#1490 – Fifth Freedom Flights

ENGLISH

According to Wikipedia,

The fifth freedom is the freedom for an airline to carry revenue traffic between foreign countries as a part of services connecting the airline’s own country.

Thus, the KLM’s service between Jakarta and Kuala Lumpur (yes, if you want, you can fly from/to Jakarta, in Indonesia, to/from Kuala Lumpur, in Malaysia, with KLM, a Dutch airline, btw) is an example of a fifth freedom flight because this flight (as of 2014) continues from/to Amsterdam.

One advantage of flying with a fifth freedom flight, aside from flying with a cool/exotic airline which is likely to be “rare” in the region (even though not always, depending on the region), is that usually (again, not always, depending on the route and region of course) this flight is operated with a wide-body airliner. For example, as of 2014, KLM deploys a Boeing 777-200ER or a Boeing 777-300ER on their daily Jakarta – Kuala Lumpur flight because the same frame must continue to Amsterdam.

As for myself, I have flown with a pair of fifth freedom flights. And that was way back in 2002/2003 where I flew from Jakarta to Singapore (and back) with Thai Airways International, haha. Yes, I was flying from Indonesia to Singapore with a Thai airlines. But those were the only fifth freedom flights that I have ever taken up to now. Well, now that I think about it, I think there was a third fifth freedom flight which I have flown on. When I moved to the Netherlands in 2010, my Garuda Indonesia flight stopped at Dubai on the way to Amsterdam. Therefore, technically I was also flying from Dubai (in UAE) to Amsterdam (the Netherlands) with an Indonesian airlines; hence this qualified as a fifth freedom flight.

***

For my upcoming trip to India, one of the many reasons I was super excited about this trip (see, I told myself I was setting minimum expectation but it turned out it was impossible, lol 😆 ) was that because one of the flights was a fifth freedom flight, originally. Yes, “originally“, I will get to this shortly.

And it was supposed to be a super cool one because the flight was from Amsterdam, so in the Netherlands (Europe), to Mumbai, in India (Asia), with Delta, an American (North American) airlines. Super cool, wouldn’t it be?? It would be more than just a “normal” fifth freedom flight, it would be an “intercontinental” fifth freedom flight which involved three different continents! Haha 😆 .

But then, some time ago we got a call from KLM (we bought the tickets through KLM’s website) saying that this Delta flight was cancelled 😦 . Daaaaaaamn. Well, obviously KLM was being responsible by rebooking us to other flights on the same day to our final destination in India free of charge so the impact of this cancellation to our trip was minimal (not “none” btw). But the new flights (“plural” as there is no direct flight between Amsterdam and Bangalore so we have to make at least one transfer) will not be fifth-freedom flights, even though I am still excited with one of the frames they schedule to operate for one of the flights 😛 .

***

Yeah, so, that is all about the fifth freedom flight.

Btw, Garuda Indonesia currently also operates a fifth freedom flight in Europe, i.e. their Amsterdam – London Gatwick service which they operate with a Boeing 777-300ER, the same frame which they use in their Jakarta – Amsterdam service (well, obviously). Had it not been because of the visa requirement for me to enter the UK, I would definitely have flown with this service by now! Well, I hope I get the chance to fly on it soon though 😛 .

***

Btw, here is a small gallery from my fifth freedom flight with Garuda Indonesia’s flight GA 88 in 2010 from Dubai to Amsterdam. The flight was operated with an Airbus A330-243 reg PK-GPI. It was still 10 months old at the time of this flight.

BAHASA INDONESIA

Menurut Wikipedia,

Kebebasan kelima (fifth freedom) adalah kebebasan bagi sebuah maskapai penerbangan untuk menerbangkan penerbangan komersil di antara dua negara asing sebagai bagian dari layanan yang tersambung ke negara asal maskapai penerbangan itu sendiri.

Jadi, penerbangannya KLM antara Jakarta dan Kuala Lumpur (btw, iya loh, kalau mau, bisa loh kita terbang dari/ke Jakarta, di Indonesia, ke/dari Kuala Lumpur, di Malaysia, dengan KLM, maskapai penerbangannya Belanda) adalah sebuah contoh penerbangan fifth freedom karena penerbangan ini (per tahun 2014) dilanjutkan dari/ke Amsterdam.

