Posted in About Myself, Thoughts

#1497 – Reading

ENGLISH

I do notice something a little bit different about myself.

Ever since I moved to Europe, I have read less books for entertainment purpose than before. I had a few posts in my old Blogger blog under the “Book to Read” category where I put some very short reviews of some of the books that I had just recently read at that time. And the reason I put the category “Movie Review” as a subcategory of “Review” here in this blog (it can be seen in the sidebar) was because I thought I would do the same. As it is evident now, there is still no “Book Review” category here. None, zero, nil, nada.

The reason for that is simple. I have read much less books for entertainment purpose ever since I moved here. And I am just as curious as you to know why that is; since reading is (or was) one of my favorite ways to get entertained.

As it turns out, I think the reason is very simple: I just haven’t had the time for that!😯

I moved here in 2010 to start my Master degree study. And a Master degree at TU Delft, being a very good university, was certainly not easy at all. So I had to pretty much allocate most of my time for my study. And even if I had the time to rest, I would rather travel somewhere in Europe, haha😛 . Plus the fact that I was here with a two-year scholarship from TU Delft added a little bit of more pressure on myself too. At that time I did not want to go beyond 24 months for my Master degree as contractually, the scholarship only covered my tuition fee and life expense here for 24 months, or 2 years. I did finish my study exactly in 24 months and immediately after that, I started a PhD. And, well, if a Master degree at TU Delft was crazy, a PhD was like that too, but multiplied by at least, like, a million, in term of the difficultness, haha😛 .

And the nature of a PhD study is that the work itself already pretty much requires me to read a lot of stuffs; books, literatures (scientific papers), reports, Master thesis, PhD dissertations, even sometimes presentation slides too. And not just to read them for the sake of reading them, but to understand them, or get some grasps of understanding of the messages being delivered by them. So whenever I have free time, I prefer to do something else, some other activity that doesn’t require me to, well, read. You know, something else for a change.

Okay, okay, I agree, the content of a novel is obviously very different from the content of a paper published in an international peer-reviewed journal in mathematics. So reading a novel, in some sense, is indeed different from reading a scientific paper. But still, you see, from the outside, the activity is similar too. I have to hold a book or a paper (I prefer to read an actual physical book to the e-version btw), my eyes have to see the combination of symbols (read: letters) printed there, then my brain has to digest it to understand what the author wants to say (read: reading), then further on my mind also has to do some work to actually unravel the message (read: understanding the idea being conveyed). Even though the message is, obviously, different, the first three activities are basically the same. See? After having to read a lot for my work, I think it is understandable that I want to do something else too, which is very different, outside of work, haha.

Yes, so this is the result. I haven’t read much in the past a few years.

Last year, actually I still had hope for myself when I decided to buy the novel Inferno by Dan Brown, one of my favorite author, at London Heathrow Airport. But you know what? Now, which is 18 months later, I am no further than where I was with this novel. Yes, I haven’t had the time to read it yet😦 . I actually brought it with me in some occassions when I was travelling somewhere, thinking probably I would want to read it when I was travelling. But then, nothing happened. Crazy, no?

But yeah, that is the reality…

BAHASA INDONESIA

Aku mengamati ada sesuatu yang berbeda dari diriku.

Semenjak pindah ke Eropa, frekuensiku membaca buku untuk hiburan telah berkurang daripada sebelumnya lho. Ada beberapa posting di blog lamaku di bawah kategori “Book to Read” dimana aku menulis beberapa review singkat mengenai beberapa buku yang baru saja aku baca waktu itu. Dan alasan aku menaruh kategori “Movie Review” sebagai subkategori dari kategori “Review” di blog ini (bisa dilihat di sidebar) adalah karena aku kira hal yang sama akan terjadi. Tetapi seperti yang nampak sekarang, masih tidak ada kategori “Book Review” disitu. Tidak ada, nol, kosong.

Alasan untuk itu adalah sederhana. Aku membaca jauh lebih sedikit buku sebagai hiburan semenjak aku pindah ke Eropa. Dan jelas aku juga penasaran mengapa bisa begitu; karena membaca buku itu (dulunya) adalah salah satu cara favoritku sebagai sarana hiburan. T

Dan ternyata, alasannya amat sederhana: aku hanya tidak memiliki waktu untuk itu!😯

Aku pindah ke Eropa di tahun 2010 untuk memulai studi Master (S2)-ku. Dan studi S2 di TU Delft, yang mana merupakan universitas top yang bagus, itu sama sekali tidak mudah loh btw. Aku harus mengalokasikan semua atau sebagian besar waktuku untuk belajar. Sehingga ketika aku memiliki waktu untuk beristirahat, aku lebih memilih untuk jalan-jalan di Eropa, haha😛 . Ditambah lagi, kondisi dimana untuk studi ini aku mendapatkan beasiswa dari TU Delft selama dua tahun juga memberikan tekanan ekstra tersendiri. Sewaktu itu aku tidak ingin menggunakan waktu lebih dari 24 bulan untuk studi S2-ku karena kontrak beasiswa yang mencakup biaya kuliah dan biaya hidup hanya berlaku 24 bulan alias 2 tahun saja. Aku menyelesaikannya tepat dalam waktu 24 bulan dan langsung setelah itu, aku memulai studi PhD (S3)-ku. Dan, yah, kalau yang namanya studi S2 di TU Delft itu sudah berat banget, yang namanya S3 juga seperti itu lah ya, hanya saja tingkat kesulitannya dikaliin jutaan kali dah, haha😛 .

