakan bagaimana ramainya ibukota dari negara dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia. Pasarnya penuh dengan manusia dan lalu lintas di jalanannya juga gila banget!!

The super crowded Chandni Chowk
Chandni Chowk yang super ramai
The bustling road in Chandni Chowk
Jalanan super padat di Chandni Chowk

Kami tidak membeli apa-apa sih di pasarnya soalnya kami hanya ingin melihat suasananya saja. Eh, kecuali bahwa pada akhirnya kami menyerah terhadap godaan street food India disana. Cerita lebih jauh tentang ini akan aku ulas di bawah.

Ngomong-ngomong, setelah berada di jalanannya Old Delhi yang super ramai, kami melihat Masjid Fatehpuri di sebuah ujung jalan. Dan ada review di Trip Advisor (kami sudah mengunduh app-nya Trip Advisor untuk Delhi di hape) yang merekomendasikan kunjungan ke masjid ini. Kami mampir deh. Dan gila, keren banget lho. Begitu kami melewati gerbangnya, suasananya itu sungguh tenang, sungguh damai. Rasanya keramaian jalan Old Delhi, yang sebenarnya hanya beberapa meter saja di belakang kami, seperti berada puluhan kilometer jauhnya. Wow. Benar-benar sebuah disain arsitek yang keren!

Benteng Merah, Masjid Jama, dan Makam Humayun

Kami menghabiskan sekitar dua hari di Old Delhi. Dan kami menghabiskan salah satunya untuk mengunjungi beberapa tempat wisata untuk turis disana.

The Red Fort (Benteng Merah)

The Red Fort adalah tempat yang amat terkenal di Old Delhi (setidaknya aku sudah pernah dengar tentangnya sebelumnya). Dari luar, bangunan ini terlihat sungguh keren. Dalamnya, sayangnya, agak mengecewakan karena kami bisa melihat bahwa bangunan ini agak kurang terawat (menurut kami sih). Ada banyak sekali reruntuhan dimana-mana dan secara keseluruhan juga tidak terlihat bersih. Aku melihat ada banyak anjing liar (dan binatang-binatang lain sih) di India, tetapi di Red Fort aku melihat dua anjing liar ini:

Two astray dogs I spotted at the Red Fort
Dua anjing liar yang aku lihat di Red Fort

😦

Masjid Jama

Tidak terlalu jauh dari Red Fort adalah Masjid Jama. Ini adalah masjid besar yang terletak di tengah-tengah Old Delhi dan berlokasi di tengah pasar juga. Kami juga menaiki salah satu menaranya dan mendapatkan pemandangan yang oke akan kotanya (dan juga polusi udaranya yang super parah😛 ):

A very crowded and polluted Delhi
Delhi yang amat ramai dan berpolusi parah seperti yang terlihat dari atas menara Masjid Jama

Makam Humayun

Jika kami sedikit kecewa di Red Fort, di Makam Humayun kami merasakan yang sebaliknya. Kompleks ini keren banget! Struktur bangunannya keren, warnanya bagus, dan nampak terawat dengan baik! Seperti namanya, kompleks ini adalah sebuah makam. Di dalam strukturnya, terdapat makamnya Kaisar Humayun.

The Humayun's Tomb in Delhi
Makam Humayun di Delhi

Makanannya dan Delhi Belly

Seperti yang aku bilang di atas, di pasar kami tidak tahan lagi terhadap godaan untuk mencicipi street food-nya India. Kok begitu? Ya, habis wanginya itu lho, enaaak banget dan memang penampakannya menarik! Secara umum, sejauh ini kami berhati-hati dengan apa yang kami makan di perjalanan ini. Jadilah kami berpikir bahwa Delhi kan perhentian terakhir kami ya, jadi nggak masalah dong kalau kami mengambil risiko (yang enak di lidah)?😛 Berikut ini apa yang kami beli:

Some Indian street food we had in Old Delhi
Beberapa street food India yang kami beli di Old Delhi

Dan tentu saja kami harus membayar risiko ini nantinya karena kami mendapatkan sedikit dosis dari Delhi Belly, haha😆 . Masih nggak masalah sih karena kami tidak banyak memakan street food tersebut kok😛 .

Lalu, juga di pasarnya, kami mampir di restoran yang namanya Karim. Dan walaupun lokasi restoran ini sungguh tidak meyakinkan karena berada masuk-masuk di jalanan kecil pasarnya gitu, makanannya enak banget! Kami memesan beberapa masakan, seperti kebab, butter chicken, paneer tikka, tandoori, beberapa roti nans, etc; dan semuanya enaak!