Satu keuntungan dari terbang dengan penerbangan fifth freedom adalah, selain terbang dengan sebuah maskapai yang keren/eksotis gitu karena kemungkinan besar “jarang ada” di daerah itu (eh, nggak selalu juga sih, tergantung daerahnya juga), biasanya (lagi, nggak selalu juga, tergantung rute dan daerahnya) penerbangan ini dioperasikan dengan pesawat berbadan lebar. Misalnya saja, per tahun 2014, KLM mengoperasikan pesawat Boeing 777-200ER atau Boeing 777-300ER di layanan harian Jakarta – Kuala Lumpur mereka karena pesawat yang sama harus melanjutkan penerbangannya ke Amsterdam.

Untukku sendiri, aku sudah pernah terbang dua kali dengan penerbangan fifth freedom. Tetapi itu dulu banget di tahun 2002/2003 dimana aku terbang dari Jakarta ke Singapura (dan kembali) dengan Thai Airways International, haha. Iya, aku terbang dari Indonesia ke Singapura dengan maskapainya Thailand. Tetapi baru dua itu saja sih penerbangan fifth freedom yang pernah aku naiki sampai sekarang. Eh, bisa jadi tiga kali ding karena ketika aku berangkat ke Belanda di tahun 2010, waktu itu penerbangannya Garuda Indonesia kan masih transit di Dubai. Jadi secara teknis aku juga terbang dari Dubai (Uni Emirat Arab) ke Amsterdam (Belanda) dengan maskapai Indonesia; sehingga ini bisa disebut penerbangan fifth freedom juga dong ya.

***

Untuk perjalananku ke India yang akan datang ini, salah satu dari banyak alasan aku excited (nah kan, padahal aku sudah mewanti-wanti diri sendiri untuk membuat ekspektasi yang minimal, tetapi ternyata mustahil ya, huahaha 😆 ) adalah karena salah satu penerbangannya merupakan penerbangan fifth freedom loh, awalnya. Ya, “awalnya“, dan ini akan aku jelaskan segera.

Dan penerbangan ini adalah penerbangan yang super keren, karena merupakan penerbangan dari Amsterdam, di Belanda (Eropa), ke Bombay, di India (Asia), dengan Delta, sebuah maskapainya Amerika Serikat (Amerika Utara). Nah, keren banget kan itu!!!! Ini bukanlah penerbangan fifth freedom biasa melainkan sebuah penerbangan fifth freedom “antar-benua” karena melibatkan tiga benua yang berbeda! Haha 😆 .

Tetapi kemudian, beberapa waktu yang lalu kami dihubungi KLM (karena kami membeli tiketnya dari website-nya KLM) bahwa penerbangan Delta ini dibatalkan dong 😦 . Yaaaaaaaaaaaaahhh, penonton kecewaaa. Ya, memang KLM bertanggung-jawab dengan mencarikan penerbangan pengganti untuk kami di hari yang sama ke tempat tujuan akhir kami di India tanpa kami harus membayar (gratis) sehingga dampak dari pembatalan ini minimal (bukannya “tidak ada” lho btw). Tetapi kedua penerbangan pengganti ini (“dua” karena memang tidak ada penerbangan langsung dari Amsterdam ke Bangalore sehingga kami harus transit minimal satu kali) kan bukan penerbangan fifth-freedom gitu, walaupun sebenarnya aku masih lumayan excited sih karena salah satu tipe pesawat yang menurut jadwal akan digunakan di salah satu penerbangannya *mudah-mudahan nggak di-PHP-in deh ini 😛 *.

***

Ya, gitu deh informasi tentang penerbangan fifth freedom.

Btw, Garuda Indonesia juga sekarang mengoperasikan sebuah penerbangan fifth freedom di Eropa lho, yaitu layanan Amsterdam – London Gatwick yang mereka operasikan dengan pesawat Boeing 777-300ER, pesawat yang sama dengan yang mereka gunakan di layanan Jakarta – Amsterdam mereka (ya iya lah). Andaikata kalau ke UK nggak perlu visa *nasib paspor ijo*, jelas penerbangan ini pasti sudah aku cobain deh! Ya, mudah-mudahan aku berkesempatan terbang dengannya segera ya 😛 .

