Posted in General Life, Zilko's Life

#1507 – A Weekend Story

ENGLISH

Last weekend, my friends and I decided to go out for a dinner on Saturday. All this time, we usually do this in Delft. But this time, we felt like trying something a little bit different so we went to Rotterdam, haha😆 . After a bit of research, we decided to go to an Indonesian restaurant in the city center of Rotterdam. It was an intriguing restaurant as there was no menu in the website so it was more like a surprise for us, haha😆 . Well, even though honestly I expected it to be a rijsttafel restaurant though, just like most Indonesian restaurants in the Netherlands.

Anyway, it turned out to be a very good restaurant. Indeed one of their main menu was rijsttafel so we ordered two sets of them (one set was for two people and we were five people). Overall everything there was really good. But to me, the best one was the sate because the sate sauce was so authentic Indonesian😀 .

Apart from the dinner, I did not do much outside in the weekend. Well, it was because finally it was the weekend so I could watch more tennis matches from this year’s Australian Open! Haha😆 (damn ten hours difference between Central European Time and Melbourne time!).

BAHASA INDONESIA

Akhir pekan yang lalu, aku dan teman-temanku memutuskan untuk keluar makan malam di hari Sabtu. Selama ini biasanya kita kalau keluar di Delft. Tetapi kali ini, kami merasa ingin berganti suasana sehingga kami memutuskan untuk ke Rotterdam aja, haha😆 . Setelah survey-survey sedikit, kami memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran Indonesia di pusat kota Rotterdam. Restoran ini menarik untuk kami karena tidak ada menu di website-nya sehingga bakal surprise gitu kan ya, haha😆 . Walaupun aku duga sih kemungkinan besar restorannya adalah restoran rijsttafel deh, seperti kebanyakan restoran Indonesia di Belanda.

Dan restoran ini adalah restoran yang oke juga lho. Memang salah satu menu utamanya adalah rijsttafel sehingga kami memesan dua set rijsttafel (satu set untuk dua orang dan kami berlima). Secara keseluruhan makanannya enak-enak. Tetapi untukku, yang paling juara adalah satenya karena saus satenya autentik Indonesia banget gitu😀 .

Selain makan malam tersebut, aku tidak banyak keluar sih akhir pekan yang lalu. Ini dikarenakan karena akhirnya akhir pekan, artinya aku bisa dong ya menonton lebih banyak pertandingan tenis dari turnamen Australian Open minggu ini! Haha😆 (dasar deh perbedaan waktu sepuluh jam antara Central European Time dan waktu Melbourne yang menyebalkan!).

44 thoughts on “#1507 – A Weekend Story

    1. Iya Ri. Yang ini juga rasanya lebih condong ke sate Madura itu. Tapi tetap enak lah ya soalnya bumbunya itu autentik banget! Hehehe🙂 . Disini soalnya banyak gitu yang bikin sate “jadi-jadian” jadi bumbunya ya gitu deh rasanya, huahaha😆 .

      Ah, aku juga suka sate padaang!!!

    1. Hihi, sebenarnya kalau dipikir-pikir rijsttafel ini ada miripnya sama makan di restoran Padang gitu. Banyak menu yang berbeda-beda disajikan di atas meja. Bedanya ini semua yang disajikan kita mesti bayar jadi harus dihabisin dong ya, huahahaha😆 .

      Tapi memang menunya bermacam-macam sih dan dari berbagai daerah di Indonesia, hehehe🙂

      Iya, kalau hari biasa praktis nggak mungkin nonton tenis soalnya disini tayangnya pas jam 3 subuh gitu. Jadi baru ada kesempatan untuk nonton di weekend aja, hehe😀 .

    1. Nah, tergantung mahal atau murah dari sudut pandang mana dulu, hehe. Harga jualnya lumayan standar sih untuk ukuran Belanda, hehe. Iya, ini satenya enaak!

        1. Hahaha, soalnya sebenarnya dengar-dengar harga minuman disini itu profit margin-nya pada dasarnya sudah tinggi banget sih. Jadi bir Indonesia dijual dengan harga standar pun masih menguntungkan sepertinya ya, hehehe🙂 .

          Iyaa, lumayan bisa makan makanan tanah air, hehe.

  1. Ziii perginya sama temen2 Indonesia apa bukan? Biasanya komen2 mereka ttg masakan Indonesia gimana yah? Rasanya beda ga, enakan di Rotterdam ato Jogja? Hehehe penasaran kan rasanya lumayan beda sama yg disini.

    1. Begitulah. Kalau acara tenis biasanya sih berusaha nonton untuk turnamen yang besar-besar aja. Kalau semua diikuti bisa setiap hari itu nontonnya, hahaha😆 . Main tenis juga sering kok🙂

        1. Yoi, memang begitu. Katanya sejarahnya dulu sewaktu zaman kolonial (disini nyebutnya ‘kolonial’ bukan ‘penjajahan’, ya iya lah ya, hahaha😆 ), orang Belanda suka pamer dengan makanan Indonesia. Pamernya dengan cara mengundang kenalan untuk makan di rumah gitu trus di atas meja disediakan banyak banget makanan eksotis, hahaha😛 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s