Aviation · My Interest · Zilko's Life

#1493 – CRJ1000 vs ERJ190


This year, I have got the opportunity to fly on a Bombardier CRJ1000 and an Embraer ERJ190. Well, two times each actually; the CRJ1000 flights were with Garuda Indonesia’s flight GA 677 from Yogyakarta to Makassar and flight GA 680 from Makassar to Lombok Praya, while the ERJ190 flights were with KLM Cityhopper’s flight KL 1413 from Amsterdam to Lyon and KL 1416 from Lyon to Amsterdam. These two airliners are actually very comparable (if “rivals” is not a fitting term for that), as both are regional airliners with seating capacity of around 100 passengers (a Garuda’s CRJ1000 seats 96 passengers in two classes while a KLM Cityhopper’s ERJ190 seats 100 passengers in two classes). And here, I would like to make a simple review of these two airliners based on my experience as a passenger flying on these two beauties 😀 .

Btw, first, here are two photos of the two airliners as illustrations:

Garuda Indonesia Explore-Jet's Bombardier CRJ 1000 reg PK-GRF flight GA 680 which took me to Lombok from Makassar today
A Garuda Indonesia Explore-Jet’s Bombardier CRJ1000 reg PK-GRF flight GA 680 which took me to Lombok from Makassar today
Finally flying with an Embraer E190 again!
A KLM Cityhopper’s Embraer ERJ190 reg PH-EZP was being prepared for flight KL 1413 from Amsterdam to Lyon today!

I am trying to be as objective as I can here. This review will only be from the perspective of a passenger. So I am not going to compare the fuel efficiency, yield, seat cost per passenger kilometer, maximum take off weight, runway length requirements, range, etc; as I do not have access there and those matters are the airlines’and manufacturers’ business. I am also not going to compare the service provided on board, since the service is obviously the airlines’, not the airliners’.

Admittedly, one specification that is “uneven” with this comparison is that the CRJ1000 is the largest type in its family (the Canadian Bombardier CRJ700 series) while the ERJ190 is not the largest type in its family (the Brazilian Embraer E-Jet family), since a larger ERJ195 also exists. But on the other hand, probably comparing a CRJ1000 and an ERJ195 is also not fair from the perspective of the passengers capacity since an ERJ195 can seat up to around 120 passengers, so it is larger than a CRJ1000. So maybe this comparison between a CRJ1000 and an ERJ190 is, indeed, a fair one, haha.

Anyway, so here we go…

The cabin and its spaciousness

On board Garuda Indonesia's Bombardier CRJ 1000 reg PK-GRF
On board a Garuda Indonesia’s CRJ1000 reg PK-GRF
On board KLM Cityhopper's Embraer E190 reg PH-EZP
On board a KLM Cityhopper’s ERJ190 reg PH-EZP

Probably one of the first things a common passenger “feels” when entering an airplane is the spaciousness of its cabin. Width-wise, both airliners offer comparable space. As you can see above, the economy class configurations in both airliners are 2–2. If there had been a few centimeters difference, I certainly did not feel it, lol 😆 . Height-wise, however, is a different story. Both photos above were taken at pretty much the same height, at about my eyes’ level. And one can see that in this department, the ERJ190 triumphs as in she provides more spacious cabin for the passengers in term of the cabin height. Obviously the same thing occurs in the lavatory. With my height, the lavatory of a CRJ1000 felt small (my head touched the ceiling 😆 ) while with an ERJ190, at least I still had a few more centimeters of space 😆 .

Probably still related to the height issue, I notice that the hand luggage overhead compartment of the ERJ190 is also a little bit roomier than the CRJ1000’s. My normal cabin size travelling bag fitted in the overhead compartment of an ERJ190 with still plenty of space to spare; while Garuda Indonesia has to set different (smaller) maximum dimension for the carry on for the CRJ1000 (and ATR72 but this is a different story).

So, in term of space, ERJ190 wins.