***

Btw, di atas aku unggah sebuah galeri berisi beberapa foto dari penerbangan fifth freedom-ku dengan Garuda Indonesia penerbangan GA 88 di tahun 2010. Penerbangannya dioperasikan dengan sebuah Airbus A330-243 berregistrasi PK-GPI. Pesawatnya baru berumur 10 bulan loh waktu itu.

Advertisements

67 thoughts on “#1490 – Fifth Freedom Flights

  1. -n- says:

    Thank u inponyaaa 🙂

  2. nyonyasepatu says:

    SEru juga, thank you infonya ZI, baru sekali ini tau soal fifth freedom flights

  3. Puji says:

    ooo sebutannya fifth freedom flights, manggut2 tanda paham

  4. adejhr says:

    temanya ganti ya

  5. yance says:

    Asikk juga naek pesawat2 fifth freedom gitu…aku baru tau juga istilah itu ko…hahaha. Wahhh mau ke India nihh? Ditunggu dehhh postingannya

    • zilko says:

      Iyaa, jadi sebenarnya kemarin ketika trip ke Bangkok dan baliknya dari KL ke Jakarta naik Kuwait Airways itu juga termasuk penerbangan fifth freedom, hehehe 😀 . Iya, akhir tahun ini bakal travelling ke India, hihihi 🙂 .

  6. MS says:

    beneran baru tau,
    berarti aku udah pernah fifth freedom dong, pakai KLM dari Jakarta, transit di Singapore .., lanjut Amsterdam
    pesawatnya lebar, nggak tau tipenya, tp susunan kursinya kl nggak salah 3-5-3

    • zilko says:

      Iya, berarti itu penerbangan Jakarta – Singapore-nya termasuk penerbangan fifth freedom, hehehe 🙂 . Hmm, mungkin kursinya 3-4-3 ya? Jadi kalau begitu dugaanku kemungkinan pesawatnya antara Boeing 777-300ER atau Boeing 747-400 😀 .

  7. cerita4musim says:

    pengen nyobain AMS-CGK yang direct nya Garuda deh Ko….enak gak sih direct flight gitu, ngeri kecapekkan 🙂

    • zilko says:

      Bagiku malah enak banget terbang direct gini. Rasanya cepat banget lho. Tahun lalu aku naik Emirates jadi transit di Dubai dan Singapore, rasanya lama gitu. Nah kemarin ini naik Garuda AMS-CGK rasanya cepat sampai. Tiba2 langsung sampe, hahaha 😆 . Dan menurutku sih justru lebih nggak capek karena transit gitu sebenarnya kan bikin capek juga 😀 . Cuma memang jadinya opsi meluruskan kakinya ya sebatas di dalam pesawat aja sih, hehehe 🙂 .

  8. jampang says:

    baru tahu infonya… foto dubainya keren

  9. buzzerbeezz says:

    Bangga deh sama Garuda Indonesia 😀

  10. kutubuku says:

    Dulu waktu masih sering naik KLM pulkam, rutenya CPH-AMS-KLIA-CGK jadi ngerasain juga itu naik pesawat besar KL-jakarta walaupun bukan transit beneran sih (semacam digiring ke ruang tunggu aja).

    Sekarang udah tua *halah* jadi males transit2an, kebetulan di Jakarta juga ga ada keluarga, paling nengokin temen, jadi lebih prefer yang direct2 saja CPH-SIN-SUB 🙂

    • zilko says:

      Hahaha, berarti waktu itu KUL-CGK-nya fifth freedom, hehe 😀 .

      Iyaa, SQ memang network-nya kuat banget ya. Kalau dari Belanda ke Jogja (dan sebaliknya), kalau mau transit sekali doang selain dengan GA (transit di Jakarta) juga bisa dengan SQ loh (transit di Singapore, trus Singapore – Jogja pp-nya naik Silk Air) 😀 . Kepengen juga sih nyobain tapi berhubung SQ anggotanya alliance sebelah, jadi aku naik GA aja deh sekalian ngumpulin poinnya, hehehe 🙂 .