Delicious food at Karim
Makanan yang enak di Karim

BERSAMBUNG…

Selanjutnya dalam 2014 Year-End Trip:
– Gandhi Smriti
– Kuil Lotus di New Delhi
– Agama Sikh
– Dua mall di India
– Kembali ke Eropa

35 thoughts on “#1514 – 2014 Year End Trip (Part VIII: Delhi (1))

    1. Kalo saya lihat sekitar jam 7 pagi dari thamrin ke arah Sudirman, di atasnya memang ada Bang asap yang terlihat seperti kabut di foto. HUehehhe.
      Btw Ko, gw belom pernah nyobain makanan India, takut “bau”nya yang tajem gitu. Yet you wrote they are delicious. Jdi penasaran banget deh..

  1. OMG!! So crowded dan nampak familiar (inget kota jakarteee)

    Untung ga sakit perut ya ko abis makan sreet foodnya..aku ga terlalu suka indian food..palingan samosa aja

    1. Iyaa, rame banget deh Delhi ini😀 . Tapi masih mendingan Jakarta lho kalau menurutku😀 .

      Hahaha, itu akhirnya sakit perut sih tapi untungnya cuma sedikit aja, nggak parah-parah amat, hehe😀 .

        1. Kalo perekonomian kurang tahu deh ya, kayaknya aku nggak akan bisa memberikan penilaian yang objektif, hehehe😀 . Tapi di Delhi sih memang aku lihat ada banyak peminta-minta gitu. Dan peminta-mintanya lebih ‘aneh’ daripada di Indonesia. Misalnya aja, ada sekitar 15an laki-laki umur 30-40 tahunan duduk jongkok berderet di depan sebuah rumah makan di pasar Old Delhi. Trus kalau mau ‘bersedekah’, orang yang lewat ngasih duit ke rumah makannya, lalu rumah makannya ngasih laki2 ini makanan. WTH banget deh, sungguh ‘absurd’. Dan kalau melihat orang asing mereka langsung datang dan minta-minta duit gitu, haha…

          Posting untuk New Delhinya sudah siap kok, tinggal waktu tayang aja😛 .

  2. Ohemji Ziiii berapa lama sih kalian di India, ini kok ceritanya ga habis2?😆 by the way I just knew that Chandni is one of the market in Old Delhi, temenku ada yg namanya Chandni, lhooo. Kebetulan jg org Hindu.
    Oia bedanya Old Delhi dan New Delhi apaan, Zi?

    1. Hahaha, 3 minggu di India Grace, makanya ceritanya ada banyak dan panjang. Ini pun aku sudah berusaha menceritakan yang penting-pentingnya aja loh. Kalau enggak nggak akan segera beres deh ceritanya. Soalnya beneran ada banyak banget bahan yang bisa diceritakan kalau mau!😀

      Hahaha, namanya bisa kebetulan sama gitu ya😀 .

      Old Delhi itu bagian kotanya yang lebih tua, sementara New Delhi yang lebih baru, hehehe😀 .

        1. Iya, seru. Dan untungnya grupnya kemarin kompak banget, hehehe🙂 .

          Hahaha, gitu-gitu perbedaannya lumayan terasa banget Grace. Old Delhi terasa lebih tua dan kumuh gitu dibandingin New Delhi, hehe🙂

  3. Anjingnya kurus banget semoga tidak rabies kasian habis kelihatan kaya sakit itu, wah benar benar padat ko dari gambar aja kursa sangat berisik disana. Tapi tetap kulinernya mantap ya…?

    1. Iya Ri, kurus banget sampai tulangnya kelihatan😦 . Mudah-mudahan tidak rabies ya. Eh, tapi tingkat rabies di India sepertinya lumayan tinggi lho. Sebelum aku berangkat harus divaksin dulu kan disini. Oleh perawatnya aku diperingati akan bahayanya rabies di India. Vaksin untuk rabiesnya nggak wajib sih (mahal soalnya, haha😆 ), tapi kita diminta waspada…

      Iya Ri, berisik! Pake banget pula! Hahaha😆 . Kalau di jalan itu udah semua klakson berbunyi loh. Nggak ada yang nggak bunyi kayaknya, hahaha😆 . Iya, tapi kulinernya mantap!!😀

  4. Street food nya tapi bersih kan yah Ko? Enak ga? *semacam ngeri2 sedep sama streetfood di India* hihi😀

    Makam Humayun kelihatan megah banget Ko difoto.😀

    1. Waduh, kalau kebersihannya sih, ya gitu deh Py, hahaha😆 . Aku aja jadinya kena Delhi Belly sedikit kan itu setelahnya. Sedikit mungkin karena makannya nyicip doang, hahaha😛 . Kalau masalah rasa sih enaaaak! Hahaha😆 .

      Iya, Makam Humayunnya memang megah banget!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s