Another factor that relates to the comfort while flying is the noisiness of the engines. In this department, the CRJ1000 wins. Both of my flights with CRJ1000 were very very quiet, the engine noise was very minimal from inside the cabin (at least a lot more quiet than my flights with ERJ190). Interestingly, however, both types are actually powered by the same type of engine (even though different subtype)! The General Electric CF34! However, they are mounted on different position; underneath both wings on ERJ190 and at the rear of the plane on CRJ1000.

A GE CF 34 Engine on Garuda Indonesia's CRJ 1000 reg PK-GRF
A GE CF 34 Engine on Garuda Indonesia’s Bombardier CRJ 1000 reg PK-GRF
A GE CF 34 engine on KLM Cityhopper's Embraer E190 reg PH-EZP
A GE CF 34 engine on KLM Cityhopper’s Embraer E190 reg PH-EZP

This means that the design of the cabin is the factor that makes the difference in the cabin’s quiteness which I experienced.

So, in term of noisiness (or rather quiteness), CRJ1000 wins.


So, it is a tie; and we need a tiebreak to sum this post up. However, since I am running out of categories (any idea though?) to make the comparison of (again, from the perspective of the passengers about the airliner, thus disregarding the airlines’ service), I am using a superficial measure for the tiebreak: which design I (subjectively) find better looking? Lol 😆 .

To this, I have to say that I find the design of the CRJ1000 to be more beautiful. I really like its slick long design (some people call it the “flying pencil”, lol 😆 ) with T tail and rear engines. I don’t know, probably this is because this design has been quite rare nowadays; hence I find it more attractive because it is different from the design of the more common airliners (twin engines underneath the wings, conventional tails where the horizontal controls are mounted to the fuselage).

So, I am wondering now, which of the design of the two airliners which you find more attractive? Btw, this is based on the design only, so disregarding the comfort, the fuel efficiency, operating airlines, etc. Only based on the design. You can participate in the poll just underneath the videos below.

And to help you make the decision, here are a few more photos from my flights with both airliners and a couple of landing video.

Landing with a Bombardier CRJ1000 at Lombok Praya Airport:

Landing with an Embraer ERJ190 at Lyon – Saint Exupéry Airport:


Tahun ini, aku berkesempatan untuk terbang dengan pesawat Bombardier CRJ1000 dan dengan pesawat Embraer ERJ190. Masing-masing dua kali loh; penerbangan dengan CRJ1000 adalah dengan penerbangannya Garuda Indonesia GA 677 dari Yogyakarta ke Makassar dan penerbangan GA 680 dari Makassar ke Lombok Praya, sementara penerbangan dengan ERJ190 adalah dengan penerbangannya KLM Cityhopper KL 1413 dari Amsterdam ke Lyon dan KL 1416 dari Lyon kembali ke Amsterdam. Kedua pesawat ini sebanding loh (kalau “rival” bukanlah istilah yang tepat untuk mendeskripsikannya), karena keduanya adalah pesawat tipe regional dengan kapasitas tempat duduk sekitar 100 penumpang (sebuah CRJ1000-nya Garuda mampu menampung 96 penumpang dalam dua kelas sementara sebuah ERJ190-nya KLM Cityhopper mampu menampung 100 penumpang dalam dua kelas). Dan disini, aku ingin menulis sebuah review tentang kedua jenis pesawat ini berdasarkan pengalamanku terbang dengan kedua makhluk cantik ini 😀 .