Dan studi S3 itu sendiri pun sudah mengharuskanku untuk banyak sekali membaca; mulai dari buku, literatur (paper ilmiah), laporan, thesis S2, disertasi S3, sampai ke beberapa slide presentasi. Dan tidak hanya sekedar membaca mereka, tetapi juga memahami apa yang tertulis disana, atau setidaknya mengerti pesan yang hendak disampaikan. Jadi ketika aku memiliki waktu luang, sekarang ini aku merasa lebih memilih sebuah aktivitas yang berbeda, sebuah aktivitas dimana aku tidak perlu, yah, membaca. Tahu lah, supaya tidak terus-terusan sama gitu.

Oke, oke, aku setuju, isi dari sebuah novel jelas berbeda dariada isi sebuah paper ilmiah yang diterbitkan di sebuah jurnal matematika internasional yang harus melalui serangkaian proses review dari beberapa ilmuwan. Jadi membaca sebuah novel, di satu sisi, memang sangat berbeda daripada membaca sebuah paper ilmiah. Tetapi, dari luar, kedua aktivitas ini amat mirip kan. Aku harus memegang sebuah buku atau paper (aku lebih suka membaca versi cetaknya daripada e-version-nya btw), mataku harus melihat serangkaian simbol (baca: huruf-huruf) yang dirangkai disana, kemudian otakku harus mengolah apa yang aku lihat disana (baca: membaca), dan kemudian pikiranku harus melakukan sebuah pekerjaan untuk menangkap pesan dari apa yang baru saja aku baca (baca: memahami ide yang disampaikan). Walaupun pesannya, jelas, berbeda, tetapi tiga aktivitas pertamanya sama aja kan. Nah kan? Setelah harus banyak membaca untuk pekerjaanku, rasanya dapat dipahami juga jika aku ingin melakukan sesuatu yang lain, yang berbeda, di luar waktu kerja, haha.

Ya, beginilah hasilnya, aku belum banyak membaca beberapa tahun terakhir ini.

Tahun lalu, aku masih memiliki harapan untuk diriku sendiri ketika aku memutuskan untuk membeli novel Inferno-nya Dan Brown, salah satu penulis novel favoritku, di Bandara London Heathrow. Nah, apa kabar dengan novel ini? Sekarang, yang mana sudah 18 bulan semenjak waktu itu, aku tidak lebih jauh sama sekali daripada waktu itu lho. Ya, aku benar-benar belum ada waktu sama sekali untuk membacanya😦 . Sebenarnya aku membawanya pergi beberapa kali sih ketika aku jalan-jalan kemana gitu, karena aku kira aku ingin membacanya ketika jalan-jalan. Tetapi ternyata tidak. Gila ya?

Ya, tetapi memang begitulah realitanya…

33 thoughts on “#1497 – Reading

  1. Ada kalanya otak kita lagi ga tertarik utk baca novel ko. Benar mungkin karena kamu udah baca buku teks buat kuliah jadi pengen hal lain utk hiburannya.

    1. Kalau buku sih nggak terlalu (kalau majalah dan artikel di internet gak dihitung😛 ). Kalaupun iya kalo nggak salah masih ada kaitannya sama kerjaan😀

  2. i am now in the middle of a long break before starting a PhD (well, actually, I am working my A** off to be a PhD candidate now). then I am reading this blog post. Surprisingly, this triggers my motivation to get accepted for a PhD study😀

    nice share btw, mas zilko.

  3. Aku juga byk waktu gak pernah baca zil..pas pertama masuk kerja.. Terus pas habis melahirkan.. Tapi tetap kangen.. Hehehe..

    Soal bawa buku diperjalanan emg salah besar dan gak perlu!! Aku udah beberapa kali nyoba hasilnya gagal 😜

    1. Hehehe, iya. Aku juga beberapa kali membawa buku di perjalanan dan jatuhnya nggak sempat dibaca. Jadinya buku itu cuma bikin berat aja deh, hahaha😆 .

  4. Kalau aku, sebenarnya baca buku itu sih bisa dibilang hobi atau juga bukan hobi…biasanya aku suka baca novel yg berhubungan dengan Jepang atau buku tentang travel🙂 Biasanya waktu baca bukunya sebelum tidur, dan ujung ujungnya jadi ketiduran…akibatnya sampai sekarang ada beberapa buku yg belum selesai dibaca dan kalau ke toko buku nahan nahan untuk beli buku baru karena ingat masih ada yg belum dibaca😀

    1. Yaaa, masih termasuk hobi sih sepertinya itu. Yang namanya hobi membaca kan nggak harus suka membaca segala jenis buku. Tentu ada genre-genre buku yang lebih kita sukai, hehehe🙂 .

  5. Toss Ko, gw juga dah jarang baca buku.. Tumpukan novel ma komik Gober dikamar masih banyak yg bersegel..huhu.. Rasanya klo dah masuk kamar pen lgsg istirahat aja😀 Semangat Ko😀

    1. Hahaha, iya Py. Kayaknya ketika seseorang mulai masuk ke dalam karir profesional mereka (apa pun itu), beberapa hobi yang disukai jadi ada yang terpaksa luntur ya, hehehe🙂 .

  6. Mas saya bisa minta alamat emailnya? Karena saya ada rencana utk kuliah S-2 di TU Delft juga. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s