      • kutubuku says:

        Sama Zi, dulu Surabaya-SIN juga dilayanin Silkair, sekarang udah ganti SQ. Sama aja sih benernya. hahaha cuman seragam pramugarinya aja beda sama cat pesawatnya.

        • zilko says:

          Kalau Surabaya setahuku sih sekarang SQ main 2 kali sehari di rute ini. Yang satu dioperasiin SQ dan yang satunya lagi masih Silk Air memang 😛 . Yaa, kalau pilihannya begini selama bisa naik yang SQ ya mending naik yang SQ lah ya, hehe. Silk Air kan pesawatnya lebih kecil tuh, yang narrow-body Airbus A319/A320 atau yang terbarunya Boeing 737-800, hehe 🙂 . Dan lagi katanya fasilitas pesawatnya Silk Air nggak seasyik SQ 😛 .

          • kutubuku says:

            Klo soal spesifikasi pesawatnya sih aku emang nggak perhatiin ya. Tapi klo fasilitasnya seingetku sama aja, ada juga TV screen di pesawat, eh apa enggak ya.

            Iya SQ yang pagi, Silkair yang sore biasanya, tapi pesawatnya juga kecil, alias bukan pesawat yang dipake Eropa, lain sama KLM, Lufthansa dan sebangsanya, memang pake sekelas city hopper begitu.

            • zilko says:

              Kalau dari yang aku baca-baca katanya fasilitas IFE-nya Silk Air kurang lebih sama kayak Boeing 737-800nya Garuda yang lama. TVnya yang ada di overhead compartment gitu yang diturunkan ketika terbang. Jadi bukan yang personal di setiap kursi 😛 .

              Yup, Silk Air memang pesawatnya yang kecil (dibandingin SQ). Tapi yang mereka operasiin ya yang sekelas Airbus A319/320 atau Boeing 737-800 deh jadi ya agak gedean dikit kalau dibandingin Cityhopper, hehe 😀 . Kalo SQ sih memang 100% armadanya semua pesawat besar. Gak punya pesawat kecil mereka, haha. Kalau mereka order pesawat kecil ya biasanya untuk dikasih ke Silk Air ini 😀 .

          • kutubuku says:

            Omong2 soal Boeing 737-800 (yang 900 ada ga sih?) Udah pernah naik Norwegian? Pesawatnya kinclong semua

            • zilko says:

              Yang versi 900 ada. Malah yang versi paling baru (900ER) juga udah ada dan Lion Air tuh operator terbesarnya, hehehe 🙂 . Versi 900/900ER ini sebenarnya sama seperti versi 800 tapi dipanjangin jadi bisa muat lebih banyak penumpang 😀 .

              Yang bikin aku penasaran dengan Norwegian ini adalah wifinya loh. Hebat ya mereka. Maskapai LCC tapi ngasih fasilitas wifi on board gratis, hahaha! Yang sekelas Emirates aja dulu mesti bayar kalau mau pake wifinya (kalau terbangnya di kelas ekonomi sih 😛 ).

            • kutubuku says:

              Iya mereka udah punya wifi dari lama. Tadinya cuman sebatas ngetes dan mau di charge ke penumpang, lama2 kebablasan dan penumpang justru milih Norwegian karena wifinya itu (padahal ga ngefek juga klo cm 1 jam yak) jadi mereka tetap gratisin, takut pelanggan pada kabur.

              Aku lumayan sering juga naik Norwegian. Pesawatnya lebih baru, pramugarinya lebih ramah dari SAS. Klo naik SAS cuman demi poin doang

            • zilko says:

              Hahaha, dengar-dengar AirAsia mau mengetes layanan wifi di beberapa pesawatnya mereka juga loh. Jangan2 ntar bakal seperti Norwegian juga ya? Keterusan sampai-sampai jadi layanan gratis? 😛 .