Btw, pertama-tama, aku pasang dulu dua foto dari pesawat ini ya sebagai ilustrasi:

Garuda Indonesia Explore-Jet's Bombardier CRJ 1000 reg PK-GRF flight GA 680 which took me to Lombok from Makassar today
Sebuah Bombardier CRJ1000 milik Garuda Indonesia Explore-Jet dengan registrasi PK-GRF siap untuk penerbangan GA 680 dari Makassar ke Lombok
Finally flying with an Embraer E190 again!
Sebuah Embraer ERJ 190 milik KLM Cityhopper dengan kode registrasi PH-EZP sedang dipersiapkan untuk penerbangan KL 1413 dari Amsterdam ke Lyon

Aku akan mencoba seobjektif mungkin disini. Review ini hanya akan dilakukan dari sudut pandang seorang penumpang. Jadi aku tidak akan membandingkan yang namanya keiritan bahan bakar, yield, biaya per penumpang kilometer, berat lepas landas maksimum, persyaratan panjang landasan pacu, jarak tempuh, dll; karena aku kan tidak memiliki akses ke data tersebut dan poin-poin tersebut kan urusannya maskapai penerbangan dan pabrik pesawatnya kan ya. Juga, aku tidak akan membandingkan servis yang diberikan di dalam pesawat karena servis adalah bentuk layanan dari maskapai penerbangannya, bukan dari jenis pesawatnya.

Memang harus diakui, bahwa satu spesifikasi agak “tidak adil” karena CRJ1000 adalah tipe pesawat terbesar dari keluarganya (keluarga Bombardier seri CRJ700 buatan Kanada) sementara ERJ190 bukanlah tipe terbesar dari keluarganya (keluarga Embraer E-Jet buatan Brazil), karena varian ERJ195 yang lebih besar juga sebenarnya ada. Tetapi di sisi lain, membandingkan CRJ1000 dengan ERJ195 juga kurang adil dari sudut pandang kapasitas penumpang karena ERJ195 kan bisa menampung sampai 120an penumpang, jadi ERJ195 ini lebih besar daripada CRJ1000. Jadi mungkin sebenarnya membandingkan CRJ1000 dengan ERJ190 ini adil-adil saja ya, haha.

Anyway, mari kita mulai…

Kabin dan kelapangannya

On board Garuda Indonesia's Bombardier CRJ 1000 reg PK-GRF
Di dalam sebuah CRJ1000 milik Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GRF
On board KLM Cityhopper's Embraer E190 reg PH-EZP
Di dalam sebuah ERJ190 milik KLM Cityhopper dengan kode registrasi PH-EZP

Mungkin satu hal yang “dirasakan” penumpang pada umumnya ketika memasuki sebuah pesawat adalah kelapangan dari kabin di pesawat itu. Dari segi kelebaran, kedua pesawat ini menawarkan ruang yang sama. Seperti yang nampak di foto di atas, konfigurasi kursi kelas ekonominya adalah 2–2 di kedua pesawat. Kalaupun ada perbedaan sekian centimeter, aku tidak merasakannya, haha 😆 . Nah, kalau dalam hal ketinggian, lain ceritanya. Kedua foto di atas diambil dari posisi yang ketinggiannya kurang lebih sama, yaitu di sekitar tinggi mataku. Dan bisa dilihat bahwa dari sisi ini, ERJ 190 menang karena memiliki kabin yang lebih lapang bagi penumpang, terutama dalam hal ketinggian di dalam kabin. Tentu saja hal yang sama terjadi di toiletnya juga. Dengan tinggiku, toilet di CRJ1000 itu rasanya kecil banget loh (kepalaku menyentuh langit-langit toiletnya, haha 😆 ) sementara dengan ERJ 190, setidaknya masih ada ruang sekian centimeter deh, haha 😆 .

Mungkin masih terkait dengan isu ketinggiannya juga, aku perhatikan bahwa ruang bagasi di atas kursi penumpang di ERJ 190 lebih besar daripada di CRJ 1000. Tas travelling-ku yang berukuran normal untuk kabin cukup banget untuk disimpan di ruang penyimpangan bagasi di ERJ 190 dengan masih menyisakan ruang; sementara Garuda Indonesia harus mengubah ukuran maksimum bagasi kabin menjadi lebih kecil untuk armada CRJ1000nya (dan ATR72 tetapi ini sih cerita lain).

Jadi, dari segi kelapangan dan ruang, ERJ190 menang.


Satu faktor lain yang terkait dengan kenyamanan ketika terbang adalah tingkat keberisikan mesinnya. Nah, di sisi ini, CRJ1000 menang. Kedua penerbanganku dengan CRJ1000 amatlah tenang sekali lho, suara mesinnya minimal banget di dalam kabin (jauh lebih minimal daripada di penerbanganku dengan ERJ190). Menariknya, sebenarnya kedua pesawat dimotori oleh tipe mesin yang sama loh (tetapi memang berbeda subtipe)! Yaitu mesin General Electric CF34! Namun, mesinnya dipasang di posisi yang berbeda; di bawah sayap untuk pesawat ERJ190 dan di ekor pesawat untuk pesawat CRJ1000.

A GE CF 34 Engine on Garuda Indonesia's CRJ 1000 reg PK-GRF
Sebuah mesin GE CF 34 di pesawat Bombardier CRJ 1000nya Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GRF
A GE CF 34 engine on KLM Cityhopper's Embraer E190 reg PH-EZP
Sebuah mesin GE CF 34 di pesawat Embraer ERJ190nya KLM Cityhopper dengan kode registrasi  PH-EZP

Ini berarti disain kabinnya lah yang membuat perbedaan di tingkat ketenangan kabin yang aku alami.

Jadi, dalam hal kebisingan (atau ketenangan sebenarnya ya), CRJ1000 menang.


Nah, situasinya seri dong ya ini; jadi kita membutuhkan sebuah kategori untuk memecahkan situasi seri ini untuk menutup posting ini. Namun, karena aku kehabisan kategori (ada ide kah?) untuk membuat perbandingannya (lagi, perbandingan dari sudut pandang penumpang tentang pesawatnya, jadi dengan mengesampingkan servis yang diberikan maskapai penerbangan), aku akan menggunakan kategori yang dangkal aja deh: disain mana yang menurutku (secara subjektif deh ini) lebih cantik? Huahaha 😆 .

Untuk ini, harus aku katakan bahwa aku lebih suka disainnya CRJ1000. Aku suka bentuknya yang panjang dan ramping (bahkan beberapa orang menyebutnya “pensil terbang”, haha 😆 ) dengan ekor T dan mesin di belakang. Mungkin karena disain semacam ini sudah lumayan jarang ada ya sekarang; makanya aku merasa ia terlihat berbeda daripada tipe pesawat lain dengan disain yang lebih umum (mesin ganda di bawah sayap, ekor konvensional dengan kontrol horizontal di badan pesawat).

Nah, aku malah jadi penasaran nih, disain manakah dari kedua pesawat ini yang menurut kalian nampak lebih cantik? Btw, berdasarkan disainnya aja ya, jadi nggak perlu mempertimbangkan faktor kenyamanan, efisiensi bahan bakar, maskapai yang mengoperasikan, dll. Hanya berdasarkan disainnya saja. Jawaban bisa dimasukkan di sebuah polling yang aku letakkan di bawah video di atas.

Dan untuk membantu proses penilaiannya, di atas aku tambahkan satu galeri dengan beberapa foto dari kedua pesawat ini dari penerbanganku bersama mereka dan dua buah video pendaratan dengan kedua pesawat ini.


19 thoughts on “#1493 – CRJ1000 vs ERJ190

    1. Iya, Brazil juga punya pabrik pesawat yang lumayan besar dan internasional 🙂 . Mereka mainnya di kelas pesawat regional jadi gak perlu bersaing drngan raksasa Boeing atau Airbus, hehehe

    1. Iya, bentuknya si pensil terbang memang lebih seksi gitu ya dibanding ERJ, hehe. Yaa, mudah2an segera dapat kesempatan naik CRK ya. Di Asia Tenggara kslo nggak salah yg pake cuma GS tuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s