              Haha, pengen juga deh nyobain Norwegian sebenernya 😀 . Beberapa temanku yang pernah terbang mereka juga komentar2nya positif semua. Dan memang terutama karena wifinya itu sih 😛 . Cuma sekarang kendalanya karena Flying Blue itu; jadi selalu ngebandingin dengan KLM soalnya kalau naik KLM dapat poin kan, hahaha 😛 . Apalagi kadang beda harga tiketnya nggak jauh2 amat selama tripnya nggak terlalu mendadak.

  11. jendluvu says:

    hoo.. baru tau itu namanya fifth freedom. haha.. gw pikir selama ini sih kapal transitan aja. haha.. dulu tuh dr indo ke singapore gw suka pake lufthansa.. karena dr indo-sg-frankfurt.. psawat gede dan enak.. dan service.nya juga bagus. dngn harga yang paling beda 40-50 dollar dr harga budget airlines. haha.. udah gt ga ada lagi tiba2.. dan skrng baru aja nih ada air-france.. rute.nya jkt-sg-paris.. tapi yahh minus.nya jam.nya ga se-flexible airlines lain.. hehe.. makasih info.nyaa. hehe

    • zilko says:

      Lufthansa baru membuka kembali rutenya ke Jakarta lho. Tapi sekarang transitnya di KUL, bukan SIN, hahaha 😀 . Aku juga pengen nih nyobain Lufthansa, hahaha 🙂 . Iyaa, Air France memang baru buka rute ke Jakarta via Singapore ya. Katanya penerbangannya lumayan tuh. Walau memang sih, kelemahan penerbangan fifth freedom gini memang ada di jadwal yang relatif nggak se-fleksibel maskapai2 lain, hehe 🙂 .

      Dari Singapore memang ada beberapa pilihan penerbangan fifth freedom ya. Setahuku KLM ada rute Singapore – Bali. Trus Singapore – Jakarta juga ada Turkish Airlines 😀 . Ke Australia malah ada lumayan banyak pilihan dengan Emirates 😛 .

      • jendluvu says:

        iyaa.. KLM ke Bali juga enak.. hehe.. so far sih air-france enak.. cuman kliatan aja kapal.nya agak tua.. soalnya in-flight service.nya masih jadul bngt. haha.. tapi ya boleh bngt lah buat penerbangan 1.30 jam aja.. hehe.. KLM msh lebih bagus jauh mnurut gw.. hehe.

        • zilko says:

          Hahaha, kalau penerbangan di dalam Eropa kurang lebih sama lah Air France atau KLM ini. Bedanya kalau Air France pesawatnya buatan Airbus dan KLM buatan Boeing. Kebetulan yang jarak jauh dengan pesawat yang besar aku belum pernah nyobain, hihihi 😀 . Ternyata enakan KLM yah? 😀

          • jendluvu says:

            iyaa.. kalo menurut aku enak-an KLM. hehe.. beda.nya Boeing sama Airbus itu mesinnya yah? atau apanya sih? haha.. *jadi flight education nih.. hehe..

            • zilko says:

              Beda pabriknya, hehe. Boeing itu milik USA sementara Airbus itu milik Eropa. Yaa, kira2 kayak BMW dan Toyota gitu kalau diumpamakan dgn mobil 😀 . Ini kmrn aku ke India naik Air France pesawatnya memang rada tua. Tapi servis makanannya enaak! Hahaha 😆

  12. Christa says:

    baru tau kalau ada istilah begituu. kayaknya aku belum pernah deh naik fifth freedom flight. Pengen juga for the sake of excitement hehuehuehue :p

  13. yantinoni says:

    Gw baru pertama kali ngerasain fifth freedom ini rute nya shanghai-KL-CGK, nice info nih postingan kali ini 😀

  14. Hope you can fly to London soon, using Garuda Airlines!!! ^^

  15. Info Menarik says:

    belum pernah ngalamin mas, kayaknya seru nih fifth freedom flight …

  16. Pypy says:

    Ini nih yg bikin gw seneng main ke blog mu Ko, ada aja pengetahuan baru yg gw dapat. Ntah dari dunia Tennis, aviation, S3 di Belanda, dll. Ya macam Fifth Freedom Flights ini, baru kali ini tau.. Sering-sering yah Ko share pengetahuannya, biar gw yg baca makin pinter.. 😀 *drtd muji ada maunya ternyata* haha.. 😀

  17. niee says:

    Waaaahhh… Aku baru tahu deh istilah ini.. Blm pernah ngerasain seh .. Mudah2an pernah ntar 😁

  18. […] I said in December, our original flight bound for India, a Delta’s fifth-freedom flight from Amsterdam to […]

  19. […] was not that wallet friendly anymore. But thanks to Garuda Indonesia, who currently serves a fifth freedom flight between Amsterdam and London, a return ticket flight to London was still on budget even though I […]

  20. […] London for an impromptu weekend trip in June and to get/from there, I took Garuda Indonesia’s fifth freedom flight between Amsterdam and London. Btw, yes, finally I flew a fifth freedom flight for the first time […]

  21. […] get to/from London, I took Garuda Indonesia’s fifth freedom flight between Amsterdam and London. One big advantage of this decision was that I gotta fly with the […]

  22. […] decided to take Garuda Indonesia’s fifth freedom flight, again, to go back to the Netherlands. So in the morning I had to get up quite early (at […]

  23. […] Jakarta to Kuala Lumpur so that I would actually fly on the flight which I used as an example in my fifth freedom flight post :P. It would be my fourth fifth freedom flight this year; and I found it funny that I flew from […]

  24. […] a few airlines served the Bandung – Kuala Lumpur route, I decided to go with KLM’s fifth freedom service from Jakarta. This meant that I had to go to Jakarta first from Bandung. For this, I chose […]

  25. […] Fifth-freedom flights: 1. Garuda Indonesia GA88 (Amsterdam – London Gatwick): 13 June 2015 2. Garuda Indonesia GA89 (London Gatwick – Amsterdam): 14 June 2015 3. Garuda Indonesia GA89 (London Gatwick – Amsterdam): 6 July 2015 4. KLM Royal Dutch Airlines KL810 (Jakarta – Kuala Lumpur): 10 August 2015 5. Garuda Indonesia GA88 (Singapore – Amsterdam): 28 August 2015 […]

  26. […] this means NO MORE fifth freedom Amsterdam – London flight with Garuda Indonesia for me!! […]

  27. […] I have already arranged two similar trips (but much more awesome as one of them will involve a fifth freedom flight in a “real” business class!) later on this […]

  28. […] star of this trip was obviously LATAM Chile’s fifth freedom Madrid – Frankfurt route. So to make sure that I would arrive in Madrid in time for the LATAM […]

  29. […] – London Gatwick service in March this year, somehow I became even more thirsty to fly a fifth freedom flight this year! I did one last month, in style even, with LATAM Chile’s LA 704 from Madrid to […]

  30. […] to Amsterdam); heck it has even improved from the last time I flew a KLM’s wide-body (the fifth-freedom segment of KL 810 from Jakarta to Kuala Lumpur). The music selection is much better now (it even […]

  31. […] Fifth-freedom flights: 1. LATAM Chile LA704 (Madrid – Frankfurt): 25 June 2016 […]

  32. […] Even though too bad Singapore Airlines terminated its Munich – Manchester route last year. This fifth freedom route would have been a good opportunity for me to finally try Singapore Airlines. Well, we will see, I […]

  33. […] Sunday. Of course, this time I would just fly. And this was where I missed Garuda Indonesia’s fifth freedom Amsterdam – London-Gatwick route which they closed last year. A last-minute London (any […]

  34. […] Airlines’ flight JL416 from Paris-CDG to Tokyo-Narita two years ago and LATAM Chile’s fifth freedom flight LA704 from Madrid to Frankfurt last year (in business class). Actually, I would lose my […]

  35. […] morning, my Garuda Indonesia fifth freedom flight GA 88 with a Boeing 777-300ER reg PK-GII landed at Amsterdam from Singapore; thus ending my […]

  36. […] Fifth-freedom flights: 1. Garuda Indonesia GA88 (Singapore – Amsterdam): 3 December 2017 […]

  37. […] the next flight would be a fifth freedom flight as I would be flying a Garuda Indonesia flight from Singapore to the Netherlands! An aspect which I […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s